{"id":34175,"date":"2026-04-27T04:30:09","date_gmt":"2026-04-27T04:30:09","guid":{"rendered":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/?p=34175"},"modified":"2026-04-27T04:30:12","modified_gmt":"2026-04-27T04:30:12","slug":"aturan-cuti-melahirkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/aturan-cuti-melahirkan\/","title":{"rendered":"Aturan Cuti Melahirkan sesuai UU Ketenagakerjaan dan UU KIA"},"content":{"rendered":"\n<p>Aturan cuti melahirkan menjadi bagian penting yang wajib dipahami oleh HR dan karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p>Cuti melahirkan atau <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/maternity-leave\/\">maternity leave<\/a> merupakan hak yang didapatkan karyawan perempuan untuk mempersiapkan kelahiran buah hati mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Seperti yang diketahui, persalinan atau melahirkan merupakan momen yang sangat penting yang berhubungan dengan keselamatan ibu dan bayi.<\/p>\n\n\n\n<p>Pun, setelah melahirkan seorang ibu harus memasuki fase baru di hidup mereka yakni recovery dan mengurus bayi baru lahir.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini membuat setiap pekerja perempuan berhak atas cuti selama 1,5 bulan sebelum melahirkan dan 1,5 bulan setelah melahirkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu bagaimana aturan cuti melahirkan ini dan apakah cuti melahirkan dibayar oleh perusahaan?<\/p>\n\n\n\n<p>Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai aturan cuti melahirkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Anda dapat membaca penjelasan lengkapnya hanya di bawah ini:<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cuti Melahirkan Berapa Lama?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"600\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/aturan-cuti-melahirkan-satu.webp\" alt=\"aturan cuti melahirkan\" class=\"wp-image-34226\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/aturan-cuti-melahirkan-satu.webp 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/aturan-cuti-melahirkan-satu-300x180.webp 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/aturan-cuti-melahirkan-satu-768x461.webp 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Aturan mengenai cuti melahirkan diatur dalam Undang-Undang Cipta Kerja dan tidak ada perubahan dari Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Pasal 82 tentang Ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam UU Ketenagakerjaan Pasal 82 ini dijelaskan sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>Pekerja\/buruh perempuan berhak memperoleh istirahat selama 1,5 (satu setengah) bulan sebelum saatnya melahirkan anak dan 1,5 (satu setengah) bulan sesudah melahirkan menurut perhitungan dokter kandungan atau bidan.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Dari penjelasan Undang-Undang ini diketahui bahwa pekerja atau buruh wanita berhak mendapatkan cuti selama 1,5 bulan sebelum melahirkan dan 1,5 bulan setelah melahirkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Perhitungannya diambil dari HPL (Hari Perkiraan Lahir) yang diberikan oleh dokter.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, dalam mengajukan cuti melahirkan, karyawan wajib melampirkan surat keterangan dokter sebagai acuan kapan waktu cuti dimulai.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/?ref=HRegulation\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/gajihub-banner-1024x1024.webp\" alt=\"gajihub banner\" class=\"wp-image-26178\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/gajihub-banner-1024x1024.webp 1024w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/gajihub-banner-300x300.webp 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/gajihub-banner-150x150.webp 150w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/gajihub-banner-768x768.webp 768w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/gajihub-banner.webp 1080w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/aturan-cuti-karyawan-swasta\/\">Aturan Cuti Karyawan Swasta Terbaru dan Jenis-Jenisnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apakah Cuti Melahirkan Tetap Dibayar?<\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah Anda mengetahui berapa lama cuti melahirkan, selanjutnya adalah apakah cuti melahirkan ini tetap dibayar?<\/p>\n\n\n\n<p>Dilansir dari <a href=\"https:\/\/www.hukumonline.com\/klinik\/a\/apakah-karyawan-yang-cuti-melahirkan-terima-gaji-penuh-lt5670ea65f34fc\/\">Hukum Online<\/a>, dalam Pasal 84 UU Ketenagakerjaan jo. Pasal 5 ayat (2) UU KIA diatur bahwa pekerja perempuan yang menjalankan cuti hamil dan m<a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/menerima-gaji-meski-sedang-cuti\/\">elahirkan berhak atas gaji penuh<\/a> dengan perhitungan sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Dibayar penuh untuk 3 bulan pertama<\/li>\n\n\n\n<li>Dibayar penuh untuk bulan keempat<\/li>\n\n\n\n<li>Dibayar 75% dari total upah untuk bulan kelima dan keenam<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Ketentuan mengenai upah karyawan cuti melahirkan diperkuat oleh PP Pengupahan dan perubahannya di mana dijelaskan bahwa karyawan yang tidak masuk kerja dan\/atau tidak mampu melaksanakan pekerjaannya karena alasan cuti sebelum dan setelah melahirkan, maka berhak mendapatkan gaji penuh dari perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/tunjangan-melahirkan\/\">Tunjangan Melahirkan: Aturan dan Prosedurnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Siapa yang Berhak Mendapatkan Cuti Melahirkan?<\/h2>\n\n\n\n<p>Dalam UU KIA Pasal 4 ayat (3) dijelaskan bahwa <strong>setiap ibu yang bekerja<\/strong> berhak mendapatkan cuti 6 bulan dengan syarat sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Paling singkat 3 (tiga) bulan pertama;<\/li>\n\n\n\n<li>Paling lama 3 bulan berikutnya jika terdapat kondisi khusus yang dibuktikan surat keterangan dari dokter.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Dari penjelasan ini artinya setiap ibu yang bekerja berhak mendapatkan cuti melahirkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Tentunya ini tidak dipengaruhi oleh masa kerja seperti halnya cuti tahunan.<\/p>\n\n\n\n<p>Termasuk tidak dipengaruhi oleh status karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, baik itu berstatus PKWT ataupun PKWTT, setiap karyawan perempuan yang sedang hamil berhak mendapatkan cuti melahirkan tanpa melihat durasi bekerja.<\/p>\n\n\n\n<p><b>B<\/b><strong>aca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/kebijakan-cuti-karyawan\/\">Kebijakan Cuti Karyawan dan Jenis-Jenisnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apakah Suami Mendapatkan Cuti Saat Istri Melahirkan?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"600\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/aturan-cuti-melahirkan-tiga.webp\" alt=\"aturan cuti melahirkan\" class=\"wp-image-34227\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/aturan-cuti-melahirkan-tiga.webp 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/aturan-cuti-melahirkan-tiga-300x180.webp 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/aturan-cuti-melahirkan-tiga-768x461.webp 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Pertanyaan berikutnya adalah apakah suami mendapatkan cuti saat istri melahirkan?<\/p>\n\n\n\n<p>Jawabannya adalah iya, <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/cuti-melahirkan-bagi-suami\/\">suami mendapatkan cuti pada saat istri melahirkan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p>Cuti ini dibahas dalam Pasal 82 ayat (1) di mana dijelaskan bahwa upah tidak dibayarkan ketika karyawan tidak melaksanakan pekerjaan mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian dalam ayat (2) dijelaskan bahwa ketentuan dalam ayat (1) tidak berlaku dan pengusaha tetap diwajibkan membayar upah, salah satunya ketika istri melahirkan yang dijelaskan dalam ayat 2c yakni:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>Pekerja\/buruh tidak masuk bekerja karena pekerja\/buruh menikah, menikahkan, mengkhitankan, membaptiskan anaknya, isteri melahirkan atau keguguran kandungan, suami atau isteri atau anak atau menantu atau orang tua atau mertua atau anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia;<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Ini artinya karyawan yang mendampingi istri melahirkan berhak untuk mendapatkan cuti selama 2 hari dan tetap mendapatkan upah penuh.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini dijelaskan dalam UU Ketenagakerjaan Pasal 93 ayat (4c).<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/hak-cuti-karyawan-kontrak\/\">7 Hak Cuti Karyawan Kontrak dan Regulasi di Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Aturan Cuti Keguguran?<\/h2>\n\n\n\n<p>Bagaimana jika terjadi gugur kandung atau keguguran pada karyawan yang sedang hamil?<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini dijelaskan dalam UU Ketenagakerjaan Pasal 82 ayat (2), yakni sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>Pekerja\/buruh perempuan yang mengalami keguguran kandungan berhak memperoleh istirahat 1,5 (satu setengah) bulan atau sesuai dengan surat keterangan dokter kandungan atau bidan.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Pemberian <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/cuti-keguguran\/\">cuti keguguran<\/a> ini dilakukan agar karyawan dapat menggunakannya untuk memulihkan kesehatan fisik dan mental.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini karena keguguran tidak hanya berhubungan dengan fisik, namun juga mental karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p>Suami yang mendampingi istri yang mengalami gugur kandung juga berhak mendapatkan cuti selama 2 hari.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini dibahas dalam UU Ketenagakerjaan Pasal 93 ayat (2) dan ayat (4).<\/p>\n\n\n\n<p>Pemberian cuti mendampingi istri melahirkan dan gugur kandung dilakukan agar suami dapat memberikan dukungan di momen-momen penting tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/contoh-surat-cuti-melahirkan\/\">8 Contoh Surat Cuti Melahirkan dan Templatenya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apakah Cuti Melahirkan Dapat Diperpanjang?<\/h2>\n\n\n\n<p>Ya, cuti melahirkan dapat diperpanjang lebih dari yang biasanya diberikan (3 bulan).<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini dibahas dalam<a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/uu-kia-2024\/\"> UU KIA Pasal 4 ayat (3c)<\/a>, yakni sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>Paling lama 3 (tiga) bulan berikutnya jika terdapat kondisi khusus yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Artinya pemberian perpanjangan cuti melahirkan ini dilakukan dengan syarat tertentu yakni karena adanya kondisi khusus yang membuat ibu membutuhkan waktu istirahat lebih panjang.<\/p>\n\n\n\n<p>Pengajuan perpanjangan cuti ini juga harus dilengkapi dengan surat keterangan dari dokter.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apakah Karyawan Dapat Di-PHK Saat Cuti Melahirkan?<\/h2>\n\n\n\n<p>Tidak, perusahaan dilarang melakukan PHK pada karyawan yang sedang cuti melahirkan sesuai UU Ketenagakerjaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini dijelaskan dalam UU Ketenagakerjaan Pasal 153 ayat (1e), yakni isinya sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>pekerja\/buruh perempuan hamil, melahirkan, gugur kandungan, atau menyusui bayinya;<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Bagaimana jika perusahaan tetap melakukan PHK kepada karyawan saat cuti melahirkan ini?<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini dibahas dalam Pasal 153 ayat (2) UU Ketenagakerjaan, yakni sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>Pemutusan hubungan kerja yang dilakukan dengan alasan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) batal demi hukum dan pengusaha wajib mempekerjakan kembali pekerja\/buruh yang bersangkutan.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Jadi pemutusan hubungan kerja ini tidak berlaku dan karyawan dapat kembali bekerja di perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/peraturan-pekerja-perempuan\/\">8 Peraturan Pekerja Perempuan yang Wajib Perusahaan Taati<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Saja Syarat dan Cara Mengajukan Cuti Melahirkan?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"600\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/aturan-cuti-melahirkan-empay.webp\" alt=\"maternity leave\" class=\"wp-image-34225\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/aturan-cuti-melahirkan-empay.webp 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/aturan-cuti-melahirkan-empay-300x180.webp 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/aturan-cuti-melahirkan-empay-768x461.webp 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Untuk syarat dan mengajukan cuti melahirkan disesuaikan dengan aturan yang ada di perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun secara umum, berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan karyawan dalam mengajukan cuti melahirkan:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Pemberitahuan kepada Manajemen dan Atasan<\/h3>\n\n\n\n<p>Pertama adalah dengan melakukan pemberitahuan kepada manajemen dan atasan.<\/p>\n\n\n\n<p>Lakukan ini dari jauh-jauh hari mengingat durasi cuti melahirkan yang tidak sebentar.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini dilakukan agar perusahaan dapat mempersiapkan diri agar posisi yang ditinggalkan karyawan tidak kosong begitu saja.<\/p>\n\n\n\n<p>Anda juga dapat menyelesaikan pekerjaan dan mengalihtugaskan karyawan lain jika memang dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk pemberitahuannya dapat dilakukan secara tertulis ataupun secara lisan kepada manajemen dan atasan yang bersangkutan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Sertai dengan Surat Keterangan Dokter<\/h3>\n\n\n\n<p>Ketika mengajukan cuti melahirkan juga sertai dengan surat keterangan dari dokter.<\/p>\n\n\n\n<p>Surat keterangan dokter ini dibutuhkan untuk mendapatkan informasi mengenai keadaan Anda dan kapan tepatnya cuti dapat dimulai yang dihitung dari HPL (Hari Perkiraan Lahir).<\/p>\n\n\n\n<p>Selain surat keterangan dari dokter, Anda juga bisa melampirkan surat cuti melahirkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk contoh surat cuti melahirkan, Anda dapat mengaksesnya di <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/download-contoh-surat-cuti-melahirkan-karyawan\/\">contoh surat cuti melahirkan<\/a> ini.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Berikan Informasi Ketika Anak Lahir<\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah anak Anda lahir, jangan lupa untuk menginformasikannya kepada perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini penting untuk mengurus tunjangan-tunjangan yang dibutuhkan, misalnya dari asuransi kesehatan, reimbursement rumah sakit, hingga biaya untuk perawatan selama melahirkan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Perbedaan Cuti Melahirkan di Indonesia dan Negara Lain<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"600\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/aturan-cuti-melahirkan-dua.webp\" alt=\"aturan cuti melahirkan\" class=\"wp-image-34224\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/aturan-cuti-melahirkan-dua.webp 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/aturan-cuti-melahirkan-dua-300x180.webp 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/aturan-cuti-melahirkan-dua-768x461.webp 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Setelah Anda memahami aturan cuti yang ada di Indonesia, lalu bagaimana dengan aturan cuti yang ada di negara lain?<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut penjelasan lengkapnya untuk Anda:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Aturan Cuti Melahirkan di Vietnam<\/h3>\n\n\n\n<p>Di negara tetangga yang masih ada di kawasan Asia Tenggara, Vietnam, curti melahirkan diberikan kepada karyawan wanita baik yang bekerja di perusahaan ataupun instansi pemerintah secara adil dan merata.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari data yang dirilis oleh <a href=\"https:\/\/indonesiabaik.id\/infografis\/berapa-lama-cuti-melahirkan-di-berbagai-negara\">Indonesia Baik<\/a>, cuti melahirkan di Vietnam diberikan selama 180 hari.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Aturan Cuti Melahirkan di Australia<\/h3>\n\n\n\n<p>Australia memberikan peraturan cuti yang adil kepada karyawan wanita baik yang bekerja di perusahaan atau instansi pemerintah.<\/p>\n\n\n\n<p>Di Australia ini karyawati yang melahirkan mendapatkan cuti berbayar selama 14 hingga 25,9 minggu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Aturan Cuti Melahirkan di Arab Saudi<\/h3>\n\n\n\n<p>Di negara Arab Saudi, cuti melahirkan diberikan kepada karyawan yang bekerja di perusahaan dengan durasi selama kurang dari 14 minggu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Aturan Cuti Melahirkan di Swedia<\/h3>\n\n\n\n<p>Swedia menjadi salah satu negara yang memberikan cuti dengan durasi cukup panjang yakni selama 69 minggu.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Indonesia Baik, Swedia menjadi negara dengan durasi cuti melahirkan paling lama yang ada di dunia.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Durasi Cuti Melahirkan di Asia Tenggara dan Paling Lama di Dunia<\/h3>\n\n\n\n<p>Masih dari situs Indonesia Baik, berikut daftar durasi cuti yang ada di Asia Tenggara:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Vietnam selama 180 hari<\/li>\n\n\n\n<li>Indonesia selama  90-180 hari<\/li>\n\n\n\n<li>Singapura selama 84-112 hari<\/li>\n\n\n\n<li>Laos selama 105 hari<\/li>\n\n\n\n<li>Filipina selama 105 hari<\/li>\n\n\n\n<li>Malaysia, Thailand dan Myanmar selama 98 hari<\/li>\n\n\n\n<li>Kamboja selama 90 hari<\/li>\n\n\n\n<li>Brunei Darussalam selama 56 hari<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Sedangkan untuk negara dengan durasi cuti paling lama adalah sebagai berikiut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Swedia dengan durasi selama 69 minggu<\/li>\n\n\n\n<li>Bulgaria dengan durasi selama 58,6 minggu<\/li>\n\n\n\n<li>Inggris dengan durasi selama 52 minggu<\/li>\n\n\n\n<li>Kanada dengan durasi selama 50 minggu<\/li>\n\n\n\n<li>Norwegia dengan durasi selama 49-59 minggu<\/li>\n\n\n\n<li>Slovakia dengan durasi selama 34 minggu<\/li>\n\n\n\n<li>Republik Ceko dengan durasi selama 28-37 minggu<\/li>\n\n\n\n<li>Kroasia dan Selandia Baru dengan durasi selama 26 minggu<\/li>\n\n\n\n<li>Yunani dengan durasi selama 17 minggu<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/cuti-haid\/\">Cuti Haid: Ini Aturan dan Cara Mengajukannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apakah Karyawan Melahirkan di Luar Nikah Mendapatkan Cuti Melahirkan?<\/h2>\n\n\n\n<p>Salah satu pertanyaan yang dapat muncul ketika membahas mengenai cuti melahirkan adalah apakah karyawan yang melahirkan di luar nikah mendapatkan cuti melahirkan?<\/p>\n\n\n\n<p>Sesuai dengan aturan Undang-Undang yang ada, diketahui bahwa cuti hamil dan melahirkan tidak memandang status kehamilan dan pernikahan.<\/p>\n\n\n\n<p>Karyawan tetap berhak mendapatkan cuti melahirkan meski melahirkan tanpa ikatan pernikahan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini karena hak cuti melahirkan ini ditujukan kepada kondisi perempuan yang sedang hamil.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, tidak peduli karyawan telah menikah atau belum menikah, karyawan yang tengah hamil dan mendekati waktu melahirkan tetap berhak atas cuti melahirkan dari perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p>Itulah penjelasan lengkap mengenai aturan cuti melahirkan yang dapat menjadi referensi untuk Anda.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari penjelasan artikel di atas dapat diketahui bahwa aturan cuti melahirkan ini diatur dalam UU Ketenagakerjaan dan UU KIA.<\/p>\n\n\n\n<p>Setiap karyawan perempuan yang tengah hamil berhak atas cuti selama 1,5 bulan sebelum melahirkan dan 1,5 bulan setelah melahirkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Tentunya untuk pengajuan ini harus disertai dengan surat keterangan dari dokter sebagai dasat penentukan kapan cuti dapat dimulai.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk memudahkan pengelolaan karyawan di perusahaan Anda, gunakan <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/absensi\/\">software absensi<\/a> dari GajiHub.<\/p>\n\n\n\n<p>GajiHub merupakan software absensi yang dilengkapi berbagai fitur untuk kemudahan pengelolaan karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p>Daftar GajiHub di <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/?ref=HRegulation\">tautan ini<\/a> dan dapatkan uji coba gratis selama 14 hari.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aturan cuti melahirkan menjadi bagian penting yang wajib dipahami oleh HR dan karyawan. Cuti melahirkan atau maternity leave merupakan hak&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":34228,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[11711,6592,11710,7498,11709,29,80,28,175,27],"class_list":["post-34175","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-regulasi","tag-apakah-cuti-melahirkan-dibayar","tag-aturan-cuti-melahirkan","tag-cara-mengajukan-cuti-melahirkan","tag-cuti-melahirkan-bagi-suami","tag-cuti-melahirkan-berapa-lama","tag-gajihub","tag-software-absensi","tag-software-hr","tag-software-hris","tag-software-payroll"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Aturan Cuti Melahirkan sesuai UU Ketenagakerjaan dan UU KIA<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Aturan cuti melahirkan diberikan cuti 1,5 sebelum melahirkan dan 1,5 setelah melahirkan. Selengkapnya di sini\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/aturan-cuti-melahirkan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Aturan Cuti Melahirkan sesuai UU Ketenagakerjaan dan UU KIA\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Aturan cuti melahirkan diberikan cuti 1,5 sebelum melahirkan dan 1,5 setelah melahirkan. Selengkapnya di sini\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/aturan-cuti-melahirkan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Gajihub Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-04-27T04:30:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-27T04:30:12+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/aturan-cuti-melahirkan.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Desi Murniati\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@gajihub\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@gajihub\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Desi Murniati\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/aturan-cuti-melahirkan\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/aturan-cuti-melahirkan\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Desi Murniati\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e8b52481451a1e2c3d2011fa7d91ef8c\"},\"headline\":\"Aturan Cuti Melahirkan sesuai UU Ketenagakerjaan dan UU KIA\",\"datePublished\":\"2026-04-27T04:30:09+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-27T04:30:12+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/aturan-cuti-melahirkan\\\/\"},\"wordCount\":1633,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/aturan-cuti-melahirkan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/aturan-cuti-melahirkan.webp\",\"keywords\":[\"apakah cuti melahirkan dibayar\",\"aturan cuti melahirkan\",\"cara mengajukan cuti melahirkan\",\"cuti melahirkan bagi suami\",\"cuti melahirkan berapa lama\",\"GajiHub\",\"software absensi\",\"software HR\",\"software HRIS\",\"software payroll\"],\"articleSection\":[\"Regulasi\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/aturan-cuti-melahirkan\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/aturan-cuti-melahirkan\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/aturan-cuti-melahirkan\\\/\",\"name\":\"Aturan Cuti Melahirkan sesuai UU Ketenagakerjaan dan UU KIA\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/aturan-cuti-melahirkan\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/aturan-cuti-melahirkan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/aturan-cuti-melahirkan.webp\",\"datePublished\":\"2026-04-27T04:30:09+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-27T04:30:12+00:00\",\"description\":\"Aturan cuti melahirkan diberikan cuti 1,5 sebelum melahirkan dan 1,5 setelah melahirkan. Selengkapnya di sini\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/aturan-cuti-melahirkan\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/aturan-cuti-melahirkan\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/aturan-cuti-melahirkan\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/aturan-cuti-melahirkan.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/aturan-cuti-melahirkan.webp\",\"width\":1200,\"height\":600,\"caption\":\"aturan cuti melahirkan\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/aturan-cuti-melahirkan\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Aturan Cuti Melahirkan sesuai UU Ketenagakerjaan dan UU KIA\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Gajihub Blog\",\"description\":\"Informasi terlengkap mengenai pengelolaan SDM, HR, Payroll, dan karir\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Gajihub\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/gajihub-new-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/gajihub-new-logo.png\",\"width\":1010,\"height\":391,\"caption\":\"Gajihub\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/gajihubcom\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/gajihub\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/gajihub\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/gajihub\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/channel\\\/UCIR5sG2AkJSvvo0ala0nx-w\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e8b52481451a1e2c3d2011fa7d91ef8c\",\"name\":\"Desi Murniati\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7106b8fb468ecc208f601f1fac4a6a348c8c52121d1694cbe27cf3c6ee1a89cb?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7106b8fb468ecc208f601f1fac4a6a348c8c52121d1694cbe27cf3c6ee1a89cb?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7106b8fb468ecc208f601f1fac4a6a348c8c52121d1694cbe27cf3c6ee1a89cb?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Desi Murniati\"},\"description\":\"Berpengalaman lebih 5 tahun dalam penulisan tema manajemen dan karir. Desi bertujuan memberikan perspektif terbaru dari tulisannya.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/author\\\/desimurniati\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Aturan Cuti Melahirkan sesuai UU Ketenagakerjaan dan UU KIA","description":"Aturan cuti melahirkan diberikan cuti 1,5 sebelum melahirkan dan 1,5 setelah melahirkan. Selengkapnya di sini","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/aturan-cuti-melahirkan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Aturan Cuti Melahirkan sesuai UU Ketenagakerjaan dan UU KIA","og_description":"Aturan cuti melahirkan diberikan cuti 1,5 sebelum melahirkan dan 1,5 setelah melahirkan. Selengkapnya di sini","og_url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/aturan-cuti-melahirkan\/","og_site_name":"Gajihub Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom","article_published_time":"2026-04-27T04:30:09+00:00","article_modified_time":"2026-04-27T04:30:12+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":600,"url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/aturan-cuti-melahirkan.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Desi Murniati","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@gajihub","twitter_site":"@gajihub","twitter_misc":{"Written by":"Desi Murniati","Est. reading time":"9 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/aturan-cuti-melahirkan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/aturan-cuti-melahirkan\/"},"author":{"name":"Desi Murniati","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/person\/e8b52481451a1e2c3d2011fa7d91ef8c"},"headline":"Aturan Cuti Melahirkan sesuai UU Ketenagakerjaan dan UU KIA","datePublished":"2026-04-27T04:30:09+00:00","dateModified":"2026-04-27T04:30:12+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/aturan-cuti-melahirkan\/"},"wordCount":1633,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/aturan-cuti-melahirkan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/aturan-cuti-melahirkan.webp","keywords":["apakah cuti melahirkan dibayar","aturan cuti melahirkan","cara mengajukan cuti melahirkan","cuti melahirkan bagi suami","cuti melahirkan berapa lama","GajiHub","software absensi","software HR","software HRIS","software payroll"],"articleSection":["Regulasi"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/gajihub.com\/blog\/aturan-cuti-melahirkan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/aturan-cuti-melahirkan\/","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/aturan-cuti-melahirkan\/","name":"Aturan Cuti Melahirkan sesuai UU Ketenagakerjaan dan UU KIA","isPartOf":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/aturan-cuti-melahirkan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/aturan-cuti-melahirkan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/aturan-cuti-melahirkan.webp","datePublished":"2026-04-27T04:30:09+00:00","dateModified":"2026-04-27T04:30:12+00:00","description":"Aturan cuti melahirkan diberikan cuti 1,5 sebelum melahirkan dan 1,5 setelah melahirkan. Selengkapnya di sini","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/aturan-cuti-melahirkan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/gajihub.com\/blog\/aturan-cuti-melahirkan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/aturan-cuti-melahirkan\/#primaryimage","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/aturan-cuti-melahirkan.webp","contentUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/aturan-cuti-melahirkan.webp","width":1200,"height":600,"caption":"aturan cuti melahirkan"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/aturan-cuti-melahirkan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Aturan Cuti Melahirkan sesuai UU Ketenagakerjaan dan UU KIA"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/","name":"Gajihub Blog","description":"Informasi terlengkap mengenai pengelolaan SDM, HR, Payroll, dan karir","publisher":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization","name":"Gajihub","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/gajihub-new-logo.png","contentUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/gajihub-new-logo.png","width":1010,"height":391,"caption":"Gajihub"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom","https:\/\/x.com\/gajihub","https:\/\/www.instagram.com\/gajihub\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/gajihub\/","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCIR5sG2AkJSvvo0ala0nx-w"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/person\/e8b52481451a1e2c3d2011fa7d91ef8c","name":"Desi Murniati","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7106b8fb468ecc208f601f1fac4a6a348c8c52121d1694cbe27cf3c6ee1a89cb?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7106b8fb468ecc208f601f1fac4a6a348c8c52121d1694cbe27cf3c6ee1a89cb?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7106b8fb468ecc208f601f1fac4a6a348c8c52121d1694cbe27cf3c6ee1a89cb?s=96&d=mm&r=g","caption":"Desi Murniati"},"description":"Berpengalaman lebih 5 tahun dalam penulisan tema manajemen dan karir. Desi bertujuan memberikan perspektif terbaru dari tulisannya.","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/author\/desimurniati\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/aturan-cuti-melahirkan.webp","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34175","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34175"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34175\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34302,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34175\/revisions\/34302"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/34228"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34175"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34175"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34175"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}