{"id":32018,"date":"2025-12-30T08:01:53","date_gmt":"2025-12-30T08:01:53","guid":{"rendered":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/?p=32018"},"modified":"2025-12-30T08:01:56","modified_gmt":"2025-12-30T08:01:56","slug":"doom-spending","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/doom-spending\/","title":{"rendered":"Apa Itu Doom Spending dan Bagaimana Cara Mengatasinya"},"content":{"rendered":"\n<p>Doom spending menjadi fenomena yang marak terjadi di kalangan Generasi Z.<\/p>\n\n\n\n<p>Fenomena ini dilakukan dengan berbelanja secara berlebihan untuk mengatasi tekanan emosional, biasanya karena pengaruh lingkungan kerja.<\/p>\n\n\n\n<p>Tentunya jika dibiarkan fenomena ini dapat memberikan dampak yang negatif karena dapat berpengaruh untuk keuangan jangka panjang.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak hanya itu, fenomena ini juga dapat mengganggu kualitas kehidupan di masa depan.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karenanya penting bagi Anda untuk memahami doom spending ini, termasuk dampak dan cara mengatasinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai doom spending mulai dari pengertiannya, ciri-ciri, dampak, dan juga cara mengatasinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk penjelasan lebih lengkapnya Anda dapat menyimaknya di bawah ini:<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa yang Dimaksud dengan Doom Spending?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"600\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/doom-spending-satu.webp\" alt=\"doom spending\" class=\"wp-image-32052\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/doom-spending-satu.webp 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/doom-spending-satu-300x180.webp 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/doom-spending-satu-768x461.webp 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Doom spending merupakan sebuah fenomena di mana seseorang berbelanja secara berlebihan dan impulsif untuk hal-hal yang sebenarnya tidak dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Fenomena ini marak terjadi di kalangan anak muda, khususnya Generasi Z.<\/p>\n\n\n\n<p>Mereka melakukannya sebagai pelarian dari stres atau kecemasan ekonomi di mana dilakukan dengan cara menikmati hidup alih-alih menabung.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada berbagai emosi negatif yang dapat mendorong seseorang berbelanja secara berlebihan, mulai dari kecemasan, stres, hingga ketakutan terhadap masa depan.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, dalam doom spending ini dilakukan seseorang untuk mengatasi rasa pesimis terhadap keadaan ekonomi dan masa depan yang suram.<\/p>\n\n\n\n<p>Akhirnya banyak yang memilih untuk berbelanja, meski pada saat itu keadaan ekonomi sedang tidak stabil.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/?ref=Kariehebat\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/gajihub-banner-1024x1024.webp\" alt=\"gajihub banner\" class=\"wp-image-26178\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/gajihub-banner-1024x1024.webp 1024w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/gajihub-banner-300x300.webp 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/gajihub-banner-150x150.webp 150w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/gajihub-banner-768x768.webp 768w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/gajihub-banner.webp 1080w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/fenomena-job-hugging\/\">Fenomena Job Hugging, Ini Penyebab dan Dampaknya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Ciri-Ciri dari Doom Spending?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"600\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/doom-spending-dua.webp\" alt=\"doom spending\" class=\"wp-image-32050\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/doom-spending-dua.webp 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/doom-spending-dua-300x180.webp 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/doom-spending-dua-768x461.webp 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Untuk mengetahui apakah Anda salah satu orang yang mengalami fenomena ini, berikut ciri-cirinya yang penting untuk Anda ketahui:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Impulsif Berbelanja Tanpa Pertimbangan<\/h3>\n\n\n\n<p>Ciri yang pertama adalah melakukan belanja secara impulsif tanpa adanya pertimbangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya pertimbangan kebutuhan, anggaran yang dimiliki, hingga konsekuensinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Biasanya mereka berbelanja tanpa direncanakan dan terjadi secara tiba-tiba yang biasanya terjadi karena dorongan emosional.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Berutang untuk Belanja<\/h3>\n\n\n\n<p>Ciri yang kedua adalah berutang untuk berbelanja.<\/p>\n\n\n\n<p>Banyak dari mereka yang doom spending menggunakan kartu kredit untuk berbelanja, termasuk mengambil pinjaman untuk gaya hidup konsumtif ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika ini dibiarkan dapat membuat seseorang sulit untuk keluar, khususnya ketika biaya kebutuhan hidup semakin meningkat dan tidak diimbangi dengan pendapatan yang sepadan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/quiet-covering\/\">Ramai Istilah Quiet Covering di Tempat Kerja, Apa Itu?<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Berbelanja karena Stres<\/h3>\n\n\n\n<p>Fenomena ini juga membuat seseorang berbelanja karena stres.<\/p>\n\n\n\n<p>Dibandingkan belanja untuk memenuhi kebutuhan hidup, mereka justru berbelanja karena adanya tekanan emosional.<\/p>\n\n\n\n<p>Mereka menikmati kesenangan sesaat dengan berbelanja tanpa mempedulikan efek jangka panjangnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Padahal cara ini juga tidak menyelesaikan akar masalah yang menjadi penyebab stres tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Abai dengan Kondisi Keuangan<\/h3>\n\n\n\n<p>Ciri-ciri berikutnya adalah abai dengan kondisi keuangan mereka sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Tentunya ketika berbelanja mereka paham bahwa memiliki anggaran yang terbatas, namun mereka tetap membeli barang-barang yang tidak dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada akhirnya ketika mereka ada di keadaan tidak terduga, mereka tidak memiliki dana darurat untuk mengatasi keadaan tidak terduga tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/job-hopping\/\">Job Hopping: Pengertian, Kelebihan, dan Kekurangannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Merasa Bersalah Setelah Berbelanja<\/h3>\n\n\n\n<p>Meski mereka menjadikan berbelanja sebagai cara mengatasi stres, namun setelah berbelanja mereka merasa bersalah.<\/p>\n\n\n\n<p>Rasa bersalah ini menjadi bukti bahwa mereka berbelanja tanpa pertimbangan yang matang, namun hanya untuk kepuasan sementara.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika ini terus diikuti, akhirnya seseorang hanya terjebak di lingkaran itu saja yakni lingkaran kesenangan sementara dan berakhir penyesalan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Memiliki Keinginan Berbelanja secara Berlebihan<\/h3>\n\n\n\n<p>Ciri yang terakhir adalah memiliki keinginan berbelanja secara berlebihan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini terjadi karena mereka tidak memiliki kontrol diri dan manajemen stres yang buruk.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, ketika mereka merasa stres, alih-alih mencoba mengatasi stres tersebut dengan memahami akar permasalahannya, mereka justru berbelanja untuk mengalihkannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Apakah permasalahan selesai?<\/p>\n\n\n\n<p>Tentu saja tidak, justru bisa menambah masalah baru yakni tidak punya uang yang mengakibatkan stres lagi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/quiet-quitting\/\">Quiet Quitting: Arti, Penyebab, Ciri-ciri, dan Cara Mencegahnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Penyebab Terjadinya Doom Spending<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"600\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/doom-spending-tiga.webp\" alt=\"doom spending\" class=\"wp-image-32053\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/doom-spending-tiga.webp 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/doom-spending-tiga-300x180.webp 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/doom-spending-tiga-768x461.webp 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Ada 5 penyebab mengapa doom spending ini dapat terjadi, khususnya di kalangan karyawan:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Adanya Tekanan Sosial<\/h3>\n\n\n\n<p>Penyebab yang pertama adalah tekanan sosial.<\/p>\n\n\n\n<p>Adanya tekanan sosial sering menjadi penyebab seseorang melakukan doom spending.<\/p>\n\n\n\n<p>Mereka sering membandingkan diri mereka dengan orang lain, khususnya di lingkungan kerja dan media sosial.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya ketika rekan kerja membeli tumbler mewah, ia tidak mau ketinggalan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini akhirnya membuat seseorang menjadi impulsif berbelanja untuk hal-hal yang tidak dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/peter-principle\/\">Peter Principle: Arti, Penyebab, dan Cara Mencegahnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Kemudahan untuk Belanja Online<\/h3>\n\n\n\n<p>Dengan kemajuan teknologi membuat kita bisa mudah membeli barang dari rumah atau dikenal dengan belanja online.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat ini Anda dapat berbelanja online melalui marketplace mulai dari makanan, pakaian, hingga kendaraan juga bisa.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini membuat mengeluarkan uang bisa dilakukan tanpa banyak pertimbangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika bukan diri sendiri yang mengontrol, maka berbelanja ini bisa jadi kebiasaan buruk.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Rasa Cemas terhadap Masa Depan<\/h3>\n\n\n\n<p>Kenyataannya berbelanja berlebihan bisa disebabkan oleh perasaan cemas terhadap masa depan.<\/p>\n\n\n\n<p>Memang harusnya untuk menghadapi masa depan yang tidak pasti dilakukan dengan menabung, namun ada orang yang merespons kecemasan ini dengan berbelanja sebagai pelarian.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/nut-island-effect\/\">Nut Island Effect: Dampak dan Cara Mengatasinya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Adanya Budaya Konsumerisme<\/h3>\n\n\n\n<p>Budaya konsumtif juga menjadi bagian dari budaya yang dianut oleh banyak anak muda saat ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Mereka memiliki keinginan untuk memiliki barang-barang terkini atau mengikuti teknologi meski tidak memiliki finansial yang mendukung.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Pendidikan Finansial yang Kurang<\/h3>\n\n\n\n<p>Pendidikan dan pengetahuan mengenai finansial yang kurang juga menjadi penyebab terjadinya doom spending.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini membuat mereka mengambil keputusan finansial yang tidak bijaksana tanpa mempertimbangkan kebutuhan di masa depan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/brain-drain\/\">Brain Drain: Pengertian, Penyebab, dan Dampaknya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Dampak dari Doom Spending?<\/h2>\n\n\n\n<p>Doom spending memberikan dampak yakni sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Beban Emosional Meningkat<\/h3>\n\n\n\n<p>Dampak yang pertama adalah beban emosional yang semakin meningkat.<\/p>\n\n\n\n<p>Kebiasaan berbelanja tanpa urgensi membuat seseorang merasa menyesal karena pengeluaran yang tidak terkendali.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika dibiarkan ini dapat menambah tekanan emosional yang dapat berdampak pada kesehatan mental.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/resign-massal\/\">Resign Massal: Penyebab dan Cara Mencegahnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Rusaknya Tujuan Keuangan<\/h3>\n\n\n\n<p>Kebiasaan belanja impulsif pastinya sangat berdampak pada tujuan keuangan di mana tujuan keuangan ini dapat rusak.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi karyawan, biasanya mereka memiliki tujuan keuangan jangka panjang dan karena impulsif berbelanja ini akhirnya tujuan tersebut rusak.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Utang Semakin Menumpuk<\/h3>\n\n\n\n<p>Banyak generasi muda yang rela berutang demi memenuhi gaya hidup.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini akhirnya membuat utang semakin menumpuk.<\/p>\n\n\n\n<p>Terlebih dengan kemudahan pinjaman online dan paylater saat ini membuat kita tidak sadar dari utang kecil hingga akhirnya menjadi semakin besar.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/work-life-conflict\/\">Work Life Conflict: Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Dana Darurat Berkurang<\/h3>\n\n\n\n<p>Karena fenomena doom spending ini juga membuat dana darurat berkurang.<\/p>\n\n\n\n<p>Akhirnya karyawan tidak memiliki dana cadangan ketika menghadapi kebutuhan mendesak atau tidak terduga.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Beban Utang Konsumtif yang Meningkat<\/h3>\n\n\n\n<p>Kebiasaan konsumtif juga membuat pengeluaran berlebihan dan anggaran bulanan menjadi tidak seumbang.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini bisa membuat beban utang konsumtif semakin meningkat.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/hawthorne-effect\/\">Hawthorne Effect: Pengertian dan Tips Menerapkannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Cara Mengatasi Doom Spending bagi Karyawan?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"600\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/doom-spending-empat.webp\" alt=\"belanja\" class=\"wp-image-32051\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/doom-spending-empat.webp 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/doom-spending-empat-300x180.webp 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/doom-spending-empat-768x461.webp 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Untuk dapat mengatasi doom spending, ada 5 cara yang dapat Anda lakukan, yakni:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Buat Anggaran Berbelanja<\/h3>\n\n\n\n<p>Cara pertama yang dapat dilakukan adalah dengan membuat anggaran berbelanja.<\/p>\n\n\n\n<p>Pastikan setiap bulan Anda menyusun anggaran untuk pengeluaran dan prioritaskan kebutuhan terlebih dahulu.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini dilakukan agar Anda dapat membatasi pengeluaran impulsif yang tidak dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Tentukan Tujuan Keuangan secara Jelas<\/h3>\n\n\n\n<p>Menentukan tujuan keuangan dengan jelas juga menjadi cara yang Anda lakukan untuk mengurangi kebiasaan belanja impulsif.<\/p>\n\n\n\n<p>Pastikan Anda memiliki dana darurat sebagai motivasi menabung dan menghindari belanja yang tidak dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/ghost-jobs\/\">Ghost Jobs: Arti, Penyebab, Dampak, dan Tips Menghindarinya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Gunakan Metode 50\/30\/20<\/h3>\n\n\n\n<p>Metode 50\/30\/20 merupakan metode 50% untuk kebutuhan, 30% untuk keinginan, dan 20% untuk tabungan atau investasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan cara ini Anda bisa menciptakan keseimbangan antara pengeluaran dan tabungan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Pisahkan Rekening Kebutuhan dan Tabungan<\/h3>\n\n\n\n<p>Agar Anda tidak impulsif berbelanja saat baru gajian, ada baiknya Anda memisahkan antara kebutuhan dengan tabungan.<\/p>\n\n\n\n<p>Segera lakukan pemisahan dana setelah Anda menerima gaji.<\/p>\n\n\n\n<p>Cara ini dapat memudahkan Anda dalam mengelola keuangan dan menghindari pengambilan dana yang tidak dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Kelola Stres dengan Baik<\/h3>\n\n\n\n<p>Karena doom spending terjadi karena stres, maka penting bagi Anda untuk mengelola stres dengan baik.<\/p>\n\n\n\n<p>Anda bisa melakukan olahraga atau mencoba hal baru sesuai dengan hobi Anda agar Anda memiliki cara lain berbahagia selain dengan berbelanja.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/equity-theory\/\">Equity Theory: Pengertian, Komponen, dan Contoh Penerapannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p>Itulah tadi penjelasan lengkap mengenai doom spending yang dapat menjadi referensi Anda.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari penjelasan artikel di atas dapat dipahami bahwa doom spending merupakan fenomena berbelanja untuk meredakan stres meski barang yang dibeli tidak dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain mengatasi dari diri sendiri, tempat kerja atau perusahaan juga dapat berperan dalam mencegah dan mengatasi doom spending ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Seperti yang dijelaskan sebelumnya, banyak pelaku doom spending yang melakukannya karena stres, termasuk stres karena beban kerja.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karenanya penting bagi perusahaan untuk melakukan pengelolaan karyawan secara tepat agar karyawan dapat lebih nyaman bekerja dan stres dapat berkurang.<\/p>\n\n\n\n<p>Gunakan <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/absensi\/\">software absensi<\/a> dari GajiHub untuk mendukung kemudahan pengelolaan karyawan di perusahaan Anda.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan GajiHub, pengelolaan karyawan dilakukan secara otomatis dengan teknologi terkini dan terdepan.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi tunggu apa lagi, yuk daftar GajiHub sekarang juga di <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/?ref=Kariehebat\">tautan ini<\/a> dan dapatkan uji coba gratis selama 14 hari.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Doom spending menjadi fenomena yang marak terjadi di kalangan Generasi Z. Fenomena ini dilakukan dengan berbelanja secara berlebihan untuk mengatasi&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":32054,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[11026,11024,29,11022,11025,80,28,27,6441],"class_list":["post-32018","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-karir","tag-ciri-ciri-doom-spending","tag-dampak-doom-spending","tag-gajihub","tag-pengertian-doom-spending","tag-penyebab-doom-spending","tag-software-absensi","tag-software-hr","tag-software-payroll","tag-tips-pengembangan-karir"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Apa Itu Doom Spending dan Bagaimana Cara Mengatasinya - Gajihub Blog<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai doom spending mulai dari pengertian hingga cara mengatasinya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/doom-spending\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa Itu Doom Spending dan Bagaimana Cara Mengatasinya - Gajihub Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai doom spending mulai dari pengertian hingga cara mengatasinya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/doom-spending\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Gajihub Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-12-30T08:01:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-12-30T08:01:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/doom-spending.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"960\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Desi Murniati\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@gajihub\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@gajihub\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Desi Murniati\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/doom-spending\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/doom-spending\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Desi Murniati\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e8b52481451a1e2c3d2011fa7d91ef8c\"},\"headline\":\"Apa Itu Doom Spending dan Bagaimana Cara Mengatasinya\",\"datePublished\":\"2025-12-30T08:01:53+00:00\",\"dateModified\":\"2025-12-30T08:01:56+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/doom-spending\\\/\"},\"wordCount\":1409,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/doom-spending\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/12\\\/doom-spending.webp\",\"keywords\":[\"ciri-ciri doom spending\",\"dampak doom spending\",\"GajiHub\",\"pengertian doom spending\",\"penyebab doom spending\",\"software absensi\",\"software HR\",\"software payroll\",\"tips pengembangan karir\"],\"articleSection\":[\"Pengembangan Karir\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/doom-spending\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/doom-spending\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/doom-spending\\\/\",\"name\":\"Apa Itu Doom Spending dan Bagaimana Cara Mengatasinya - Gajihub Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/doom-spending\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/doom-spending\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/12\\\/doom-spending.webp\",\"datePublished\":\"2025-12-30T08:01:53+00:00\",\"dateModified\":\"2025-12-30T08:01:56+00:00\",\"description\":\"Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai doom spending mulai dari pengertian hingga cara mengatasinya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/doom-spending\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/doom-spending\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/doom-spending\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/12\\\/doom-spending.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/12\\\/doom-spending.webp\",\"width\":1920,\"height\":960,\"caption\":\"doom spending\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/doom-spending\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa Itu Doom Spending dan Bagaimana Cara Mengatasinya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Gajihub Blog\",\"description\":\"Informasi terlengkap mengenai pengelolaan SDM, HR, Payroll, dan karir\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Gajihub\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/gajihub-new-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/gajihub-new-logo.png\",\"width\":1010,\"height\":391,\"caption\":\"Gajihub\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/gajihubcom\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/gajihub\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/gajihub\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/gajihub\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/channel\\\/UCIR5sG2AkJSvvo0ala0nx-w\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e8b52481451a1e2c3d2011fa7d91ef8c\",\"name\":\"Desi Murniati\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7106b8fb468ecc208f601f1fac4a6a348c8c52121d1694cbe27cf3c6ee1a89cb?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7106b8fb468ecc208f601f1fac4a6a348c8c52121d1694cbe27cf3c6ee1a89cb?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7106b8fb468ecc208f601f1fac4a6a348c8c52121d1694cbe27cf3c6ee1a89cb?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Desi Murniati\"},\"description\":\"Berpengalaman lebih 5 tahun dalam penulisan tema manajemen dan karir. Desi bertujuan memberikan perspektif terbaru dari tulisannya.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/author\\\/desimurniati\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa Itu Doom Spending dan Bagaimana Cara Mengatasinya - Gajihub Blog","description":"Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai doom spending mulai dari pengertian hingga cara mengatasinya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/doom-spending\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Apa Itu Doom Spending dan Bagaimana Cara Mengatasinya - Gajihub Blog","og_description":"Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai doom spending mulai dari pengertian hingga cara mengatasinya.","og_url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/doom-spending\/","og_site_name":"Gajihub Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom","article_published_time":"2025-12-30T08:01:53+00:00","article_modified_time":"2025-12-30T08:01:56+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":960,"url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/doom-spending.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Desi Murniati","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@gajihub","twitter_site":"@gajihub","twitter_misc":{"Written by":"Desi Murniati","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/doom-spending\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/doom-spending\/"},"author":{"name":"Desi Murniati","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/person\/e8b52481451a1e2c3d2011fa7d91ef8c"},"headline":"Apa Itu Doom Spending dan Bagaimana Cara Mengatasinya","datePublished":"2025-12-30T08:01:53+00:00","dateModified":"2025-12-30T08:01:56+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/doom-spending\/"},"wordCount":1409,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/doom-spending\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/doom-spending.webp","keywords":["ciri-ciri doom spending","dampak doom spending","GajiHub","pengertian doom spending","penyebab doom spending","software absensi","software HR","software payroll","tips pengembangan karir"],"articleSection":["Pengembangan Karir"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/gajihub.com\/blog\/doom-spending\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/doom-spending\/","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/doom-spending\/","name":"Apa Itu Doom Spending dan Bagaimana Cara Mengatasinya - Gajihub Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/doom-spending\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/doom-spending\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/doom-spending.webp","datePublished":"2025-12-30T08:01:53+00:00","dateModified":"2025-12-30T08:01:56+00:00","description":"Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai doom spending mulai dari pengertian hingga cara mengatasinya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/doom-spending\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/gajihub.com\/blog\/doom-spending\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/doom-spending\/#primaryimage","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/doom-spending.webp","contentUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/doom-spending.webp","width":1920,"height":960,"caption":"doom spending"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/doom-spending\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa Itu Doom Spending dan Bagaimana Cara Mengatasinya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/","name":"Gajihub Blog","description":"Informasi terlengkap mengenai pengelolaan SDM, HR, Payroll, dan karir","publisher":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization","name":"Gajihub","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/gajihub-new-logo.png","contentUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/gajihub-new-logo.png","width":1010,"height":391,"caption":"Gajihub"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom","https:\/\/x.com\/gajihub","https:\/\/www.instagram.com\/gajihub\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/gajihub\/","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCIR5sG2AkJSvvo0ala0nx-w"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/person\/e8b52481451a1e2c3d2011fa7d91ef8c","name":"Desi Murniati","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7106b8fb468ecc208f601f1fac4a6a348c8c52121d1694cbe27cf3c6ee1a89cb?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7106b8fb468ecc208f601f1fac4a6a348c8c52121d1694cbe27cf3c6ee1a89cb?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7106b8fb468ecc208f601f1fac4a6a348c8c52121d1694cbe27cf3c6ee1a89cb?s=96&d=mm&r=g","caption":"Desi Murniati"},"description":"Berpengalaman lebih 5 tahun dalam penulisan tema manajemen dan karir. Desi bertujuan memberikan perspektif terbaru dari tulisannya.","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/author\/desimurniati\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/doom-spending.webp","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32018","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32018"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32018\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32055,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32018\/revisions\/32055"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/32054"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32018"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32018"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32018"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}