{"id":34059,"date":"2026-09-03T06:16:44","date_gmt":"2026-09-03T06:16:44","guid":{"rendered":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/?p=34059"},"modified":"2026-09-03T06:16:46","modified_gmt":"2026-09-03T06:16:46","slug":"menghitung-kenaikan-gaji","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/menghitung-kenaikan-gaji\/","title":{"rendered":"Cara Menghitung Kenaikan Gaji dan Aturannya"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tahukah Anda bahwa setiap perusahaan wajib memahami cara menghitung kenaikan gaji karyawan?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kenaikan gaji karyawan ini penting karena berhubungan dengan peningkatan kinerja dan produktivitas karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika karyawan mendapatkan kenaikan gaji, maka mereka dapat meningkatkan produktivitas mereka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lalu bagaimana cara menghitung kenaikan gaji karyawan dan bagaimana menghitung persentasenya?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai cara menghitung kenaikan gaji dan persentasenya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca penjelasan lengkapnya hanya pada artikel di bawah ini:<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Cara Menghitung Kenaikan Gaji Karyawan?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"600\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/menghitung-kenaikan-gaji-satu.webp\" alt=\"cara menghitung kenaikan gaji\" class=\"wp-image-34075\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/menghitung-kenaikan-gaji-satu.webp 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/menghitung-kenaikan-gaji-satu-300x180.webp 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/menghitung-kenaikan-gaji-satu-768x461.webp 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk menghitung kenaikan gaji karyawan, perlu dipahami bahwa aturan mengenai kenaikan gaji karyawan disesuaikan dengan aturan yang dimiliki perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai contoh, perusahaan menetapkan aturan kenaikan gaji 5%, maka aturan ini berlaku bagi seluruh karyawan yang ada di perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari aturan ini nantinya dapat digunakan oleh tim HR untuk menghitung kenaikan gaji karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut rumus perhitungan kenaikan gaji karyawan yang dapat Anda gunakan:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kenaikan gaji karyawan = Gaji awal x persentase kenaikan gaji.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/?ref=Gajihebat\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/gajihub-banner-1024x1024.webp\" alt=\"gajihub banner\" class=\"wp-image-26178\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/gajihub-banner-1024x1024.webp 1024w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/gajihub-banner-300x300.webp 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/gajihub-banner-150x150.webp 150w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/gajihub-banner-768x768.webp 768w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/gajihub-banner.webp 1080w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Cara Menghitung Selisih Gaji Lama dan Gaji Baru?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam menghitung persentase kenaikan gaji karyawan, Anda dapat menggunakan rumus berikut ini:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Menghitung selisih gaji baru dan gaji lama:<br><strong>Selisih gaji = Gaji baru &#8211; gaji lama<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li>Membagi selisih gaji dan gaji lama:<br><strong>Rasio = Selisih gaji : gaji lama<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li>Mengalikan bilang desimal<br><strong>Persentase kenaikan gaji = Rasio x 100%<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika kenaikan gaji diberikan dalam bentuk rupiah, maka bisa mengakibatkan kebingungan bagi karyawan dalam menghitungnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini membuat perusahaan menetapkan kenaikan gaji ini dalam bentuk persentase.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Alasan mengapa dipilih dalam bentuk persentase ini untuk memudahkan perhitungan kenaikan gaji karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi, perusahaan dan karyawan dapat melacak dan mengaitkan dengan peringkat kinerja karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut cara menghitung kenaikan gaji berdasarkan persentase:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Cara Menghitung Selisih Gaji Baru dengan Gaji Lama<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk menghitung selisih gaji baru dengan gaji lama, Anda dapat menggunakan rumus yang telah disebutkan di ayas, yakni:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Selisih gaji = Gaji baru &#8211; gaji lama<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contohnya, PT Angkasa Putra menaikkan gaji karyawan dari Rp5.000.000 menjadi Rp5.200.000, maka selisih antara gaji baru dan gaji lama adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selisih gaji = Gaji baru &#8211; gaji lama<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">= Rp5.200.000 &#8211; Rp5.000.000<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">= Rp200.000<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Cara Membagi Selisih Gaji dengan Gaji Lama<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah Anda menemukan selisih gaji lama dengan gaji baru, maka selanjutnya adalah mencari persentase kenaikan upah dengan menghitung rasio selisih upah baru terhadap upah lama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Caranya adalah dengan membaginya agar menghasilkan pecahan desimal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rasio = Selisih gaji : gaji lama<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">= Rp200.000 : Rp5.000.000= 0.04<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Cara Mengalikan Bilangan Desimal<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah Anda mendapatkan bilang desimal di atas, maka berikutnya adalah mengalikan bilang desimal tersebut dengan persentase 100%.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Persentase kenaikan upah = 0,04 x 100%<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">= 4%<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi, kenaikan upah dari PT Angkasa Putra dari Rp5.000.000 menjadi Rp5.200.000 adalah 4%.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Saja Dokumen yang Dibutuhkan untuk Menghitung Kenaikan Gaji Karyawan?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk menghitung kenaikan gaji karyawan, ada dokumen-dokumen yang dibutuhkan, yakni sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Skala Upah<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dokumen yang pertama yang dibutuhkan untuk menghitung kenaikan gaji karyawan adalah dari skala upah yang dibuat oleh perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap perusahaan memiliki skala upah yang menjadi standar penggajian karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dokumen ini bisa dijadikan dasar dalam menghitung kenaikan gaji karyawan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Slip Gaji<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dokumen yang kedua adalah <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/contoh-slip-gaji-sederhana\/\">slip gaji<\/a>, yakni bukti<a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/tanda-terima-gaji\/\"> tanda terima gaji<\/a> yang diberikan perusahaan kepada karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di dalam slip gaji terdapat informasi yang berkaitan dengan penggajian, termasuk komponen-komponen gaji karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anda juga bisa membuat slip gaji ini secara otomatis dengan menggunakan<a href=\"https:\/\/slip.gajihub.com\/\"> template slip gaji<\/a> dari GajiHub ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan template slip gaji dari GajiHub, pembuatan slip gaji menjadi lebih mudah dan minim kesalahan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Surat Permohonan Kenaikan Gaji<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dokumen yang terakhir adalah surat permohonan kenaikan gaji yang diberikan manajer yang merekomendasikan kenaikan gaji.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain diberikan oleh manajer, <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/contoh-surat-permohonan-kenaikan-gaji\/\">surat permohonan kenaikan gaji <\/a>juga bisa diajukan oleh karyawan dan dokumen ini juga bisa menjadi dasar untuk menghitung kenaikan gaji.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Aturan Kenaikan Gaji Karyawan?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"600\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/menghitung-kenaikan-gaji-tiga.webp\" alt=\"cara menghitung kenaikan gaji\" class=\"wp-image-34076\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/menghitung-kenaikan-gaji-tiga.webp 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/menghitung-kenaikan-gaji-tiga-300x180.webp 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/menghitung-kenaikan-gaji-tiga-768x461.webp 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lalu bagaimana aturan kenaikan gaji karyawan?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk menentukan kenaikan gaji karyawan, ini disesuaikan dengan peraturan perusahaan dan ditetapkan dalam bentuk persentase pada masing-masing karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Besaran persentase kenaikan gaji ini pun dapat berbeda-beda, misalnya setiap tahun perusahaan mengumumkan adanya kenaikan gaji karyawan sebesar 5% unuk setiap karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini membuat besaran dan perhitungan gaji karyawan berbeda sesuai dengan jabatan yang dimiliki.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan tidak ada ketentuan yang menjelaskan secara rinci mengenai persentase kenaikan gaji karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.bps.go.id\/id\/statistics-table\/2\/MjU2MyMy\/rata-rata-upah-gaji-triwulanan-.html\">Dari data BPS<\/a> di November 2025 <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/rata-rata-gaji-di-indonesia\/\">rata-rata gaji di Indonesia<\/a> adalah 3,3 juta per bulan, tidak mengalami kenaikan yang signifikan dibandingkan Agustus 2025.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sedangkan dari <a href=\"https:\/\/databoks.katadata.co.id\/ketenagakerjaan\/statistik\/690c40978d238\/pertumbuhan-rata-rata-gaji-karyawan-ri-sampai-agustus-2025\">data Katadata<\/a> jika melihat perkembangan gaji selama periode Agustus 2016 hingga Agustus 2025, terjadi kenaikan gaji sebesar 30%.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kenaikan ini mengikuti kenaikan UMP dan UMK setiap tahunnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seperti yang diketahui, setiap tahun pemerintah melalui gubernur mengumumkan besaran UMP dan UMK untuk tahun berikutnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya kita melihat pada <a href=\"https:\/\/finance.detik.com\/berita-ekonomi-bisnis\/d-8275259\/kenaikan-ump-jakarta-dari-waktu-ke-waktu-pernah-naik-49\">kenaikan UMP di DKI Jakarta dari 2016-2026<\/a> berikut ini:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>UMP DKI Jakarta 2016: Rp 3.100.000 (naik 14,81%)<\/li>\n\n\n\n<li>UMP DKI Jakarta 2017: Rp 3.355.750 (naik 8,25%)<\/li>\n\n\n\n<li>UMP DKI Jakarta 2018: Rp 3.648.036 (naik 8,71%)<\/li>\n\n\n\n<li>UMP DKI Jakarta 2019: Rp 3.940.973 (naik 8,03%)<\/li>\n\n\n\n<li>UMP DKI Jakarta 2020: Rp 4.267.349 (naik 8,28%)<\/li>\n\n\n\n<li>UMP DKI Jakarta 2021: Rp 4.416.186 (naik 8,28%)<\/li>\n\n\n\n<li>UMP DKI Jakarta 2022: Rp 4.573.845 (naik 3,44%)<\/li>\n\n\n\n<li>UMP DKI Jakarta 2023: Rp 4.901.798 (naik 5,6%)<\/li>\n\n\n\n<li>UMP DKI Jakarta 2024: Rp 5.067.381 (naik 3,6%)<\/li>\n\n\n\n<li>UMP Jakarta 2025: Rp 5.396.761 (naik 6,5%)<\/li>\n\n\n\n<li>UMP Jakarta 2026: Rp5.729.876 (naik 6.17&amp;)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perusahaan juga dapat mengikuti kenaikan UMP dan UMK ini sebagai acuan dalam memberikan kenaikan gaji karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun tentunya untuk meningkatkan kinerja karyawan, perusahaan sebaiknya memiliki peraturan sendiri mengenai kenaikan gaji karyawan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Saja Jenis-Jenis Perhitungan Persentase Kenaikan Gaji?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"600\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/menghitung-kenaikan-gaji-empat.webp\" alt=\"salary\" class=\"wp-image-34074\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/menghitung-kenaikan-gaji-empat.webp 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/menghitung-kenaikan-gaji-empat-300x180.webp 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/menghitung-kenaikan-gaji-empat-768x461.webp 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut jenis-jenis perhitungan persentase kenaikan gaji yang penting untuk diketahui:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Kenaikan Basis Pasar<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di dalam kenaikan berbasis pasar, beberapa perusahaan memutuskan untuk menaikkan persentase gaji karyawan sesuai posisi yang ada dalam jangkauan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk itu, Anda dapat memulainya dengan persentase peningkatan yang dianggarkan secara keseluruhan dan alokasikan peningkatan ini untuk karyawan sesuai perkembangan jangkauan mereka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cara menghitung kenaikan gaji satu ini dapat dilakukan secara manual, meski ada cara yang lebih baik dan modern.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika Anda menggunakan cara manual, Anda dapat membuat tabel rekomendasi peningkatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di dalam tabel tersebut, Anda dapat menyertakan informasi yang dapat ditinjau oleh manajer untuk membuat keputusan yang efektif mengenai pembayarannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut rumus yang dapat digunakan untuk menghitung bidang utama dalam cara menghitung kenaikan gaji manual:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Compa-Ratio = Basis Tahunan Saat Ini\/Rentang Pertengahan<\/li>\n\n\n\n<li>Range penetration = (Basis Tahunan Saat Ini &#8211; Rentang Min) \/ (Rentang Maks &#8211; Rentang Min)<\/li>\n\n\n\n<li>Peningkatan Tahunan = Peningkatan % x Basis Tahunan Saat Ini<\/li>\n\n\n\n<li>Basis Tahunan Baru = Peningkatan Tahunan + Basis Tahunan Saat Ini<\/li>\n\n\n\n<li>Rasio Perbandingan Baru = Basis Tahunan Baru \/ Rentang Pertengahan<\/li>\n\n\n\n<li>New Range Penetration = (Basis Tahunan Baru &#8211; Rentang Min) \/ Rentang Maks &#8211; Rentang Min)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Kenaikan Basis Kinerja<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika kenaikan gaji dihitung berdasarkan kinerja karyawan, maka Anda dapat menggunakan matriks peningkatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di sini Anda dapat menentukan gaji sesuai dengan posisi dalam jangkauan dan kinerja, sesuai prioritas Anda alam memberikan penghargaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memberikan peningkatan yang lebih tinggi dapat memberikan lebih dari yang diharapkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika peningkatan yang lebih rendah dihitung untuk mereka yang memenuhi harapan atau tidak, dan mereka yang lebih tinggi dalam rentang mereka.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Saja yang Perlu Diperhatikan dalam Menghitung Kenaikan Gaji Karyawan?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam menentukan kenaikan gaji karyawan, berikut hal-hal yang perlu diperhatikan:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Pertimbangkan Kinerja Karyawan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal pertama yang perlu dipertimbangkan dalam memberikan kenaikan gaji karyawan adalah dengan mempertimbangkan kinerja karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Periksa ulasan kinerja terbaru setiap karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gunakan ulasan ini untuk identifikasi apakag karyawan telah melampaui sasaran dan target kinerja dalam satu tahun.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Ukur Tanggung Jawab Karyawan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, penting juga bagi Anda untuk mengukur tanggung jawab untuk kenaikan gaji karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karyawan dengan tanggung jawab besar tentunya lebih berhak untuk mendapatkan kenaikan gaji dibandingkan dengan tanggung jawab di bawahnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk mengukur tanggung jawab karyawan ini, Anda dapat berkoordinasi dengan tim leader di setiap divisi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan kenaikan gaji sesuai tanggung jawab ini dapat membuat karyawan termotivasi untuk meningkatkan kinerja.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Pahami Gaji Tipikal untuk Setiap Peran<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pasar gaji juga mengalami peningkatan dari waktu ke waktu, misalnya di tahun 2026 ada perubahan gaji desainer grafis dibandingkan tahun 2025.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anda wajib memahami gaji tipikal untuk setiap peran agar perusahaan Anda selaras dengan perkembangan gaji yang ada di pasar.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Evaluasi Keterampilan Karyawan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memberikan kenaikan gaji juga penting untuk mempertimbangakn keterampilan yang dimiliki karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karyawan dengan keterampilan yang memadai tentunya pantas mendapatkan gaji yang tinggi, terlebih ketika keterampilan ini tidak dimiliki oleh semua orang dan termasuk keterampilan yang langka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan memberikan kenaikan kepada karyawan dengan keterampilan yang memadai dapat membuat karyawan merasa dihargai dan dapat meningkatkan motivasi kerja.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Saja Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Gaji Karyawan?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"600\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/menghitung-kenaikan-gaji-dua-1.webp\" alt=\"cara menghitung kenaikan gaji\" class=\"wp-image-34080\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/menghitung-kenaikan-gaji-dua-1.webp 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/menghitung-kenaikan-gaji-dua-1-300x180.webp 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/menghitung-kenaikan-gaji-dua-1-768x461.webp 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/kenaikan-gaji-per-tahun\/\">Kenaikan gaji karyawan per tahun<\/a> dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut ini:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Aturan Pemerintah<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kenaikan gaji karyawan dilakukan untuk mendukung kehidupan yang layak dan ini diwujudkan oleh pemerintah melalui kenaikan upah minimum setiap tahunnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perusahaan dapat menggunakan kenaikan upah minimum ini sebagai dasar kenaikan upah karyawan setiap tahunnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Upah minimum ini merupakan upah terendah yang ditetapkan oleh pemerintah untuk posisi terbawah dengan masa kerja kurang dari satu tahun.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Inflasi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Inflasi juga menjadi faktor yang membuat terjadinya kenaikan gaji karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya ketika terjadi kenaikan BBM, maka ini dapat menjadi acuan untuk menghitung persentase kenaikan gaji sesuai PP Nomor 36 Tahun 2021.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Peningkatan Kesejahteraan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kenaikan gaji karyawan juga dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terlebih ketika bahan-bahan pokok semakin mengalami kenaikan dari hari ke hari, membuat karyawan membutuhkan uang lebih untuk memenuhi kebutuhan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di sini untuk mengukur kehidupan layak, dapat digunakan angka KHL atau Kebutuhan Hidup Layak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penentuan KHL ini dilakukan oleh hasil survei oleh Dewan Pengupahan Nasional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Angka ini kemudian dilakukan peninjauan paling tidak lima tahun sekali.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/strategi-negosiasi-gaji\/\">10 Strategi Penting untuk Melakukan Negosiasi Gaji<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Kemampuan Finansial Perusahaan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kenaikan gaji karyawan juga mempertimbangkan kemampuan finansial perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak semua perusahaan dalam kondisi finansial yang baik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi, ini dapat menjadi acuan dalam memberikan kenaikan gaji karyawan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Gaji Rata-Rata Industri<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Maksudnya di sini adalah gaji rata-rata yang diberikan perusahaan-perusahaan untuk jenis pekerjaan yang sama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, rata-rata gaji seorang sales adalah di angka Rp7.000.000.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Standar ini kemudian dapat digunakan perusahaan untuk menentukan gaji karyawan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Jenjang Karier dan Jabatan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terakhir dari jenjang karier dan jabatan yang dimiliki.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tentunya semakin tinggi jabatan dan tanggung jawab karyawan, maka semakin meningkat pula gaji yang didapatkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi, ketika terjadi promosi jabatan untuk karyawan, maka perusahaan harus menghitung persentase gaji karyawan sesuai dengan tanggung jawab yang dimiliki.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Contoh Perhitungan Persentase Kenaikan Gaji Karyawan?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perusahaan Angkasa Putra mengumumkan terjadi kenaikan gaji yang berlaku untuk setiap karyawan sebesar 5%.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Persentase kenaikan ini efektif berlaku sejak Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada 2 karyawan Angkasa Putra yang memiliki gaji berbeda, yakni Annisa gaji Rp5.000.000, Malik gaji Rp4.500.000, dan Indah gaji Rp5.200.000.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berapa kenaikan gaji 3 karyawan tersebut?<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Annisa<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kenaikan gaji Annisa: Rp5.000.000 x 5%<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">= Rp250.000<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi jika ditambahkan dengan gaji Annisa sebelumnya maka hasilnya adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rp5.000.000 + Rp250.000 = Rp5.250.000.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Malik<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kenaikan gaji Malik = Rp4.500.000 x 5%<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">= Rp225.000<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi jika ditambah dengan gaji Malik sebelumnya, maka hasilnya sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rp4.500.000 + Rp225.000 = Rp4.725.000.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Indah<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kenaikan gaji Indah = Rp5.200.000 x 5%<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">= Rp260.000<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi jika ditambah dengan gaji Indah sebelumnya, maka hasilnya sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rp5.200.000 + Rp260.000 = Rp5.460.000.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Cara Mendokumentasikan Kenaikan Gaji Karyawan?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain pentingnya menghitung kenaikan gaji karyawan dengan benar, Anda juga perlu mendokumentasikan kenaikan gaji ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perubahan nominal gaji sebaiknya tercermin dalam administrasi penggajian, seperti payroll, slip gaji, dan dokumen lain yang menerangkan penghasilan karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini termasuk di dalam <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/download-surat-keterangan-gaji\/\">surat keterangan gaji<\/a> yang dikeluarkan perusahaan untuk karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Surat keterangan gaji merupakan dokumen yang menerangkan gaji atau penghasilan karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Surat ini berbeda dengan slip gaji yang digunakan sebagai tanda terima gaji, di mana surat keterangan gaji digunakan untuk kebutuhan di luar perusahaan, seperti untuk pengajuan pinjaman, KPR, hingga pembuatan visa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika terjadi kenaikan gaji karyawan, maka surat keterangan gaji juga harus mengikuti kenaikan ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kenaikan gaji karyawan sangat penting dalam surat keterangan gaji karena bisa meningkatkan peluang pengajuan pinjaman, KPR, atau visa diterima.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Itulah tadi penjelasan lengkap mengenai cara menghitung kenaikan gaji karyawan yang dapat menjadi referensi untuk Anda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari penjelasan artikel di atas dapat diketahui bahwa cara menghitung kenaikan gaji karyawan dapat dilakukan dengan rumus sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kenaikan gaji karyawan = Gaji awal x persentase kenaikan gaji.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tentunya dalam menentukan kenaikan gaji karyawan penting untuk mempertimbangkan beberapa hal, seperti kinerja hingga kenaikan UMP.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk memudahkan Anda dalam menghitung kenaikan gaji karyawan, gunakan s<a href=\"https:\/\/gajihub.com\/payroll\/\">oftware payroll<\/a> dari GajiHub.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">GajiHb merupakan software payroll yang dilengkapi berbagai fitur untuk kemudahan pengelolaan karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daftar GajiHub sekarang juga di <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/?ref=Gajihebat\">tautan ini<\/a> dan dapatkan uji coba gratis selama 14 hari.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tahukah Anda bahwa setiap perusahaan wajib memahami cara menghitung kenaikan gaji karyawan? Kenaikan gaji karyawan ini penting karena berhubungan dengan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":34077,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[5592,1818,11649,11650,29,11651,5589,1817,80,175,27,44],"class_list":["post-34059","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tak-berkategori","tag-aturan-kenaikan-gaji","tag-cara-menghitung-kenaikan-gaji","tag-contoh-perhitungan-persentase-kenaikan-gaji","tag-faktor-yang-mempengaruhi-kenaikan-gaji","tag-gajihub","tag-jenis-jenis-perhitungan-kenaikan-gaji","tag-kenaikan-gaji","tag-menghitung-kenaikan-gaji","tag-software-absensi","tag-software-hris","tag-software-payroll","tag-tips-hr"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Cara Menghitung Kenaikan Gaji dan Aturannya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Cara menghitung kenaikan gaji dapat dilakukan dengan rumus Kenaikan gaji karyawan = Gaji awal x persentase kenaikan gaji. Lengkapnya di sini\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/menghitung-kenaikan-gaji\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Menghitung Kenaikan Gaji dan Aturannya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Cara menghitung kenaikan gaji dapat dilakukan dengan rumus Kenaikan gaji karyawan = Gaji awal x persentase kenaikan gaji. Lengkapnya di sini\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/menghitung-kenaikan-gaji\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Gajihub Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-03T06:16:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-09-03T06:16:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/menghitung-kenaikan-gaji.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Desi Murniati\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@gajihub\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@gajihub\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Desi Murniati\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/menghitung-kenaikan-gaji\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/menghitung-kenaikan-gaji\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Desi Murniati\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e8b52481451a1e2c3d2011fa7d91ef8c\"},\"headline\":\"Cara Menghitung Kenaikan Gaji dan Aturannya\",\"datePublished\":\"2026-09-03T06:16:44+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-03T06:16:46+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/menghitung-kenaikan-gaji\\\/\"},\"wordCount\":1932,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/menghitung-kenaikan-gaji\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/menghitung-kenaikan-gaji.webp\",\"keywords\":[\"aturan kenaikan gaji\",\"cara menghitung kenaikan gaji\",\"contoh perhitungan persentase kenaikan gaji\",\"faktor yang mempengaruhi kenaikan gaji\",\"GajiHub\",\"jenis-jenis perhitungan kenaikan gaji\",\"kenaikan gaji\",\"menghitung kenaikan gaji\",\"software absensi\",\"software HRIS\",\"software payroll\",\"tips HR\"],\"articleSection\":[\"Tak Berkategori\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/menghitung-kenaikan-gaji\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/menghitung-kenaikan-gaji\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/menghitung-kenaikan-gaji\\\/\",\"name\":\"Cara Menghitung Kenaikan Gaji dan Aturannya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/menghitung-kenaikan-gaji\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/menghitung-kenaikan-gaji\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/menghitung-kenaikan-gaji.webp\",\"datePublished\":\"2026-09-03T06:16:44+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-03T06:16:46+00:00\",\"description\":\"Cara menghitung kenaikan gaji dapat dilakukan dengan rumus Kenaikan gaji karyawan = Gaji awal x persentase kenaikan gaji. Lengkapnya di sini\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/menghitung-kenaikan-gaji\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/menghitung-kenaikan-gaji\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/menghitung-kenaikan-gaji\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/menghitung-kenaikan-gaji.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/menghitung-kenaikan-gaji.webp\",\"width\":1200,\"height\":600,\"caption\":\"cara menghitung kenaikan gaji\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/menghitung-kenaikan-gaji\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara Menghitung Kenaikan Gaji dan Aturannya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Gajihub Blog\",\"description\":\"Informasi terlengkap mengenai pengelolaan SDM, HR, Payroll, dan karir\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Gajihub\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/gajihub-new-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/gajihub-new-logo.png\",\"width\":1010,\"height\":391,\"caption\":\"Gajihub\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/gajihubcom\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/gajihub\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/gajihub\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/gajihub\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/channel\\\/UCIR5sG2AkJSvvo0ala0nx-w\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e8b52481451a1e2c3d2011fa7d91ef8c\",\"name\":\"Desi Murniati\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7106b8fb468ecc208f601f1fac4a6a348c8c52121d1694cbe27cf3c6ee1a89cb?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7106b8fb468ecc208f601f1fac4a6a348c8c52121d1694cbe27cf3c6ee1a89cb?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7106b8fb468ecc208f601f1fac4a6a348c8c52121d1694cbe27cf3c6ee1a89cb?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Desi Murniati\"},\"description\":\"Berpengalaman lebih 5 tahun dalam penulisan tema manajemen dan karir. Desi bertujuan memberikan perspektif terbaru dari tulisannya.\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/in\\\/desi-murniati-a1b6a5146\\\/\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/author\\\/desimurniati\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Menghitung Kenaikan Gaji dan Aturannya","description":"Cara menghitung kenaikan gaji dapat dilakukan dengan rumus Kenaikan gaji karyawan = Gaji awal x persentase kenaikan gaji. Lengkapnya di sini","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/menghitung-kenaikan-gaji\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Cara Menghitung Kenaikan Gaji dan Aturannya","og_description":"Cara menghitung kenaikan gaji dapat dilakukan dengan rumus Kenaikan gaji karyawan = Gaji awal x persentase kenaikan gaji. Lengkapnya di sini","og_url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/menghitung-kenaikan-gaji\/","og_site_name":"Gajihub Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom","article_published_time":"2026-09-03T06:16:44+00:00","article_modified_time":"2026-09-03T06:16:46+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":600,"url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/menghitung-kenaikan-gaji.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Desi Murniati","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@gajihub","twitter_site":"@gajihub","twitter_misc":{"Written by":"Desi Murniati","Est. reading time":"11 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/menghitung-kenaikan-gaji\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/menghitung-kenaikan-gaji\/"},"author":{"name":"Desi Murniati","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/person\/e8b52481451a1e2c3d2011fa7d91ef8c"},"headline":"Cara Menghitung Kenaikan Gaji dan Aturannya","datePublished":"2026-09-03T06:16:44+00:00","dateModified":"2026-09-03T06:16:46+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/menghitung-kenaikan-gaji\/"},"wordCount":1932,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/menghitung-kenaikan-gaji\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/menghitung-kenaikan-gaji.webp","keywords":["aturan kenaikan gaji","cara menghitung kenaikan gaji","contoh perhitungan persentase kenaikan gaji","faktor yang mempengaruhi kenaikan gaji","GajiHub","jenis-jenis perhitungan kenaikan gaji","kenaikan gaji","menghitung kenaikan gaji","software absensi","software HRIS","software payroll","tips HR"],"articleSection":["Tak Berkategori"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/gajihub.com\/blog\/menghitung-kenaikan-gaji\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/menghitung-kenaikan-gaji\/","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/menghitung-kenaikan-gaji\/","name":"Cara Menghitung Kenaikan Gaji dan Aturannya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/menghitung-kenaikan-gaji\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/menghitung-kenaikan-gaji\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/menghitung-kenaikan-gaji.webp","datePublished":"2026-09-03T06:16:44+00:00","dateModified":"2026-09-03T06:16:46+00:00","description":"Cara menghitung kenaikan gaji dapat dilakukan dengan rumus Kenaikan gaji karyawan = Gaji awal x persentase kenaikan gaji. Lengkapnya di sini","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/menghitung-kenaikan-gaji\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/gajihub.com\/blog\/menghitung-kenaikan-gaji\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/menghitung-kenaikan-gaji\/#primaryimage","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/menghitung-kenaikan-gaji.webp","contentUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/menghitung-kenaikan-gaji.webp","width":1200,"height":600,"caption":"cara menghitung kenaikan gaji"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/menghitung-kenaikan-gaji\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara Menghitung Kenaikan Gaji dan Aturannya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/","name":"Gajihub Blog","description":"Informasi terlengkap mengenai pengelolaan SDM, HR, Payroll, dan karir","publisher":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization","name":"Gajihub","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/gajihub-new-logo.png","contentUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/gajihub-new-logo.png","width":1010,"height":391,"caption":"Gajihub"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom","https:\/\/x.com\/gajihub","https:\/\/www.instagram.com\/gajihub\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/gajihub\/","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCIR5sG2AkJSvvo0ala0nx-w"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/person\/e8b52481451a1e2c3d2011fa7d91ef8c","name":"Desi Murniati","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7106b8fb468ecc208f601f1fac4a6a348c8c52121d1694cbe27cf3c6ee1a89cb?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7106b8fb468ecc208f601f1fac4a6a348c8c52121d1694cbe27cf3c6ee1a89cb?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7106b8fb468ecc208f601f1fac4a6a348c8c52121d1694cbe27cf3c6ee1a89cb?s=96&d=mm&r=g","caption":"Desi Murniati"},"description":"Berpengalaman lebih 5 tahun dalam penulisan tema manajemen dan karir. Desi bertujuan memberikan perspektif terbaru dari tulisannya.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/desi-murniati-a1b6a5146\/"],"url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/author\/desimurniati\/"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/menghitung-kenaikan-gaji.webp","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34059","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34059"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34059\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":36154,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34059\/revisions\/36154"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/34077"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34059"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34059"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34059"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}