Self esteem memegang peranan penting untuk mendukung seseorang bertahan di dunia kerja yang semakin kompetitif.
Self esteem berhubungan dengan bagaimana seseorang memandang dirinya, khususnya dalam hal kapasitas dan nilai keberagaman diri.
Ketika karyawan memiliki ‘harga diri’ yang tinggi maka mereka memiliki kemampuan menyelesaikan masalah melalui rasa percaya diri yang baik.
Mereka percaya bahwa mereka bisa maju dan berani untuk mencoba hal-hal baru yang bisa mendukung mereka untuk terus berkembang.
Ini juga berlaku sebaliknya, ketika seseorang memiliki rasa percaya diri yang rendah maka mereka enggan mencoba hal baru karena merasa diri mereka tidak bisa.
Akhirnya mereka kesulitan untuk berkembang dan hanya jalan di tempat.
Lalu bagaimana cara membangun self esteem yang baik di dunia kerja dan apa faktor yang mempengaruhi self esteem?
Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai self esteem mulai dari ciri-ciri, faktor yang mempengaruhinya, dan cara membangun self esteem yang positif.
Untuk lebih lengkapnya Anda bisa menyimak penjelasan yang ada di bawah ini:
Self Esteem yang Sehat di Dunia Kerja, Bagaimana Ciri-Cirinya?

Self esteem merupakan ukuran yang digunakan oleh seseorang dalam melihat kualitas dari dirinya terlepas dari situasi yang ada.
Seseorang yang memiliki pemahaman diri yang tinggi maka ia merasa dirinya berharga meski pernah menghadapi kegagalan ataupun melakukan kesalahan.
Dalam dunia kerja, memiliki pemahaman diri yang sehat yang berdampak pada perkembangan karier seseorang.
Lalu apa saja ciri-ciri yang dimiliki seseorang dengan esteem diri yang baik?
1. Memahami Kemampuan yang Dimiliki
Ciri yang pertama adalah mampu memahami kemampuan yang dimiliki.
Memang memahami kemampuan diri ini tampak sederhana, namun kenyataannya tidak semua orang bisa.
Padahal ini jadi bagian penting untuk menentukan karier yang diambil dalam dunia kerja.
Ketika seseorang mampu memahami kemampuan yang dimiliki, maka mereka memiliki panduan tentang hal-hal yang dikuasai.
Jadi setiap tindakan yang dilakukan sejalan dengan kemampuan diri dan mereka bisa menghindari hal-hal bisa memberatkan mereka.
2. Mampu Membangun Relasi yang Sehat
Ciri yang kedua adalah kemampuan dalam membangun relasi yang sehat.
Ketika seseorang memiliki rasa percaya diri yang tinggi maka mereka bisa menempatkan diri dengan baik, termasuk ketika berinteraksi dengan orang ini.
Kemampuan ini akhirnya membawa mereka bertemu relasi yang bisa mendukung perkembangan diri.
Cara ini juga akhirnya membantu mereka untuk membangun relasi yang sehat.
Baca Juga: Corporate Stockholm Syndrom: Bagimana Cara Menanganinya?
3. Memiliki Ekspektasi yang Realistis
Kepercayaan diri juga berhubungan dengan ekspektasi yang dimiliki.
Ketika seseorang memiliki rasa percaya diri yang baik, maka mereka bisa menentukan ekspektasi secara realistis.
Mereka bisa mengukur kemampuan mereka yang akhirnya berpengaruh pada ekspektasi yang dimiliki.
Dibandingkan membuat ekspektasi yang terlalu tinggi, mereka justru bisa menyesuaikan dengan kemampuan mereka sehingga mereka dapat bekerja selaras dengan kemampuan yang dimiliki.
4. Memahami Kebutuhan Diri
Ciri yang terakhir adalah dengan memahami kebutuhan diri.
Mereka bisa menentukan skala prioritas yang dimiliki sehingga dapat menghindari hal-hal yang tidak sesuai dengan kebutuhan.
Mereka selalu memprioritaskan diri sendiri dibandingkan dengan orang lain karena paham hal-hal yang menjadi kekuatan di dalam diri mereka.

Baca Juga: Pentingnya Mengetahui Tingkat Emosional Karyawan untuk HR
Apa Saja Faktor Mempengaruhi Self Esteem?

Dalam self esteem ada hal-hal yang mempengaruhinya, ini berkaitan dengan bagaimana seseorang memandang diri mereka.
Berikut 7 faktor yang berpengaruh pada rasa percaya diri seseorang:
- Usia: Rasa percaya diri juga dipengaruhi oleh usia yang dimiliki, misalnya pada anak-anak karena lingkup dunianya yang masih kecil. Ketika mereka memasuki usia dewasa awal, mereka mulai bisa membangun self esteem dengan baik melalui pengalaman baru yang telah dihadapi.
- Disabilitas: Seseorang yang pernah mendapatkan perundangan dapat berpengaruh pada rasa percaya diri yang dimiliki.
- Genetik: Kepribadian juga dipengaruhi secara genetik dari orang tua seringkali membentuk cara pandang seseorang terhadap dirinya sendiri.
- Status sosial: Status sosial yang dimiliki juga dapat membuat seseorang memiliki rasa percaya diri yang rendah yang dapat berpengaruh pada esteem yang dimiliki.
- Pola pikir: Memiliki pola pikir yang keliru juga bisa membuat seseorang tidak melihat nilai yang ada di dalam diri mereka.
- Adanya opini yang merendahkan: Seseorang yang mendapatkan komentar merendahkan dari orang lain bisa membuat orang tersebut mengamininya dan mulai berpikir dirinya tidak berharga.
- Pengalaman trauma: Ketika seseorang memiliki pengalaman traumatis, misalnya pernah dirundung, menjadi korban pelecehan, kekerasan, dan lainnya bisa membuat diri merasa tidak merasa berharga dan layak diperlakukan demikian.
Baca Juga: Mental Block: Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya
Self Esteem dan Hubungannya dengan Stres di Tempat Kerja

Stres menjadi hal yang tidak bisa dipisahkan di tempat kerja.
Stres ini bisa terjadi karena berbagai faktor, mulai dari perilaku rekan kerja yang kurang kooperatif, kurang puas dengan hasil kerja, kelelahan karena pekerjaan yang menumpuk, adanya perilaku tidak menyenangkan dari atasan, hingga tantangan lainnya.
Dengan adanya stres di tempat kerja bisa membuat rasa percaya diri seorang individu menurun karena adanya perasaan takut, cemas, insecure, dan perasaan tidak nyaman.
Dari rasa percaya diri yang rendah ini dapat membentuk pribadi yang mudah menyerah, malas, tidak semangat, dan juga mudah tersinggung.
Jika ini terjadi di dunia kerja bisa berpengaruh pada produktivitas dan bisa membuat seseorang dinilai tidak profesional.
Selain itu, keberadaan self-esteem ini sangat erat hubungannya dengan kebahagiaan dan kebahagiaan yang dimiliki ini berpengaruh pada rasa percaya diri, termasuk menunjukkan upaya terbaik yang dimilikinya.
Oleh karenanya, penting bagi karyawan dan atasan untuk saling bersinergi untuk menciptakan lingkungan yang nyaman dan tidak terlalu memberikan tekanan untuk mendukung terciptanya rasa percaya diri yang tinggi di dalam diri karyawan.
Baca Juga: Coping Mechanism: Pengertian, Jenis, dan Tipsnya
Self Esteem dan Dukungan dari Perusahaan
Untuk mendukung peningkatan self esteem karyawan, ada 5 dukungan yang bisa diberikan oleh perusahaan:
1. Berikan Dukungan
Pertama adalah dengan memberikan dukungan kepada karyawan.
Perusahaan harus bisa menjadi pihak yang mendukung karyawan untuk setiap project yang sedang dikerjakan.
Ini termasuk dukungan ketika karyawan membutuhkan konsultasi dari pihak senior.
Dengan memberikan dukungan dengan baik ini, karyawan bisa lebih percaya diri dan melaksanakan pekerjaan mereka dengan baik.
Baca Juga: Atasan Pilih Kasih? Ini Contoh, Dampak, dan Cara Menghadapinya
2. Hapus Diskriminasi
Kedua adalah dengan menghapus diskriminasi yang ada.
Ciptakan inklusivitas di perusahaan dengan menghapus diskriminasi di dalam diri mereka.
Setiap karyawan harus dipandang setara agar mereka dapat bekerja dengan penuh tanggung jawab dan meningkatkan kinerja yang dimiliki.
3. Berikan Apresiasi
Ketika karyawan mendapatkan pencapaian, jangan ragu untuk memberikan apresiasi kepada mereka.
Anda bisa memberikan pujian kepada karyawan ataupun bisa diberikan dalam bentuk bonus atau insentif.
Dengan adanya apresiasi ini bisa meningkatkan motivasi kerja yang dimiliki oleh karyawan.
4. Tunjukkan Kepercayaan
Untuk membentuk self esteem di dalam diri karyawan, Anda bisa melakukannya dengan menunjukkan kepercayaan kepada mereka.
Hindari memberikan pengawasan yang terlalu ketat kepada karyawan karena bisa membuat karyawan merasa tidak nyaman.
Untuk menunjukkan kepercayaan kepada karyawan dapat dilakukan dengan meminta seseorang yang kurang percaya diri untuk melatih orang lain dalam keterampilan khusus yang dikuasai.
Melalui cara ini mereka bisa mendapatkan tantangan yang mau tidak mau harus dihadapi.
Baca Juga: Layanan Psikologi bagi Karyawan, Mengapa Penting?
5. Tetapkan Ekspektasi yang Jelas
Terakhir adalah dengan menetapkan ekspektasi yang jelas.
Ini menjadi hal umum yang baik untuk dilakukan oleh semua orang, termasuk untuk mereka yang kurang merasa percaya diri.
Anda bisa menjelaskan ekspektasi Anda di hadapan mereka dan seperti apa kesuksesan untuk setiap proyek sehingga karyawan dapat memberikan hasil terbaik.
Melalui cara ini karyawan bisa membuat perencanaan berkaitan dengan pekerjaan mereka sehingga produktivitas dapat ditingkatkan.
Baca Juga: Pengertian Workaholic, Tanda, Penyebab, dan Dampaknya
Bagaimana Cara Membangun Self Esteem yang Sehat?

Selain dari sisi perusahaan, dari diri individu juga harus berupaya membangun self esteem yang sehat.
Berikut 4 cara membangun self esteem yang sehat di dalam diri individu karyawan:
1. Lakukan Hal yang Disukai
Bekerja full time di kantor bisa membuat Anda merasa jenuh dan bisa membuat self esteem menjadi berkurang.
Untuk mengurangi rasa jenuh ini Anda bisa melakukan hal-hal yang Anda sukai, misalnya dengan berkebun, memancing, melukis, menonton film, merajut, menyanyi, dan lainnya.
Anda bisa mengambil waktu kira-kira 10 menit di sela-sela kesibukan Anda agar penat yang dirasakan dapat pelan-pelan menghilang.
2. Catat Keberhasilan
Mengapresiasi setiap keberhasilan diri sendiri adalah yang yang penting untuk dilakukan.
Ini bukan artinya Anda sombong atau berbangga diri, namun sebagai wujud menghargai setiap upaya yang dilakukan diri sendiri.
Jadi catatlah setiap pencapaian yang berhasil Anda raih dan katakan bahwa Anda telah melakukan yang terbaik.
Anda juga bisa menuliskan hal-hal yang menarik di dalam diri Anda.
Jadi ketika tiba-tiba rasa percaya diri Anda menurun, Anda bisa membuka catatan untuk mengembalikan rasa percaya diri tersebut.
Baca Juga: 6 Tanda Seorang Workaholic dan Cara Mengatasinya
3. Buat Buletin Self Esteem
Keempat Anda bisa membuat buletin berisi self esteem Anda.
Ini berisi perkembangan rasa percaya diri Anda dari waktu ke waktu dan ingatan hal-hal yang membuat percaya diri berkurang.
Anda bisa membagikannya dengan emoji, baik itu emoji sedih, senyum, datar, ataupun emoji dengan senyum lebar.
4. Stop Negative Thinking
Terakhir adalah dengan stop negatif thinking tentang diri sendiri.
Jika pikiran negatif ini muncul Anda bisa menarik napas dan perintahkan kepala Anda untuk berhenti melakukannya.
Dibandingkan berpikiran negatif, Anda bisa fokus untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.
Baca Juga: Ramai Istilah Quiet Covering di Tempat Kerja, Apa Itu?
Kesimpulan
Itulah tadi penjelasan lengkap mengenai self esteem yang dapat menjadi referensi untuk Anda.
Dari penjelasan artikel di atas dapat diketahui bahwa self esteem jadi bagian penting dalam diri karyawan.
Hal ini berhubungan dengan rasa percaya diri yang dimiliki oleh karyawan di mana ketika karyawan memiliki rasa percaya diri yang baik mereka cenderung bisa bekerja dengan baik pula.
Tentunya perusahaan juga harus turut mendukung peningkatan self esteem ini melalui pengelolaan karyawan terbaik.
Gunakan software absensi dari GajiHub untuk mendukung kemudahan pengelolaan karyawan.
GajiHub merupakan software absensi yang dilengkapi berbagai fitur untuk pengelolaan karyawan yang lebih otomatis.
Yuk daftar GajiHub sekarang juga di tautan ini dan dapatkan uji coba gratis selama 14 hari.
- Rekomendasi Software ERP di Indonesia - 16 February 2026
- Cuti Setengah Hari: Aturan dan Manfaatnya - 16 February 2026
- Probation 3 Bulan: Ini Aturan Lengkapnya - 16 February 2026