{"id":34235,"date":"2026-04-28T08:10:56","date_gmt":"2026-04-28T08:10:56","guid":{"rendered":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/?p=34235"},"modified":"2026-04-28T08:10:58","modified_gmt":"2026-04-28T08:10:58","slug":"cuti-istri-melahirkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/cuti-istri-melahirkan\/","title":{"rendered":"Aturan Cuti Istri Melahirkan sesuai UU Ketenagakerjaan dan UU KIA"},"content":{"rendered":"\n<p>Selain cuti melahirkan, tahukah Anda bahwa suami yang istri melahirkan juga mendapatkan hak cuti yang dikenal dengan cuti istri melahirkan?<\/p>\n\n\n\n<p>Cuti ini diberikan agar suami atau ayah dapat mendampingi istri di momen penting yakni melahirkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Seperti yang diketahui, melahirkan merupakan momen yang sangat penting di mana seorang ibu bertaruh nyawa.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sini suami memiliki peran penting dalam memberikan support kepada istri di momen penting tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu bagaimana aturan mengenai cuti istri melahirkan ini dan berapa durasi cuti istri melahirkan di Indonesia ini?<\/p>\n\n\n\n<p>Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai cuti istri melahirkan mulai dari aturannya, berapa durasinya, hingga bagaimana cara mengajukannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Anda dapat membaca penjelasan lengkapnya hanya di bawah ini:<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Aturan Cuti Istri Melahirkan di Indonesia?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"600\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/cuti-istri-melahirkan-satu.webp\" alt=\"cuti istri melahirkan\" class=\"wp-image-34323\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/cuti-istri-melahirkan-satu.webp 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/cuti-istri-melahirkan-satu-300x180.webp 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/cuti-istri-melahirkan-satu-768x461.webp 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Dilansir dari <a href=\"https:\/\/www.hukumonline.com\/klinik\/a\/hak-cuti-dampingi-istri-melahirkan-lt5f471624e2680\/\">Hukum Online<\/a>, dalam UU Ketenagakerjaan dan perubahannya tidak diatur mengenai <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/cuti-melahirkan-bagi-suami\/\">cuti suami yang menemani istri melahirkan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun dalam UU Ketenagakerjaan dan perubahannya ada ketentuan di mana pengusaha wajib membayar upah apabila pekerja\/buruh tidak masuk bekerja karena istri melahirkan atau keguguran kandungan.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini tertuang dalam UU Ketenagakerjaan Pasal 93 ayat (2c), yakni berbunyi:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>Pekerja\/buruh tidak masuk bekerja karena pekerja\/buruh menikah, menikahkan, mengkhitankan, membaptiskan anaknya, isteri melahirkan atau keguguran kandungan, suami atau isteri atau anak atau menantu atau orang tua atau mertua atau anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Jika pengusaha tidak memberikan cuti kepada suami yang mendampingi istri yang melahirkan maka dapat dikenakan sanksi pidana paling singkat 1 bulan dan paling lama 4 tahun dan\/atau sanksi denda paling sedikit Rp10 juta dan paling banyak Rp400 juta.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain dalam UU Ketenagakerjaan, cuti istri melahirkan juga dibahas dalam UU Nomor 4 Tahun 2024 tentan Kesejahteraan Ibu dan Anak (UU KIA).<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam Pasal 4, dijelaskan bahwa setiap ibu berhak mendapatkan pendampingan dari suami.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian dalam Pasal 6 dijelaskan bahwa suami berhak mendapatkan hak cuti pendampingan istri, yakni pada masa persalinan (melahirkan) yang diberikan selama 2 hari dan paling lama 3 hari berikutnya sesuai kesepakatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain mendampingi istri melahirkan, suami juga memiliki hak untuk mendampingi istri yang mengalami gugur kandung. <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/?ref=HRegulation\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/gajihub-banner-1024x1024.webp\" alt=\"gajihub banner\" class=\"wp-image-26178\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/gajihub-banner-1024x1024.webp 1024w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/gajihub-banner-300x300.webp 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/gajihub-banner-150x150.webp 150w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/gajihub-banner-768x768.webp 768w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/gajihub-banner.webp 1080w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/aturan-cuti-melahirkan\/\">Aturan Cuti Melahirkan sesuai UU Ketenagakerjaan dan UU KIA<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Berapa Durasi Cuti Istri Melahirkan di Indonesia?<\/h2>\n\n\n\n<p>Bagi suami yang mendampingi istri melahirkan mendapatkan hak cuti selama 2 hari.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini dijelaskan dalam UU Ketenagakerjaan Pasal 93 ayat (4) huruf c yang berbunyi:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>Suami\/isteri, orang tua\/mertua atau anak atau menantu meninggal dunia, dibayar untuk selama 2 (dua) hari.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Dalam UU KIA juga dibahas mengenai durasi cuti melahirkan bagi suami yakni selama 2 hari dan dapat diberikan paling lama 3 hari berikutnya sesuai kesepakatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut isinya lengkapnya:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>Suami sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berhak mendapatkan hak cuti pendampingan istri pada: a. masa persalinan, selama 2 (dua) hari dan dapat diberikan paling lama 3 (tiga) hari berikutnya atau sesuai dengan kesepakatan; atau b. saat mengalami keguguran, selama 2 (dua) hari.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/contoh-surat-cuti-melahirkan\/\">8 Contoh Surat Cuti Melahirkan dan Templatenya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apakah Cuti Istri Melahirkan Mendapatkan Bayaran Penuh?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"600\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/cuti-istri-melahirkan-dua.webp\" alt=\"cuti istri melahirkan\" class=\"wp-image-34321\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/cuti-istri-melahirkan-dua.webp 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/cuti-istri-melahirkan-dua-300x180.webp 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/cuti-istri-melahirkan-dua-768x461.webp 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Ya, suami yang mengambil cuti istri melahirkan mendapatkan bayaran penuh dari perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini dijelaskan dalam UU Ketenagakerjaan Pasal 93 ayat (2) huruf c.<\/p>\n\n\n\n<p>Di dalam pasal tersebut dijelaskan bahwa pekerja atau buruh tetap berhak mendapatkan upah ketika tidak masuk kerja karena istri melahirkan atau gugur kandung.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini artinya meski karyawan tidak masuk kerja karena cuti, karyawan tetap mendapatkan upah dari perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Siapa yang Berhak Mendapatkan Cuti Istri Melahirkan?<\/h2>\n\n\n\n<p>Lalu siapa yang berhak mendapatkan cuti istri melahirkan ini?<\/p>\n\n\n\n<p>Cuti istri melahirkan atau cuti ayah ini diberikan kepada suami dengan status karyawan swasta dan juga aparatur sipil negara atau ASN.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk suami dengan status karyawan swasta berhak mendapatkan cuti sebanyak 2 hari dan dapat ditambah hingga 3 hari sesuai dengan persetujuan.<\/p>\n\n\n\n<p> Sedangkan pada ASN atau Aparatur Sipil Negara dapat mengajukan cuti alasan penting untuk menemani istri yang menjalani persalinan dan pengambilan cuti ini tidak mengurangi jatah cuti tahunan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/aturan-cuti-karyawan-swasta\/\">Aturan Cuti Karyawan Swasta Terbaru dan Jenis-Jenisnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Cara Mengajukan Cuti Istri Melahirkan?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"600\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/cuti-istri-melahirkan-tiga.webp\" alt=\"ayah\" class=\"wp-image-34324\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/cuti-istri-melahirkan-tiga.webp 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/cuti-istri-melahirkan-tiga-300x180.webp 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/cuti-istri-melahirkan-tiga-768x461.webp 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Untuk mengajukan cuti ayah, ini langkah-langkah yang dapat Anda lakukan:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Konsultasi dengan Atasan<\/h3>\n\n\n\n<p>Langkah pertama adalah dengan melakukan konsultasi dengan atasan.<\/p>\n\n\n\n<p>Konsultasi ini berkaitan dengan pelaksanaan cuti di mana karyawan akan meninggalkan pekerjaan untuk 2 hingga 5 hari.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika memang ada pekerjaan yang belum selesai dan perlu untuk diselesaikan, atasan dapat berkoordinasi dengan karyawan lain untuk menggantikan sementara selama karyawan sedang cuti.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Siapkan Dokumen Pendukung<\/h3>\n\n\n\n<p>Kedua adalah menyiapkan dokumen pendukung.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini dapat dimulai dengan memberikan surat permohonan cuti hingga surat keterangan kelahiran atau surat keterangan rawat inap dari rumah sakit atau dari bidan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Ajukan ke HRD<\/h3>\n\n\n\n<p>Terakhir adalah dengan mengajukan ke HRD.<\/p>\n\n\n\n<p>Anda dapat menyerahkan dokumen-dokumen persyaratan ke HRD ataupun ke atasan langsung untuk mendapatkan persetujuan cuti.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/peraturan-cuti-karyawan\/\">Peraturan Cuti Karyawan sesuai UU Ketenagakerjaan dan Cipta Kerja<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apakah Perusahaan Boleh Menolak Cuti Istri Melahirkan?<\/h2>\n\n\n\n<p>Secara hukum, perusahaan dilarang menolak permohonan cuti ayah yang diajukan oleh karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini berlaku selama karyawan yang mengajukan cuti ayah memenuhi persyaratan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika perusahaan menolak pengajuan cuti dari karyawan maka perusahaan dianggap telah melanggar hak pekerja.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/maternity-leave\/\">Maternity Leave: Aturannya di Indonesia, Prosedur, dan Manfaat<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Perbandingan Cuti Ayah di Indonesia dan Luar Negeri?<\/h2>\n\n\n\n<p>Sesuai UU Ketenagakerjaan dan UU KIA, cuti ayah diberikan selama 2 hari dan paling banyak tambahan 3 hari lagi sesuai kesepakatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu bagaimana dengan cuti ayah yang ada di luar negeri?<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Cuti Ayah di Jepang<\/h3>\n\n\n\n<p>Jepang menjadi salah satu negara dengan kelahiran yang rendah di dunia.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada tahun 2025, <a href=\"https:\/\/money.kompas.com\/read\/2026\/02\/27\/063000226\/angka-kelahiran-jepang-terus-turun-desa-desa-terancam-kosong?page=all\">angka kelahiran di Jepang ada di angka 705.809<\/a> di mana angka ini turun 2,1% dibandingkan tahun 2024.<\/p>\n\n\n\n<p>Hingga saat ini pemerintah Jepang terus berupaya untuk menaikkan angka kelahiran ini, salah satunya dengan memberikan cuti ayah agar orang tua dapat mempersiapkan kelahiran anak dengan lebih matang.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari <a href=\"https:\/\/databoks.katadata.co.id\/layanan-konsumen-kesehatan\/statistik\/e9e8d1582604698\/10-negara-dengan-durasi-cuti-ayah-terpanjang\">data yang dilansir oleh katadata.co.id<\/a>, cuti ayah diberikan di Jepang sebanyak 28 hari atau selama 4 minggu. <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Cuti Ayah di Belgia<\/h3>\n\n\n\n<p>Belgi menjadi negara di Eropa yang menerapkan cuti bagi para ayah.<\/p>\n\n\n\n<p>Masih dilansir dari katadata.co.id, Belgia memberikan cuti ayah dengan durasi sama seperti di Jepang yakni selama 28 hari.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Cuti Ayah di Austria<\/h3>\n\n\n\n<p>Dari data yang ada dalam situ katadata.co.id, cuti ayah di Austria diberikan selama 30 hari.<\/p>\n\n\n\n<p>Biasanya cuti yang diambil ini tidak dibayar oleh perusahaan, namun karyawan dapat mengajukan tunjangan khusus dari pemerintah.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/uu-kia-2024\/\">UU KIA 2024: Pengertian dan Aturan Cuti Melahirkan Terbaru<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Cuti Ayah di Islandia<\/h3>\n\n\n\n<p>Islandia menempati posisi negara kedua dengan cuti ayah terpanjang yang ada di dunia.<\/p>\n\n\n\n<p>Islandia memberikan jatah cuti orang tua selama 12 bulan di mana ini dapat dibagi antara ibu selama 6 bulan dan ayah selama 6 bulan.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, orang tua juga dapat mentransfer cuti yang mereka miliki selama satu bulan kepada pasangan sehingga dapat memiliki durasi cuti orang tua lebih panjang.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada saat mengambil cuti ayah ini, <a href=\"https:\/\/www.tempo.co\/ekonomi\/6-negara-yang-menerapkan-cuti-ayah-pegawai-tetap-dapat-gaji--76085\">karyawan mendapatkan gaji sebesar 80% dari gaji tahunan yang didapatkan.<\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Cuti Ayah di Slovakia<\/h3>\n\n\n\n<p>Slovakia menjadi negera yang memberikan cuti ayah terlama yang ada di dunia, yakni selama 196 hari atau selama 6,5 bulan.<\/p>\n\n\n\n<p>Hak cuti ini dapat bertambah ketika ada kondisi khusus pada anak, misalnya melahirkan anak kembar dua atau lebih.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/download-contoh-surat-cuti-melahirkan-karyawan\/\">Download Contoh Surat Cuti Melahirkan Karyawan<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Manfaat Cuti Istri Melahirkan bagi Karyawan dan Keluarga?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"600\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/cuti-istri-melahirkan-empat.webp\" alt=\"cuti istri melahirkan\" class=\"wp-image-34322\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/cuti-istri-melahirkan-empat.webp 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/cuti-istri-melahirkan-empat-300x180.webp 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/cuti-istri-melahirkan-empat-768x461.webp 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Memberikan cuti kepada ayah tentunya dilakukan bukan tanpa alasan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kehadiran ayah pada momen kelahiran anak dan perawatan bayi baru lahir menjadi bagian penting yang harus diperhatikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut 5 manfaat cuti ayah bagi karyawan dan keluarga:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Bentuk Dukungan Nyata kepada Istri<\/h3>\n\n\n\n<p>Pertama adalah sebagai bentuk dukungan nyata kepada istri.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika hamil dan melahirkan, seorang istri sekaligus ibu harus melewati perjuangan dengan bertaruh nyawa.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini membuat mereka membutuhkan dukungan dari suami agar bisa melalui masa-masa ini dengan baik.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan adanya kehadiran suami ini, maka istri dan ibu baru ini bisa mendapatkan rasa aman, mengurangi tekanan mental, hingga dapat mempercepat pemulihan.<\/p>\n\n\n\n<p>Suami juga dapat berperan dalam merawat bayi, mengurus rumah, dan memberikan kekuatan emosional sehingga istri dan ibu dapat melaluinya fase rawan ini dengan baik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Memperkuat Ikatan Ayah dan Anak<\/h3>\n\n\n\n<p>Saat anak baru lahir, kehadiran ayah sangat penting untuk membangun ikatan dengan anak.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan adanya cuti ayah, ayah dapat menggunakannya untuk membangun komunikasi sejak awal kehidupan anak.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini dapat dilakukan dari hal-hal sederhana seperti mengganti popok bayi atau menenangkan ketika bayi menangis.<\/p>\n\n\n\n<p>Cara ini bisa memberikan pengaruh kedekatan ayah dengan anak di masa depan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Menurunkan Risiko Depresi pada Ibu<\/h3>\n\n\n\n<p>Melahirkan dan menjadi ibu baru menjadi momen yang krusial bagi seorang perempuan.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak hanya mengalami perubahan fisik, perempuan juga dapat mengalami perubahan emosional yang bisa berdampak pada depresi atau dikenal dengan depresi pasca-melahirkan (postpartum depression).<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan adanya kehadiran suami, maka perempuan dapat melalui masa-masa krusial ini dengan lebih baik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Mengurangi Tingkat Fatherless di Indonesia<\/h3>\n\n\n\n<p>Saat ini fenomena fatherless menjadi perbincangan hangat di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini karena tingkat fatherless di Indonesia yang cukup tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari <a href=\"https:\/\/jateng.kemendukbangga.go.id\/posts\/a5256988-5ba7-4309-92a0-93148a507448-rilis-data-fatherless-indonesia\">data BKKBN<\/a>, pada tahun 2025 sebanyak 25,8% anak di Indonesia mengalami fatherless.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi fatherless ini adalah dengan memberikan cuti ayah.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan adanya cuti ayah ini, ayah dapat hadir, peduli, dan aktif dalam pengasuhan anak, bukan hanya berperan sebagai pencari nafkah di keluarga.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Memberikan Manfaat Fisiologi untuk Bayi<\/h3>\n\n\n\n<p>Kehadiran ayah pada awal kelahiran anak dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan emosional dan kognitif bayi.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini karena kehadiran seorang ayah dapat memberikan stimulasi melalui sentuhan, interaksi, dan suara yang menenangkan, di mana ini semua menjadi fondasi penting dalam pertumbuhan bayi yang sehat secara mental dan fisik.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/kebijakan-cuti-karyawan\/\">Kebijakan Cuti Karyawan dan Jenis-Jenisnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p>Itulah tadi penjelasan lengkap mengenai cuti istri melahirkan yang dapat menjadi referensi untuk Anda.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari penjelasan artikel di atas dapat diketahui bahwa karyawan yang istrinya melahirkan mendapatkan cuti selama 2 hari dan tambahan 3 hari dengan kesepakatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pemberian cuti ini dilakukan agar suami dapat menemani dan memberikan dukungan kepada istri yang baru melahirkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, kehadiran ayah pada awal kehidupan bayi juga memberikan dampak positif bagi perkembangan fisik dan mental anak.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mengelola cuti istri melahirkan, pastikan Anda menggunakan software yang memadai, yakni <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/absensi\/\">software absensi<\/a> dari GajiHub.<\/p>\n\n\n\n<p>GajiHub merupakan software absensi yang dilengkapi dengan fitur-fitur terbaik untuk kemudahan pengelolaan karyawan, termasuk pengelolaan cuti karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pengajuan cuti di aplikasi GajiHub dapat dilakukan dengan sangat mudah, yakni melalui aplikasi GajiHub yang ada dapat didownload di Playstore dan Appstore.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi tunggu apa lagi, daftar GajiHub sekarang juga di <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/?ref=HRegulation\">tautan ini<\/a> dan dapatkan uji coba gratis selama 14 hari.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selain cuti melahirkan, tahukah Anda bahwa suami yang istri melahirkan juga mendapatkan hak cuti yang dikenal dengan cuti istri melahirkan?&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":34325,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[11745,11748,6593,11747,11744,11746,29,80,28,27],"class_list":["post-34235","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-regulasi","tag-aturan-cuti-istri-melahirkan","tag-cara-mengajukan-cuti-istri-melahirkan","tag-cuti-ayah","tag-cuti-ayah-di-luar-negeri","tag-cuti-istri-melahirkan","tag-cuti-istri-melahirkan-berapa-lama","tag-gajihub","tag-software-absensi","tag-software-hr","tag-software-payroll"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Aturan Cuti Istri Melahirkan sesuai UU Tenaga Kerja dan UU KIA<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Cuti istri melahirkan diberikan selama 2 hari dan tambahan 3 hari dengan kesepakatan. Baca selengkapnya hanya di sini\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/cuti-istri-melahirkan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Aturan Cuti Istri Melahirkan sesuai UU Tenaga Kerja dan UU KIA\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Cuti istri melahirkan diberikan selama 2 hari dan tambahan 3 hari dengan kesepakatan. Baca selengkapnya hanya di sini\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/cuti-istri-melahirkan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Gajihub Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-04-28T08:10:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-28T08:10:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/cuti-istri-melahirkan.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"960\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Desi Murniati\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@gajihub\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@gajihub\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Desi Murniati\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/cuti-istri-melahirkan\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/cuti-istri-melahirkan\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Desi Murniati\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e8b52481451a1e2c3d2011fa7d91ef8c\"},\"headline\":\"Aturan Cuti Istri Melahirkan sesuai UU Ketenagakerjaan dan UU KIA\",\"datePublished\":\"2026-04-28T08:10:56+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-28T08:10:58+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/cuti-istri-melahirkan\\\/\"},\"wordCount\":1646,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/cuti-istri-melahirkan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/cuti-istri-melahirkan.webp\",\"keywords\":[\"aturan cuti istri melahirkan\",\"cara mengajukan cuti istri melahirkan\",\"cuti ayah\",\"cuti ayah di luar negeri\",\"cuti istri melahirkan\",\"cuti istri melahirkan berapa lama\",\"GajiHub\",\"software absensi\",\"software HR\",\"software payroll\"],\"articleSection\":[\"Regulasi\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/cuti-istri-melahirkan\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/cuti-istri-melahirkan\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/cuti-istri-melahirkan\\\/\",\"name\":\"Aturan Cuti Istri Melahirkan sesuai UU Tenaga Kerja dan UU KIA\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/cuti-istri-melahirkan\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/cuti-istri-melahirkan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/cuti-istri-melahirkan.webp\",\"datePublished\":\"2026-04-28T08:10:56+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-28T08:10:58+00:00\",\"description\":\"Cuti istri melahirkan diberikan selama 2 hari dan tambahan 3 hari dengan kesepakatan. Baca selengkapnya hanya di sini\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/cuti-istri-melahirkan\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/cuti-istri-melahirkan\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/cuti-istri-melahirkan\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/cuti-istri-melahirkan.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/cuti-istri-melahirkan.webp\",\"width\":1920,\"height\":960,\"caption\":\"cuti istri melahirkan\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/cuti-istri-melahirkan\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Aturan Cuti Istri Melahirkan sesuai UU Ketenagakerjaan dan UU KIA\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Gajihub Blog\",\"description\":\"Informasi terlengkap mengenai pengelolaan SDM, HR, Payroll, dan karir\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Gajihub\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/gajihub-new-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/gajihub-new-logo.png\",\"width\":1010,\"height\":391,\"caption\":\"Gajihub\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/gajihubcom\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/gajihub\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/gajihub\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/gajihub\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/channel\\\/UCIR5sG2AkJSvvo0ala0nx-w\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e8b52481451a1e2c3d2011fa7d91ef8c\",\"name\":\"Desi Murniati\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7106b8fb468ecc208f601f1fac4a6a348c8c52121d1694cbe27cf3c6ee1a89cb?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7106b8fb468ecc208f601f1fac4a6a348c8c52121d1694cbe27cf3c6ee1a89cb?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7106b8fb468ecc208f601f1fac4a6a348c8c52121d1694cbe27cf3c6ee1a89cb?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Desi Murniati\"},\"description\":\"Berpengalaman lebih 5 tahun dalam penulisan tema manajemen dan karir. Desi bertujuan memberikan perspektif terbaru dari tulisannya.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/author\\\/desimurniati\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Aturan Cuti Istri Melahirkan sesuai UU Tenaga Kerja dan UU KIA","description":"Cuti istri melahirkan diberikan selama 2 hari dan tambahan 3 hari dengan kesepakatan. Baca selengkapnya hanya di sini","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/cuti-istri-melahirkan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Aturan Cuti Istri Melahirkan sesuai UU Tenaga Kerja dan UU KIA","og_description":"Cuti istri melahirkan diberikan selama 2 hari dan tambahan 3 hari dengan kesepakatan. Baca selengkapnya hanya di sini","og_url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/cuti-istri-melahirkan\/","og_site_name":"Gajihub Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom","article_published_time":"2026-04-28T08:10:56+00:00","article_modified_time":"2026-04-28T08:10:58+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":960,"url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/cuti-istri-melahirkan.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Desi Murniati","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@gajihub","twitter_site":"@gajihub","twitter_misc":{"Written by":"Desi Murniati","Est. reading time":"9 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/cuti-istri-melahirkan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/cuti-istri-melahirkan\/"},"author":{"name":"Desi Murniati","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/person\/e8b52481451a1e2c3d2011fa7d91ef8c"},"headline":"Aturan Cuti Istri Melahirkan sesuai UU Ketenagakerjaan dan UU KIA","datePublished":"2026-04-28T08:10:56+00:00","dateModified":"2026-04-28T08:10:58+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/cuti-istri-melahirkan\/"},"wordCount":1646,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/cuti-istri-melahirkan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/cuti-istri-melahirkan.webp","keywords":["aturan cuti istri melahirkan","cara mengajukan cuti istri melahirkan","cuti ayah","cuti ayah di luar negeri","cuti istri melahirkan","cuti istri melahirkan berapa lama","GajiHub","software absensi","software HR","software payroll"],"articleSection":["Regulasi"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/gajihub.com\/blog\/cuti-istri-melahirkan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/cuti-istri-melahirkan\/","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/cuti-istri-melahirkan\/","name":"Aturan Cuti Istri Melahirkan sesuai UU Tenaga Kerja dan UU KIA","isPartOf":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/cuti-istri-melahirkan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/cuti-istri-melahirkan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/cuti-istri-melahirkan.webp","datePublished":"2026-04-28T08:10:56+00:00","dateModified":"2026-04-28T08:10:58+00:00","description":"Cuti istri melahirkan diberikan selama 2 hari dan tambahan 3 hari dengan kesepakatan. Baca selengkapnya hanya di sini","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/cuti-istri-melahirkan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/gajihub.com\/blog\/cuti-istri-melahirkan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/cuti-istri-melahirkan\/#primaryimage","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/cuti-istri-melahirkan.webp","contentUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/cuti-istri-melahirkan.webp","width":1920,"height":960,"caption":"cuti istri melahirkan"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/cuti-istri-melahirkan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Aturan Cuti Istri Melahirkan sesuai UU Ketenagakerjaan dan UU KIA"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/","name":"Gajihub Blog","description":"Informasi terlengkap mengenai pengelolaan SDM, HR, Payroll, dan karir","publisher":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization","name":"Gajihub","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/gajihub-new-logo.png","contentUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/gajihub-new-logo.png","width":1010,"height":391,"caption":"Gajihub"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom","https:\/\/x.com\/gajihub","https:\/\/www.instagram.com\/gajihub\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/gajihub\/","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCIR5sG2AkJSvvo0ala0nx-w"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/person\/e8b52481451a1e2c3d2011fa7d91ef8c","name":"Desi Murniati","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7106b8fb468ecc208f601f1fac4a6a348c8c52121d1694cbe27cf3c6ee1a89cb?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7106b8fb468ecc208f601f1fac4a6a348c8c52121d1694cbe27cf3c6ee1a89cb?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7106b8fb468ecc208f601f1fac4a6a348c8c52121d1694cbe27cf3c6ee1a89cb?s=96&d=mm&r=g","caption":"Desi Murniati"},"description":"Berpengalaman lebih 5 tahun dalam penulisan tema manajemen dan karir. Desi bertujuan memberikan perspektif terbaru dari tulisannya.","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/author\/desimurniati\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/cuti-istri-melahirkan.webp","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34235","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34235"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34235\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34326,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34235\/revisions\/34326"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/34325"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34235"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34235"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34235"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}