{"id":5065,"date":"2025-05-19T13:02:56","date_gmt":"2025-05-19T13:02:56","guid":{"rendered":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/?p=5065"},"modified":"2025-11-20T11:05:38","modified_gmt":"2025-11-20T11:05:38","slug":"rapel-gaji","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/rapel-gaji\/","title":{"rendered":"Rapel Gaji: Arti, Alasan, Dampak, Hingga Contoh Perhitungannya"},"content":{"rendered":"\n<p>Rapel gaji merupakan hak karyawan yang harus dipenuhi perusahaan untuk memastikan bahwa mereka telah menerima kompensasi sesuai perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n<p>Perubahan tersebut dapat berupa kenaikan gaji atau adanya kesalahan dalam pembayaran.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai HRD, tentunya Anda harus memahami mengenai aturan rapel gaji ini dan cara menghitungnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada artikel kali ini, Gajihub akan membahas mengenai definisi dari rapel gaji, alasan yang membuat perusahaan harus merapel gaji karyawan, hingga aturannya di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa yang Dimaksud dengan Rapel Gaji?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"700\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/rapel-gaji-3.jpg\" alt=\"rapel gaji 2\" class=\"wp-image-5068\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/rapel-gaji-3.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/rapel-gaji-3-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/rapel-gaji-3-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Rapel gaji adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan pembayaran gaji atau tunjangan yang diterima secara susulan karena terdapat bagian yang belum diberikan oleh perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sederhananya, rapel gaji adalah hak karyawan untuk menerima selisih gaji yang belum dibayarkan oleh perusahaan, karena terdapat berbedaan gaji yang seharusnya diterima dengan gaji ynag diberikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Rapel gaji umumnya terjadi karena adanya kenaikan gaji secara retroaktif atau mundur, yaitu kenaikan gaji yang sebenarnya sudah berlaku sejak bulan-bulan sebelumnya, tetapi baru dibayarkan saat ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Perlu dipahami bahwa rapel gaji juga termasuk dalam objek pajak penghasilan (PPh) Pasal 21, sehingga perusahaan tetap melakukan pemotongan untuk kemudian dilaporkan kepada Direktorat Jenderal Pajak.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/contoh-adaptif-dalam-bekerja\/\"><strong>7 Contoh Adaptif dalam Bekerja dan Cara Meningkatkannya<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Melakukan Rapel Gaji Merupakan Hal yang Baik?<\/h2>\n\n\n\n<p>Melakukan rapel gaji boleh dilakukan asalkan sesuai aturan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada beberapa hal yang membuat perusahaan harus melakukan rapel pada gaji karyawannya, di antaranya adalah:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Perubahan Status Karyawan<\/h3>\n\n\n\n<p>Jika status karyawan berupah, misalnya dari kontrak menjadi tetap atau pindah ke jabatan yang lebih tinggi, maka perapelan mungkin diperlukan untuk menyesuaikan perbedaan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Kesalahan Administratif<\/h3>\n\n\n\n<p>Terkadang terjadi kesalahan dalam perhitungan atau pembayaran gaji karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam hal ini, rapel gaji digunakan untuk mengoreksi pembayaran yang kurang atau salah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Penyesuaian Kebijakan<\/h3>\n\n\n\n<p>Jika terjadi perubahan dalam kebijakan perusahaan atau aturan pemerintah yang mempengaruhi gaji karyawan, maka perlu dilakukan rapel untuk memastikan semua karyawan menerima bayaran yang sesuai.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/telat-bayar-gaji\/\">Telat Bayar Gaji Karyawan: Ini Regulasi dan Cara Meminimalisirnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Peningkatan Tunjangan<\/h3>\n\n\n\n<p>Jika ada tambahan tunjangan atau&nbsp;<em>benefit&nbsp;<\/em>lain, kemungkinan perusahaan perlu melakukan rapel pada gaji perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Kesepakatan Bersama<\/h3>\n\n\n\n<p>Apabila terjadi kasus negosiasi antara serikat pekerja dan manajemen perusahaan, maka keputusan yang dibuat dapat mempengaruhi gaji yang belum dibayarkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini membuat perusahaan harus melakukan memberikan uang rapel untuk memenuhi hak-hak karyawannya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/kenaikan-gaji-berkala\/\">Kenaikan Gaji Berkala: Ini Cara Menghitungnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Kekurangan Anggaran<\/h3>\n\n\n\n<p>Rapel gaji juga bisa dilakukan karena perusahaan mengalami kekurangan anggaran pada bulan tertentu dan tidak memiliki dana yang cukup untuk membayar gaji karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kekurangan anggaran ini biasanya terjadi akibat pengeluaran yang lebih besar dibandingkan pendapatan yang dihasilkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kondisi tersebut mengakibatkan gaji karyawan akan dibayar pada bulan berikutnya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/aturan-gaji-karyawan-terlambat-dan-cara-mengatasinya\/\"><strong>Aturan Gaji Karyawan Terlambat dan Cara Mengatasinya<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Persyaratan Rapel Gaji?<\/h2>\n\n\n\n<p>Terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh karyawan untuk menerima rapel gaji, di antaranya adalah:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Karyawan masih aktif bekerja saat uang rapel dibayarkan<\/li>\n\n\n\n<li>Tidak ada tunggakan atau hutang kepada perusahaan<\/li>\n\n\n\n<li>Tidak ada sengketa atau perselisihan dengan perusahaan terkait hak-hak karyawan<\/li>\n\n\n\n<li>Memiliki bukti yang mendukung klaim rapel gaji, seperti slip gaji, Surat Keputusan (SK) perubahan status, SK kenaikan gaji, atau surat keterangan tertentu dari perusahaan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apakah Rapel Gaji Berdampak Buruk?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"700\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/rapel-gaji-2.jpg\" alt=\"rapel gaji 1\" class=\"wp-image-5069\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/rapel-gaji-2.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/rapel-gaji-2-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/rapel-gaji-2-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Meskipun dapat menjadi solusi bagi perusahaan yang tengah mengalami masalah keuangan, rapel gaji terkadang memberikan kerugian bagi karyawan dan perusahaan, seperti:<\/p>\n\n\n\n<div class=\"group w-full text-token-text-primary border-b border-black\/10 dark:border-gray-900\/50 bg-gray-50 dark:bg-[#444654]\">\n<div class=\"flex p-4 gap-4 text-base md:gap-6 md:max-w-2xl lg:max-w-[38rem] xl:max-w-3xl md:py-6 lg:px-0 m-auto\">\n<div class=\"relative flex w-[calc(100%-50px)] flex-col gap-1 md:gap-3 lg:w-[calc(100%-115px)]\">\n<div class=\"flex flex-grow flex-col gap-3 max-w-full\">\n<div class=\"min-h-[20px] flex flex-col items-start gap-3 overflow-x-auto whitespace-pre-wrap break-words\">\n<h3><span style=\"color: #0f161a; font-family: -apple-system, BlinkMacSystemFont, 'avenir next', avenir, 'helvetica neue', helvetica, ubuntu, roboto, noto, 'segoe ui', arial, sans-serif; font-size: 1.2em; font-weight: revert;\">1. Biaya Hidup Karyawan Terbatas<\/span><\/h3>\n<div class=\"markdown prose w-full break-words dark:prose-invert dark\">\n<p>Sudah menjadi kewajiban bagi setiap perusahaan untuk membayar karyawan atas kerja keras yang telah mereka berikan.<\/p>\n<p>Namun, saat perusahaan sedang mengalami kerugian, maka hal tersebut tentunya memberikan imbas pada karyawan, misalnya tidak menerima gaji secara penuh atau gaji dibayarkan terlambat dengan sistem rapel.<\/p>\n<h3>2. Penurunan Kinerja Karyawan<\/h3>\n<p>Setiap karyawan tentu menantikan jadwal pembayaran gaji untuk memenuhi kebutuhan mereka.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, jika perusahaan memutuskan untuk melakukan rapel&nbsp; gaji, kinerja mereka mengalami penurunan, meskipun pada bulan berikutnya mereka akan menerima gaji dua kali lipat.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/cara-meningkatkan-kinerja-karyawan\/\"><strong>14 Cara Untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan<\/strong><\/a><\/p>\n<h3>3. Keputusan Karyawan untuk Resign<\/h3>\n<p>Saat perusahaan membayarkan gaji tepat waktu dan memberikan&nbsp;<em>benefit&nbsp;<\/em>sesuai kontrak kerja, karyawan pun akan merasa nyaman dan bersedia untuk meningkatkan kinerjanya.<\/p>\n<p>Sebaliknya, jika pada waktu tertentu perusahaan merapel gaji karyawan akibat tidak bisa membayarkan gaji bulanan, dikhawatirkan mereka akan keluar dari perusahaan untuk mencari pekerjaan yang lebih baik.<\/p>\n<h3>4. Menimbulkan Stres dan Kekhawatiran pada Karyawan<\/h3>\n<p>Gaji yang dirapel dapat menimbulkan dampak emosional, yaitu stres dan kekhawatiran terkait keuangan.<\/p>\n<p>Saat menghadapi masalah ini, karyawan mungkin merasa tidak yakin bagaimana mengatasi keterbatasan finansial sambil tetap bekerja di perusahaan.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pembukuan-gaji-karyawan\/\">Pembukuan Gaji Karyawan: Cara Membuat, dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>5. Kehilangan Karyawan Berkualitas<\/h3>\n<p>Jika perusahaan terlalu sering melakukan rapel atau secara tiba-tiba, karyawan pun akan merasa tidak dihargai, karena merasa tidak aman secara finansial.<\/p>\n<p>Akibatnya, karyawan yang berpengalaman dan berkualitas mungkin memutuskan untuk mencari pekerjaan di perusahaan lain dengan stabilitas finansial yang lebih baik.<\/p>\n<h3>6. Reputasi Perusahaan<\/h3>\n<p>Perusahaan yang terlalu sering merapel gaji karyawan, akan memiliki reputasi yang buruk di mata karyawan dan masyarakat.<\/p>\n<p>Sebab, hal ini dapat mencerminkan kurangnya stabilitas keuangan atau manajemen perusahaan yang buruk.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/apa-itu-outplacement\/\"><strong>Outplacement: Arti, Manfaat, Hingga Cara Membangunnya<\/strong><\/a><\/p>\n<figure><\/figure>\n<h2>Bagaimana Aturan UU Ketenagakerjaan Tentang Rapel Gaji?<\/h2>\n<p>Berdasarkan UU Ketenagakerjaan, dijelaskan bahwa gaji adalah hak setiap karyawan yang bekerja di perusahaan.<\/p>\n<p>Lalu bagaimana aturan mengenai rapel gaji sesuai UU Ketenagakerjaan.<\/p>\n<p>Seperti penjelasan sebelumnya bahwa rapel gaji merupakan hak karyawan yang harus dipenuhi oleh perusahaan, khususnya ketika terjadi penyesuaian gaji, misalnya terdapat kenaikan gaji karyawan atau terjadi perubahan pada komponen gaji sebelumnya.<\/p>\n<p>Nah untuk rapel gaji ini dibahas dalam UU Ketenagakerjaan yang kemudian direvisi melalui UU Cipta Kerja Pasla 88 Ayat (3) yang berbunyi, &#8220;Setiap pengusaha wajib membayar upah kepada pekerja\/buru sesuai dengan kesepakatan.&#8221;<\/p>\n<p>Di dalam PP Nomor 36 Tahun 2021 juga dijelaskan bahwa perusahaan yang terlambat membayarkan gaji karyawan bisa dikenakan denda.<\/p>\n<p>Untuk perusahaan yang telah membayarkan gaji selama 4 sampai 8 hari setelah batas waktu, maka perusahaan harus memberikan kenaikan hingga 5% dari total gaji.<\/p>\n<p>Semakin lama perusahaan telat membayar gaji maka denda juga akan semakin meningkat.<\/p>\n<p>Peraturan ini ditetapkan untuk melindungi hak-hak karyawan sehingga karyawan bisa mendapatkan kehidupan layak dari gaji yang didapatkan.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/gaji-pegawai-bumn\/\">Ini Rincian Gaji Pegawai BUMN dan Tunjangannya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Bagaimana Cara Menghitung Rapel Gaji Karyawan?<\/h2>\n<p>Untuk menghitung uang rapel karyawan, ada beberapa komponen atau informasi yang harus Anda miliki, seperti:<\/p>\n<ul>\n<li>Gaji pokok dan tunjangan yang seharusnya diterima oleh karyawan<\/li>\n<li>Gaji pokok dan tunjangan yang telah diterima oleh karyawan<\/li>\n<li>Periode waktu yang menjadi dasar perhitungan rapel gaji<\/li>\n<\/ul>\n<p>Setelah memiliki informasi di atas, selanjutnya Anda bisa menghitung rapel gaji karyawan dengan rumus:<\/p>\n<p><strong>Rapel Gaji = (Gaji Seharusnya &#8211; Gaji Diterima) x Jumlah Bulan<\/strong><\/p>\n<figure><\/figure>\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/gaji-di-bawah-umr\/\"><strong>Gaji di Bawah UMR, Bolehkah Berikut Aturan Lengkapnya<\/strong><\/a><\/p>\n<h2>Contoh Kasus Rapel Gaji Karyawan<\/h2>\n<p>Untuk lebih memahami bagaimana penerapan rapel dilakukan, simak contohnya berikut ini:<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<h3>Latar Belakang<\/h3>\n<p>Perusahaan Makmur Jaya adalah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur.<\/p>\n<p>Pada bulan Januari 2022, perusahaan ini memiliki kebijakan baru yang mengatur kenaikan gaji keryasan sebesar 10% yang berlaku sejak tanggal 1 Januari 2023.<\/p>\n<p>Namun, dikarenakan alasan administrasi, kenaikan gaji tersebut baru diimplementasikan pada bulan Maret 2023.<\/p>\n<p>Sebagai hasilnya, karyawan akan menerima rapel gaji sejak Januari 2023.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/gaji-karyawan-biaya-apa\/\">Gaji Karyawan Termasuk Biaya Apa? Ini Penjelasan Lengkapnya<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Kasus Rapel Gaji pada Karyawan<\/h3>\n<p>Seorang karyawan yang bekerja di Makmur Jaya biasa menerima gaji bulanan sebesar Rp5.000.000.<\/p>\n<p>Pada bulan Januari 2023, seharusnya ia sudah menerima kenaikan gaji 10% menjadi Rp5.500.000.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/gaji-karyawan-biaya-apa\/\"><strong>Gaji Karyawan Termasuk Biaya Apa? Ini Penjelasan Lengkapnya<\/strong><\/a><\/p>\n<h3>Perhitungan Gaji Karyawan<\/h3>\n<ol>\n<li><strong>Selisih Gaji:&nbsp;<\/strong>Selisih gaji antara gaji yang seharusnya diterima, yaitu Rp5.500.000 dan gaji yang sudah diterima, yakni Rp5.000.000 dalah Rp500.000.<\/li>\n<li><b>Periode Rapel:&nbsp;<\/b>Periode kenaikan gaji terhitung sejak bulan Januari 2022 hingga Februari 2022, sehingga totalnya 2 bulan.<\/li>\n<li><b>Perhitungan Total Gaji Karyawan: <\/b>Total gaji untuk karyawan tersebut adalah Rp500.000 (selisih gaji) x 2 bulan = Rp1.000.000.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Berikut contoh kedua dari kasus rapel gaji akibat perusahaan mengalami masalah keuangan:<\/p>\n<h3>Latar Belakang<\/h3>\n<p>PT Teknologi Maju adalah sebuah perusahaan startup di bidang teknologi yang sedang mengalami masalah keuangan.<\/p>\n<p>Akibat situasi ini, mereka tidak dapat memberikan kenaikan gaji kepada karyawan pada awal tahun 2023 seperti yang diharapkan.<\/p>\n<p>Namun, pada pertengahan tahun, perusahaan mulai pulih dan ingin memberikan kenaikan gaji yang seharusnya diterima karyawan sejak awal tahun.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pajak-gaji-berapa-persen\/\"><strong>Pajak Gaji Berapa Persen? Berikut Besarannya Sesuai Regulasi<\/strong><\/a><\/p>\n<h3>Contoh Kasus<\/h3>\n<p>Maria adalah seorang karyawan di PT Teknologi Maju. Pada awal tahun 2023, Maria seharusnya mendapatkan kenaikan gaji sebesar 10% berdasarkan kinerjanya.<\/p>\n<p>Namun, perusahaan tidak memiliki cukup dana untuk memberikan kenaikan tersebut pada saat itu.<\/p>\n<p>Pada bulan Juli 2023, perusahaan berhasil memulihkan keuangan dan ingin memberikan rapel gaji kepada Maria untuk selisih kenaikan gaji yang seharusnya diterimanya selama enam bulan pertama tahun tersebut.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/laporan-gaji-karyawan\/\"><strong>Laporan Gaji Karyawan: Pengertian, Komponen, dan Contohnya<\/strong><\/a><\/p>\n<h3>Perhitungan Gaji Karyawan<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Selisih Gaji:&nbsp;<\/strong>Selisih gaji antara gaji yang seharusnya diterima, yaitu Rp5.500.000 dan gaji yang sudah diterima, yakni Rp5.000.000 dalah Rp500.000.<\/li>\n<li><b>Periode Rapel:&nbsp;<\/b>Periode kenaikan gaji terhitung sejak bulan Januari 2022 hingga Februari 2022, sehingga totalnya 6 bulan.<\/li>\n<li><b>Perhitungan Total Gaji Karyawan: <\/b>Total gaji untuk karyawan tersebut adalah Rp500.000 (selisih gaji) x 6 bulan = Rp3.000.000.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Baca Juga:<\/strong><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pengertian-audit-payroll\/\"><strong>Pengertian Audit Payroll, Manfaat, dan Tahapannya<\/strong><\/a><\/p>\n<h2>Apakah Ada Aturan PPh Terkait Rapel Gaji Karyawan?<\/h2>\n<p>Aturan terkait&nbsp; perapelan gaji karyawan sendiri tidak diatur secara langsung dalam undang-undang, namun di dalam lampiran Peraturan Direktur Jenderal Pajak nomor PER-31\/PJ\/2012 tercantum cara menghitung PPh Pasal 21 atas uang rapel.<\/p>\n<p>Sebagai gambaran, berikut contoh perhitungan PPh Pasal 21 uang rapel:<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 1.25rem;\">Pada bulan Juli 2022, Raka yang bekerja pada perusahaan multinasional mendapatkan SK kenaikan gaji yang berlaku surut sejak Januari 2022.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 1.25rem;\">Kenaikan yang terjadi dari Rp 20.000.000,- (dua puluh juta rupiah) per bulan menjadi Rp 25.000.000,- (dua puluh lima juta rupiah) per bulan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 1.25rem;\">Pada bulan Juli tersebut dibayarkan juga rapel atas kenaikan gaji dari Januari-Juni 2022, sedangkan gaji bulan Juli sudah dibayarkan menggunakan gaji yang baru.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<p>Bagaimana cara menghitung PPh Pasal 21 atas uang rapel yang diterima Raka?<\/p>\n<p>Berdasarkan ilustrasi di atas, pada bulan Juli 2022, penghasilan yang diterima oleh Raka adalah :<\/p>\n<p><strong>Gaji Baru Bulan Juli + Rapel Kenaikan Gaji Januari s.d. Juni 2022<\/strong><\/p>\n<p>= Rp 25.000.000,- + 6 x ( Rp 25.000.000,- Rp 20.000.000,-)<\/p>\n<p>= Rp 25.000.000,- + Rp 30.000.000,-<\/p>\n<p>= Rp 55.000.000,-<\/p>\n<p>Cara menghitung PPh Pasal 21 bulan Juli atas penghasilan yang diterima oleh Raka sebagaimana diatur di lampiran PER-31\/PJ\/2012 adalah sebagai berikut :<\/p>\n<div class=\"wordads-ad-wrapper\">\n<div id=\"atatags-289087031-931174\">&nbsp;<\/div>\n<\/div>\n<p><strong>a. PPh Pasal 21 Sebelum Kenaikan Gaji<\/strong><\/p>\n<p>Gaji Sebulan disetahunkan&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Rp 20.000.000,- x 12 &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = Rp 240.000.000,-<\/p>\n<p>Pengurangan Biaya Jabatan 5%&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = Rp&nbsp;&nbsp;&nbsp; 6.000.000,-<\/p>\n<p>Penghasilan Neto setahun&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp; &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = Rp 234.000.000,-<\/p>\n<p>PTKP&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;&nbsp; = Rp&nbsp;&nbsp; 26.325.000,-<\/p>\n<p>PKP&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; = Rp 207.675.000,-<\/p>\n<p>PPh Pasal 21<\/p>\n<p>5% x Rp 50.000.000,-&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = Rp 2.500.000,-<\/p>\n<p>15% x Rp 157.675.000,-&nbsp; &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = Rp 23.651.250,-<\/p>\n<p>Jumlah PPh Pasal 21Terutang Setahun&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp; = Rp 26.151.250,-<\/p>\n<p>PPh Pasal 21 Terutang sebulan&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp; =&nbsp;<strong>Rp&nbsp;&nbsp; 2.179.271,-<\/strong><\/p>\n<p><strong>b. PPh Pasal 21 Setelah Kenaikan Gaji<\/strong><\/p>\n<p>Gaji Sebulan disetahunkan&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Rp 25.000.000,- x 12 &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = Rp 300.000.000,-<\/p>\n<p>Pengurangan Biaya Jabatan 5%&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = Rp&nbsp;&nbsp;&nbsp; 6.000.000,-<\/p>\n<p>Penghasilan Neto setahun&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp; &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = Rp 294.000.000,-<\/p>\n<p>PTKP&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;&nbsp; = Rp&nbsp;&nbsp; 26.325.000,-<\/p>\n<div class=\"wordads-ad-wrapper\">\n<div id=\"atatags-289087031-469505\">&nbsp;<\/div>\n<\/div>\n<p>PKP&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp; &nbsp; = Rp 267.675.000,-<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PPh Pasal 21<\/p>\n<p>5% x Rp 50.000.000,-&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = Rp 2.500.000,-<\/p>\n<p>15% x Rp 200.000.000,-&nbsp; &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = Rp 30.000.000,-<\/p>\n<p>25% x Rp 17.675.000,-&nbsp; &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp; &nbsp; = Rp&nbsp;&nbsp; 4.418.750,-<\/p>\n<p>Jumlah PPh Pasal 21Terutang Setahun&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp; = Rp 36.918.750,-<\/p>\n<p>PPh Pasal 21 Terutang sebulan&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp; =&nbsp;<strong>Rp&nbsp; 3.076.563,-<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PPh Pasal 21 atas Uang rapel sebulan adalah selisih antara perhitungan&nbsp;<strong>b&nbsp;<\/strong>dengan perhitungan&nbsp;<strong>a,&nbsp;<\/strong>yaitu :<\/p>\n<p>Rp 3.076.563,-&nbsp;&nbsp;<strong>\u2013 &nbsp;<\/strong>&nbsp;Rp 2.179.271,- =&nbsp;<strong>Rp 897.292<\/strong><\/p>\n<p><strong>Sehingga PPh Pasal 21 atas rapel selama 6 bulan adalah 6 x Rp 897.292,- = Rp 5.383.752,-<\/strong><\/p>\n<p>Jadi dapat disimpulkan bahwa perhitungan PPh Pasal 21 atas rapel ini mirip dengan perhitungan PPh Pasal 21 atas Bonus atau THR.<\/p>\n<p>Sehingga PPh Pasal 21 yang harus dibayar Raka pada bulan Juli 2022 adalah:<\/p>\n<p><strong>PPh Pasal 21 atas gaji baru bulan Juli 2014 + PPh Pasal 21 atas uang rapel<\/strong><\/p>\n<p>= Rp 3.076.563,- + Rp 5.383.752,-<\/p>\n<div class=\"wordads-ad-wrapper\">\n<div id=\"atatags-289087031-700102\">&nbsp;<\/div>\n<\/div>\n<p>= Rp 8.460.315,-<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/manajemen-penggajian\/\">Manajemen Penggajian: Pengertian, Jenis, dan Rekomendasinya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Berdasarkan artikel di atas, dapat dipahami bahwa rapel gaji merupakan selisih gaji yang harus dibayarkan perusahaan kepada karyawan, terkait alasan kenaikan gaji, masalah keuangan, kesalahan administrasi, ataupun yang lainnya.<\/p>\n<p>Setiap perusahaan wajib memberikan uang rapel tersebut untuk memenuhi hak-hak karyawan, agar mereka dapat menerima kompensasi yang sesuai.<\/p>\n<p>Dengan demikian, mereka pun akan semangat dalam bekerja yang turut meningkatkan produktivitas.<\/p>\n<p>Nah, untuk memudahkan Anda dalam pengelolaan&nbsp;<em><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/payroll\/\">payroll<\/a>,&nbsp;<\/em>misalnya terkait rapel gaji seperti yang sudah dijelaskan di atas, kemudian perhitungan bonus dan THR, pajak PPh, dan yang lainnya, Anda dapat mengandalkan&nbsp;<a href=\"https:\/\/gajihub.com\/\"><em>software payroll&nbsp;<\/em><\/a>dan HR dari Gajihub.<\/p>\n<p>Dengan menggunakan&nbsp;<em>software&nbsp;<\/em>ini, Anda dapat melakukan pembayaran gaji secara otomatis dan tepat waktu, sehingga membantu perusahaan terhindari dari kesalahan administrasi dan keterlambatan gaji.<\/p>\n<p>Tertarik untuk mencobanya? Yuk, kunjungi <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/daftar\/\">tautan ini<\/a> dan coba gratis selama 14 hari.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<p class=\"fs-6 opacity-5 text-break\">&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rapel gaji merupakan hak karyawan yang harus dipenuhi perusahaan untuk memastikan bahwa mereka telah menerima kompensasi sesuai perubahan yang terjadi.&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":25440,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[3463,3462,3465,3464,29,3466,80,28,27],"class_list":["post-5065","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-payroll","tag-alasan-perusahaan-melakukan-rapel-gaji","tag-arti-rapel-gaji","tag-contoh-rapel-gaji","tag-dampak-rapel-gaji","tag-gajihub","tag-perhitungan-pph-rapel-gaji","tag-software-absensi","tag-software-hr","tag-software-payroll"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Rapel Gaji: Arti, Alasan, Dampak, Hingga Contoh Perhitungannya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Perusahaan perlu melakukan rapel gaji saat terjadi perubahan terkait gaji. Simak arti, alasan, hingga contoh perhitungannya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/rapel-gaji\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Rapel Gaji: Arti, Alasan, Dampak, Hingga Contoh Perhitungannya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Perusahaan perlu melakukan rapel gaji saat terjadi perubahan terkait gaji. Simak arti, alasan, hingga contoh perhitungannya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/rapel-gaji\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Gajihub Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-05-19T13:02:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-11-20T11:05:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/rapel-gaji.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"825\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"315\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"sugi priharto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@gajihub\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@gajihub\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"sugi priharto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/rapel-gaji\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/rapel-gaji\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"sugi priharto\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/a34aaadc9cc210d3a080befe71b9210a\"},\"headline\":\"Rapel Gaji: Arti, Alasan, Dampak, Hingga Contoh Perhitungannya\",\"datePublished\":\"2025-05-19T13:02:56+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-20T11:05:38+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/rapel-gaji\\\/\"},\"wordCount\":2921,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/rapel-gaji\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/08\\\/rapel-gaji.png\",\"keywords\":[\"alasan perusahaan melakukan rapel gaji\",\"arti rapel gaji\",\"contoh rapel gaji\",\"dampak rapel gaji\",\"GajiHub\",\"perhitungan PPh rapel gaji\",\"software absensi\",\"software HR\",\"software payroll\"],\"articleSection\":[\"Payroll\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/rapel-gaji\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/rapel-gaji\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/rapel-gaji\\\/\",\"name\":\"Rapel Gaji: Arti, Alasan, Dampak, Hingga Contoh Perhitungannya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/rapel-gaji\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/rapel-gaji\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/08\\\/rapel-gaji.png\",\"datePublished\":\"2025-05-19T13:02:56+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-20T11:05:38+00:00\",\"description\":\"Perusahaan perlu melakukan rapel gaji saat terjadi perubahan terkait gaji. Simak arti, alasan, hingga contoh perhitungannya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/rapel-gaji\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/rapel-gaji\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/rapel-gaji\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/08\\\/rapel-gaji.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/08\\\/rapel-gaji.png\",\"width\":825,\"height\":315,\"caption\":\"rapel gaji\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/rapel-gaji\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Rapel Gaji: Arti, Alasan, Dampak, Hingga Contoh Perhitungannya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Gajihub Blog\",\"description\":\"Informasi terlengkap mengenai pengelolaan SDM, HR, Payroll, dan karir\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Gajihub\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/gajihub-new-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/gajihub-new-logo.png\",\"width\":1010,\"height\":391,\"caption\":\"Gajihub\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/gajihubcom\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/gajihub\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/gajihub\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/gajihub\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/channel\\\/UCIR5sG2AkJSvvo0ala0nx-w\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/a34aaadc9cc210d3a080befe71b9210a\",\"name\":\"sugi priharto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"sugi priharto\"},\"description\":\"Pengajar dan content writer di bidang keuangan, HR manajemen, dan dunia karir lebih dari 7 tahun\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/id.linkedin.com\\\/in\\\/sugipriharto\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/author\\\/sugipriharto\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Rapel Gaji: Arti, Alasan, Dampak, Hingga Contoh Perhitungannya","description":"Perusahaan perlu melakukan rapel gaji saat terjadi perubahan terkait gaji. Simak arti, alasan, hingga contoh perhitungannya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/rapel-gaji\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Rapel Gaji: Arti, Alasan, Dampak, Hingga Contoh Perhitungannya","og_description":"Perusahaan perlu melakukan rapel gaji saat terjadi perubahan terkait gaji. Simak arti, alasan, hingga contoh perhitungannya.","og_url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/rapel-gaji\/","og_site_name":"Gajihub Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom","article_published_time":"2025-05-19T13:02:56+00:00","article_modified_time":"2025-11-20T11:05:38+00:00","og_image":[{"width":825,"height":315,"url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/rapel-gaji.png","type":"image\/png"}],"author":"sugi priharto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@gajihub","twitter_site":"@gajihub","twitter_misc":{"Written by":"sugi priharto","Est. reading time":"10 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/rapel-gaji\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/rapel-gaji\/"},"author":{"name":"sugi priharto","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/person\/a34aaadc9cc210d3a080befe71b9210a"},"headline":"Rapel Gaji: Arti, Alasan, Dampak, Hingga Contoh Perhitungannya","datePublished":"2025-05-19T13:02:56+00:00","dateModified":"2025-11-20T11:05:38+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/rapel-gaji\/"},"wordCount":2921,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/rapel-gaji\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/rapel-gaji.png","keywords":["alasan perusahaan melakukan rapel gaji","arti rapel gaji","contoh rapel gaji","dampak rapel gaji","GajiHub","perhitungan PPh rapel gaji","software absensi","software HR","software payroll"],"articleSection":["Payroll"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/gajihub.com\/blog\/rapel-gaji\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/rapel-gaji\/","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/rapel-gaji\/","name":"Rapel Gaji: Arti, Alasan, Dampak, Hingga Contoh Perhitungannya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/rapel-gaji\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/rapel-gaji\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/rapel-gaji.png","datePublished":"2025-05-19T13:02:56+00:00","dateModified":"2025-11-20T11:05:38+00:00","description":"Perusahaan perlu melakukan rapel gaji saat terjadi perubahan terkait gaji. Simak arti, alasan, hingga contoh perhitungannya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/rapel-gaji\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/gajihub.com\/blog\/rapel-gaji\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/rapel-gaji\/#primaryimage","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/rapel-gaji.png","contentUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/rapel-gaji.png","width":825,"height":315,"caption":"rapel gaji"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/rapel-gaji\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Rapel Gaji: Arti, Alasan, Dampak, Hingga Contoh Perhitungannya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/","name":"Gajihub Blog","description":"Informasi terlengkap mengenai pengelolaan SDM, HR, Payroll, dan karir","publisher":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization","name":"Gajihub","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/gajihub-new-logo.png","contentUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/gajihub-new-logo.png","width":1010,"height":391,"caption":"Gajihub"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom","https:\/\/x.com\/gajihub","https:\/\/www.instagram.com\/gajihub\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/gajihub\/","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCIR5sG2AkJSvvo0ala0nx-w"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/person\/a34aaadc9cc210d3a080befe71b9210a","name":"sugi priharto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","caption":"sugi priharto"},"description":"Pengajar dan content writer di bidang keuangan, HR manajemen, dan dunia karir lebih dari 7 tahun","sameAs":["https:\/\/id.linkedin.com\/in\/sugipriharto"],"url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/author\/sugipriharto\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/rapel-gaji.png","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5065","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5065"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5065\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31231,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5065\/revisions\/31231"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25440"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5065"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5065"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5065"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}