{"id":3384,"date":"2023-05-17T08:56:27","date_gmt":"2023-05-17T08:56:27","guid":{"rendered":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/?p=3384"},"modified":"2026-02-23T00:59:00","modified_gmt":"2026-02-23T00:59:00","slug":"uu-ketenagakerjaan-terbaru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/uu-ketenagakerjaan-terbaru\/","title":{"rendered":"UU Ketenagakerjaan Terbaru, Ketahui Poin-Poin Pentingnya"},"content":{"rendered":"\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai pedoman dalam menjalani suatu pekerjaan, karyawan perlu memahami poin-poin yang terkandung dalam <\/span><a href=\"https:\/\/kemenperin.go.id\/kompetensi\/UU_13_2003.pdf\"><span style=\"font-weight: 400;\">Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karyawan juga <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">harus selalu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">up to date <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dengan Undang-Undang&nbsp; Ketenagakerjaan terbaru. Pasalnya, terdapat aturan ketenagakerjaan terbaru yang tercantum dalam Undang-Undang (UU) tentang Cipta Kerja atau UU No.11 Tahun 2020.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><b>Panduan Lengkap Memahami UU Ketenagakerjaan Terbaru Indonesia&nbsp;<\/b><\/h2>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">UU Ketenagakerjaan dapat menjadi panduan karyawan untuk mengetahui hak dan kewajiban yang dimiliki. Pada artikel kali ini, Gajihub akan menjabarkan beberapa poin penting yang wajib dipahami oleh karyawan.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><b>Aturan J<\/b><b>am Kerja Sesuai UU Ketenagakerjaan Terbaru<\/b><\/h2>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Waktu kerja karyawan diatur dalam Pasal 7 ayat (1) UU Ketenagakerjaan. Pasal tersebut menyebutkan ada dua sistem yang dapat dipilih untuk menentukan waktu kerja, yaitu:&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Perusahaan yang menerapkan 6 hari kerja, maka <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/aturan-jam-kerja\/\">jam kerja karyawan<\/a> 7 jam dalam 1 hari dan 40 jam dalam satu minggu. <\/span><\/li>\n\n\n\n<li>Perusahaan yang menerapkan 5 hari kerja, maka jam kerja karyawan 8 jam dalam 1 hari dan 40 jam dalam satu minggu.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><b>Ketentuan Lembur&nbsp;<\/b><\/h2>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada dua hal yang perlu diperhatikan mengenai ketentuan lembur, yaitu waktu lembur serta sistem perhitungan upah lembur.&nbsp;<\/span><b><\/b><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><b>1. Waktu Lembur&nbsp;<\/b><\/h3>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketentuan lembur tercantum dalam Pasal 78 UU Ketenagakerjaan yang menjelaskan bahwa maksimal waktu lembur dalam satu hari adalah 3 jam dan 14 jam dalam satu minggu. Apabila pekerja menjalani jam kerja tersebut atau melebihi waktu kerja, maka perusahaan wajib membayar upah kerja lembur.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/ketengakerjaan-adalah\/\">Ketenagakerjaan Adalah: Ini Permasalahan, dan Solusinya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><b>2. Aturan Perhitungan Upah Lembur&nbsp;<\/b><\/h3>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kepmenakertrans) No.102\/MEN\/VI\/2004 upah lembur dihitung dengan cara mengalikan besaran upah per jam dengan jumlah jam lembur yang dilakukan.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Besaran upah per jam yang digunakan sebagai acuan adalah upah per jam yang sudah ditetapkan perusahaan atau upah&nbsp; minimum yang berlaku di wilayah tempat perusahaan berada.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian, jika lembur dilakukan pada hari libur nasional atau hari libur pekerja, maka upah per jam ditetapkan paling sedikit 2 kali dari besaran upah per jam biasa.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/iuran-bpjs-kesehatan\/\">Iuran BPJS Kesehatan, Simak Manfaat, Besaran, dan Cara Pembayarannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><b>Status Karyawan&nbsp;<\/b><\/h2>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Status karyawan berkaitan dengan Kontrak Kerja atau Perjanjian Kerja, yakni suatu perjanjian antara pekerja dan pengusaha secara lisan atau tulisan, baik dalam waktu tertentu maupun tidak tertentu yang memuat syarat-syarat kerja, hak, serta kewajiban pekerja dan perusahaan.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Status karyawan sendiri dibagi ke dalam beberapa golongan sesuai yang tercantum dalam UU Ketenagakerjaan No.13 Tahun 2003, yaitu:&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><b>1. Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT)&nbsp;<\/b><\/h3>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketentuan tentang PKWT atau karyawan kontrak diatur dalam Pasal 57 UU Ketenagakerjaan terbaru. Karyawan yang berstatus PKWT adalah mereka yang bekerja untuk perusahaan dalam waktu tertentu.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya dalam Pasal 59 ayat (1) dijelaskan bahwa karyawan termasuk golongan PKWT apabila kontrak kerja tidak lebih dari tiga tahun dan tidak ada masa percobaan kerja atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">probation.&nbsp;<\/span><\/i><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><b>2. Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT)<\/b><\/h3>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">PKWT merupakan perjanjian hubungan kerja yang bersifat tetap, sehingga karyawan dengan status PKWT juga disebut dengan karyawan tetap.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">PKWTT memiliki syarat masa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">probation <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dengan waktu paling lama tiga bulan. Apabila melebihi dari waktu tiga bulan, maka dinyatakan sebagai karyawan PKWTT atau tetap.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><b>3. Outsourcing&nbsp;<\/b><\/h3>\n\n\n\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Outsourcing <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">atau alih daya adalah pemanfaatan tenaga kerja yang disediakan oleh pihak ketiga untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu. Hak dan kewajibannya sendiri telah diatur dalam UU Ketenagakerjaan Pasal 65 ayat (1).&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aturan tersebut menjelaskan bahwa pekerja <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">outsourcing <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">hanya dapat dimanfaatkan sebagai kegiatan jasa penunjang atau kegiatan yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Baca juga: <\/span><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/hak-karyawan-tetap\/\"><b>Hak Karyawan Tetap dan Bedanya dengan Karyawan Tidak Tetap&nbsp;<\/b><\/a><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/daftar\/\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"500\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/01-1200x500-Landscape.jpg\" alt=\"gajihub 4\" class=\"wp-image-421\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/01-1200x500-Landscape.jpg 1200w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/01-1200x500-Landscape-300x125.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/01-1200x500-Landscape-1024x427.jpg 1024w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/01-1200x500-Landscape-768x320.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><b>Pengupahan&nbsp;<\/b><\/h2>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah bekerja dalam kurun waktu tertentu, tentunya karyawan akan mendapatkan upah sebagai bentuk kompensasi dari perusahaan. Tak hanya upah pokok, perusahaan pun wajib memberikan bentuk kompensasi lain sesuai yang tercantum pada UU Ketenagakerjaan terbaru.<\/span><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><b>1. Kompensasi Wajib Untuk Karyawan&nbsp;<\/b><\/h3>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aturan pengupahan tercantum pada UU Ketenagakerjaan terbaru Pasal 88 ayat (1) yang menjelaskan bahwa setiap karyawan berhak memperoleh penghasilan untuk memenuhi kehidupan secara layak. Berdasarkan aturan tersebut, perusahaan wajib memberikan kompensasi kepada karyawan dalam bentuk:&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Upah minimum.<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Upah kerja lembur.<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Upah tidak masuk kerja karena berhalangan.<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Upah tidak masuk kerja karena terdapat kegiatan di luar pekerjaan.<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Upah karena menjalankan hak waktu istirahat kerja.\u00a0<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Bentuk dan cara pembayaran upah.\u00a0<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Denda dan pemotongan upah.\u00a0<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Semua hal yang berkaitan dengan perhitungan upah.\u00a0<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Struktur dan skala pengupahan yang proporsional.\u00a0<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Upah untuk pembayaran pesangon.\u00a0<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Upah untuk perhitungan PPh pasal 21.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian, pada Pasal 88 ayat (4) pemerintah telah menetapkan upah minimum berdasarkan kebutuhan hidup layak (KHL), produktivitas, dan pertumbuhan ekonomi.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Agar karyawan mendapatkan haknya untuk memperoleh kehidupan layak, maka dalam Pasal 89 pemerintah pun melarang pembayaran upah yang lebih rendah dari upah minimum.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, apabila perusahaan tidak mampu membayar upah minimum, maka dapat dilakukan penangguhan yang aturannya disesuaikan dengan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><b>2. Kewajiban Pembayaran Upah<\/b><\/h3>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kewajiban pembayaran upah diatur dalam UU Ketenagakerjaan terbaru Pasal 93 ayat (2) yang menyatakan bahwa perusahaan tetap wajib memberikan upah kepada karyawan apabila:&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">karyawan sakit sehingga tidak mampu bekerja.\u00a0<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">karyawan perempuan yang sakit akibat haid hari pertama dan kedua.\u00a0<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">karyawan yang tidak hadir karena menikah, menikahkan, mengkhitankan, membaptiskan anaknya, istri melahirkan atau keguguran kandungan, suami\/istri\/anak\/menantu\/orangtua\/ mertua\/anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia.\u00a0<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">karyawan yang tidak bekerja karena sedang menjalankan kewajiban negara.\u00a0<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">karyawan yang tidak dapat bekerja karena sedang menjalankan perintah agamanya.\u00a0<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">karyawan bersedia melakukan pekerjaan yang telah dijanjikan tetapi perusahaan tidak mempekerjakannya, baik karena kesalahan sendiri atau halangan yang seharusnya dapat dihindari perusahaan.\u00a0<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">karyawan yang sedang melaksanakan hak istirahat.\u00a0<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">karyawan melaksanakan tugas serikat pekerja atas persetujuan perusahaan.\u00a0<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">karyawan melaksanakan tugas pendidikan dari perusahaan.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Baca juga: <\/span><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/serikat-pekerja\/\"><b>Serikat Pekerja: Pengertian, Manfaat, dan Regulasi yang Mengaturnya&nbsp;<\/b><\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><b>3. Perhitungan Upah Pokok&nbsp;<\/b><\/h3>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan UU Ketenagakerjaan Pasal 94 komponen upah terdiri dari upah pokok dan tunjangan tetap. Kemudian, dijelaskan bahwa upah pokok sedikit-dikitnya 75% dari jumlah upah pokok dan tunjangan tetap.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila karyawan melanggar aturan yang berlaku, maka karyawan tersebut dikenakan denda. Sementara jika perusahaan terlambat membayar upah kepada karyawan, perusahaan akan dikenakan denda sesuai dengan persentase dari jumlah gaji.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/daftar\/\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/01-1080x1080-Feed-1024x1024.jpg\" alt=\"gajihub 1\" class=\"wp-image-418\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/01-1080x1080-Feed-1024x1024.jpg 1024w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/01-1080x1080-Feed-300x300.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/01-1080x1080-Feed-150x150.jpg 150w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/01-1080x1080-Feed-768x768.jpg 768w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/01-1080x1080-Feed.jpg 1080w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><b>Cuti&nbsp;<\/b><\/h2>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap karyawan tentunya berhak mendapatkan cuti sesuai yang telah diatur dalam Pasal 79 ayat (2) UU Ketenagakerjaan. Pasal tersebut menjelaskan bahwa karyawan berhak memperoleh cuti sekurang-kurangnya selama 12 hari.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adapun jenis-jenis hak cuti yang wajib diketahui oleh karyawan di antaranya adalah:&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><b>1. Cuti Tahunan&nbsp;<\/b><\/h3>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cuti tahunan diatur dalam Pasal 79 dan 84 Undang Undang Ketenagakerjaan No.13 Tahun 2003 yang menyebutkan setiap karyawan yang telah bekerja selama satu tahun berhak mendapatkan cuti tahunan sebanyak 12 hari.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun demikian, setiap perusahaan tetap memiliki kewenangan untuk mengatur hak cuti tahunan karyawan sesuai kesepakatan antara perusahaan dan karyawan.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><b>2. Cuti Sakit<\/b><\/h3>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap karyawan berhak mendapatkan cuti sakit dengan menyertakan surat keterangan dokter, sehingga durasi cutinya akan disesuaikan dengan saran dokter.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di samping itu, sesuai yang tercantum pada Pasal 81 ayat (1) UU Ketenagakerjaan, karyawan perempuan yang mengalami sakit selama menstruasi pada hari pertama dan kedua juga berhak mendapatkan cuti.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><b>3. Cuti Melahirkan&nbsp;<\/b><\/h3>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap karyawan perempuan berhak memperoleh cuti bersalin. Berdasarkan Pasal 82 ayat (1), karyawan perempuan berhak mendapatkan istirahat 1,5 bulan sebelum dan sesudah melahirkan sesuai dengan perhitungan dokter kandungan\/bidan.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aturan tersebut juga berlaku bagi karyawan perempuan yang mengalami keguguran, sesuai yang tercantum pada ayat (2).&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><b>4. Cuti Bersama&nbsp;<\/b><\/h3>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada hari-hari kurang efektif di antara libur, akhir pekan, hari raya keagamaan, dan peringatan hari besar nasional terdapat hak cuti bersama bagi karyawan. Cuti bersama ini merupakan bagian dari pelaksanaan cuti tahunan yang diatur oleh pemerintah dalam Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><b>5. Cuti Karena Alasan Penting&nbsp;<\/b><\/h3>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya, karyawan juga memiliki hak <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/mengetahui-cuti-alasan-penting-dan-aturannya-di-indonesia\/\">cuti yang disebabkan karena alasan penting<\/a>, seperti menikah, menikahkan anak, melahirkan, atau ada anggota keluarga meninggal dunia. Pada kondisi ini, karyawan berhak tidak masuk kerja dan tetap dibayar penuh. Untuk durasi cutinya tergantung pada alasan atau keperluan penting yang sedang dihadapi.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/sabbatical-leave\/\">Sabbatical Leave: Pengertian, Manfaat, Tantangan, hingga Aturannya di Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><figure><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3387\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/3659256-1-2.jpg\" alt=\"uu ketenagakerjaan terbaru 1\" width=\"500\" height=\"333\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/3659256-1-2.jpg 500w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/3659256-1-2-300x200.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 500px) 100vw, 500px\" \/><\/figure><\/h2>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><b>Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)&nbsp;<\/b><\/h2>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">PHK merupakan pengakhiran hubungan kerja antara pengusaha dan pekerja. Terdapat beberapa kondisi yang membuat perusahaan melakukan PHK, seperti penurunan kinerja atau kebangkrutan.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun demikian, pengakhiran hubungan kerja tersebut wajib dilakukan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta tidak merugikan hak-hak karyawan yang terkena PHK.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><b>1. Penyebab PHK&nbsp;<\/b><\/h3>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan Pasal 61 UU No.11 Tahun 2020, PHK dapat terjadi apabila:<\/span><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Karyawan meninggal dunia.\u00a0<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Jangka waktu kontrak kerja telah berakhir.\u00a0<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Selesainya suatu pekerjaan tertentu.\u00a0<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Adanya putusan pengadilan atau penetapan lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial yang telah memiliki kekuatan hukum tetap.\u00a0<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Adanya keadaan tertentu yang tertera dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama yang menyebabkan berakhirnya hubungan kerja.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><b>2. Hal yang Menyebabkan Perusahaan Dilarang Melakukan PHK&nbsp;<\/b><\/h3>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut ketentuan pasal 153 ayat (1) UU Cipta Kerja No.11\/2020 disebutkan bahwa pengusaha dilarang melakukan pemutusan hubungan kerja kepada pekerja dengan alasan sebagai berikut:&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Karyawan tidak bisa bekerja karena sakit, namun terdapat keterangan dari dokter dan tidak melampaui 12 bulan.\u00a0<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Karyawan tidak dapat bekerja karena memenuhi kewajiban terhadap negara.\u00a0<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Karyawan sedang menjalankan ibadah yang diperintahkan agamanya.\u00a0<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Karyawan menikah.\u00a0<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Karyawan perempuan hamil, melahirkan, gugur kandungan, atau sedang menyusui bayi.\u00a0<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Karyawan memiliki pertalian darah dan atau ikatan perkawinan dengan karyawan lain di dalam satu perusahaan, kecuali telah diatur dalam kontrak kerja.\u00a0<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Karyawan mendirikan, menjadi anggota\/pengurus serikat pekerja dan melakukan kegiatan tersebut di luar jam kerja atau di dalam jam kerja atas kesepakatan bersama.\u00a0<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Karyawan melaporkan perusahaan kepada pihak berwajib mengenai tindak pidana kejahatan yang dilakukan perusahaan.\u00a0<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat perbedaan paham, agama, suku bangsa, aliran politik, suku, warna kulit, jenis kelamin, kondisi fisik, atau status perkawinan.\u00a0<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Karyawan dalam kondisi cacat tetap, sakit akibat kecelakaan kerja, atau sakit karena hubungan kerja yang menurut surat keterangan dokter penyembuhannya belum bisa dipastikan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih lanjut lagi, pada ayat (2) dari pasal ini menjelaskan bahwa PHK yang dilakukan dengan alasan-alasan di atas, maka PHK dibatalkan dan pengusaha wajib mempekerjakan kembali karyawan yang bersangkutan.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/ump-jakarta\/\">UMP Jakarta Tahun 2026: Ini Detail Lengkapnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><b>3. Kompensasi Wajib Bagi Karyawan yang Terkena PHK&nbsp;<\/b><\/h3>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila terjadi PHK, perusahaan wajib memberikan kompensasi kepada karyawan yang terkena PHK. Kompensasi tersebut berupa uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, uang penggantian hak, serta uang dengan ketentuan sebagai berikut:&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Uang Pesangon<\/h3>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Uang pesangon merupakan uang yang wajib dibayarkan perusahaan kepada karyawan sebagai kompensasi hak-hak karyawan. Berikut ketentuan perhitungan uang pesangon:&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Masa kerja kurang dari 1 tahun, akan dibayar sebesar 1 bulan upah.<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Masa kerja 1 tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 tahun, akan dibayar sebesar 2 bulan upah.<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Masa kerja 2 tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 tahun, akan dibayar sebesar 3 bulan upah.<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Masa kerja 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 tahun, akan dibayar sebesar 4 bulan upah.<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Masa kerja 4 tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 tahun, akan dibayar sebesar 5 bulan upah.<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Masa kerja 5 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 6 tahun, akan dibayar sebesar 6 bulan upah.<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Masa kerja 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 tahun, akan dibayar sebesar 7 bulan upah.<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Masa kerja 7 tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 tahun, akan dibayar sebesar 8 bulan upah.<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Masa kerja 8 tahun atau lebih, akan dibayar sebesar 9 bulan upah.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><b>Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK)<\/b><\/h3>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">UPMK diberikan pemerintah atas <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">loyalitas selama karyawan bekerja di perusahaan. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut ketentuan perhitungan UPMK:&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Masa kerja 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun, akan dibayar sebesar 2 bulan upah.<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Masa kerja 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 tahun, akan dibayar sebesar 3 bulan upah.<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Masa kerja 9 tahun atau lebih tetapi kurang dari 12 tahun, akan dibayar sebesar 4 bulan upah.<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Masa kerja 12 tahun atau lebih tetapi kurang dari 15 tahun, akan dibayar sebesar 5 bulan upah.<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Masa kerja 15 tahun atau lebih tetapi kurang dari 18 tahun, akan dibayar sebesar 6 bulan upah.<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Masa kerja 18 tahun atau lebih tetapi kurang dari 21 tahun, akan dibayar sebesar 7 bulan upah.<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Masa kerja 21 tahun atau lebih tetapi kurang dari 24 tahun, akan dibayar sebesar 8 bulan upah.<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Masa kerja 24 tahun atau lebih, akan dibayar sebesar 10 bulan upah.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Uang Penggantian Hak (UPH)&nbsp;<\/b><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">UPH merupakan jenis pesangon untuk mengganti <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/hak-dasar-karyawan\/\">hak karyawan<\/a> yang belum terpakai, misalnya seperti:&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur;<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">biaya atau ongkos pulang untuk pekerja dan keluarganya ke tempat pekerja diterima bekerja;<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">hal-hal lain yang ditetapkan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Baca juga: <\/span><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/cara-menghitung-pesangon\/\"><b>Cara Menghitung Pesangon Sesuai Undang-Undang Terbaru<\/b><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><b>Kesimpulan&nbsp;<\/b><\/h2>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">UU Ketenagakerjaan terbaru memiliki beberapa perubahan penting dalam hal hak dan perlindungan tenaga kerja, seperti hak cuti yang lebih luas, perlindungan terhadap PHK yang tidak sah, dan peningkatan upah minimum. Oleh karena itu, penting bagi karyawan untuk memahami UU tersebut agar hak dan kewajibannya terlindungi.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, untuk memudahkan perusahaan dalam mengurus hal-hal yang berkaitan dengan hak dan kewajiban karyawan, perusahaan dapat menggunakan <\/span><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">software payroll<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">HR dari GajiHub. Dengan fiturnya yang begitu lengkap dan mudah digunakan, Gajihub sangat cocok untuk semua jenis dan skala bisnis.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yuk, cari tahu lebih lanjut tentang <\/span><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/daftar\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">GajiHub <\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">saat ini juga dan nikmati semua fitur-fiturnya!&nbsp;<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagai pedoman dalam menjalani suatu pekerjaan, karyawan perlu memahami poin-poin yang terkandung dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003. Karyawan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3392,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[29,2770,2772,2773,80,28,27,2771,2769],"class_list":["post-3384","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-regulasi","tag-gajihub","tag-ketentuan-lembur","tag-ketentuan-upah","tag-pemutusan-hubungan-kerja","tag-software-absensi","tag-software-hr","tag-software-payroll","tag-status-karyawan","tag-uu-ketenagakerjaan-terbaru"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>UU Ketenagakerjaan Terbaru, Ketahui Poin-Poin Pentingnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Yuk, pahami poin-poin UU Ketenagakerjaan terbaru yang memuat aturan tentang berbagai hak dan kewajiban pekerja.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/uu-ketenagakerjaan-terbaru\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"UU Ketenagakerjaan Terbaru, Ketahui Poin-Poin Pentingnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Yuk, pahami poin-poin UU Ketenagakerjaan terbaru yang memuat aturan tentang berbagai hak dan kewajiban pekerja.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/uu-ketenagakerjaan-terbaru\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Gajihub Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-05-17T08:56:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-02-23T00:59:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/uu-ketenagakerjaan-terbaru-3-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"825\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"315\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"sugi priharto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@gajihub\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@gajihub\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"sugi priharto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/uu-ketenagakerjaan-terbaru\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/uu-ketenagakerjaan-terbaru\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"sugi priharto\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/a34aaadc9cc210d3a080befe71b9210a\"},\"headline\":\"UU Ketenagakerjaan Terbaru, Ketahui Poin-Poin Pentingnya\",\"datePublished\":\"2023-05-17T08:56:27+00:00\",\"dateModified\":\"2026-02-23T00:59:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/uu-ketenagakerjaan-terbaru\\\/\"},\"wordCount\":2051,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/uu-ketenagakerjaan-terbaru\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/05\\\/uu-ketenagakerjaan-terbaru-3-1.jpg\",\"keywords\":[\"GajiHub\",\"Ketentuan lembur\",\"ketentuan upah\",\"pemutusan hubungan kerja\",\"software absensi\",\"software HR\",\"software payroll\",\"status karyawan\",\"uu ketenagakerjaan terbaru\"],\"articleSection\":[\"Regulasi\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/uu-ketenagakerjaan-terbaru\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/uu-ketenagakerjaan-terbaru\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/uu-ketenagakerjaan-terbaru\\\/\",\"name\":\"UU Ketenagakerjaan Terbaru, Ketahui Poin-Poin Pentingnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/uu-ketenagakerjaan-terbaru\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/uu-ketenagakerjaan-terbaru\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/05\\\/uu-ketenagakerjaan-terbaru-3-1.jpg\",\"datePublished\":\"2023-05-17T08:56:27+00:00\",\"dateModified\":\"2026-02-23T00:59:00+00:00\",\"description\":\"Yuk, pahami poin-poin UU Ketenagakerjaan terbaru yang memuat aturan tentang berbagai hak dan kewajiban pekerja.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/uu-ketenagakerjaan-terbaru\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/uu-ketenagakerjaan-terbaru\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/uu-ketenagakerjaan-terbaru\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/05\\\/uu-ketenagakerjaan-terbaru-3-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/05\\\/uu-ketenagakerjaan-terbaru-3-1.jpg\",\"width\":825,\"height\":315,\"caption\":\"uu ketenagakerjaan terbaru\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/uu-ketenagakerjaan-terbaru\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"UU Ketenagakerjaan Terbaru, Ketahui Poin-Poin Pentingnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Gajihub Blog\",\"description\":\"Informasi terlengkap mengenai pengelolaan SDM, HR, Payroll, dan karir\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Gajihub\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/gajihub-new-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/gajihub-new-logo.png\",\"width\":1010,\"height\":391,\"caption\":\"Gajihub\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/gajihubcom\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/gajihub\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/gajihub\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/gajihub\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/channel\\\/UCIR5sG2AkJSvvo0ala0nx-w\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/a34aaadc9cc210d3a080befe71b9210a\",\"name\":\"sugi priharto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"sugi priharto\"},\"description\":\"Pengajar dan content writer di bidang keuangan, HR manajemen, dan dunia karir lebih dari 7 tahun\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/id.linkedin.com\\\/in\\\/sugipriharto\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/author\\\/sugipriharto\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"UU Ketenagakerjaan Terbaru, Ketahui Poin-Poin Pentingnya","description":"Yuk, pahami poin-poin UU Ketenagakerjaan terbaru yang memuat aturan tentang berbagai hak dan kewajiban pekerja.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/uu-ketenagakerjaan-terbaru\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"UU Ketenagakerjaan Terbaru, Ketahui Poin-Poin Pentingnya","og_description":"Yuk, pahami poin-poin UU Ketenagakerjaan terbaru yang memuat aturan tentang berbagai hak dan kewajiban pekerja.","og_url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/uu-ketenagakerjaan-terbaru\/","og_site_name":"Gajihub Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom","article_published_time":"2023-05-17T08:56:27+00:00","article_modified_time":"2026-02-23T00:59:00+00:00","og_image":[{"width":825,"height":315,"url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/uu-ketenagakerjaan-terbaru-3-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"sugi priharto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@gajihub","twitter_site":"@gajihub","twitter_misc":{"Written by":"sugi priharto","Est. reading time":"10 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/uu-ketenagakerjaan-terbaru\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/uu-ketenagakerjaan-terbaru\/"},"author":{"name":"sugi priharto","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/person\/a34aaadc9cc210d3a080befe71b9210a"},"headline":"UU Ketenagakerjaan Terbaru, Ketahui Poin-Poin Pentingnya","datePublished":"2023-05-17T08:56:27+00:00","dateModified":"2026-02-23T00:59:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/uu-ketenagakerjaan-terbaru\/"},"wordCount":2051,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/uu-ketenagakerjaan-terbaru\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/uu-ketenagakerjaan-terbaru-3-1.jpg","keywords":["GajiHub","Ketentuan lembur","ketentuan upah","pemutusan hubungan kerja","software absensi","software HR","software payroll","status karyawan","uu ketenagakerjaan terbaru"],"articleSection":["Regulasi"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/gajihub.com\/blog\/uu-ketenagakerjaan-terbaru\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/uu-ketenagakerjaan-terbaru\/","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/uu-ketenagakerjaan-terbaru\/","name":"UU Ketenagakerjaan Terbaru, Ketahui Poin-Poin Pentingnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/uu-ketenagakerjaan-terbaru\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/uu-ketenagakerjaan-terbaru\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/uu-ketenagakerjaan-terbaru-3-1.jpg","datePublished":"2023-05-17T08:56:27+00:00","dateModified":"2026-02-23T00:59:00+00:00","description":"Yuk, pahami poin-poin UU Ketenagakerjaan terbaru yang memuat aturan tentang berbagai hak dan kewajiban pekerja.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/uu-ketenagakerjaan-terbaru\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/gajihub.com\/blog\/uu-ketenagakerjaan-terbaru\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/uu-ketenagakerjaan-terbaru\/#primaryimage","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/uu-ketenagakerjaan-terbaru-3-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/uu-ketenagakerjaan-terbaru-3-1.jpg","width":825,"height":315,"caption":"uu ketenagakerjaan terbaru"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/uu-ketenagakerjaan-terbaru\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"UU Ketenagakerjaan Terbaru, Ketahui Poin-Poin Pentingnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/","name":"Gajihub Blog","description":"Informasi terlengkap mengenai pengelolaan SDM, HR, Payroll, dan karir","publisher":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization","name":"Gajihub","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/gajihub-new-logo.png","contentUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/gajihub-new-logo.png","width":1010,"height":391,"caption":"Gajihub"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom","https:\/\/x.com\/gajihub","https:\/\/www.instagram.com\/gajihub\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/gajihub\/","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCIR5sG2AkJSvvo0ala0nx-w"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/person\/a34aaadc9cc210d3a080befe71b9210a","name":"sugi priharto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","caption":"sugi priharto"},"description":"Pengajar dan content writer di bidang keuangan, HR manajemen, dan dunia karir lebih dari 7 tahun","sameAs":["https:\/\/id.linkedin.com\/in\/sugipriharto"],"url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/author\/sugipriharto\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/uu-ketenagakerjaan-terbaru-3-1.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3384","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3384"}],"version-history":[{"count":19,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3384\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33468,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3384\/revisions\/33468"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3392"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3384"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3384"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3384"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}