{"id":34216,"date":"2026-04-27T04:34:39","date_gmt":"2026-04-27T04:34:39","guid":{"rendered":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/?p=34216"},"modified":"2026-04-27T04:34:42","modified_gmt":"2026-04-27T04:34:42","slug":"karyawan-sakit-berkepanjangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/karyawan-sakit-berkepanjangan\/","title":{"rendered":"Karyawan Sakit Berkepanjangan? Ini Aturan sesuai UU Ketenagakerjaan"},"content":{"rendered":"\n<p>Ada satu keadaan yang dapat dihadapi perusahaan berkaitan dengan karyawan yakni ketika karyawan sakit berkepanjangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini sering terjadi pada karyawan dengan riwayat sakit parah, seperti sakit ginjal, kanker, hingga typus ataupun penyakit karena virus.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini juga dapat terjadi karena kecelakaan parah yang membutuhkan waktu yang lama untuk penyembuhannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Tentunya keadaan ini dapat membuat dilema dari pemberi kerja ataupun tim HR perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya dari presensi karyawan dan jadwal kerja karyawan sakit ini dapat berpengaruh pada stabiliyas perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan dari sisi lain, mereka tetap memiliki hak bekerja dan mendapatkan gaji dengan syarat surat keterangan dari dokter.<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu bagaimana menghadapi situasi ini dan bagaimana aturan karyawan sakit berkepanjangan ini, apakah perusahaan diperbolehkan melakukan PHK?<\/p>\n\n\n\n<p>Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai karyawan sakit berkepanjangan dari pengertiannya, aturan, hingga aturan PHK-nya.<\/p>\n\n\n\n<p>Baca penjelasan lengkapnya hanya di bawah ini:<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Aturan Karyawan Sakit Berkepanjangan?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"600\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/karyawan-sakit-satu.webp\" alt=\"karyawan sakit berkepanjangan\" class=\"wp-image-34272\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/karyawan-sakit-satu.webp 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/karyawan-sakit-satu-300x180.webp 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/karyawan-sakit-satu-768x461.webp 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Dalam hubungan kerja antara perusahaan dan karyawan, ada keadaan di mana karyawan sakit berkepanjangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Keadaan ini dapat terjadi karena penyakit kronis yang diderita oleh karyawan ataupun karena kecelakaan yang dialami oleh karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini membuat karyawan tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya dan tentunya hal ini dapat berpengaruh pada performa kerja karyawan dan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu bagaimana aturan ketenagakerjaan mengatur mengenai karyawan yang sedang sakit dan membutuhkan istirahat dalam jangka waktu yang panjang ini?<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam UU Ketenagakerjaan Pasal 93 dijelaskan sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Upah tidak dibayarkan ketika karyawan tidak melaksanakan tugas ataupun pekerjaan mereka.<\/li>\n\n\n\n<li>Ketentuan di atas tidak berlaku dan perusahaan tetap wajib membayarkan gaji karyawan, apabila:\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Karyawan sakit sehingga tidak dapat masuk kerja<\/li>\n\n\n\n<li>Karyawan perempuan sakit pada hari pertama dan kedua masa haid sehingga tidak dapat masuk kerja.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Dari penjelasan di atas, maka karyawan yang sedang sakit termasuk sakit panjang tetap mendapatkan upah dari perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Bahkan perusahaan dilarang melakukan pemutusan hubungan kerja kepada karyawan yang sedang sakit seperti yang tercantum dalam UU Ketenagakerjaan Pasal 153, yakni:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pekerja\/buruh berhalangan masuk kerja karena sakit menurut keterangan dokter selama waktu tidak melampaui 12 (dua belas) bulan secara terus-menerus;<\/li>\n\n\n\n<li>Pekerja\/buruh dalam keadaan cacat tetap, sakit akibat kecelakaan kerja, atau sakit karena hubungan kerja yang menurut surat keterangan dokter yang jangka waktu penyembuhannya belum dapat dipastikan.<\/li>\n\n\n\n<li>Pemutusan hubungan kerja yang dilakukan dengan alasan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) batal demi hukum dan pengusaha wajib mempekerjakan kembali pekerja\/buruh yang bersangkutan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Namun perlu diperhatikan bahwa untuk bisa mendapatkan izin sakit ini karyawan wajib melampirkan surat keterangan dari rumah sakit atau dari dokter.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika tidak ada surat keterangan ini, maka karyawan yang tidak masuk kerja karena sakit akan dikategorikan sebagai mangkir.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/?ref=HRegulation\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/gajihub-banner-3-1024x1024.webp\" alt=\"gajihub banner 3\" class=\"wp-image-26177\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/gajihub-banner-3-1024x1024.webp 1024w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/gajihub-banner-3-300x300.webp 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/gajihub-banner-3-150x150.webp 150w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/gajihub-banner-3-768x768.webp 768w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/gajihub-banner-3.webp 1080w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/karyawan-sering-sakit\/\">Karyawan Sering Sakit? Berikut Hal yang perlu Dilakukan HR<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Hak dan Kewajiban Karyawan Sakit Berkepanjangan?<\/h2>\n\n\n\n<p>Ketika karyawan sakit dalam jangka waktu yang panjang, maka karyawan tetap mendapatkan hak dan kewajiban, yakni sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Hak Karyawan Sakit<\/h3>\n\n\n\n<p>Karyawan yang sedang sakit mendapatkan hak-hak sesuai penjelasan yang ada di dalam UU Ketenagakerjaan Pasal 93, yakni:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Dibayar 100% gaji untuk 4 bulan pertama;<\/li>\n\n\n\n<li>Dibayar 75% dari gaji untuk 4 bulan kedua;<\/li>\n\n\n\n<li>Dibayar 50% dari gaji untuk 4 bulan ketiga;<\/li>\n\n\n\n<li>Untuk bulan selanjutnya dibayarkan 25% dari gaji hingga dilakukan pemutusan hubungan kerja oleh perusahaan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Selain ketentuan pembayaran gaji di atas, karyawan yang sedang sakit juga tetap memiliki status kerja dan mendapatkan perlindungan dari PHK secara terbatas.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Kewajiban Karyawan Sakit<\/h3>\n\n\n\n<p>Selain mendapatkan hak dari perusahaan, karyawan yang sedang sakit juga tetap memiliki kewajiban sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Menyerahkan surat sakit keterangan sakit dari dokter untuk validasi kondisi dari sisi medis.<\/li>\n\n\n\n<li>Karyawan mengikuti mengikuti aturan cuti sakit yang berlaku di perusahaan.<\/li>\n\n\n\n<li>Sebagai bentuk transparansi, karyawan memberikan update kondisi terkini.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/peraturan-izin-sakit-karyawan\/\">Peraturan Izin Sakit Karyawan dan Hal yang Wajib Diperhatikan<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Boleh Perusahaan PHK Karyawan Sakit Berkepanjangan?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"600\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/karyawan-sakit-dua.webp\" alt=\"karyawan sakit berkepanjangan\" class=\"wp-image-34270\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/karyawan-sakit-dua.webp 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/karyawan-sakit-dua-300x180.webp 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/karyawan-sakit-dua-768x461.webp 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Jawabannya adalah tidak.<\/p>\n\n\n\n<p>Larangan memecat atau PHK karyawan yang sedang sakit ini berlaku dengan syarat karyawan <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/medical-leave\/\">cuti sakit<\/a> tidak lebih dari 12 bulan berturut-turut.<\/p>\n\n\n\n<p>Aturan ini sesuai dengan UU Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 Pasal 153.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sini perusahaan tetap wajib membayar upah karyawan yang sedang cuti sakit dan masih terikat kontrak dengan syarat wajib melampirkan surat keterangan dari dokter.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk pembayaran gaji karyawan yang sedang cuti sakit adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Dibayar 100% gaji untuk 4 bulan pertama;<\/li>\n\n\n\n<li>Dibayar 75% dari gaji untuk 4 bulan kedua;<\/li>\n\n\n\n<li>Dibayar 50% dari gaji untuk 4 bulan ketiga;<\/li>\n\n\n\n<li>Untuk bulan selanjutnya dibayarkan 25% dari gaji hingga dilakukan pemutusan hubungan kerja oleh perusahaan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Jika perusahaan mengabaikan poin-poin yang ada di atas, khususnya pada bagian membayar hak karyawan sakit berkepanjangan, maka dapat dikenakan sanksi pidana paling singkat selama 1 bulan.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk sanksi paling lama adalah selama 4 tahun dan\/atau denda paling sedikit Rp10.000.000 dan paling banyak adalah Rp400.000.000 sesuai dengan UU Ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/karyawan-sering-izin\/\">Karyawan Sering Izin: Apa yang Harus Dilakukan Perusahaan?<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Ketentuan PHK pada Karyawan Sakit Berkepanjangan?<\/h2>\n\n\n\n<p>Seperti penjelasan sebelumnya bahwa agar bisa mendapatkan <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/cuti-sakit-karyawan\/\">cuti sakit karyawan<\/a> wajib memberikan surat keterangan dari dokter.<\/p>\n\n\n\n<p>Surat ini menjadi bukti bahwa karyawan yang bersangkutan memang benar-benar sedang sakit dan tidak dapat melaksanakan tugas di prusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari surat keterangan dokter ini nantinya perusahaan memiliki dasar untuk kebijakan berkaitan dengan upah dan status pekerja yang bersangkutan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini berbeda ketika karyawan tidak memiliki surat keterangan dokter, maka status menjadi tidak jelas.<\/p>\n\n\n\n<p>Tanpa adanya surat keterangan dari dokter, <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/uu-cipta-kerja-tentang-mangkir\/\">perusahaan dapat menganggap karyawan mangkir<\/a> dari pekerjaan, di mana ini dapat berujung pemutusan hubungan kerja tanpa adanya pesangon.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karenanya, sangat penting bagi karyawan untuk memastikan kondisi kesehatan dapat terdokumentasi secara baik agar tidak kehilangan hak-hak ketenagakerjaannya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/menerima-gaji-meski-sedang-cuti\/\">Daftar Karyawan yang Menerima Gaji Meski Sedang Cuti dan Aturannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Perhitungan Pesangon PHK Karyawan Sakit Berkepanjangan?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"600\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/karyawan-sakit-tiga.webp\" alt=\"karyawan sakit berkepanjangan\" class=\"wp-image-34273\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/karyawan-sakit-tiga.webp 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/karyawan-sakit-tiga-300x180.webp 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/karyawan-sakit-tiga-768x461.webp 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Jika karyawan yang sakit berkepanjangan telah melebihi batas waktu yakni 12 bulan dan karyawan tetap tidak dapat menjalankan pekerjaan, maka perusahaan diperbolehkan untuk melakukan PHK dengan memberikan pesangon.<\/p>\n\n\n\n<p>Pesangon ini diatur dalam <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pp-35-tahun-2021\/\">Peraturan Perusahaan Nomor 35 Tahun 2021<\/a> Pasal 55, yakni sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Mendapatkan uang pesangon sebesar dua kali dari ketentuan yang ada dalam Pasal 40 ayat (2).<\/li>\n\n\n\n<li>Uang Penghargaan Masa Kerja sebesar satu kali dari ketentuan yang ada dalam Pasal 40 ayat (3).<\/li>\n\n\n\n<li>Uang penggantian hak sesuai dengan ketentuan Pasal 40 ayat (4).<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Untuk perhitungan uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan uang penggantian hak adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/cara-menghitung-pesangon\/\">Perhitungan Uang Pesangon<\/a><\/h3>\n\n\n\n<p>Sesuai dengan PP Nomor 35 Tahun 2021 Pasal 40 ayat (2), dijelaskan bahwa uang pesangon diberikan sesuai dengan masa kerja, yakni sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Kurang dari 1 tahun mendapatkan 1 bulan upah<\/li>\n\n\n\n<li>1-2 tahun mendapatkan 2 bulan upah<\/li>\n\n\n\n<li>2-3 tahun mendapatkan 3 bulan upah<\/li>\n\n\n\n<li>3-4 tahun mendapatkan 4 bulan upah<\/li>\n\n\n\n<li>4-5 tahun mendapatkan 5 bulan upah<\/li>\n\n\n\n<li>5-6 tahun mendapatkan 6 bulan upah<\/li>\n\n\n\n<li>6-7 tahun mendapatkan 7 bulan upah<\/li>\n\n\n\n<li>7-8 tahun mendapatkan 8 bulan upah<\/li>\n\n\n\n<li>Lebih dari 8 tahun mendapatkan 9 bulan upah.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Karena dalam kasus PHK sakit berkepanjangan pekerja mendapatkan dua kali pesangon, maka besaran pesangon yang didapatkan karyawan adalah dua kali jumlah pesangon sesuai masa kerjanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk memudahkan Anda dalam menghitung pesangon karyawan PHK, hitung dengan <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/kalkulator-pesangon\/\">kalkulator pesangon<\/a> ini.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/upmk-uang-penghargaan-masa-kerja\/\">Perhitungan Uang Penghargaan Masa Kerja<\/a><\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam Pasal 40 ayat (2) PP No 35 Tahun 2021 dijelaskan uang penghargaan masa kerja dihitung sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>3-6 tahun mendapatkan 2 bulan upah<\/li>\n\n\n\n<li>6-9 tahun mendapatkan 3 bulan upah<\/li>\n\n\n\n<li>9-12 tahun mendapatkan 4 bulan upaj<\/li>\n\n\n\n<li>12-15 tahun mendapatkan 5 bulan upah<\/li>\n\n\n\n<li>15-18 tahun mendapatkan 6 bulan upah<\/li>\n\n\n\n<li>18-21 tahun mendapatkan 7 bulan upah<\/li>\n\n\n\n<li>21-24 tahun mendapatkan 8 bulan upah<\/li>\n\n\n\n<li>Lebih dari 24 tahun mendapatkan 10 bulan upah<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Perhitungan Uang Penggantian Hak<\/h3>\n\n\n\n<p>Karyawan yang di-PHK karena sakit berkepanjangan juga berhak atas uang penggantian hak, yakni yang terdiri dari:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur<\/li>\n\n\n\n<li>Biaya atau ongkos pulang bagi pekerja dan keluarganya ke tempat di mana karyawan pertama kali diterima bekerja.<\/li>\n\n\n\n<li>Hal-hal lainnya yang ada dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, dan perjanjian kerja bersama.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/cuti-setengah-hari\/\">Cuti Setengah Hari: Aturan dan Manfaatnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apakah Karyawan Sakit Tetap Boleh Bekerja?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"600\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/karyawan-sakit-empat.webp\" alt=\"surat dokter\" class=\"wp-image-34271\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/karyawan-sakit-empat.webp 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/karyawan-sakit-empat-300x180.webp 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/karyawan-sakit-empat-768x461.webp 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Ada keadaan di mana karyawan yang sedang sakit dan tetap bekerja.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini sering terjadi karena mereka belum memahami aturan yang ada di dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan, sehingga mereka takut tidak dibayar jika tidak masuk kerja.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sini penting bagi perusahaan untuk menjelaskan kepada karyawan terkait risiko-risiko yang dapat muncul karena karyawan memaksakan masuk kerja.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, perusahaan juga memiliki hak untuk mengingatkan poin-poin yang ada di dalam kontrak kerja dan UU Ketenagakerjaan berkaitan dengan karyawan sakit.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini termasuk perusahaan diwajibkan membayar biaya perawatan karyawan yang sedang sakit berkepanjangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Khususnya jika sakit ini terjadi karena kecelakaan di tempat kerja atau setidaknya perusahaan memberikan fasilitas seperti asuransi kesehatan atau keselamatan kerja.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/mengenal-hak-cuti-karyawan-berdasarkan-undang-undang\/\">Mengenal Hak Cuti Karyawan Berdasarkan Undang Undang<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p>Itulah tadi penjelasan lengkap mengenai karyawan sakit berkepanjangan yang dapat menjadi referensi untuk Anda.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari penjelasan artikel di atas dapat diketahui bahwa karyawan yang sedang sakit berkepanjangan tetap mendapatkan upah dari perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Tentunya ini berlaku dengan syarat karyawan yang sakit memberikan surat keterangan dari dokter.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu perusahaan juga dilarang melakukan PHK kepada karyawan yang sedang sakit.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalaupun PHK tidak dapat dihindari, minimal karyawan telah mengalami sakit minimal selama 12 bulan.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk memudahkan perusahaan dalam mengelola karyawan termasuk dalam hal cuti dan izin, gunakan software absensi dari GajiHub.<\/p>\n\n\n\n<p>GajiHub merupakan <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/absensi\/\">software absensi<\/a> yang dilengkapi berbagai fitur untuk kemudahan pengelolaan karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan GajiHub pengajuan cuti dan sakit dapat dilakukan secara lebih mudah melalui aplikasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini termasuk ketika harus melampirkan surat keterangan dari dokter, semuanya dapat dilakukan secara mudah melalui aplikasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi tunggu apa lagi, daftar GajiHub sekarang juga di <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/?ref=HRegulation\">tautan ini<\/a> dan dapatkan uji coba gratis selama 14 hari.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada satu keadaan yang dapat dihadapi perusahaan berkaitan dengan karyawan yakni ketika karyawan sakit berkepanjangan. Ini sering terjadi pada karyawan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":34269,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[11737,11734,29,11731,11736,11738,11733,80,28,27],"class_list":["post-34216","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-regulasi","tag-apakah-karyawan-sakit-tetap-boleh-bekerja","tag-aturan-karyawan-sakit-berkepanjangan","tag-gajihub","tag-karyawan-sakit-berkepanjangan","tag-pesangon-karyawan-sakit-berkepanjangan","tag-phk-pada-karyawan-sakit-berkepanjangan","tag-regulasi-karyawan-sakit-berkepanjangan","tag-software-absensi","tag-software-hr","tag-software-payroll"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Karyawan Sakit Berkepanjangan? Ini Aturan sesuai UU Ketenagakerjaan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Karyawan sakit berkepanjangan dilarang di-PHK oleh perusahaan sesuai Undang-Undang. Simak lebih lengkapnya di sini\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/karyawan-sakit-berkepanjangan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Karyawan Sakit Berkepanjangan? Ini Aturan sesuai UU Ketenagakerjaan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Karyawan sakit berkepanjangan dilarang di-PHK oleh perusahaan sesuai Undang-Undang. Simak lebih lengkapnya di sini\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/karyawan-sakit-berkepanjangan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Gajihub Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-04-27T04:34:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-27T04:34:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/karyawan-sakit.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Desi Murniati\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@gajihub\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@gajihub\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Desi Murniati\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/karyawan-sakit-berkepanjangan\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/karyawan-sakit-berkepanjangan\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Desi Murniati\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e8b52481451a1e2c3d2011fa7d91ef8c\"},\"headline\":\"Karyawan Sakit Berkepanjangan? Ini Aturan sesuai UU Ketenagakerjaan\",\"datePublished\":\"2026-04-27T04:34:39+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-27T04:34:42+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/karyawan-sakit-berkepanjangan\\\/\"},\"wordCount\":1474,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/karyawan-sakit-berkepanjangan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/karyawan-sakit.webp\",\"keywords\":[\"apakah karyawan sakit tetap boleh bekerja\",\"aturan karyawan sakit berkepanjangan\",\"GajiHub\",\"karyawan sakit berkepanjangan\",\"pesangon karyawan sakit berkepanjangan\",\"PHK pada karyawan sakit berkepanjangan\",\"regulasi karyawan sakit berkepanjangan\",\"software absensi\",\"software HR\",\"software payroll\"],\"articleSection\":[\"Regulasi\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/karyawan-sakit-berkepanjangan\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/karyawan-sakit-berkepanjangan\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/karyawan-sakit-berkepanjangan\\\/\",\"name\":\"Karyawan Sakit Berkepanjangan? Ini Aturan sesuai UU Ketenagakerjaan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/karyawan-sakit-berkepanjangan\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/karyawan-sakit-berkepanjangan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/karyawan-sakit.webp\",\"datePublished\":\"2026-04-27T04:34:39+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-27T04:34:42+00:00\",\"description\":\"Karyawan sakit berkepanjangan dilarang di-PHK oleh perusahaan sesuai Undang-Undang. Simak lebih lengkapnya di sini\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/karyawan-sakit-berkepanjangan\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/karyawan-sakit-berkepanjangan\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/karyawan-sakit-berkepanjangan\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/karyawan-sakit.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/karyawan-sakit.webp\",\"width\":1200,\"height\":600,\"caption\":\"karyawan sakit berkepanjangan\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/karyawan-sakit-berkepanjangan\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Karyawan Sakit Berkepanjangan? Ini Aturan sesuai UU Ketenagakerjaan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Gajihub Blog\",\"description\":\"Informasi terlengkap mengenai pengelolaan SDM, HR, Payroll, dan karir\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Gajihub\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/gajihub-new-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/gajihub-new-logo.png\",\"width\":1010,\"height\":391,\"caption\":\"Gajihub\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/gajihubcom\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/gajihub\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/gajihub\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/gajihub\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/channel\\\/UCIR5sG2AkJSvvo0ala0nx-w\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e8b52481451a1e2c3d2011fa7d91ef8c\",\"name\":\"Desi Murniati\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7106b8fb468ecc208f601f1fac4a6a348c8c52121d1694cbe27cf3c6ee1a89cb?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7106b8fb468ecc208f601f1fac4a6a348c8c52121d1694cbe27cf3c6ee1a89cb?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7106b8fb468ecc208f601f1fac4a6a348c8c52121d1694cbe27cf3c6ee1a89cb?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Desi Murniati\"},\"description\":\"Berpengalaman lebih 5 tahun dalam penulisan tema manajemen dan karir. Desi bertujuan memberikan perspektif terbaru dari tulisannya.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/author\\\/desimurniati\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Karyawan Sakit Berkepanjangan? Ini Aturan sesuai UU Ketenagakerjaan","description":"Karyawan sakit berkepanjangan dilarang di-PHK oleh perusahaan sesuai Undang-Undang. Simak lebih lengkapnya di sini","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/karyawan-sakit-berkepanjangan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Karyawan Sakit Berkepanjangan? Ini Aturan sesuai UU Ketenagakerjaan","og_description":"Karyawan sakit berkepanjangan dilarang di-PHK oleh perusahaan sesuai Undang-Undang. Simak lebih lengkapnya di sini","og_url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/karyawan-sakit-berkepanjangan\/","og_site_name":"Gajihub Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom","article_published_time":"2026-04-27T04:34:39+00:00","article_modified_time":"2026-04-27T04:34:42+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":600,"url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/karyawan-sakit.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Desi Murniati","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@gajihub","twitter_site":"@gajihub","twitter_misc":{"Written by":"Desi Murniati","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/karyawan-sakit-berkepanjangan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/karyawan-sakit-berkepanjangan\/"},"author":{"name":"Desi Murniati","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/person\/e8b52481451a1e2c3d2011fa7d91ef8c"},"headline":"Karyawan Sakit Berkepanjangan? Ini Aturan sesuai UU Ketenagakerjaan","datePublished":"2026-04-27T04:34:39+00:00","dateModified":"2026-04-27T04:34:42+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/karyawan-sakit-berkepanjangan\/"},"wordCount":1474,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/karyawan-sakit-berkepanjangan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/karyawan-sakit.webp","keywords":["apakah karyawan sakit tetap boleh bekerja","aturan karyawan sakit berkepanjangan","GajiHub","karyawan sakit berkepanjangan","pesangon karyawan sakit berkepanjangan","PHK pada karyawan sakit berkepanjangan","regulasi karyawan sakit berkepanjangan","software absensi","software HR","software payroll"],"articleSection":["Regulasi"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/gajihub.com\/blog\/karyawan-sakit-berkepanjangan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/karyawan-sakit-berkepanjangan\/","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/karyawan-sakit-berkepanjangan\/","name":"Karyawan Sakit Berkepanjangan? Ini Aturan sesuai UU Ketenagakerjaan","isPartOf":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/karyawan-sakit-berkepanjangan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/karyawan-sakit-berkepanjangan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/karyawan-sakit.webp","datePublished":"2026-04-27T04:34:39+00:00","dateModified":"2026-04-27T04:34:42+00:00","description":"Karyawan sakit berkepanjangan dilarang di-PHK oleh perusahaan sesuai Undang-Undang. Simak lebih lengkapnya di sini","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/karyawan-sakit-berkepanjangan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/gajihub.com\/blog\/karyawan-sakit-berkepanjangan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/karyawan-sakit-berkepanjangan\/#primaryimage","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/karyawan-sakit.webp","contentUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/karyawan-sakit.webp","width":1200,"height":600,"caption":"karyawan sakit berkepanjangan"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/karyawan-sakit-berkepanjangan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Karyawan Sakit Berkepanjangan? Ini Aturan sesuai UU Ketenagakerjaan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/","name":"Gajihub Blog","description":"Informasi terlengkap mengenai pengelolaan SDM, HR, Payroll, dan karir","publisher":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization","name":"Gajihub","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/gajihub-new-logo.png","contentUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/gajihub-new-logo.png","width":1010,"height":391,"caption":"Gajihub"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom","https:\/\/x.com\/gajihub","https:\/\/www.instagram.com\/gajihub\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/gajihub\/","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCIR5sG2AkJSvvo0ala0nx-w"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/person\/e8b52481451a1e2c3d2011fa7d91ef8c","name":"Desi Murniati","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7106b8fb468ecc208f601f1fac4a6a348c8c52121d1694cbe27cf3c6ee1a89cb?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7106b8fb468ecc208f601f1fac4a6a348c8c52121d1694cbe27cf3c6ee1a89cb?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7106b8fb468ecc208f601f1fac4a6a348c8c52121d1694cbe27cf3c6ee1a89cb?s=96&d=mm&r=g","caption":"Desi Murniati"},"description":"Berpengalaman lebih 5 tahun dalam penulisan tema manajemen dan karir. Desi bertujuan memberikan perspektif terbaru dari tulisannya.","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/author\/desimurniati\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/karyawan-sakit.webp","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34216","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34216"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34216\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34305,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34216\/revisions\/34305"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/34269"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34216"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34216"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34216"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}