{"id":6954,"date":"2024-01-08T09:10:35","date_gmt":"2024-01-08T09:10:35","guid":{"rendered":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/?p=6954"},"modified":"2024-01-08T09:10:35","modified_gmt":"2024-01-08T09:10:35","slug":"management-by-objective-mbo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/management-by-objective-mbo\/","title":{"rendered":"Management by Objective (MBO): Pengertian Hingga Contohnya"},"content":{"rendered":"<p>Untuk membantu perusahaan menetapkan tujuan utama dan mencapainya dengan lebih baik, dibutuhkan sebuah model manajemen strategi. Salah satu model yang sering digunakan di berbagai industri adalah adalah <em>management by objective (MBO).\u00a0<\/em><\/p>\n<p>Dengan memahami konsep MBO, Anda dapat lebih memahami cara menggunakan model tersebut untuk meningkatkan keberhasilan dan kemajuan perusahaan.<\/p>\n<p>Pada artikel kali ini, Gajihub akan memabahs apa itu\u00a0<em>management by objective\u00a0<\/em>(MBO), manfaat, hingga bagaimana cara membuat MBO, serta contoh-contohnya.<\/p>\n<h2>Apa yang Dimaksud dengan Management by Objective (MBO)?<\/h2>\n<p><em>Management by objective\u00a0<\/em>(MBO) atau manajemen berbasis tujuan merupakan konsep yang mengidentifikasi tujuan utama perusahaan dan menggunakan informasi tersebut untuk menetapkan sasaran karyawan.<\/p>\n<p>Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Peter Drucker dalam bukunya yang berjudul &#8220;The Practice of Management&#8221; pada tahun 1954.<\/p>\n<p>MBO memungkinkan setiap anggota perusahaan melihat pencapaian mereka dan bagaimana setiap pencapaian individu berkaitan dengan tujuan dan prioritas utama perusahaan.<\/p>\n<p>Hal ini menunjukkan bagaimana aktivitas individu karyawan dapat mempengaruhi tujuan perusahaan dan menyoroti pentingnya kontribusi individu terhadap tujuan besar bisnis.<\/p>\n<p>MBO menggunakan standar objektif untuk mengukur kinerja anggota tim dan perusahaan, sebab standar ini dapat menggambarkan apa yang dianggap adil, wajar, atau bisa diterima dalam suatu kegiatan.<\/p>\n<p>Standar ini juga digunakan untuk mengevaluasi produktivitas anggota tim dan mengidentifikasi peluang perbaikan dalam tim.<\/p>\n<p>Keberhasilan MBO sendiri\u00a0 terletak pada prosesnya yang melibatkan kesepakatan antara manajemen dan anggota tim terkait standar objektif tersebut.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/contoh-mou\/\"><strong>Baca Juga: 10 Contoh MoU dan Download Template Gratisnya<\/strong><\/a><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-6956 aligncenter\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/management-by-objective-MBO-1.jpg\" alt=\"management by objective MBO 1\" width=\"1000\" height=\"700\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/management-by-objective-MBO-1.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/management-by-objective-MBO-1-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/management-by-objective-MBO-1-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/p>\n<h2>Apa Saja Kelebihan dari Management by Objective (MBO)?<\/h2>\n<p>Berikut adalah beberapa kelebihan yang akan Anda rasakan saat menggunakan MBO:<\/p>\n<h3>1. Perencanaan yang Efektif<\/h3>\n<p>MBO memungkinkan manajer untuk merencanakan secara jelas dengan menetapkan tujuan bisnis yang terukur. Proses ini memungkinkan identifikasi tujuan keseluruhan perusahaan, mendukung pertumbuhan, dan mengelola risiko dengan lebih baik.<\/p>\n<h3>2. Keterlibatan Karyawan yang Tinggi<\/h3>\n<p>MBO mendorong keterlibatan karyawan dengan melibatkan mereka dalam penyusunan tujuan. Karyawan merasa lebih termotivasi karena mereka memiliki peran aktif dalam menetapkan dan mencapai tujuan bersama dengan manajemen.<\/p>\n<h3>3. Tujuan yang Terukur dan Jelas<\/h3>\n<p>Tujuan dalam MBO biasanya dapat diukur, memberikan kejelasan dalam penentuan keberhasilan. Contoh tujuan yang dapat diukur termasuk peningkatan persentase kepuasan pelanggan atau peningkatan produksi dalam jumlah tertentu.<\/p>\n<h3>4. Kriteria Evaluasi yang Transparan<\/h3>\n<p>Dengan menetapkan tujuan yang disepakati, karyawan memiliki kriteria evaluasi yang jelas. Hal ini membantu dalam menilai kinerja karyawan secara adil dan objektif.<\/p>\n<h3>5. Komunikasi yang Insentif<\/h3>\n<p>MBO mendorong manajer dan karyawan untuk bekerja sama secara aktif dalam mencapai tujuan. Hal ini memperkuat komunikasi antaranggota tim, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan lingkungan kerja yang berorientasi pada tujuan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/mckinsey-7s-framework\/\"><strong>Baca Juga: McKinsey 7s Framework: Arti, Manfaat, dan Contoh Penerapannya<\/strong><\/a><\/p>\n<h3>6. Pengembangan Karier Berbasis Kinerja<\/h3>\n<p>Dengan memahami fokus dan tujuan, karyawan dapat mengidentifikasi area pengembangan pribadi. Selain itu, manajer juga dapat menilai kebutuhan pengembangan keterampilan mereka, yang membantu menciptakan peluang untuk pertmbuhan karier.<\/p>\n<h3>7. Peningkatan Kinerja Perusahaan secara Keseluruhan<\/h3>\n<p>Arahan yang jelas mempermudah karyawan dalam memfokuskan usaha mereka secara lebih efektif. Dengan memahami hubungan antara pekerjaan dan tujuan perusahaan, kinerja organisasi pun akan meningkat.<\/p>\n<h3>8. Definisi Peran yang Lebih Jelas<\/h3>\n<p>Setelah mengembangkan tujuan bersama, peran dan tanggung jawab karyawan menjadi lebih jelas. Hal ini membantu karyawan lebih fokus pada aspek-aspek penting dari posisinya masing-masing.<\/p>\n<h3>9. Feedback Teratur untuk Pengembangan Berkelanjutan<\/h3>\n<p>Melalui pertemuan yang teratur, manajer dapat memberikan\u00a0<em>feedback\u00a0<\/em>secara rutin kepada karyawan. Hal ini menciptakan kesempatan untuk pembelajaran dan pengembangan berkelanjutan sebelum evaluasi kinerja yang bersifat lebih formal.<\/p>\n<h3>10. Pemberdayaan Karyawan<\/h3>\n<p>Dengan tujuan dan peran yang jelas, karyawan dapat menjadi lebih mandiri.Mereka membutuhkan bimbingan yang lebih sedikit dalam kegiatan sehari-hari mereka, sehingga memungkinkan mereka membuat keputusan dan menyelesaikan tugas secara lebih otonom.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pemberdayaan-karyawan\/\"><strong>15 Cara Meningkatkan Pemberdayaan Karyawan<\/strong><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/daftar\/\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-418 aligncenter\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/01-1080x1080-Feed.jpg\" alt=\"gajihub 1\" width=\"1080\" height=\"1080\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/01-1080x1080-Feed.jpg 1080w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/01-1080x1080-Feed-300x300.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/01-1080x1080-Feed-1024x1024.jpg 1024w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/01-1080x1080-Feed-150x150.jpg 150w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/01-1080x1080-Feed-768x768.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px\" \/><\/a><\/p>\n<h2>Apa Saja Kekuarangan dari Management by Objective (MBO)<\/h2>\n<p>Namun, selain memiliki banyak kelebihna, ternyata juga terdapat sejumlah kekurangan di dalam MBO, di antaranya adalah:<\/p>\n<h3>1. Waktu dan Administrasi yang Meningkat<\/h3>\n<p>MBO memerlukan tambahan waktu untuk pertemuan, pembahasan, dan pekerjaan administratif. Hal ini dapat menyebabkan pengawas memiliki sedikit waktu untuk tugas-tugas inti mereka.<\/p>\n<h3>2. Fokus pada Tujuan Jangka Pendek<\/h3>\n<p>Sistem MBO bisa terlalu menekankan pencapaian tujuan jangka pendek, yang mengakibatkan pengabaian terhadap strategi dan tujuan jangka panjang perusahaan.<\/p>\n<h3>3. Keterampilan Manajerial<\/h3>\n<p>Keberhasilan MBO sangat tergantung pada keterampilan manajerial. Jika manajer tidak dilatih dengan baik, pelaksanaan MBO dapat tidak efektif.<\/p>\n<h3>4. Dukungan di Seluruh Organisasi<\/h3>\n<p>Kesuksesan MBO membutuhkan dukungan penuh di semua tingkatan organisasi, mulai dari manajemen puncak hingga di tingkat operasional.<\/p>\n<h3>5. Tujuan yang Sulit Diukur<\/h3>\n<p>Tidak semua tujuan dapat diukur dengan mudah, terutama yang terkait dengan riset dan pengembangan. Ini membuat MBO kurang cocok untuk beberapa jenis pekerjaan.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/sandbagging-apa-itu-dan-bagaimana-cara-menghadapinya\/\"><strong>Sandbagging, Apa itu dan Bagaimana Cara Menghadapinya?<\/strong><\/a><\/p>\n<h3><strong>6. Kurang Fleksibel<\/strong><\/h3>\n<p>Fokus yang terlalu kuat pada tujuan tertentu dapat membuat organisasi kurang responsif terhadap perubahan lingkungan atau pasar.<\/p>\n<h3>7. Investasi Waktu Awal yang Lama<\/h3>\n<p>Implementasi MBO membutuhkan waktu yang signifikan pada tahap awal. Dengan demikian, perusahaan perlu mempertimbangkan investasi waktu ini sehubungan dengan manfaat jangka panjangnya.<\/p>\n<h3>8. Ketidakseimbangan Kekuasaan<\/h3>\n<p>Struktur kekuasaan yang tidak seimbang antara pengawas dan karyawan dapat menghambat komunikasi terbuka. Karyawan mungkin enggan menyampaikan pandangan mereka dengan jelas.<\/p>\n<h3>9. Terlalu Fokus pada Sejumlah Tujuan Terbatas<\/h3>\n<p>Terlalu banyak fokus pada sejumlah tujuan tertentu membuat organisasi mengesampingkan aspek-aspek pekerjaan yang tidak langsung terkait dengan tujuan tersebut.<\/p>\n<h3>10. Tujuan yang Tidak Realistis<\/h3>\n<p>Tanpa pemahaman yang baik dalam menetapkan tujuan yang realistis, risiko menetapkan target yang tidak dapat dicapai menjadi lebih tinggi.<\/p>\n<p>Untuk itu perusahaan perlu menerapkan komunikasi terbuka dan evaluasi terus-menerus diperlukan guna memastikan tujuan tetap realistis.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/diagram-fishbone-analysis\/\"><strong>Diagram Fishbone Analysis: Arti, Manfaat, Hingga Contohnya<\/strong><\/a><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-6957 aligncenter\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/management-by-objective-MBO-3.jpg\" alt=\"management by objective MBO 3\" width=\"1000\" height=\"700\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/management-by-objective-MBO-3.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/management-by-objective-MBO-3-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/management-by-objective-MBO-3-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/p>\n<h2>Bagaimana Tahap Implementasi Manajemen by Objective (MBO)?<\/h2>\n<p>Tedapat lima langkah dalam implementasi MBO yang melibatkan pembuatan tujuan organisasi dan mengubah tujuan tersebut menjadi serangkaian tujuan individu yang dapat diikuti oleh anggota tim.<\/p>\n<p>Berikut kelima langkah tersebut:<\/p>\n<h3>1. Tentukan Tujuan Organisasi<\/h3>\n<p>Langkah pertama adalah menentukan tujuan organisasi Anda. Sebagai manajer proyek, tugas Anda mungkin adalah berkolaborasi dalam menciptakan tujuan perusahaan atau menerjemahkan tujuan perusahaan ke tim Anda dengan cara yang dapat dipahami.<\/p>\n<h3>2. Terjemahkan Tujuan Menjadi Target<\/h3>\n<p>Setelah Anda menetapkan tujuan perusahaan, gunakan pendekatan dari atas ke bawah untuk menerjemahkan tujuan perusahaan menjadi tujuan individu untuk setiap anggota tim.<\/p>\n<p>Pastikan Anda menggunakan kerangka kerja SMART untuk memastikan tujuan anggota tim Anda dapat diukur dan dapat dicapai.<\/p>\n<h3>3. Pantau Kinerja Karyawan<\/h3>\n<p>Saat anggota tim Anda bekerja menuju tujuan mereka, Anda perlu memantau kinerja mereka. Anda dapat memantau kinerja setiap anggota tim dengan mengumpulkan metrik keberhasilan dari alat manajemen proyek Anda dan menilai apakah tujuan dan <i>objective key results <\/i>(OKR) tercapai.<\/p>\n<p>Memantau kinerja anggota tim juga akan membantu Anda menilai produktivitas anggota tim.<\/p>\n<h3>4. Evaluasi Kemajuan<\/h3>\n<p>Anda dapat mengevaluasi kemajuan anggota tim dengan menyiapkan penilaian kinerja. Penilaian kinerja akan memungkinkan Anda memberikan <em>feedback <\/em>pribadi tentang apa yang dilakukan setiap anggota tim dengan baik.<\/p>\n<p>Selain itu\u00a0<em>feedback\u00a0<\/em>juga dapat meningkatkan tujuan individu mereka agar dapat lebih baik melayani perusahaan secara keseluruhan. Langkah manajemen kinerja ini sangat penting karena menekankan komunikasi efektif antara manajemen dan tim.<\/p>\n<h3>5. Berikan Penghargaan<\/h3>\n<p>Langkah terakhir dalam sistem MBO adalah memberikan penghargaan kepada tim atas pencapaian mereka. Hal inni meningkatkan semangat tim dan membuat anggota tim termotivasi untuk bekerja keras selama proses MBO berikutnya.<\/p>\n<p>Anda dapat memberikan penghargaan kepada tim Anda dengan cara langsung maupun tidak langsung. Dengan tindakan ini, Anda akan membantu anggota tim mengembangkan rasa percaya diri dan motivasi diri.<\/p>\n<p>Penghargaan langsung dapat mencakup pujian, bonus yang dibayar, kenaikan gaji, promosi, tanggung jawab tambahan dalam peran mereka saat ini, atau cuti dibayar. Penghargaan ini kemungkinan akan mendorong anggota tim untuk terus bekerja menuju tujuan individu dan perusahaan.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/sistem-manajemen-karyawan-ini-pengertian-dan-tips-memilihnya\/\"><strong>Sistem Manajemen Karyawan: Ini Pengertian dan Tips Memilihnya<\/strong><\/a><\/p>\n<h2>Bagaimana Contoh Penerapan Management by Objective (MBO)?<\/h2>\n<p>Agar lebih memahami konsep MBO, berikut beberapa contoh penerapannya dalam berbagai aspek bisnis:<\/p>\n<h3>1. Contoh <em>management by objective <\/em>(MBO) untuk Kinerja Perusahaan<\/h3>\n<h4><span style=\"font-size: 14pt;\">Kinerja Keuangan dan Penjualan:<\/span><\/h4>\n<ul>\n<li>Capai arus kas sebesar $500.000 per bulan.<\/li>\n<li>Kurangi OPEX sebesar 5%.<\/li>\n<li>Perluas penjualan ke luar negeri sebesar 10%.<\/li>\n<li>Tingkatkan margin kotor sebesar 10%.<\/li>\n<li>Tingkatkan rasio aset terhadap utang sebesar 15%.<\/li>\n<\/ul>\n<h4><span style=\"font-size: 14pt;\">Pangsa Pasar:<\/span><\/h4>\n<ul>\n<li>Menjadi anggota Fortune 500.<\/li>\n<li>Tingkatkan profil <em>brand<\/em> sebesar 25%.<\/li>\n<li>Menjadi pemimpin pasar.<\/li>\n<\/ul>\n<h4><span style=\"font-size: 14pt;\">Layanan Pelanggan:<\/span><\/h4>\n<ul>\n<li>Tingkatkan kepuasan pelanggan sebesar 90%.<\/li>\n<li>Pertahankan tingkat retensi pelanggan hingga 92,5%.<\/li>\n<\/ul>\n<h4><span style=\"font-size: 14pt;\">Kinerja Penjualan:<\/span><\/h4>\n<ul>\n<li>Capai periode pengembalian investasi (payback period) sebesar 1,5 tahun untuk produk baru.<\/li>\n<li>Tingkatkan rasio kemenangan sebesar 10%.<\/li>\n<li>Perluas penjualan ke luar negeri sebesar 10%.<\/li>\n<li>Capai target pemesanan baru sebanyak 50 per bulan.<\/li>\n<li>Capai tingkat kemenangan sebesar 20%.<\/li>\n<li>Capai ukuran kesepakatan rata-rata sebesar $150.000.<\/li>\n<li>Kurangi siklus penjualan menjadi tiga bulan.<\/li>\n<\/ul>\n<h4><span style=\"font-size: 14pt;\">Operasional<\/span><\/h4>\n<ul>\n<li>Promosikan atau rekrut satu eksekutif departemen baru.<\/li>\n<li>Kurangi jejak karbon sebesar 5%.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>2. Contoh <em>management by objective <\/em>(MBO) untuk Marketing<\/h3>\n<h4><span style=\"font-size: 14pt;\">Prospek dan ROI:<\/span><\/h4>\n<ul>\n<li>Menghasilkan 1.000 <em>Marketing Qualified Leads<\/em> (MQL) baru setiap bulan.<\/li>\n<li>Mencapai 40% dari pendapatan keseluruhan perusahaan dari upaya pemasaran.<\/li>\n<li>Meningkatkan jumlah pelanggan produk per tahun sebesar 35%.<\/li>\n<li>Meningkatkan ROI pemasaran sebesar 7,5%.<\/li>\n<\/ul>\n<h4><span style=\"font-size: 14pt;\">Kinerja website dan Sosial media:<\/span><\/h4>\n<ul>\n<li>Melipatgandakan jumlah pengikut media sosial.<\/li>\n<li>Meningkatkan langganan buletin ganda.<\/li>\n<li>Meningkatkan\u00a0<em>traffic.<\/em><\/li>\n<li>Meningkatkan jumlah pengunjung situs web mingguan secara teratur sebesar 45%.<\/li>\n<li>Meningkatkan tingkat konversi halaman arahan sebesar 30%.<\/li>\n<\/ul>\n<h4><span style=\"font-size: 14pt;\">PR dan Pembangunan Relasi<\/span><\/h4>\n<ul>\n<li>Memasukkan perusahaan ke 10 media.<\/li>\n<li>Meningkatkan <em>brand awareness<\/em>\u00a0sebesar 25%.<\/li>\n<\/ul>\n<h4><span style=\"font-size: 14pt;\">Operasional:<\/span><\/h4>\n<ul>\n<li>Merekrut lima\u00a0<em>account executive<\/em>\u00a0baru.<\/li>\n<li>Mengimplementasikan pengujian A\/B terus-menerus pada halaman arahan.<\/li>\n<li>Bekerja sama dengan departemen penjualan untuk merancang definisi prospek berkualitas.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>3. Contoh <em>management by objective <\/em>(MBO) untuk HR<\/h3>\n<h4><span style=\"font-size: 14pt;\">Kepuasan Karyawan:<\/span><\/h4>\n<ul>\n<li>Memastikan indeks kepuasan karyawan sebesar 90%.<\/li>\n<li>Menjaga tingkat retensi staf setiap kuartal sebesar 95%.<\/li>\n<li>Meningkatkan keterlibatan karyawan menjadi 80%.<\/li>\n<\/ul>\n<h4><span style=\"font-size: 14pt;\">Kebijakan SDM:<\/span><\/h4>\n<ul>\n<li>Menjaga kompensasi 10% di atas rata-rata industri.<\/li>\n<li>Mengadakan dua acara internal perusahaan.<\/li>\n<li>Mengimplementasikan sistem otomatisasi <em>one-on-one <\/em>pada Kuartal 2.<\/li>\n<\/ul>\n<h4><span style=\"font-size: 14pt;\">Rekrutmen<\/span>:<\/h4>\n<ul>\n<li><i>Meeting <\/i>dengan departemen penjualan untuk mendefinisikan kebutuhan perekrutan penjualan.<\/li>\n<li>Melakukan setidaknya tiga wawancara untuk perekrutan baru.<\/li>\n<li>Meningkatkan tingkat memenuhi batas waktu perekrutan baru hingga 80%.<\/li>\n<li>Mendapatkan 15% perekrutan dari referensi karyawan.<\/li>\n<li>Memberikan setidaknya sepertiga dari semua posisi manajerial kepada pelamar internal.<\/li>\n<\/ul>\n<h4><span style=\"font-size: 14pt;\">Pelatihan:<\/span><\/h4>\n<ul>\n<li>Mengimplementasikan program pelatihan kepemimpinan.<\/li>\n<li>Mempekerjakan agensi pelatihan untuk departemen penjualan.<\/li>\n<\/ul>\n<h4><span style=\"font-size: 14pt;\">Kinerja:<\/span><\/h4>\n<p>Meningkatkan ROI departemen sebesar 5%.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-6958 aligncenter\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/management-by-objective-MBO-4.jpg\" alt=\"management by objective MBO 4\" width=\"1000\" height=\"700\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/management-by-objective-MBO-4.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/management-by-objective-MBO-4-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/management-by-objective-MBO-4-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/p>\n<h3>4. Contoh <em>management by objective <\/em>(MBO) untuk <em>Product Management<\/em><\/h3>\n<h4><span style=\"font-size: 14pt;\">Produk:<\/span><\/h4>\n<ul>\n<li>Menghasilkan ide untuk tiga fitur produk baru.<\/li>\n<li>Meluncurkan produk dengan pendapatan sebesar $500.000 per kuartal.<\/li>\n<li>Menjaga rasio konsistensi produksi sebesar 99,8%.<\/li>\n<li><i>Meeting <\/i>dengan tim\u00a0<em>software developer<\/em> dan pemasaran untuk berkolaborasi dalam fitur baru.<\/li>\n<li>Bertemu dengan 10 klien bernilai tinggi ($50.000+) untuk mendapatkan umpan balik produk.<\/li>\n<li>Menyelesaikan survei dari 250+ pelanggan baru untuk mengukur minat produk baru.<\/li>\n<li>Berkontribusi sebesar $50.000 dalam pendapatan dengan berkolaborasi dengan tim rekayasa perangkat lunak untuk menyelesaikan demonstrasi produk.<\/li>\n<li>Membuat rencana produk tahunan untuk mengintegrasikan fitur terkuat dari pesaing.<\/li>\n<li>Mengidentifikasi lima strategi produk utama dari pesaing.<\/li>\n<\/ul>\n<h4><span style=\"font-size: 14pt;\">Kepuasan Pelanggan:<\/span><\/h4>\n<ul>\n<li>Menjaga skor kepuasan pelanggan sebesar 85%.<\/li>\n<li>Menjaga Net Promoter Score sebesar 80%.<\/li>\n<li>Menyelesaikan penilaian perilaku penggunaan produk pelanggan melalui pemantauan perangkat lunak.<\/li>\n<li>Menyelesaikan proyeksi pasar siklus hidup produk.<\/li>\n<li>Meningkatkan pendapatan pelanggan langganan sebesar 20%.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>5. Contoh <em>management by objective <\/em>(MBO) untuk\u00a0<em>Customer Succsess<\/em><\/h3>\n<h4><span style=\"font-size: 14pt;\">Kepuasan dan Layanan:<\/span><\/h4>\n<ul>\n<li>Mencapai peningkatan 20% dalam kepuasan pelanggan dengan proses <em>onboarding.<\/em><\/li>\n<li>Meningkatkan skor CSAT terkait keberhasilan pelanggan menjadi 90%.<\/li>\n<li>Mencapai pendapatan terkait keberhasilan pelanggan sebesar $100.000.<\/li>\n<li>Mengurangi waktu <em>onboarding<\/em> menjadi tiga hari.<\/li>\n<li>Mengurangi tiket layanan pelanggan selama<em> onboarding<\/em> menjadi setengahnya.<\/li>\n<li>Meningkatkan referensi pelanggan dari prospek berkualitas sebesar 20%.<\/li>\n<\/ul>\n<h4><span style=\"font-size: 14pt;\">Perencanaan dan Pemantauan:<\/span><\/h4>\n<ul>\n<li>Menjaga profil rinci setiap klien premium ($25.000+).<\/li>\n<li>Meningkatkan kontribusi akuisisi klien premium ($25.000+) sebesar 10%.<\/li>\n<li>Memantau perilaku penggunaan perangkat lunak klien premium ($25.000+) untuk mendeteksi tantangan.<\/li>\n<li>Mengurangi tingkat putus klien terkait keberhasilan pelanggan per kuartal sebesar 15%.<\/li>\n<li>Merancang rencana keberhasilan pelanggan tahunan.<\/li>\n<\/ul>\n<h4><span style=\"font-size: 14pt;\">Kerjasama:<\/span><\/h4>\n<ul>\n<li>Kerjasama dengan departemen penjualan untuk meningkatkan penjualan tambahan sebesar 10%.<\/li>\n<li>Kerjasama dengan departemen penjualan untuk meningkatkan penjualan lintas produk sebesar 10%.<\/li>\n<li>Kerjasama dengan departemen pemasaran untuk mengembangkan segmen target baru.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>6. Contoh <em>management by objective <\/em>(MBO) untuk <em>Finance<\/em><\/h3>\n<h4><span style=\"font-size: 14pt;\">Kinerja:<\/span><\/h4>\n<ul>\n<li>Membantu mendapatkan pendanaan baru sebesar $1 juta melalui persiapan investasi.<\/li>\n<li>Meningkatkan tingkat penagihan piutang sebesar 25%.<\/li>\n<li>Meningkatkan otomatisasi keuangan sebesar 5%.<\/li>\n<li>Meningkatkan rasio aset terhadap utang sebesar 2,5%.<\/li>\n<li>Membantu meningkatkan nilai pemegang saham per kuartal sebesar 2,5%.<\/li>\n<\/ul>\n<h4><span style=\"font-size: 14pt;\">Operasional:<\/span><\/h4>\n<ul>\n<li>Mengembangkan prosedur tahunan untuk penanganan kas dan penyusunan anggaran.<\/li>\n<li>Menyelesaikan 50% konflik kontrak yang belum terselesaikan.<\/li>\n<li>Mengembangkan anggaran operasional tahunan.<\/li>\n<li>Menjaga kepatuhan keuangan terhadap regulasi.<\/li>\n<li>Melakukan riset paten, aplikasi, dan penyelesaian.<\/li>\n<\/ul>\n<h4><span style=\"font-size: 14pt;\">Perencanaan dan Audit:<\/span><\/h4>\n<ul>\n<li>Menyelesaikan audit keuangan.<\/li>\n<li>Menyelesaikan peninjauan dan persetujuan perjanjian kompensasi.<\/li>\n<li>Menyelesaikan perencanaan keuangan dan proyeksi pendapatan.<\/li>\n<li>Meneliti dan menyetujui penggunaan beberapa kripto-mata uang.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>7. Contoh <em>management by objective <\/em>(MBO) untuk Operasional<\/h3>\n<h4><span style=\"font-size: 14pt;\">Perencanaan:<\/span><\/h4>\n<ul>\n<li>Melakukan pertemuan <em>bi-weekly <\/em>untuk menyesuaikan perencanaan sepanjang proses rekayasa perangkat lunak.<\/li>\n<li>Membuat rencana operasional tahunan.<\/li>\n<\/ul>\n<h4><span style=\"font-size: 14pt;\">Produk dan Kinerja:<\/span><\/h4>\n<ul>\n<li>Mengurangi waktu pengujian perangkat lunak menjadi satu minggu.<\/li>\n<li>Mengurangi tingkat kegagalan produk menjadi di bawah 2,5% (ROI 5:1).<\/li>\n<li>Membantu mempercepat perbaikan bug P-0 dan P-1 yang baru dalam waktu 72 jam.<\/li>\n<li>Berkontribusi pada pertumbuhan kuartalan saham perusahaan sebesar 1,5%.<\/li>\n<li>Mengirimkan 98,5% produk tepat waktu.<\/li>\n<li>Memenuhi 98,5% SLA.<\/li>\n<\/ul>\n<h4><span style=\"font-size: 14pt;\">Layanan Pelanggan dan Logistik:<\/span><\/h4>\n<ul>\n<li>Meramalkan permintaan konsumen musiman.<\/li>\n<li>Mengurangi biaya pengadaan dan logistik produk sebesar 5%.<\/li>\n<li>Mengurangi waktu dan jarak pengiriman logistik sebesar 5% (pengadaan lokal).<\/li>\n<li>Memenuhi 100% kewajiban garansi.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pengertian-vuca\/\"><strong>Pengertian VUCA, Dampak, Hingga Tips Menghadapinya<\/strong><\/a><\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Pada artikel di atas, dapat dipahami bahwa\u00a0<em>management by objective\u00a0<\/em>(MBO) merupakan konsep manajemen yang mengidentifikasi tujuan perusahaan dan mengintegrasikannya ke dalam sasaran karyawan.<\/p>\n<p>Manajemen ini memiliki lebeihan seperti perencanaan yang efektif, keterlibatan karyawan, tujuan yang lebih terukur, kriteria evaluasi yang transparan, dan pemberdayaan karyawan.<\/p>\n<p>Meskipun demikian, MBO juga memiliki kekurangan tersendiri seperti waktu dan kebutuhan administrasi yang meningkat, lebih fokus pada tujuan jangka pendek, serta ketergantungan pada keterampilan manajerial.<\/p>\n<p>MBO dapat diterapkan pada seluruh departemen di perusahaan, termasuk departemen HR. Dengan MBO, tim HR dapat menentukan apa saja yang perlu mereka capai. Misalnya dalam hal meningkatkan kepuasan karyawan.<\/p>\n<p>Nah, jika saat ini Anda merupakan bagian dari tim HR, untuk meningkatkan kepuasan karyawan, Anda dapat mempertimbangkan penggunaan\u00a0<em><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/\">software payroll<\/a>\u00a0<\/em>dan HR dari Gajihub.<\/p>\n<p><em>Software\u00a0<\/em>ini memiliki fitur\u00a0<em>employee self service\u00a0<\/em>(<a href=\"https:\/\/gajihub.com\/ess\/\">ESS<\/a>) yang memungkinkan karyawan untuk melakukan presensi hingga pengajuan cuti dan izin secara mandiri melalui\u00a0<em>smartphone.\u00a0<\/em><\/p>\n<p>Selain itu, Gajihub juga dapat membantu meningkatkan <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/motivasi-karyawan\/\">motivasi karyawan<\/a> dalam bekerja, karena dengan\u00a0<em>software\u00a0<\/em>ini Anda dapat mengirimkan <a href=\"https:\/\/slip.gajihub.com\/\">slip gaji<\/a> kepada karyawan yang dapat diunduh dalam format PDF.<\/p>\n<p>Di dalam slip gaji tersebut, Anda dapat mencantumkan seluruh komponen gaji, mulai dari gaji bulanan, potongan, hingga pemberian bonus atau penghargaan yang menjadi salah satu langkah dalam implementasi MBO, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.<\/p>\n<p>Tertarik untuk mencobanya? Kunjungi tautan ini dan dapatkan coba gratis hingga 14 hari.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Untuk membantu perusahaan menetapkan tujuan utama dan mencapainya dengan lebih baik, dibutuhkan sebuah model manajemen strategi. Salah satu model yang&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":6959,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[4202,4203,29,4201,4200,4199,80,28,27],"class_list":["post-6954","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-manajemen","tag-cara-implementasi-management-by-objective-mbo","tag-contoh-management-by-objective-mbo","tag-gajihub","tag-kekurangan-management-by-objective-mbo","tag-kelebihan-management-by-objective-mbo","tag-pengertian-management-by-objective-mbo","tag-software-absensi","tag-software-hr","tag-software-payroll"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Management by Objective (MBO): Pengertian Hingga Contohnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Management by objective (MBO) membantu perusahaan menetapkan tujuan. Simak arti, kelebihan dan kekurangan, hingga contohnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/management-by-objective-mbo\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Management by Objective (MBO): Pengertian Hingga Contohnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Management by objective (MBO) membantu perusahaan menetapkan tujuan. Simak arti, kelebihan dan kekurangan, hingga contohnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/management-by-objective-mbo\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Gajihub Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-01-08T09:10:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/management-by-objective-MBO-banner-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"825\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"315\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"sugi priharto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@gajihub\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@gajihub\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"sugi priharto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"12 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/management-by-objective-mbo\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/management-by-objective-mbo\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"sugi priharto\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/a34aaadc9cc210d3a080befe71b9210a\"},\"headline\":\"Management by Objective (MBO): Pengertian Hingga Contohnya\",\"datePublished\":\"2024-01-08T09:10:35+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/management-by-objective-mbo\\\/\"},\"wordCount\":2214,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/management-by-objective-mbo\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/01\\\/management-by-objective-MBO-banner-1.jpg\",\"keywords\":[\"cara implementasi management by objective (MBO)\",\"contoh management by objective (MBO)\",\"GajiHub\",\"kekurangan management by objective (MBO)\",\"kelebihan management by objective (MBO)\",\"pengertian management by objective (MBO)\",\"software absensi\",\"software HR\",\"software payroll\"],\"articleSection\":[\"Tips Manajemen\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/management-by-objective-mbo\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/management-by-objective-mbo\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/management-by-objective-mbo\\\/\",\"name\":\"Management by Objective (MBO): Pengertian Hingga Contohnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/management-by-objective-mbo\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/management-by-objective-mbo\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/01\\\/management-by-objective-MBO-banner-1.jpg\",\"datePublished\":\"2024-01-08T09:10:35+00:00\",\"description\":\"Management by objective (MBO) membantu perusahaan menetapkan tujuan. Simak arti, kelebihan dan kekurangan, hingga contohnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/management-by-objective-mbo\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/management-by-objective-mbo\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/management-by-objective-mbo\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/01\\\/management-by-objective-MBO-banner-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/01\\\/management-by-objective-MBO-banner-1.jpg\",\"width\":825,\"height\":315,\"caption\":\"management by objective MBO banner\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/management-by-objective-mbo\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Management by Objective (MBO): Pengertian Hingga Contohnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Gajihub Blog\",\"description\":\"Informasi terlengkap mengenai pengelolaan SDM, HR, Payroll, dan karir\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Gajihub\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/gajihub-new-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/gajihub-new-logo.png\",\"width\":1010,\"height\":391,\"caption\":\"Gajihub\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/gajihubcom\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/gajihub\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/gajihub\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/gajihub\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/channel\\\/UCIR5sG2AkJSvvo0ala0nx-w\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/a34aaadc9cc210d3a080befe71b9210a\",\"name\":\"sugi priharto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"sugi priharto\"},\"description\":\"Pengajar dan content writer di bidang keuangan, HR manajemen, dan dunia karir lebih dari 7 tahun\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/id.linkedin.com\\\/in\\\/sugipriharto\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/author\\\/sugipriharto\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Management by Objective (MBO): Pengertian Hingga Contohnya","description":"Management by objective (MBO) membantu perusahaan menetapkan tujuan. Simak arti, kelebihan dan kekurangan, hingga contohnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/management-by-objective-mbo\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Management by Objective (MBO): Pengertian Hingga Contohnya","og_description":"Management by objective (MBO) membantu perusahaan menetapkan tujuan. Simak arti, kelebihan dan kekurangan, hingga contohnya.","og_url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/management-by-objective-mbo\/","og_site_name":"Gajihub Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom","article_published_time":"2024-01-08T09:10:35+00:00","og_image":[{"width":825,"height":315,"url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/management-by-objective-MBO-banner-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"sugi priharto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@gajihub","twitter_site":"@gajihub","twitter_misc":{"Written by":"sugi priharto","Est. reading time":"12 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/management-by-objective-mbo\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/management-by-objective-mbo\/"},"author":{"name":"sugi priharto","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/person\/a34aaadc9cc210d3a080befe71b9210a"},"headline":"Management by Objective (MBO): Pengertian Hingga Contohnya","datePublished":"2024-01-08T09:10:35+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/management-by-objective-mbo\/"},"wordCount":2214,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/management-by-objective-mbo\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/management-by-objective-MBO-banner-1.jpg","keywords":["cara implementasi management by objective (MBO)","contoh management by objective (MBO)","GajiHub","kekurangan management by objective (MBO)","kelebihan management by objective (MBO)","pengertian management by objective (MBO)","software absensi","software HR","software payroll"],"articleSection":["Tips Manajemen"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/gajihub.com\/blog\/management-by-objective-mbo\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/management-by-objective-mbo\/","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/management-by-objective-mbo\/","name":"Management by Objective (MBO): Pengertian Hingga Contohnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/management-by-objective-mbo\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/management-by-objective-mbo\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/management-by-objective-MBO-banner-1.jpg","datePublished":"2024-01-08T09:10:35+00:00","description":"Management by objective (MBO) membantu perusahaan menetapkan tujuan. Simak arti, kelebihan dan kekurangan, hingga contohnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/management-by-objective-mbo\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/gajihub.com\/blog\/management-by-objective-mbo\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/management-by-objective-mbo\/#primaryimage","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/management-by-objective-MBO-banner-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/management-by-objective-MBO-banner-1.jpg","width":825,"height":315,"caption":"management by objective MBO banner"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/management-by-objective-mbo\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Management by Objective (MBO): Pengertian Hingga Contohnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/","name":"Gajihub Blog","description":"Informasi terlengkap mengenai pengelolaan SDM, HR, Payroll, dan karir","publisher":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization","name":"Gajihub","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/gajihub-new-logo.png","contentUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/gajihub-new-logo.png","width":1010,"height":391,"caption":"Gajihub"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom","https:\/\/x.com\/gajihub","https:\/\/www.instagram.com\/gajihub\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/gajihub\/","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCIR5sG2AkJSvvo0ala0nx-w"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/person\/a34aaadc9cc210d3a080befe71b9210a","name":"sugi priharto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","caption":"sugi priharto"},"description":"Pengajar dan content writer di bidang keuangan, HR manajemen, dan dunia karir lebih dari 7 tahun","sameAs":["https:\/\/id.linkedin.com\/in\/sugipriharto"],"url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/author\/sugipriharto\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/management-by-objective-MBO-banner-1.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6954","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6954"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6954\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6965,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6954\/revisions\/6965"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6959"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6954"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6954"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6954"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}