{"id":35327,"date":"2026-07-14T08:00:00","date_gmt":"2026-07-14T08:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/?p=35327"},"modified":"2026-07-13T01:23:40","modified_gmt":"2026-07-13T01:23:40","slug":"perbedaan-competence-dengan-competency","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/perbedaan-competence-dengan-competency\/","title":{"rendered":"5 Perbedaan Competence dengan Competency dan Manfaatnya"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di dalam dunia kerja, <em>competence <\/em>dengan <em>competency <\/em>sering dianggap dua hal yang sama, padahal keduanya memiliki perbedaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Competence atau kompeten berkaitan dengan kemampuan yang dimiliki karyawan dalam melakukan pekerjaan dari hal-hal yang telah dipelajari sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sedangkan competency atau kompetensi berkaitan dengan perilaku atau sikap yang menjadi dasar bagi seseorang untuk melakukan pekerjaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam dunia kerja, penting bagi Anda untuk memahami kompeten dan kompetensi, termasuk perbedaan yang dimiliki keduanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Khususnya bagi tim HR dimana kompeten dan kompetensi ini berhubungan erat dengan proses rekrutmen di perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lalu apa saja perbedaan <em>competence <\/em>dengan <em>competency? <\/em>Lalu bagaimana cara meningkatkannya di tempat kerja?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai perbedaan <em>competence <\/em>dengan <em>competency<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk penjelasan lengkapnya Anda dapat membacanya di bawah ini:<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mengapa Penting Memahami Perbedaan Competence dan Competency?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"600\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/competence-satu.webp\" alt=\"perbedaan competence dengan competency\" class=\"wp-image-35345\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/competence-satu.webp 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/competence-satu-300x180.webp 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/competence-satu-768x461.webp 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum membahas mengenai perbedaan antara <em>competence <\/em>dengan <em>competency<\/em>, penting untuk memahami mengapa penting bagi Anda (khususnya HR) memahami perbedaan keduanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seperti yang diketahui, banyak perusahaan menyusun <em>job description<\/em>, <em>performance appraisal<\/em>, hingga <em>training need analysis<\/em> dengan mencampuradukkan kedua istilah ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Akibatnya, penilaian terhadap karyawan menjadi kurang akurat karena aspek yang dinilai tidak jelas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apakah yang dinilai adalah kemampuan teknis (competence) atau perilaku kerja (competency).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini berbeda ketika HR mampu memahami perbedaan keduanya di mana HR bisa mendapatkan keuntungan sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Proses rekrutmen menjadi lebih terarah karena kriteria seleksi lebih spesifik.<\/li>\n\n\n\n<li>Penilaian kinerja lebih objektif karena memisahkan aspek kemampuan teknis dan perilaku.<\/li>\n\n\n\n<li>Program pelatihan dan pengembangan karyawan lebih tepat sasaran.<\/li>\n\n\n\n<li>Perencanaan jenjang karier (career path) menjadi lebih realistis.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/?ref=HRHebat\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/gajihub-banner-1024x1024.webp\" alt=\"gajihub banner\" class=\"wp-image-26178\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/gajihub-banner-1024x1024.webp 1024w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/gajihub-banner-300x300.webp 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/gajihub-banner-150x150.webp 150w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/gajihub-banner-768x768.webp 768w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/gajihub-banner.webp 1080w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pengertian Competence dan Competency<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"600\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/competence-dua.webp\" alt=\"perbedaan competence dengan competency\" class=\"wp-image-35343\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/competence-dua.webp 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/competence-dua-300x180.webp 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/competence-dua-768x461.webp 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah membahas mengenai pentingnya memahami perbedaan antara kompeten dengan kompetensi, ini saatnya membahas pengertian keduanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Competence<\/em> atau kompeten secara sederhana diartikan sebagai <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/kompeten-adalah\/\">kemampuan atau kecakapan seseorang dalam melakukan suatu pekerjaan tertentu.<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kompeten berkaitan erat dengan pengetahuan (<em>knowledge<\/em>), keterampilan (<em>skill<\/em>), dan kemampuan teknis (<em>technical ability<\/em>) yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sederhananya, <em>competence<\/em> digunakan menjawab pertanyaan: <strong>&#8220;Apakah seseorang mampu melakukan pekerjaan ini?&#8221;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh <em>competence<\/em> dalam pekerjaan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Kemampuan seorang akuntan dalam menyusun laporan keuangan sesuai standar akuntansi.<\/li>\n\n\n\n<li>Kemampuan seorang programmer dalam menulis kode menggunakan bahasa pemrograman tertentu.<\/li>\n\n\n\n<li>Kemampuan seorang desainer grafis dalam mengoperasikan software desain seperti Adobe Photoshop atau Illustrator.<\/li>\n\n\n\n<li>Kemampuan seorang customer service dalam menggunakan sistem CRM perusahaan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kompeten bersifat lebih spesifik dan terukur karena berkaitan langsung dengan hasil kerja (output) yang dapat dinilai secara kuantitatif maupun kualitatif. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kompeten juga cenderung berfokus pada aspek teknis dan fungsional dari sebuah pekerjaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berbeda dengan <em>competence<\/em>, <em>competency<\/em> merujuk pada perilaku, sikap, dan karakteristik yang mendasari bagaimana seseorang menerapkan pengetahuan dan keterampilannya dalam bekerja.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Competency<\/em> lebih menekankan pada aspek <em>behavioral<\/em> atau perilaku kerja yang mendukung keberhasilan seseorang dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Competency menjawab pertanyaan: <strong>&#8220;Bagaimana cara seseorang melakukan pekerjaan tersebut?&#8221;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh <em>competency<\/em> dalam pekerjaan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Kemampuan berkomunikasi secara efektif dengan tim maupun klien.<\/li>\n\n\n\n<li>Kemampuan memimpin (leadership) dan mengambil keputusan di bawah tekanan.<\/li>\n\n\n\n<li>Kemampuan beradaptasi dengan perubahan lingkungan kerja.<\/li>\n\n\n\n<li>Kemampuan bekerja sama dalam tim (<em>teamwork<\/em>) dan menyelesaikan konflik.<\/li>\n\n\n\n<li>Inisiatif dan orientasi pada hasil (<em>result-oriented)<\/em>.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Competency sering kali bersifat lebih umum dan dapat diterapkan lintas jabatan maupun lintas industri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, kemampuan <em>leadership<\/em> dibutuhkan baik oleh seorang manajer pemasaran maupun manajer produksi, meskipun competence teknis kedua posisi tersebut berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/penilaian-kompetensi\/\">Penilaian Kompetensi: Jenis, Metode, dan Manfaatnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Perbedaan Competence dengan Competency?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk memahami perbedaan competence dengan competency secara lebih jelas, berikut 5 aspek yang membedakan keduanya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Fokus Utama<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Competence<\/em> berfokus pada <strong>apa<\/strong> yang dapat dilakukan seseorang (kemampuan teknis dan fungsional).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sedangkan <em>competency<\/em> berfokus pada <strong>bagaimana<\/strong> seseorang melakukan pekerjaan tersebut (perilaku dan sikap kerja).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Sifat Pengukuran<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Competence<\/em> umumnya lebih mudah diukur secara kuantitatif melalui sertifikasi, ujian, atau uji kompetensi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sedangkan <em>competency<\/em> lebih sulit diukur karena bersifat kualitatif dan berkaitan dengan observasi perilaku dalam jangka waktu tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga:<a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/competency-development-program\/\"> 5 Daftar Competency Development Program untuk Perusahaan<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Ruang Lingkup<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Competence<\/em> bersifat spesifik terhadap suatu pekerjaan atau jabatan tertentu. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sedangkan <em>competency<\/em> bersifat lebih luas dan dapat diterapkan pada berbagai posisi maupun level jabatan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Dasar Pembentukan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Competence<\/strong> terbentuk melalui pendidikan formal, pelatihan teknis, dan pengalaman praktik langsung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sedangkan <em>competency<\/em> terbentuk melalui kombinasi antara kepribadian, nilai-nilai individu, pengalaman hidup, serta kebiasaan kerja yang terbentuk seiring waktu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/competency-mapping\/\">Competency Mapping: Manfaat, Skala, Cara, dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Contoh Penerapan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Competence<\/em> contohnya adalah kemampuan mengoperasikan mesin produksi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sedangkan <em>competency<\/em> contohnya adalah kemampuan bekerja sama dengan rekan kerja saat mengoperasikan mesin tersebut dalam situasi yang penuh tekanan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Agar Anda bisa lebih memahami perbedaan antara kompeten dengan kompetensi, berikut tabel perbedaan keduanya:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Aspek<\/th><th>Competence<\/th><th>Competency<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td><strong>Definisi<\/strong><\/td><td>Kemampuan atau kecakapan teknis dalam melakukan pekerjaan<\/td><td>Perilaku dan sikap yang mendasari cara seseorang bekerja<\/td><\/tr><tr><td><strong>Fokus<\/strong><\/td><td>Apa yang bisa dilakukan (hasil kerja)<\/td><td>Bagaimana cara melakukan pekerjaan (proses kerja)<\/td><\/tr><tr><td><strong>Sifat<\/strong><\/td><td>Spesifik terhadap tugas atau jabatan tertentu<\/td><td>Umum dan lintas jabatan\/industri<\/td><\/tr><tr><td><strong>Pengukuran<\/strong><\/td><td>Lebih mudah diukur secara kuantitatif (sertifikasi, tes, ujian)<\/td><td>Lebih sulit diukur, cenderung kualitatif (observasi perilaku)<\/td><\/tr><tr><td><strong>Sumber pembentukan<\/strong><\/td><td>Pendidikan formal, pelatihan teknis, pengalaman kerja<\/td><td>Kepribadian, nilai, pengalaman hidup, kebiasaan kerja<\/td><\/tr><tr><td><strong>Contoh<\/strong><\/td><td>Menguasai software akuntansi, mengoperasikan mesin produksi<\/td><td>Komunikasi efektif, kepemimpinan, kerja sama tim<\/td><\/tr><tr><td><strong>Perubahan<\/strong><\/td><td>Dapat ditingkatkan melalui pelatihan teknis spesifik<\/td><td>Berkembang melalui pengalaman, refleksi diri, dan pembinaan (coaching)<\/td><\/tr><tr><td><strong>Orientasi<\/strong><\/td><td>Berorientasi pada hasil (output)<\/td><td>Berorientasi pada proses dan perilaku (behavior)<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/core-competency\/\">Core Competency: Arti, Contoh, dan Cara Mengidentifikasinya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Manfaat dari Competence dan Competency di Tempat Kerja?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"600\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/competence-tiga.webp\" alt=\"perbedaan competence dengan competency\" class=\"wp-image-35346\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/competence-tiga.webp 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/competence-tiga-300x180.webp 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/competence-tiga-768x461.webp 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baik <em>competence<\/em> maupun <em>competency<\/em> memiliki peran penting yang saling melengkapi dalam dunia kerja.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut manfat yang dimiliki oleh keduanya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Proses Rekrutmen dan Seleksi Karyawan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam rekrutmen, <em>competence<\/em> digunakan untuk menilai apakah kandidat memiliki keterampilan teknis yang dibutuhkan, misalnya melalui tes tertulis, uji praktik, atau portofolio kerja.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, <em>competency <\/em>digunakan untuk menilai kesesuaian perilaku kandidat dengan budaya perusahaan, biasanya melalui wawancara berbasis perilaku (<em>behavioral interview<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Penilaian Kinerja Karyawan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Competence <\/em>membantu menilai sejauh mana karyawan mampu menyelesaikan tugas teknis sesuai standar yang ditetapkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Competency<\/em> membantu menilai bagaimana karyawan berinteraksi dengan rekan kerja, atasan, maupun klien selama proses kerja berlangsung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/behavioral-competency\/\">Behavioral Competency: Manfaat, Jenis, dan Cara Melaksanakan<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Perencanaan Pengembangan Karier<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perusahaan dapat menggunakan <em>competence<\/em> untuk menentukan pelatihan teknis yang dibutuhkan karyawan agar naik jabatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara <em>competency<\/em> digunakan untuk menentukan program pengembangan soft skill, seperti pelatihan kepemimpinan atau manajemen konflik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Penyusunan Standar Kompetensi Jabatan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banyak perusahaan menyusun <em>competency framework<\/em> atau <em>competency model<\/em> yang menggabungkan competence teknis dan competency perilaku untuk setiap jabatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cara ini membantu untuk menghasilkan gambaran menyeluruh tentang profil ideal seorang karyawan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Succession Planning<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam perencanaan suksesi kepemimpinan, perusahaan perlu memastikan calon pemimpin memiliki <em>competence<\/em> manajerial yang memadai sekaligus <em>competency <\/em>kepemimpinan yang kuat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya kemampuan mengambil keputusan dan membangun tim yang solid.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/competency-matrix-system\/\">Competency Matrix System: Pengertian, Manfaat, Komponen, dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Cara Meningkatkan Competence dan Competency di Tempat Kerja?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"600\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/competence-empat.webp\" alt=\"kompeten\" class=\"wp-image-35344\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/competence-empat.webp 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/competence-empat-300x180.webp 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/competence-empat-768x461.webp 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tentunya kompeten dan kompetensi ini perlu ditingkatkan untuk memudahkan pekerjaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut 5 cara yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan kompeten dan kompetensi di tempat kerja:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Mengikuti Pelatihan dan Sertifikasi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pelatihan teknis dan sertifikasi profesi merupakan cara paling efektif untuk meningkatkan competence.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini karena pelatihan memberikan pengetahuan dan keterampilan baru yang relevan dengan bidang pekerjaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Belajar Mandiri (Self-Learning)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karyawan juga bisa meningkatkan kompeten dan kompetensi mereka dengan belajar secara mandiri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di sini karyawan dapat memanfaatkan sumber belajar seperti kursus daring, buku, jurnal, maupun video tutorial dapat membantu karyawan memperdalam pengetahuan teknis secara mandiri sesuai kebutuhan pekerjaannya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Praktik Langsung dan Rotasi Kerja<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengalaman praktik langsung melalui <em>job rotation<\/em> atau penugasan proyek tertentu dapat mempercepat penguasaan keterampilan teknis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini karena karyawan langsung menghadapi tantangan nyata di lapangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/uji-kompetensi\/\">Uji Kompetensi: Arti, Prinsip, Jenis, Hingga Langkah-Langkahnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Mentoring dari Ahli di Bidangnya<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perusahaan juga bisa memberikan dukungan melalui pemberian mentoring dari ahli di bidangnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Belajar langsung dari mentor atau senior yang sudah berpengalaman dapat mempercepat proses transfer pengetahuan teknis yang sulit dipelajari hanya melalui teori.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Evaluasi dan Uji Kompetensi Berkala<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melakukan evaluasi kompetensi secara berkala membantu karyawan maupun perusahaan mengetahui sejauh mana perkembangan kemampuan teknis yang dimiliki, sekaligus mengidentifikasi area yang masih perlu ditingkatkan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Refleksi Diri (Self-Reflection)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melakukan refleksi terhadap pengalaman kerja sehari-hari membantu individu memahami pola perilaku yang perlu diperbaiki.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya cara merespons tekanan kerja atau menghadapi konflik dengan rekan kerja.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/rekrutmen-berbasis-kompetensi\/\">5 Manfaat Menerapkan Rekrutmen Berbasis Kompetensi<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">7. Feedback 360 Derajat<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meningkatkan kompeten dan kompetensi juga dapat dilakukan dengan pemberian feedback 360 derajat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal ini karena dengan menerima umpan balik dari atasan, rekan kerja, maupun bawahan dapat memberikan gambaran objektif mengenai perilaku kerja seseorang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari sini akhirnya karyawan dapat memperbaiki kesalahan dan menjadi lebih baik lagi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">8. Pelatihan Soft Skill<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain memberikan mentoring sesuai bidang ahlinya, meningkatkan kompeten dan kompetensi juga dapat dilakukan melalui pelatihan soft skill.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pelatihan soft skill yang dapat diikuti di antaranya komunikasi efektif, manajemen konflik, kepemimpinan, dan manajemen waktu dapat membantu memperkuat competency yang dibutuhkan di tempat kerja.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pengembangan-kompetensi\/\">8 Langkah Melakukan Pengembangan Kompetensi secara Efektif<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">9. Membangun Kebiasaan Positif Secara Konsisten<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Competency<\/em> terbentuk melalui pengulangan perilaku secara konsisten.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Oleh karena itu, penting untuk secara sadar membiasakan diri menerapkan perilaku kerja yang positif, seperti disiplin, proaktif, dan terbuka terhadap perubahan, hingga menjadi kebiasaan yang melekat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">10. Belajar dari Role Model<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cara yang terakhir adalah belajar dari role model secara langsung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengamati dan mempelajari perilaku kerja dari pemimpin atau rekan kerja yang dianggap memiliki<em> competency<\/em> baik dapat menjadi acuan dalam mengembangkan perilaku kerja diri sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/kompetensi-kepemimpinan\/\">15 Jenis Kompetensi Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki Manajer<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Itulah penjelasan lengkap mengenai perbedaan <em>competence <\/em>dengan <em>competency <\/em>yang dapat menjadi referensi untuk Anda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari penjelasan artikel di atas dapat diketahui bahwa perbedaan <em>competence <\/em>dengan <em>competency <\/em>merujuk pada kemampuan yang dimiliki seseorang dan perilaku, sikap, dan karakteristik yang mendasari bagaimana seseorang menerapkan pengetahuan dan keterampilannya dalam bekerja.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tentunya keduanya menjadi bagian penting dalam dunia kerja, termasuk dalam rekrutmen karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">HR wajib memahami perbedaan kompeten dan kompetensi yang dimiliki kandidat agar bisa memberikan penilaian yang tepat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk mendukung peran HR, gunakan <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/hris\/\">sistem HRIS<\/a> dari GajiHub untuk memudahkan pengelolaan karyawan di perusahaan Anda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">GajiHub merupakan sistem HRIS yang dilengkapi berbagai fitur untuk kemudahan pengelolaan karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daftar GajiHub sekarang juga di <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/?ref=HRHebat\">tautan ini<\/a> dan dapatkan uji coba gratis selama 14 hari.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di dalam dunia kerja, competence dengan competency sering dianggap dua hal yang sama, padahal keduanya memiliki perbedaan. Competence atau kompeten&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":35347,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[109,12157,12159,12155,12156,29,12160,12158,12154,80,28,175,27,44],"class_list":["post-35327","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hr","tag-aplikasi-hris","tag-beda-kompeten-dan-kompetensi","tag-cara-meningkatkan-competence-dan-competency","tag-competence","tag-competency","tag-gajihub","tag-manfaat-competence-dan-competency","tag-mengapa-penting-memahami-perbedaan-competence-dengan-competency","tag-perbedaan-competence-dengan-competency","tag-software-absensi","tag-software-hr","tag-software-hris","tag-software-payroll","tag-tips-hr"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.0 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>5 Perbedaan Competence dengan Competency dan Manfaatnya - Gajihub Blog<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Perbedaan competence dengan competency menjadi bagian penting dalam dunia kerja. Baca penjelasan lengkapnya hanya di sini\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/perbedaan-competence-dengan-competency\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"5 Perbedaan Competence dengan Competency dan Manfaatnya - Gajihub Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Perbedaan competence dengan competency menjadi bagian penting dalam dunia kerja. Baca penjelasan lengkapnya hanya di sini\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/perbedaan-competence-dengan-competency\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Gajihub Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-14T08:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/perbedaan-competence-dengan-competency.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Desi Murniati\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@gajihub\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@gajihub\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Desi Murniati\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/perbedaan-competence-dengan-competency\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/perbedaan-competence-dengan-competency\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Desi Murniati\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e8b52481451a1e2c3d2011fa7d91ef8c\"},\"headline\":\"5 Perbedaan Competence dengan Competency dan Manfaatnya\",\"datePublished\":\"2026-07-14T08:00:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/perbedaan-competence-dengan-competency\\\/\"},\"wordCount\":1602,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/perbedaan-competence-dengan-competency\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/perbedaan-competence-dengan-competency.webp\",\"keywords\":[\"aplikasi HRIS\",\"beda kompeten dan kompetensi\",\"cara meningkatkan competence dan competency\",\"competence\",\"competency\",\"GajiHub\",\"manfaat competence dan competency\",\"mengapa penting memahami perbedaan competence dengan competency\",\"perbedaan competence dengan competency\",\"software absensi\",\"software HR\",\"software HRIS\",\"software payroll\",\"tips HR\"],\"articleSection\":[\"Tips HR\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/perbedaan-competence-dengan-competency\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/perbedaan-competence-dengan-competency\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/perbedaan-competence-dengan-competency\\\/\",\"name\":\"5 Perbedaan Competence dengan Competency dan Manfaatnya - Gajihub Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/perbedaan-competence-dengan-competency\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/perbedaan-competence-dengan-competency\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/perbedaan-competence-dengan-competency.webp\",\"datePublished\":\"2026-07-14T08:00:00+00:00\",\"description\":\"Perbedaan competence dengan competency menjadi bagian penting dalam dunia kerja. Baca penjelasan lengkapnya hanya di sini\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/perbedaan-competence-dengan-competency\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/perbedaan-competence-dengan-competency\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/perbedaan-competence-dengan-competency\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/perbedaan-competence-dengan-competency.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/perbedaan-competence-dengan-competency.webp\",\"width\":1200,\"height\":600,\"caption\":\"perbedaan competence dengan competency\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/perbedaan-competence-dengan-competency\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"5 Perbedaan Competence dengan Competency dan Manfaatnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Gajihub Blog\",\"description\":\"Informasi terlengkap mengenai pengelolaan SDM, HR, Payroll, dan karir\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Gajihub\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/gajihub-new-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/gajihub-new-logo.png\",\"width\":1010,\"height\":391,\"caption\":\"Gajihub\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/gajihubcom\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/gajihub\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/gajihub\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/gajihub\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/channel\\\/UCIR5sG2AkJSvvo0ala0nx-w\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e8b52481451a1e2c3d2011fa7d91ef8c\",\"name\":\"Desi Murniati\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7106b8fb468ecc208f601f1fac4a6a348c8c52121d1694cbe27cf3c6ee1a89cb?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7106b8fb468ecc208f601f1fac4a6a348c8c52121d1694cbe27cf3c6ee1a89cb?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7106b8fb468ecc208f601f1fac4a6a348c8c52121d1694cbe27cf3c6ee1a89cb?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Desi Murniati\"},\"description\":\"Berpengalaman lebih 5 tahun dalam penulisan tema manajemen dan karir. Desi bertujuan memberikan perspektif terbaru dari tulisannya.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/author\\\/desimurniati\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"5 Perbedaan Competence dengan Competency dan Manfaatnya - Gajihub Blog","description":"Perbedaan competence dengan competency menjadi bagian penting dalam dunia kerja. Baca penjelasan lengkapnya hanya di sini","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/perbedaan-competence-dengan-competency\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"5 Perbedaan Competence dengan Competency dan Manfaatnya - Gajihub Blog","og_description":"Perbedaan competence dengan competency menjadi bagian penting dalam dunia kerja. Baca penjelasan lengkapnya hanya di sini","og_url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/perbedaan-competence-dengan-competency\/","og_site_name":"Gajihub Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom","article_published_time":"2026-07-14T08:00:00+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":600,"url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/perbedaan-competence-dengan-competency.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Desi Murniati","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@gajihub","twitter_site":"@gajihub","twitter_misc":{"Written by":"Desi Murniati","Est. reading time":"9 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/perbedaan-competence-dengan-competency\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/perbedaan-competence-dengan-competency\/"},"author":{"name":"Desi Murniati","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/person\/e8b52481451a1e2c3d2011fa7d91ef8c"},"headline":"5 Perbedaan Competence dengan Competency dan Manfaatnya","datePublished":"2026-07-14T08:00:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/perbedaan-competence-dengan-competency\/"},"wordCount":1602,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/perbedaan-competence-dengan-competency\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/perbedaan-competence-dengan-competency.webp","keywords":["aplikasi HRIS","beda kompeten dan kompetensi","cara meningkatkan competence dan competency","competence","competency","GajiHub","manfaat competence dan competency","mengapa penting memahami perbedaan competence dengan competency","perbedaan competence dengan competency","software absensi","software HR","software HRIS","software payroll","tips HR"],"articleSection":["Tips HR"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/gajihub.com\/blog\/perbedaan-competence-dengan-competency\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/perbedaan-competence-dengan-competency\/","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/perbedaan-competence-dengan-competency\/","name":"5 Perbedaan Competence dengan Competency dan Manfaatnya - Gajihub Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/perbedaan-competence-dengan-competency\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/perbedaan-competence-dengan-competency\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/perbedaan-competence-dengan-competency.webp","datePublished":"2026-07-14T08:00:00+00:00","description":"Perbedaan competence dengan competency menjadi bagian penting dalam dunia kerja. Baca penjelasan lengkapnya hanya di sini","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/perbedaan-competence-dengan-competency\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/gajihub.com\/blog\/perbedaan-competence-dengan-competency\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/perbedaan-competence-dengan-competency\/#primaryimage","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/perbedaan-competence-dengan-competency.webp","contentUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/perbedaan-competence-dengan-competency.webp","width":1200,"height":600,"caption":"perbedaan competence dengan competency"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/perbedaan-competence-dengan-competency\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"5 Perbedaan Competence dengan Competency dan Manfaatnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/","name":"Gajihub Blog","description":"Informasi terlengkap mengenai pengelolaan SDM, HR, Payroll, dan karir","publisher":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization","name":"Gajihub","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/gajihub-new-logo.png","contentUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/gajihub-new-logo.png","width":1010,"height":391,"caption":"Gajihub"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom","https:\/\/x.com\/gajihub","https:\/\/www.instagram.com\/gajihub\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/gajihub\/","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCIR5sG2AkJSvvo0ala0nx-w"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/person\/e8b52481451a1e2c3d2011fa7d91ef8c","name":"Desi Murniati","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7106b8fb468ecc208f601f1fac4a6a348c8c52121d1694cbe27cf3c6ee1a89cb?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7106b8fb468ecc208f601f1fac4a6a348c8c52121d1694cbe27cf3c6ee1a89cb?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7106b8fb468ecc208f601f1fac4a6a348c8c52121d1694cbe27cf3c6ee1a89cb?s=96&d=mm&r=g","caption":"Desi Murniati"},"description":"Berpengalaman lebih 5 tahun dalam penulisan tema manajemen dan karir. Desi bertujuan memberikan perspektif terbaru dari tulisannya.","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/author\/desimurniati\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/perbedaan-competence-dengan-competency.webp","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35327","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35327"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35327\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35348,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35327\/revisions\/35348"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/35347"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35327"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35327"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35327"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}