{"id":7484,"date":"2024-02-09T07:52:39","date_gmt":"2024-02-09T07:52:39","guid":{"rendered":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/?p=7484"},"modified":"2026-01-12T01:39:54","modified_gmt":"2026-01-12T01:39:54","slug":"pengertian-workaholic","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pengertian-workaholic\/","title":{"rendered":"Pengertian Workaholic, Tanda, Penyebab, dan Dampaknya"},"content":{"rendered":"\n<p>Sebagai seorang karyawan, penting bagi Anda untuk memahami pengertian&nbsp;<em>workaholic,&nbsp;<\/em>yang dapat berdampak serius pada kesehatan fisik dan kesejahteraan mental, serta hubungan personal seseorang.<\/p>\n\n\n\n<p>Seseorang yang&nbsp;<em>workaholic&nbsp;<\/em>atau kecanduan kerja cenderung mengalami tekanan berlebihan saat bekerja, tidak memiliki keseimbangan antara hidup pribadi dan pekerjaan, serta kesulitan menikmati waktu istirahat.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan memahami pengertian&nbsp;<em>workaholic,&nbsp;<\/em>Anda dapat mengenali tanda-tanda apabila hal tersebut mulai terjadi pada diri Anda, sehingga Anda pun dapat mengambil langkah-langkah untuk mencegahnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada artikel kali ini, Gajihub akan membahas pengertian&nbsp;<em>workaholic,&nbsp;<\/em>tanda, penyebab, dampak, dan cara mengatasinya.<\/p>\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Pengertian Workaholic?<\/h2>\n\n\n\n<p><em>Workaholic&nbsp;<\/em>adalah istilah yang digunakan untuk menyebut seseorang yang sangat memprioritaskan pekerjaannya di atas segalanya di dalam kehidupan.<\/p>\n\n\n\n<p>Istilah ini pertama kali digunakan pada tahun 1971 oleh psikolog Wayne Oater, yang mendefinisikannya sebagai dorongan atau kebutuhan tak terkendali untuk terus bekerja tanpa henti.<\/p>\n\n\n\n<p>Sejak saat itulah definisi&nbsp;<em>workaholic&nbsp;<\/em>telah menjadi perdebatan di kalangan psikolog dan peneliti kesehatan mental. Meskipun tidak didiagnosis secara resmi berkaitan dengan gangguan mental, namun&nbsp;<em>workaholic<\/em> ini diakui sebagai kondisi nyata yang dapat berdampak serius pada kehidupan seseorang.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Workaholic&nbsp;<\/em>yang juga diartikan sebagai kecanduan kerja merupakan kondisi yang kompleks, di mana seseorang merasa ketergantungan secara psikologis, emosional, dan sosial pada pekerjaannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Seorang&nbsp;<em>workaholic&nbsp;<\/em>mungkin merasa perlu bekerja secara terus-menerus, bahkan ketika tidak diperlukan, dan mengobarkan waktu istirahat untuk menyelesaikan tugas.<\/p>\n\n\n\n<p>Mereka cenderung stres jika berhenti bekerja dan terobsesi menemukan cara untuk menghabiskan lebih banyak waktu untuk pekerjaannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan demikian,&nbsp;<em>workaholic&nbsp;<\/em>merupakan masalah serius dan kompleks yang dapat mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan seseorang. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengenali tanda-tanda kecanduan kerja sejak awal.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/hustle-culture\/\">Hustle Culture, Apa itu dan Bagaimana Cara Menghindarinya?<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"700\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/pengertian-workaholic-1.jpg\" alt=\"pengertian workaholic 1\" class=\"wp-image-7486\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/pengertian-workaholic-1.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/pengertian-workaholic-1-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/pengertian-workaholic-1-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/tanda-seorang-workaholic\/\">Apa Saja Tanda-Tanda dari Workaholic<\/a>?<\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah memahami pengertian <em>workaholic, <\/em>sebagai karyawan, mungkin Anda bertanya-tanya apakah Anda termasuk orang yang <em>workaholic.&nbsp;<\/em>Untuk menjawab pertanyaan tersebut, berikut tanda-tanda seseorang&nbsp;<em>workaholic<\/em>:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Tidak Memiliki Work Life Balance<\/h3>\n\n\n\n<p>Meskipun mencapai&nbsp;<em>work life balance&nbsp;<\/em>atau keseimbangan antara hidup dan pekerjaan yang sempurna sangat sulit, namun tidak memiliki hal tersebut sama sekali adalah tanda bahaya dari&nbsp;<em>workaholism.&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Pada kondisi ini, umumnya Anda menjadikan karier sebagai prioritas utama dan mengabaikan kehidupan pribadi. Padahal, kehidupan pribadi seharusnya menjadi prioritas utama yang sangat penting untuk Anda perhatikan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Kurang Istirahat<\/h3>\n\n\n\n<p>Kebiasan buruk yang mengarah pada&nbsp;<em>workaholic&nbsp;<\/em>adalah bekerja secara terus-menerus tanpa mengambil istirahat. Istirahat di sini dapat diartikan liburan beberapa saat setelah mencapai tujuan kerja, atau hanya istirahat kecil seperti merebahkan tubuh atau olahraga.<\/p>\n\n\n\n<p>Istirahat membantu Anda memastikan baha pikiran dan tubuh terbebas dari tuntutan&nbsp;<em>deadline&nbsp;<\/em>dan pekerjaan. Sementara bekerja terus-menerus tanpa jeda dapat menjadi tanda bahwa Anda mungkin seorang&nbsp;<em>workaholic.&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Selalu Tersedia<\/h3>\n\n\n\n<p>Jika Anda menjadi orang yang selalu siap dalam menerima tugas tambahan dan dapat diandalkan untuk merespons setiap pesan teks atau email tanpa memperhatikan jam, maka akan terjadi kurangnya batasan yang menunjukkan kecendurungan <em>workaholic.&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai contoh, Anda adalah orang yang terlalu mudah dihubungi oleh rekan kerja dan atasan Anda di luar jam kerja atau mengiyakan sesuatu yang sebenarnya bukan bagian dari pekerjaan Anda. Padahal, orang lain mungkin akan memanfaatkan situasi tersebut untuk menapai tujuan mereka sendiri di tempat kerja.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Tidak Bisa Menolak<\/h3>\n\n\n\n<p>Seorang&nbsp;<em>workaholic&nbsp;<\/em>kerap menolak permintaan dari teman dan keluarga yang ingin menghabiskan waktu dengannya. Namun, di sisi lain Anda jarang dan bahkan tidak pernah menolak permintaan untuk mengambil lebih banyak tanggung jawab pekerjaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Baik saat atasan Anda meminta apakah Anda bisa bekerja di akhir pekan, atau seorang di tim Anda memberikan tugas tambahan dalam keadaan darurat,&nbsp;<em>workaholic&nbsp;<\/em>cenderung akan menerima hal tersebut dibandingkan berbicara jujur tentang kapasitasnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/tanda-burnout-syndrome-dan-cara-mengatasinya\/\">Mengenal Apa itu Burnout Syndrome, Tandanya, dan Cara Mengatasinya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Merasa Harus Membuktikan Diri<\/h3>\n\n\n\n<p>Dengan adanya PHK masal yang kerap terjadi di berbagai perusahaan, banyak karyawan merasa harus mengambil sebanyak mungkin pekerjaan untuk membuktikan nilai mereka dan menghindari pemecatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini membuat pekerja meningkatkan kinerjanya, yang bisa mengarah pada&nbsp;<em>workaholic.&nbsp;<\/em>Jika Anda selalu melakukan segala cara untuk membuktikan diri kepada manajer, mungkin hal ini bisa merujuk pada tanda-tanda kecanduan pekerjaan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/kerja-sesuai-passion\/\">Manfaat Kerja Sesuai Passion dan Ciri-Cirinya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Kehilangan Minat pada Kegiatan Lain<\/h3>\n\n\n\n<p>Selain pekerjaan, ada banyak hal yang bisa Anda lakukan, misalnya melakukan hobi atau menonton acara televisi. Namun, jika Anda terindikasi sebagai&nbsp;<em>workaholic,&nbsp;<\/em>mungkin Anda hanya peduli terhadap kehidupan profesional dan kehilangan minat pada hal-hal lain.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">7. Terlalu Stres<\/h3>\n\n\n\n<p>Kondisi stres di tempat kerj amerupakan hal yang wajar, karena dapat membantu Anda menghindari kebosanan dan dapat membuat Anda merasa lebih tertantang dan terlibat dalam pekerjaannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, jika perasaan stres tersebut berubah menjadi perasaan cemas yang tidak ada aKhirnya, maka dikhawatirkan Anda adalah seseorang yang kecanduan pekerjaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika Anda selalu berada dalam kondisi tidak bisa melupakan pekerjaan untuk bersantai dan menenangkan pikiran, maka <em>workaholism<\/em> mungkin menjadi penyebabnya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/10-cara-mengatasi-burnout-dengan-mudah-dan-efektif\/\">10 Cara Mengatasi Burnout dengan Mudah dan Efektif<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"700\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/pengertian-workaholic-2.jpg\" alt=\"pengertian workaholic 2\" class=\"wp-image-7487\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/pengertian-workaholic-2.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/pengertian-workaholic-2-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/pengertian-workaholic-2-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa yang Menyebabkan Seseorang Menjadi Workaholic?<\/h2>\n\n\n\n<p>Ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang menjadi&nbsp;<em>workaholic,&nbsp;<\/em>yang bisa disebabkan oleh faktor genetika, lingkungan, maupun sifat kepribadian. Berikut adalah beberapa penyebab yang paling umum:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Perfeksionisme<\/h3>\n\n\n\n<p>Orang yang perfeksionis cenderung merasa perlu menyelesaikan setiap tugas dengan sangat sempurna, tidak peduli berapa lama waktu yang dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Contohnya, mereka mungkin akan tinggal di kantor sampai larut malam setiap hari untuk memastikan bahwa presentasi mereka benar-benar sempurna, bahkan jika mereka harus mengabaikan waktu bersama teman dan keluarga.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Rendahnya Harga Diri<\/h3>\n\n\n\n<p>Orang yang merasa rendah diri sering menggunakan pekerjaan sebagai cara untuk merasa berprestasi dan berharga. Hal ini&nbsp; bisa berarti menerima proyek tambahan atau bekerja berjam-jam untuk membuktikan nilai mereka kepada atasan atau rekan kerja.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Takut Gagal<\/h3>\n\n\n\n<p>Seseorang yang takut gagal dalam pekerjaannya mungkin menjadi <em>workaholic<\/em> sebagai cara untuk menghindari kemungkinan kegagalan.<\/p>\n\n\n\n<p>Mereka mungkin menolak untuk mengambil waktu istirahat atau membagikan tugas kepada orang lain karena merasa hanya mereka yang bisa melakukan pekerjaan tersebut dengan benar.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Stres<\/h3>\n\n\n\n<p>Orang yang mengalami stres dalam kehidupan pribadinya sering menggunakan pekerjaan sebagai alat untuk mengatasi masalah. Sebagai contoh, mereka mungkin akan sibuk dengan pekerjaan untuk mengalihkan perhatian dari masalah di rumah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Tekanan dari luar<\/h3>\n\n\n\n<p>Orang mungkin merasa tertekan oleh atasan atau rekan kerja mereka untuk selalu produktif dan siap sedia. Atasan mereka mungkin mengharapkan mereka untuk selalu tersedia untuk pekerjaan, sehingga mereka akhirnya bekerja berjam-jam atau bahkan memeriksa email pekerjaan mereka pada larut malam.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Ketidakseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi<\/h3>\n\n\n\n<p>Orang yang sulit memisahkan diri dari pekerjaan mungkin kesulitan menemukan keseimbangan antara kehidupan profesional dan pribadi mereka. Mereka mungkin merasa harus selalu siap sedia untuk pekerjaan dan bahkan membawa pekerjaan ke rumah pada akhir pekan atau saat liburan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/loyalitas-dalam-pekerjaan\/\">Loyalitas dalam Pekerjaan, Bagaimana Cara Meningkatkannya?<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Saja Dampak dari Workaholic?<\/h2>\n\n\n\n<p><em>Workaholic&nbsp;<\/em>memiliki dampak serius pada kesehatan fisik, kesejahteraan mental, dan kepuasan hidup secara keseluruhan. Bahkan, suatu penelitian menunjukkan bahwa <a href=\"https:\/\/www.apa.org\/science\/about\/psa\/2016\/04\/workaholism\">kecanduan kerja tidak hanya buruk bagi orang yang mengalaminya, tetapi juga bagi keluarga mereka dan bahkan pemberi kerja.&nbsp;<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Berikut adalah beberapa efek dari kecanduan kerja dan pengaruhnya terhadap hubungan dan kesehtaan mental seseorang:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Efek Workaholic secara Umum<\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Penurunan Produktivitas<\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Meskipun pengertian <em>workaholic<\/em> sering merujuk pada jam kerja yang lebih panjang, namun mereka sebenarnya mungkin kurang produktif dibandingkan rekan kerjanya karena terpengaruh oleh <em>burnout<\/em> dan kelelahan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Tekanan keuangan<\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Kecanduan kerja bisa menyebabkan pengeluaran berlebihan pada hal-hal seperti minuman kopi, makanan di luar, dan layanan lainnya, serta melewatkan kesempatan untuk merencanakan keuangan dengan lebih baik.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Masalah hukum<\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Dalam beberapa kasus, kecanduan kerja dapat menyebabkan masalah hukum, seperti melanggar undang-undang ketenagakerjaan atau melanggar kontrak.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Konsekuensi profesional<\/span><\/h4>\n\n\n\n<p><em>Workaholic<\/em>&nbsp;bisa menyebabkan tenggat waktu yang terlewat, kesalahan, dan konflik di tempat kerja, yang dapat berdampak negatif pada karier seseorang.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Burnout<\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Pekerjaan yang dilakukan secara terus menerus dan kurangnya istirahat dapat menyebabkan <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/tanda-burnout-syndrome-dan-cara-mengatasinya\/\">burnout<\/a>, yang ditandai dengan perasaan kelelahan, bersikap emosional, dan kurangnya rasa pencapaian.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"700\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/pengertian-workaholic-3.jpg\" alt=\"pengertian workaholic 3\" class=\"wp-image-7488\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/pengertian-workaholic-3.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/pengertian-workaholic-3-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/pengertian-workaholic-3-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Pengaruh Kecanduan Kerja pada Hubungan<\/h3>\n\n\n\n<p>Ketika berbicara tentang hubungan, orang yang terlalu fokus pada pekerjaan cenderung lebih memprioritaskan pekerjaan daripada hubungan pribadi mereka dan mungkin melewatkan momen penting.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini dapat menyebabkan ketegangan, pertengkaran, dan bahkan jarak antara mereka dan keluarga serta teman-teman mereka.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"font-size: 14pt;\">6. Hubungan yang tegang<\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Seorang <em>workaholic<\/em> mungkin kerap membatalkan rencana dengan pasangannya atau keluarga pada menit terakhir karena komitmen kerja, menyebabkan perasaan penyesalan dan keterputusan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"font-size: 14pt;\">7. Quality time yang lebih terbatas<\/span><\/h4>\n\n\n\n<p><em>Workaholic<\/em> mungkin memiliki sedikit waktu untuk hubungan personal mereka karena tuntutan pekerjaan mereka, sehingga menyebabkan kurangnya waktu berkualitas dengan orang-orang terkasih.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"font-size: 14pt;\">8. Gangguan komunikasi<\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Jika Anda terlalu sibuk dengan pekerjaan untuk berkomunikasi secara efektif dengan orang-orang yang Anda cintai, hal itu akan menyebabkan kesalahpahaman dan konflik.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"font-size: 14pt;\">9. Isolasi<\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Seorang workaholic mungkin akan menjauh dari hubungan personal mereka untuk fokus pada pekerjaan, menyebabkan perasaan kesepian dan keterputusan. Hal ini dapat menyebabkan kurangnya dukungan dan perasaan terisolasi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/program-kesejahteraan-karyawan\/\">Program Kesejahteraan Karyawan: Pengertian dan Jenisnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Workaholic dan Masalah Kesehatan<\/h3>\n\n\n\n<p>Kecanduan kerja dapat memiliki dampak yang signifikan pada kesehatan fisik dan mental seseorang.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"font-size: 14pt;\">10. Masalah kesehatan fisik<\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Seseorang yang terindikasi sebagai&nbsp;<em>workaholic <\/em>umumnya akan merasakan masalah kesehatan fisik seperti stres, kelelahan, dan kurangnya olahraga karena kurangnya waktu untuk merawat diri.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"font-size: 14pt;\">11. Masalah kesehatan mental<\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Selain itu, kecanduan kerja juga bisa menyebabkan masalah kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, dan burnout.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"font-size: 14pt;\">12. Kualitas tidur yang buruk<\/span><\/h4>\n\n\n\n<p><em>Workaholic<\/em> mungkin mengalami kesulitan tidur karena tuntutan pekerjaan mereka, yang menyebabkan kelelahan dan penurunan produktivitas.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"font-size: 14pt;\">13. Ketidakseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan<\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Kecanduan kerja bisa menyebabkan ketidakseimbangan yang tidak sehat antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, yang dapat memengaruhi kesejahteraan secara keseluruhan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pengertian-overwhelmed-karyawan\/\">Pengertian Overwhelmed Karyawan, Penyebab, dan Dampaknya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Cara Mengatasi Workaholic?<\/h2>\n\n\n\n<p>Jika saat ini Anda merasa menjadi seorang&nbsp;<em>workaholic&nbsp;<\/em>atau kecanduan pekerjaan, berikut adalah langkah-langkah penting yang bisa Anda lakukan:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Tetapkan Batasan<\/h3>\n\n\n\n<p>Pertama-tama, Anda perlu menetapkan batasan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Tentukan jam kerja secara pasti dan patuhi hal tersebut untuk menciptakan keseimbangan hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam hal ini, perusahaan dapat mendorong&nbsp;<em>work life balance&nbsp;<\/em>para karyawannya dengan memanfaatkan&nbsp;<em>software payroll&nbsp;<\/em>dan HR yang saat ini sudah banyak tersedia, salah satunya Gajihub.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Software<\/em> ini memungkinkan karyawan untuk melakukan <em>clock in <\/em>dan&nbsp;<em>clock out&nbsp;<\/em>secara mandiri melalui fitur <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/absensi\/\">absensi<\/a> nya, sehingga mereka dapat menentukan batasan kerja asalkan tetap sesuai dengan ketentuan perusahaan, misalnya memenuhi 8 jam kerja.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian, apabila mereka terpaksa melakukan lembur, mereka juga bisa mencatat jam lembur tersebut, sehingga manajemen tetap bisa memantau produktivitas mereka, dan segera melakukan tindakan jika diketahui karyawan tersebut bekerja secara berlebihan.<\/p>\n\n\n\n<p>Tertarik mencoba? Klik gambar berikut untuk informasi selengkapnya.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/daftar\/\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1080\" height=\"1080\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/02-1080x1080-Feed.jpg\" alt=\"gajihub 2\" class=\"wp-image-419\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/02-1080x1080-Feed.jpg 1080w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/02-1080x1080-Feed-300x300.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/02-1080x1080-Feed-1024x1024.jpg 1024w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/02-1080x1080-Feed-150x150.jpg 150w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/02-1080x1080-Feed-768x768.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Utamakan Perawatan Diri<\/h3>\n\n\n\n<p>Sebagai seorang karyawan, penting bagi Anda untuk melakukan perawatan diri seperti olahraga, bersantai, dan menekuni hobi yang disukai. Merawat kesehatan fisik dan mental sangat penting untuk kesejahteraan jangka panjang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Belajar Percaya pada Orang Lain<\/h3>\n\n\n\n<p>Dibandingkan mengerjakan semuanya sendiri, cobalah untuk mengalihkan sebagian beban kerja Anda kepada orang lain. Mempercayai orang lain untuk melakukan tugas-tugas tertentu dapat mengurangi beban Anda dan memberikan kesempatan bagi tim Anda untuk berkontribusi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Beristirahatlah<\/h3>\n\n\n\n<p>Sisipkan waktu istirahat secara teratur selama jam kerja untuk beristirahat dan mengisi ulang energi. Istirahat singkat dapat meningkatkan fokus dan produktivitas serta mencegah terjadinya burnout.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Tetapkan Tujuan yang Realistis<\/h3>\n\n\n\n<p>Tetapkan tujuan yang bisa Anda capai dan realistis di tempat kerja. Hindari menetapkan standar yang terlalu tinggi yang bisa berkontribusi pada kecenderungan berlebihan terhadap pekerjaan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/chaotic-working\/\">Chaotic Working: Dampak dan Cara Mengatasinya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Refleksi atas Nilai-nilai Anda<\/h3>\n\n\n\n<p>Pertimbangkan nilai-nilai inti dan prioritas dalam hidup Anda, serta pastikan bahwa tujuan Anda sejalan dengan nilai-nilai ini dan lakukan penyesuaian jika diperlukan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">7. Jalin Hubungan di Luar Lingkungan Kerja<\/h3>\n\n\n\n<p>Luangkan waktu untuk berkualitas bersama keluarga, teman, dan orang-orang terdekat Anda. Dengan demikian, Anda dapat membangun sistem dukungan yang kuat, sehingga mampu menciptakan kehidupan yang lebih memuaskan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">8. Cari Bantuan Profesional<\/h3>\n\n\n\n<p>Jika stres dan kecemasan terkait pekerjaan terus berlanjut, jangan ragu untuk mencari bimbingan dari profesional kesehatan mental. Mereka dapat memberikan strategi penanganan dan dukungan yang diperlukan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">9. Berlatih Kesadaran Diri<\/h3>\n\n\n\n<p>Terapkan teknik <em>mindfulness<\/em> seperti meditasi atau latihan pernapasan dalam kehidupan sehari-hari. Ini akan membantu Anda tetap fokus pada saat ini dan mengurangi tingkat stres.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">10. Batasi Penggunaan Teknologi<\/h3>\n\n\n\n<p>Tetapkan batasan terhadap penggunaan teknologi terkait pekerjaan setelah Anda meninggalkan kantor. Matikan pemberitahuan email dan hindari untuk terus memeriksa pesan pekerjaan selama waktu pribadi Anda, misalnya di akhir pekan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wellness-program\/\">Wellness Program: Arti, Manfaat, Contoh, dan Tips Merancangnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah membaca artikel di atas, tentunya Anda semakin memahami pengertian&nbsp;<em>workaholic,&nbsp;<\/em>di mana hal tersebut menggambarkan kondisi seseorang yang memprioritaskan pekerjaan di atas segalanya dalam kehidupan.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Workaholic&nbsp;<\/em>ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti rendahnya harga diri, takut akan kegagalan, stren, tekanan dari luar, hingga sifat perfeksionisme yang berlebihan. Jika dibiarkan, kecanduan pekerjaan ini akan berdampak serius pada kesehatan fisik, kesejahteraan mental, hubungan personal, dan produktivitas kerja seseorang.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, sebagai karyawan, Anda perlu melakukan beberapa cara untuk menghindari&nbsp;<em>workaholic,&nbsp;<\/em>seperti memahami pengertian&nbsp;<em>workaholic&nbsp;<\/em>dan tanda-tandanya, menetapkan tujuan yang realitis, beristirahat secara teratur, dan belajar membatasi pekerjaan dan kehidupan pribadi.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mendukung hal tersebut, perusahaan dapat mempertimbangkan penggunaan&nbsp;<em><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/\">software payroll<\/a>&nbsp;<\/em>dan HR dari Gajihub, di mana karyawan dapat melakukan presensi hingga <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/cuti\/\">pengajuan cuti dan izin<\/a> secara mandiri, sebagai upaya terhindari dari kecanduan pekerjaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ingin mencoba Gajihub? Kunjungi <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/daftar\/\"><strong>tautan ini<\/strong><\/a> dan dapatkan coba gratis hingga 14 hari.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagai seorang karyawan, penting bagi Anda untuk memahami pengertian&nbsp;workaholic,&nbsp;yang dapat berdampak serius pada kesehatan fisik dan kesejahteraan mental, serta hubungan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":7489,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[4459,4458,29,4456,4460,80,28,27,4457],"class_list":["post-7484","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-karir","tag-cara-mengatasi-workaholic","tag-dampak-workaholic","tag-gajihub","tag-pengertian-workaholic","tag-penyebab-workaholic","tag-software-absensi","tag-software-hr","tag-software-payroll","tag-tanda-workaholic"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pengertian Workaholic, Tanda, Penyebab, dan Dampaknya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pengertian workaholic berkaitan dengan seseorang yang kecanduan pekerjaan. Simak tanda, penyebab, dampak, hingga cara mengatasinya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pengertian-workaholic\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengertian Workaholic, Tanda, Penyebab, dan Dampaknya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pengertian workaholic berkaitan dengan seseorang yang kecanduan pekerjaan. Simak tanda, penyebab, dampak, hingga cara mengatasinya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pengertian-workaholic\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Gajihub Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-02-09T07:52:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-01-12T01:39:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/pengertian-workaholic-banner.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"825\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"315\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"sugi priharto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@gajihub\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@gajihub\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"sugi priharto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/pengertian-workaholic\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/pengertian-workaholic\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"sugi priharto\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/a34aaadc9cc210d3a080befe71b9210a\"},\"headline\":\"Pengertian Workaholic, Tanda, Penyebab, dan Dampaknya\",\"datePublished\":\"2024-02-09T07:52:39+00:00\",\"dateModified\":\"2026-01-12T01:39:54+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/pengertian-workaholic\\\/\"},\"wordCount\":2151,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/pengertian-workaholic\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/02\\\/pengertian-workaholic-banner.jpg\",\"keywords\":[\"cara mengatasi workaholic\",\"dampak workaholic\",\"GajiHub\",\"pengertian workaholic\",\"penyebab workaholic\",\"software absensi\",\"software HR\",\"software payroll\",\"tanda workaholic\"],\"articleSection\":[\"Pengembangan Karir\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/pengertian-workaholic\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/pengertian-workaholic\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/pengertian-workaholic\\\/\",\"name\":\"Pengertian Workaholic, Tanda, Penyebab, dan Dampaknya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/pengertian-workaholic\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/pengertian-workaholic\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/02\\\/pengertian-workaholic-banner.jpg\",\"datePublished\":\"2024-02-09T07:52:39+00:00\",\"dateModified\":\"2026-01-12T01:39:54+00:00\",\"description\":\"Pengertian workaholic berkaitan dengan seseorang yang kecanduan pekerjaan. Simak tanda, penyebab, dampak, hingga cara mengatasinya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/pengertian-workaholic\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/pengertian-workaholic\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/pengertian-workaholic\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/02\\\/pengertian-workaholic-banner.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/02\\\/pengertian-workaholic-banner.jpg\",\"width\":825,\"height\":315,\"caption\":\"pengertian workaholic banner\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/pengertian-workaholic\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengertian Workaholic, Tanda, Penyebab, dan Dampaknya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Gajihub Blog\",\"description\":\"Informasi terlengkap mengenai pengelolaan SDM, HR, Payroll, dan karir\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Gajihub\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/gajihub-new-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/gajihub-new-logo.png\",\"width\":1010,\"height\":391,\"caption\":\"Gajihub\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/gajihubcom\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/gajihub\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/gajihub\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/gajihub\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/channel\\\/UCIR5sG2AkJSvvo0ala0nx-w\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/a34aaadc9cc210d3a080befe71b9210a\",\"name\":\"sugi priharto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"sugi priharto\"},\"description\":\"Pengajar dan content writer di bidang keuangan, HR manajemen, dan dunia karir lebih dari 7 tahun\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/id.linkedin.com\\\/in\\\/sugipriharto\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/author\\\/sugipriharto\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengertian Workaholic, Tanda, Penyebab, dan Dampaknya","description":"Pengertian workaholic berkaitan dengan seseorang yang kecanduan pekerjaan. Simak tanda, penyebab, dampak, hingga cara mengatasinya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pengertian-workaholic\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pengertian Workaholic, Tanda, Penyebab, dan Dampaknya","og_description":"Pengertian workaholic berkaitan dengan seseorang yang kecanduan pekerjaan. Simak tanda, penyebab, dampak, hingga cara mengatasinya.","og_url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pengertian-workaholic\/","og_site_name":"Gajihub Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom","article_published_time":"2024-02-09T07:52:39+00:00","article_modified_time":"2026-01-12T01:39:54+00:00","og_image":[{"width":825,"height":315,"url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/pengertian-workaholic-banner.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"sugi priharto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@gajihub","twitter_site":"@gajihub","twitter_misc":{"Written by":"sugi priharto","Est. reading time":"11 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pengertian-workaholic\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pengertian-workaholic\/"},"author":{"name":"sugi priharto","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/person\/a34aaadc9cc210d3a080befe71b9210a"},"headline":"Pengertian Workaholic, Tanda, Penyebab, dan Dampaknya","datePublished":"2024-02-09T07:52:39+00:00","dateModified":"2026-01-12T01:39:54+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pengertian-workaholic\/"},"wordCount":2151,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pengertian-workaholic\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/pengertian-workaholic-banner.jpg","keywords":["cara mengatasi workaholic","dampak workaholic","GajiHub","pengertian workaholic","penyebab workaholic","software absensi","software HR","software payroll","tanda workaholic"],"articleSection":["Pengembangan Karir"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/gajihub.com\/blog\/pengertian-workaholic\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pengertian-workaholic\/","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pengertian-workaholic\/","name":"Pengertian Workaholic, Tanda, Penyebab, dan Dampaknya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pengertian-workaholic\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pengertian-workaholic\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/pengertian-workaholic-banner.jpg","datePublished":"2024-02-09T07:52:39+00:00","dateModified":"2026-01-12T01:39:54+00:00","description":"Pengertian workaholic berkaitan dengan seseorang yang kecanduan pekerjaan. Simak tanda, penyebab, dampak, hingga cara mengatasinya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pengertian-workaholic\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/gajihub.com\/blog\/pengertian-workaholic\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pengertian-workaholic\/#primaryimage","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/pengertian-workaholic-banner.jpg","contentUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/pengertian-workaholic-banner.jpg","width":825,"height":315,"caption":"pengertian workaholic banner"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pengertian-workaholic\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengertian Workaholic, Tanda, Penyebab, dan Dampaknya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/","name":"Gajihub Blog","description":"Informasi terlengkap mengenai pengelolaan SDM, HR, Payroll, dan karir","publisher":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization","name":"Gajihub","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/gajihub-new-logo.png","contentUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/gajihub-new-logo.png","width":1010,"height":391,"caption":"Gajihub"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom","https:\/\/x.com\/gajihub","https:\/\/www.instagram.com\/gajihub\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/gajihub\/","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCIR5sG2AkJSvvo0ala0nx-w"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/person\/a34aaadc9cc210d3a080befe71b9210a","name":"sugi priharto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","caption":"sugi priharto"},"description":"Pengajar dan content writer di bidang keuangan, HR manajemen, dan dunia karir lebih dari 7 tahun","sameAs":["https:\/\/id.linkedin.com\/in\/sugipriharto"],"url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/author\/sugipriharto\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/pengertian-workaholic-banner.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7484","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7484"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7484\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32484,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7484\/revisions\/32484"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7489"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7484"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7484"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7484"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}