Setiap negara memiliki aturan cutinya tersendiri, baik Indonesia dan Inggris. Aturan cuti biasanya dapat menjadi cerminan dari cara negara memperhatikan hak para warga negaranya.
Selain itu, hal ini juga penting untuk disimak jika Anda berminat untuk bekerja, baik penuh waktu ataupun paruh waktu di Inggris.
Artikel ini akan membahas perbedaan aturan cuti karyawan Inggris dengan Indonesia. Setelah selesai membaca, Anda diharapkan dapat memahami hak dan kewajiban Anda sebagai pekerja.
Untuk itu, simak artikel lengkapnya di bawah ini:
Berapa Durasi Cuti Melahirkan di Inggris dan Indonesia?

Saat ini, banyak perempuan yang sudah menikah dan tetap bekerja. Alhasil, cuti melahirkan (maternity leave) biasanya menjadi perhatian, terlebih pada aspek durasi.
Rupanya, Inggris memiliki regulasi yang berbeda dengan Indonesia.
Di Inggris, ibu diberikan kesempatan cuti melahirkan (Statutory Maternity Leave) selama 52 minggu atau setara dengan 1 tahun. Cuti tersebut dibagi ke dalam dua kategori, yaitu:
- Ordinary Maternity Leave selama 26 minggu pertama;
- Additional Maternity Leave selama 26 minggu terakhir.
Ibu tidak diharuskan untuk mengambil cuti selama itu, tetapi mereka diwajibkan untuk mengambil 2 minggu cuti setelah anak lahir.
Di Indonesia, mengacu pada Pasal 82 UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, seorang pekerja perempuan berhak memperoleh istirahat selama 1,5 bulan sebelum melahirkan dan 1,5 bulan setelahnya. Artinya, seorang ibu dapat menerima 3 bulan cuti melahirkan.
Dapat dilihat bahwa kedua negara ini memiliki durasi cuti melahirkan yang berbeda.
Apakah Inggris dan Indonesia Memberikan Cuti Pada Suami Saat Istri Melahirkan?
Ya, kedua negara mengatur cuti pada suami saat istri melahirkan. Namun, durasinya berbeda.
Inggris memberikan kesempatan cuti ayah (Paternity Leave) yang dibayar selama 1-2 minggu. Cuti tersebut tidak dapat diambil sebelum anak lahir. Namun, kesempatan ini masih dapat diambil maksimal 52 minggu setelah anak lahir.
Di Indonesia, sesuai UU No. 4 Tahun 2024 tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak, seorang suami mendapatkan hak cuti pendampingan istri. Durasinya berlangsung selama 2 hingga 3 hari ketika istri melahirkan.
Bila istri mengalami keguguran, suami diberikan 2 hari untuk mendampingi.
Apakah Cuti Sakit di Indonesia dan Inggris Dibayar?

Ya, baik Indonesia dan Inggris mewajibkan perusahaan untuk tetap membayar karyawan yang sedang sakit.
Di Inggris, seorang pekerja berhak untuk mendapatkan Statutory Sick Pay (SSP) hingga 28 minggu. Uang yang didapatkan sebesar £118,5 (sekitar Rp2,6 juta) per minggu.
Akan tetapi, uang tersebut hanya dibayarkan ketika pekerja sudah sakit selama 3 hari secara berturut-turut.
Hal ini berbeda dengan Indonesia. Secara hukum, seorang pekerja tetap mendapatkan gaji selama sakit, asalkan ada surat keterangan dokter.
Upah yang dibayarkan pun juga berbeda dengan Inggris, di mana:
- 4 bulan pertama, dibayar 100% dari upah;
- 4 bulan kedua, dibayar 75%-nya;
- 4 bulan ketiga, dibayar 50%-nya;
- Dan bulan selanjutnya dibayar 25% dari upah sebelum PHK.
Berapa Lama Cuti Tahunan Pekerja di Inggris dan Indonesia?

Hal ini pastinya menjadi pertimbangan ketika seseorang ingin bekerja. Kedua negara tentunya menjamin hak cuti tahunan seorang pekerja.
Durasi cuti di Inggris sendiri berlangsung selama 28 hari atau 5,6 minggu. Selama karyawan mengambil hak tersebut, perusahaan juga harus membayar gaji mereka secara penuh.
Indonesia juga menjamin cuti tahunan berbayar bagi para pekerja. Namun, ada perbedaan dari durasi cuti di Inggris.
Seorang pekerja berhak untuk mendapatkan cuti tahunan minimal 12 hari kerja, setelah bekerja selama 12 bulan secara terus-menerus.
Apakah Ada Hak Cuti Haid di Inggris dan Indonesia?
Hal lain yang tidak kalah penting untuk pekerja perempuan adalah aturan mengenai cuti haid. Mengenai hak ini, Indonesia dan Inggris memiliki pendekatan yang sangat berbeda.
Di Indonesia, hak tersebut diatur dalam UU Ketenagakerjaan. Seorang pekerja perempuan berhak untuk mendapatkan cuti selama 2 hari, yakni pada hari pertama dan kedua. Saat hak tersebut digunakan, mereka juga tetap dibayar oleh perusahaan.
Sebaliknya, Inggris tidak memiliki regulasi khusus terkait cuti haid (menstrual leave). Alhasil, banyak perusahaan yang akhirnya memiliki aturan khusus untuk mengatur hak tersebut.
Bagaimana Cuti Berduka di Indonesia dan Inggris?
Cuti ini merupakan salah satu hak yang paling penting bagi seorang pekerja. Hal ini terjadi karena kedukaan memiliki dampak yang besar terhadap kesehatan mental mereka.
Alhasil, kedua negara ini memiliki aturannya masing-masing.
Di Indonesia, cuti berduka dianggap sebagai cuti khusus. Seorang pekerja diberikan 2 hari cuti saat suami/istri, orang tua/mertua, anak/menantu meninggal dunia. Untuk anggota keluarga serumah yang meninggal dunia, mereka diberikan 1 hari.
Hal ini berbeda dengan Inggris. Pasalnya, terdapat aturan khusus mengenai cuti berduka, khususnya ketika anak meninggal dunia. Cuti ini disebut sebagai Parental Bereavement Leave.
Hak tersebut dapat diambil ketika anak masih berusia di bawah 18 tahun atau mengalami keguguran ketika usia kandungan di atas 24 minggu.
Durasi yang diizinkan kepada orang tua adalah sebagai berikut:
- 2 minggu bersama;
- 2 minggu yang berbeda;
- 1 minggu cuti.
Akan tetapi, Inggris tidak memiliki regulasi yang mewajibkan perusahaan memberikan cuti berbayar jika anggota keluarga selain anak meninggal dunia.
Oleh karena itu, di situasi ini, keputusan pemberian cuti berbayar (paid leave) dikembalikan sepenuhnya pada kebijakan internal masing-masing perusahaan.
Kesimpulan
Itulah penjelasan mengenai 6 perbedaan aturan cuti dari Indonesia dan Inggris.
Meskipun regulasi di Indonesia terbilang lebih dermawan dalam hal cuti berbayar (seperti cuti sakit dan haid), Inggris memiliki sistem hitungan Holiday Pay dan Maternity Leave yang sangat terstruktur untuk melindungi pekerjanya.
Mengetahui perbedaan ini tentunya sangat penting, terutama ketika Anda ingin berkarier di Inggris.
Untuk bekerja di Inggris, Anda tidak hanya perlu memahami aturan kerja, tetapi juga mempersiapkan persyaratannya.
Inggris sendiri mewajibkan para pekerja asing untuk memiliki sertifikat kemampuan bahasa Inggris, seperti IELTS.
Sebagai langkah awal, pastikan Anda mempersiapkan skor IELTS bersama Kobi Education.
Kobi Education mengadakan kelas IELTS Offline Jakarta yang dirancang agar siswa dapat belajar langsung secara intensif dengan tutor andal.
Maka dari itu, siapkan karier impian Anda di Inggris dengan memahami aturan yang berlaku, serta memenuhi persyaratan kerjanya.
*Artikel ini hasil kerja sama antara GajiHub dengan Kobi Education
- 6 Perbedaan Aturan Cuti Karyawan di Inggris dengan Indonesia - 27 February 2026
- Pajak Royalti Menurut Undang-Undang Hak Cipta - 27 February 2026
- Aturan Cuti Keguguran Menurut Undang-Undang - 27 February 2026