Kalkulator Gaji Bersih Gratis
Hitung gaji bersih dengan praktis dan otomatis dengan kalkulator gaji bersih dari GajiHub.
Kalkulator
Total Estimasi
Rp0
Komponen Apa Saja yang Harus Diketahui dalam Menghitung Gaji Bersih
Komponen Pemasukan
Gaji Pokok
Pendapatan utama yang diterima oleh karyawan berdasarkan kontrak kerja atau perjanjian gaji.
Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)
Batas penghasilan yang tidak dikenakan pajak. Jika penghasilan tahunan seseorang berada di bawah batas ini, maka tidak perlu membayar PPh 21. Batas PTKP ditetapkan berdasarkan status wajib pajak, seperti lajang, menikah, atau memiliki tanggungan anak.
Penghasilan Kena Pajak (PKP)
Penghasilan yang dihitung setelah dikurangi PTKP, dan menjadi dasar perhitungan PPh 21 dengan rumus: “Gaji disetahunkan – PTKP”.
Komponen Pemotongan
Pajak Penghasilan (PPh 21)
Pajak yang dikenakan atas penghasilan karyawan yang berasal dari pekerjaan, jasa, atau kegiatan lainnya. Pajak ini dipotong oleh perusahaan sebagai pemotong pajak dan disetorkan ke negara.
Pajak Penghasilan Bulanan
PPh 21 yang dihitung secara bulanan agar pemotongan gaji lebih terstruktur dan dapat dilakukan dengan lebih teratur.
BPJS Kesehatan
Program asuransi kesehatan nasional yang wajib diikuti oleh seluruh pekerja di Indonesia. Iurannya ditanggung bersama oleh karyawan dan perusahaan.
BPJS Ketenagakerjaan (JP)
Program yang memberikan manfaat pensiun bagi pekerja setelah mencapai usia pensiun, memberikan perlindungan finansial di masa tua.
BPJS Ketenagakerjaan (JHT)
Program yang bertujuan untuk memberikan manfaat keuangan setelah pekerja pensiun atau berhenti bekerja. Dana ini bisa dicairkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Apa Perbedaan Gaji Bersih dan Gaji Kotor?
Gaji kotor adalah jumlah yang dibayarkan kepada seseorang oleh pemberi kerja sebelum pemotongan dilakukan.
Gaji kotor dapat dihitung dengan menjumlahkan gaji pokok, iuran BPJS TK, tunjangan transportasi, tunjangan penggantian biaya pengobatan, tunjangan sewa rumah, tunjangan makan, tunjangan perjalanan cuti dan tunjangan lainnya.
Harus dicatat bahwa gaji kotor tidak memperhitungkan pemotongan yang dilakukan. Dengan kata lain, itu adalah gaji yang dibayarkan setelah menjumlahkan semua tunjangan dan tunjangan, tetapi sebelum dipotong seperti kontribusi karyawan untuk iuran BPJS TK dan pajak.
Gaji bersih adalah gaji yang dibawa pulang yang tersisa setelah pengurangan seluruh potongan pajak dan iuran telah dikurangi. Pengurangan ini termasuk iuran pensiun (jika ada), pajak penghasilan dan iuran BPJS TK.
Perlu dicatat bahwa jika dibandingkan dengan gaji kotor, jumlah yang dihitung sebagai gaji bersih akan lebih rendah karena berbagai pemotongan yang diperbolehkan.
Rumus Untuk Menghitung Gaji Bersih
Gaji Bersih (Bulanan)
Gaji bersih bulanan dihitung dengan rumus: Gaji kotor – Potongan bulanan.
BPJS Kesehatan (Potongan ke Employee)
Potongan untuk BPJS Kesehatan sebesar 1% dari (Gaji Pokok + Tunjangan tetap), dengan maksimal potongan sebesar 120.000 IDR.
BPJS Ketenagakerjaan (Potongan ke Employee)
- JHT: Potongan untuk JHT (Jaminan Hari Tua) sebesar 2% dari (Gaji Pokok + Tunjangan tetap).
- JP: Potongan untuk JP (Jaminan Pensiun) sebesar 1% dari (Gaji Pokok + Tunjangan tetap), dengan maksimal gaji pokok + tunjangan tetap sebesar 10.042.300 IDR.
Contoh Penghitungan Gaji Bersih
Fatih adalah seorang karyawan, berikut adalah tabel komponen pemasukan yang diterima
Komponen Pemasukan Gaji
Jumlah
Gaji pokok
Rp5.000.000
Uang lembur
Rp500.000
Tunjangan tetap
Rp500.000
Total Gaji yang Diterima
Rp6.000.000
Komponen Pengurangan
Jumlah
Iuran BPJS
Rp60.000
PPh pasal 21
Rp97.500
Total Pengurangan
Rp157.500
Jika selesai menghitung komponen pemasukan dan pengurang dari gaji Fatih, maka kurangkan nilai pemasukan dengan nilai pengurangan untuk melihat seberapa besar gaji yang diterima oleh Andra per bulan.
Komponen Gaji bersih
Jumlah
Total pemasukan
Rp6.000.000
Total pengurangan
Rp157.500
Total Gaji yang Diterima
Rp6.000.000
Berdasarkan perhitungan di atas, gaji bersih yang diterima Fatih setiap bulannya adalah Rp5.843.000