Kalkulator Cost Per Hire Gratis dan Otomatis
Pastikan Anda mengetahui berapa biaya perekrutan karyawan baru di perusahaan Anda dengan menggunakan kalkulator cost per hire gratis dari GajiHub.
Kalkulator
Total Estimasi
Rp0
Komponen dalam Penghitungan Cost Per Hire
tentunya ada faktor-faktor yang berpengaruh di dalamnya.
Berikut beberapa faktor tersebut:
Gaji dan Tunjangan dari Tim Rekrutmen
Dalam melaksanakan rekrutmen karyawan baru, sebuah perusahaan membutuhkan tim yang akan membantu melaksanakan seluruh proses rekrutmen.
Untuk membayar tim rekrutmen ini, tentunya perusahaan harus memberikan gaji dan tunjangan di mana ini jadi salah satu komponen terbesar dalam biaya rekrutmen.
Ini termasuk waktu dan tenaga yang dicurahkan oleh tim dalam menyusun deskripsi pekerjaan, menyaring CV yang masuk, menghubungi kandidat, melakukan interview, hingga untuk proses administrasi.
Biaya untuk Lowongan Kerja
Kedua, biaya lowongan kerja khususnya untuk iklan lowongan kerja.
Ketika Anda ingin menjangkau kandidat yang lebih luas, tentunya dibutuhkan iklan lowongan kerja di berbagai platform seperti LinkedIn, Glints, JobStreet, hingga iklan di media sosial.
Biaya yang dikeluarkan pun bervariasi, tergantung di mana Anda memasang iklan, durasi iklan tayang, dan audiens yang menjadi target.
Semakin banyak iklan yang digunakan untuk merekrut karyawan, maka semakin banyak pula biaya yang harus dikeluarkan perusahaan.
Waktu yang Digunakan untuk Proses Rekrutmen
Terakhir adalah waktu yang digunakan untuk merekrut satu posisi yang dibutuhkan di mana semakin lama waktu yang dibutuhkan, maka semakin besar biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan.
Ada banyak hal yang terpengaruh karena adanya delay rekrutmen ini, mulai dari turunnya efisiensi tim HR, timbulnya opportunity cost, hingga menurunnya produktivitas tim karena ada posisi yang kosong untuk waktu yang terlalu lama.
Ini termasuk berpengaruh pada beban kerja manajer atau karyawan lain yang harus menutup kekosongan posisi tersebut.
# Apa itu Cost Per Hire
Cost per hire atau disingkat dengan CPH merupakan metrik yang digunakan perusahaan untuk mengukur biaya yang dikeluarkan ketika merekrut satu karyawan baru.
Beberapa biaya yang ada di dalamnya di antaranya adalah iklan lowongan kerja, gaji tim HR, biaya agency, recruitment platform, alat tes seleksi, biaya untuk onboarding, hingga waktu yang digunakan manajer dan staf untuk melaksanakan rekrutmen karyawan.
Perhitungan ini penting untuk melakukan evaluasi efisiensi dan efektivitas strategi rekrutmen yang dilakukan.
Dengan cara ini, perusahaan dapat menilai apakah proses rekrutmen dapat dilakukan secara optimal atau terlalu mahal untuk hasil yang bisa didapatkan.
Rumus Menghitung Cost Per Hire
Untuk memudahkan Anda dalam menghitung cost per hire, Anda bisa menggunakan rumus berikut ini:
Cost per hire = Total Biaya Rekrutmen : Jumlah Karyawan yang Direkrut
Contoh Kasus dalam Menghitung Cost Per Hire
Di dalam satu periode kuartal, sebuah perusahaan melakukan rekrutmen 4 karyawan dan mengeluarkan biaya sebagai berikut:
- Biaya iklan lowongan kerja: Rp2.000.000
- Biaya untuk tes seleksi dan alat yang digunakan: Rp3.000.000
- Gaji tim HR yang digunakan untuk proses rekrutmen: Rp6.000.000
- Biaya untuk onboarding: Rp5.000.000
Jadi untuk total biaya rekrutmen, Anda bisa menggunakan rumus ini:
Cost per hire = Total Biaya Rekrutmen : Jumlah Karyawan yang Direkrut
- Cost per hire = (Rp2.000.000 + Rp3.000.000 + Rp6.000.000 + Rp5.000.000) : 4 orang
- Cost per hire = (Rp16.000.000) : 4
- Cost per hire = Rp4.000.000
Dengan perhitungan ini, dapat diketahui bahwa biaya rata-rata yang digunakan untuk merekrut 1 karyawan baru adalah Rp4.000.000.