{"id":30543,"date":"2025-10-17T09:00:34","date_gmt":"2025-10-17T09:00:34","guid":{"rendered":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/?p=30543"},"modified":"2025-10-17T09:00:36","modified_gmt":"2025-10-17T09:00:36","slug":"wage-drift","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wage-drift\/","title":{"rendered":"Wage Drift: Pengertian, Contoh, dan Tipsnya"},"content":{"rendered":"\n<p>Di dalam dunia penggajian, terdapat fenomena pergeseran upah yang terjadi di luar kesepakatan formal yang dikenal dengan istilah <em>wage drift.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Memang, <em>wage drift <\/em>dapat memberikan fleksibilitas upah dan dapat memberikan penyesuaian yang cepat terhadap perubahan ekonomi, namun ini juga dapat menimbulkan ketidakpastian bagi pekerja hingga berpengaruh pada kesejahteraan mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai HRD, penting bagi Anda untuk memahami <em>wage drift <\/em>atau pergeseran upah ini karena dapat berpengaruh pada biaya tenaga kerja, perencanaan anggaran, hingga hubungan industrial yang ada di tempat kerja.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai <em>wage drift <\/em>mulai dari pengertiannya, mengapa dapat terjadi, kelebihan dan kekurangannya, hingga dampaknya.<\/p>\n\n\n\n<p>Anda dapat membaca penjelasan lengkapnya hanya di bawah ini:<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa yang Dimaksud dengan Wage Drift?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"600\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/wage-drift-satu.webp\" alt=\"wage drift\" class=\"wp-image-30608\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/wage-drift-satu.webp 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/wage-drift-satu-300x180.webp 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/wage-drift-satu-768x461.webp 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><em>Wage drift <\/em>atau pergeseran upah merupakan perbedaan upah dasar yang seharusnya dibayarkan sesuai perjanjian kerja dengan yang sebenarnya diterima pada akhir periode penggajian.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sini artinya karyawan mendapatkan total kompensasi yang lebih tinggi dari yang sebelumnya telah dinegosiasikan karena adanya faktor-faktor tertentu seperti lembur atau bonus.<\/p>\n\n\n\n<p>Istilah pergeseran upah ini mengacu pada perbedaan upah dasar karyawan dengan total kompensasi yang didapatkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini merupakan selisih antara upah yang dijanjikan dengan upah yang benar-benar diterima oleh karena setelah adanya pertimbangan elemen-elemen tambahan yang ada di dalam kompensasi mereka.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/daftar\/?ref=writergajihub\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/gajihub-banner-3-1024x1024.webp\" alt=\"gajihub banner 3\" class=\"wp-image-26177\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/gajihub-banner-3-1024x1024.webp 1024w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/gajihub-banner-3-300x300.webp 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/gajihub-banner-3-150x150.webp 150w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/gajihub-banner-3-768x768.webp 768w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/gajihub-banner-3.webp 1080w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/earned-wage-access\/\">Earned Wage Access: Cara Kerja dan Cara Menghitungnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mengapa Wage Drift Dapat Terjadi?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"600\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/wage-drift-dua.webp\" alt=\"wage drift\" class=\"wp-image-30606\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/wage-drift-dua.webp 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/wage-drift-dua-300x180.webp 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/wage-drift-dua-768x461.webp 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Ada 3 penyebab utama yang membuat pergeseran upah ini dapat terjadi, yakni:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/apa-itu-lembur\/\">Lembur Karyawan<\/a><\/h3>\n\n\n\n<p>Penyebab pertama mengapa pergeseran upah dapat terjadi adalah karena adanya lembur karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika karyawan bekerja melebihi jam kerja yang seharusnya, maka pekerjaan mereka akan dihitung sebagai lembur.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari lembur yang dilakukan ini, mereka akan diberikan upah 1,5 kali lipat dari upah reguler yang biasa diterima.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/insentif-adalah\/\">Insentif dari Perusahaan<\/a><\/h3>\n\n\n\n<p>Ketika perusahaan memberikan insentif atau bonus kepada karyawan, maka akan terjadi pergeseran upah.<\/p>\n\n\n\n<p>Insentif ini biasanya diberikan ketika tim atau individu karyawan mencapai target tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p>Di dalam konteks pergeseran upah, insentif diberikan ketika perusahaan berhasil memenuhi permintaan dari pelanggan dengan jumlah tenaga kerja yang masih terbatas.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/kalkulator-lembur-6-hari\/\">Kalkulator Lembur 6 Hari Gratis dan Cara Menghitungnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Adanya Tanggung Jawab Tambahan<\/h3>\n\n\n\n<p>Tanggung jawab tambahan diberikan kepada karyawan untuk menggantikan rekan kerja yang sedang sakit atau ada keperluan yang harus meninggalkan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Karyawan ini akan memegang tanggung jawab tersebut hingga peran sebelumnya dapat terisi kembali.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi karyawan tersebut, perusahaan akan memberikan kompensasi tambahan dan membuat karyawan mendapatkan peningkatan upah dari yang seharusnya diterima.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/kalkulator-lembur-5-hari\/\">Kalkulator Lembur 5 Hari Gratis dan Cara Menghitungnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Kelebihan Wage Drift?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"600\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/wage-drift-tiga.webp\" alt=\"wage drift\" class=\"wp-image-30609\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/wage-drift-tiga.webp 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/wage-drift-tiga-300x180.webp 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/wage-drift-tiga-768x461.webp 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Jika dilihat dari sisi karyawan, pergeseran upah ini dapat memberikan keuntungan secara signifikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Karyawan melalui pergeseran upah ini berkesempatan meningkatkan penghasilan mereka lebih dari penghasilan yang seharusnya diterima.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika awalnya karyawan hanya mendapatkan upah UMR, dengan adanya pergeseran upah ini mereka bisa mendapatkan upah di atas UMR.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan dari sisi perusahaan, melalui pergeseran upah ini, perusahaan dapat <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/motivasi-karyawan\/\">meningkatkan motivasi dan kepuasan kerja karyawan<\/a> yang nantinya dapat mendorong peningkatan produktivitas.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk lebih lengkapnya, berikut kelebihan yang bisa didapatkan perusahaan dari adanya pergeseran upah ini:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Target dan permintaan dari customer dapat mudah dicapai karena meningkatnya motivasi karyawan yang berdampak pada efisiensi pekerjaan.<\/li>\n\n\n\n<li>Perusahaan tidak perlu merekrut karyawan baru untuk penambahan jam kerja sehingga dapat menghemat waktu dan biaya yang dikeluarkan untuk proses rekrutmen karyawan.<\/li>\n\n\n\n<li>Dengan membayarkan upah tambahan kepada karyawan yang telah ada, maka perusahaan dapat menjaga stabilitas tim kerja dan juga menghindari terjadinya potensi gangguan yang terjadi karena pergantian personel.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Dengan memberikan insentif kepada karyawan melalui <em>wage drift <\/em>ini, perusahaan dapat mendorong karyawan untuk semakin meningkatkan semangat dalam bekerja di mana nantinya dapat mendukung terciptanya lingkungan kerja yang positif yang membuat karyawan semakin loyal terhadap perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/tips-agar-tidak-lembur\/\">9 Tips Agar Tidak Lembur Paling Efektif dan Efisien<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Kekurangan dari Wage Drift?<\/h2>\n\n\n\n<p>Meski begitu, dengan adanya pergeseran upah juga memberikan kekurangan baik dari sisi karyawan atau perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari sisi karyawan pergeseran upah memberikan kekurangan yakni meningkatkan kelelahan dalam bekerja.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan adanya pergeseran upah ini, karyawan bekerja lebih keras sehingga sering kali melebihi batas kemampuan bekerja di situasi normal.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini pada akhirnya dapat mengakibatkan kelelahan dan meningkatkan risiko gangguan keseharan.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, ketika karyawan harus bekerja lembur, maka mereka akan terkendala dalam melakukan aktivitas di luar pekerjaan dan istirahat, termasuk hilangnya <em>work life balance.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan bagi perusahaan, <em>wage drift <\/em>membuat perusahaan sulit menentukan upah yang tepat bagi karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p>Situasi ini juga mengakibatkan terjadinya inflasi jika meningkatkan pendapatan tidak dibarengi dengan peningkatan produktivitas karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p>Bahkan dalam sejarah, <em>wage drift <\/em>pernah memicu terjadi inflasi yang tinggi di Inggris pada tahun 1960-an, di mana akhirnya memberikan dampak yang signifikan pada kerugian ekonomi di negara tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi penting bagi perusahaan untuk menggunakan sistem pergeseran upah yang disesuaikan dengan perhitungan yang matang dan rinci.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini dilakukan agar terciptanya keseimbangan antara peningkatan pendapatan dan produktivitas secara hati-hati.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/mengenal-jenis-sistem-upah\/\">Mengenal Berbagai Jenis Sistem Upah dan Cara Menghitungnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apakah Wage Drift Dapat Dihilangkan?<\/h2>\n\n\n\n<p>Jawabannya adalah dapat dihilangkan, yakni dengan memperkuat struktur kebijakan upah minimum dan melakukan upaya yang dapat menghindari praktik yang tidak sesuai dengan aturan yang ada.<\/p>\n\n\n\n<p>Kesuksesan dalam menghilangkan pergeseran upah ini sangat dipengaruhi oleh transparansi dalam tingkat operasional, di mana kuncinya ada pada kerja sama antara perusahaan dengan organisasi pekerja.<\/p>\n\n\n\n<p>Tanpa adanya dukungan secara menyeluruh, mengatasi pergeseran upah ini akan sulit untuk dicapai, khususnya ketika di Indonesia yang memiliki aturan hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, sejak UU Cipta Kerja disahkan telah terjadi dampak pada dinamika upah.<\/p>\n\n\n\n<p>Memang, UU Cipta Kerja ini memberikan fleksibilitas kepada investor, namun juga memberikan tekanan yang signifikan di kalangan pekerja.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika terjadi pelanggaran upah, perusahaan yang melanggar kewajiban pembayaran upah lembur sesuai aturan yang ada akan dikenakan sanksi pidana.<\/p>\n\n\n\n<p>Pidananya untuk pelanggaran ini adalah kurungan minimal selama 1 bulan hingga 12 bulan atau denda mulai dari Rp10 juta hingga Rp100 juta.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/perhitungan-lembur-karyawan\/\">Kalkulator Perhitungan Lembur Karyawan, Rumus, dan Cara Hitung<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Contoh Kasus dalam Wage Drift<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"600\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/wage-drift-empat.webp\" alt=\"upah\" class=\"wp-image-30607\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/wage-drift-empat.webp 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/wage-drift-empat-300x180.webp 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/wage-drift-empat-768x461.webp 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Untuk memudahkan Anda dalam memahami pergeseran upah, berikut contoh kasusnya untuk Anda:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Contoh Kasus pada Pabrik Manufaktur<\/h3>\n\n\n\n<p>Ari yang bekerja di perusahaan manufaktur mendapatkan gaji pokok untuk bidang operator mesin sebesar Rp5 juta per bulan.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena adanya peningkatan permintaan menjelang akhir tahun, maka Ari harus bekerja lembur setiap minggu.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk memberikan motivasi kepada karyawan, perusahaan juga memberikan bonus produktivitas sebesar Rp500 ribu bagi karyawan yang berhasil memenuhi target.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari sini, penghasilan Ari yang dibawa pulang adalah Rp7.000.000 meningkat 40% dari upah pokok.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/perhitungan-lembur-depnaker\/\">Perhitungan Lembur Depnaker: Ini Aturan dan Cara Hitungnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Contoh pada Perusahaan Startup<\/h3>\n\n\n\n<p>Tio bekerja sebagai web developer di perusahaan startup berbasis teknologi digital dan mendapatkan gaji Rp10 juta per bulan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan meningkatkan kebutuhan tenaga kerja, perusahaan memberikan tunjangan retention sebesar Rp1 juta agar karyawan tetap bekerja di perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, untuk setiap proyek yang selesai, developer juga mendapatkan bonus Rp2 juta.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari tunjangan dan bonus yang didapatkan, maka Tio mendapatkan gaji sebesar Rp13.000.000 meningkat 30% dari gaji pokok.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/uu-cipta-kerja-tentang-lembur\/\">UU Cipta Kerja Tentang Lembur: Ini Ketentuannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tips Mengelola Wage Drift dengan Tepat<\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut tips dalam mengelola <em>wage drift <\/em>dengan tepat:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Gunakan Sistem Payroll Otomatis<\/h3>\n\n\n\n<p>Tips pertama adalah dengan menggunakan sistem payroll otomatis.<\/p>\n\n\n\n<p>Sistem payroll otomatis ini akan memudahkan Anda dalam menghitung <em>wage drift, <\/em>mulai dari perhitungan lembur hingga insentif lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan cara ini Anda tidak perlu khawatir terjadi kesalahan dalam perhitungannya karena semuanya dilakukan secara tepat.<\/p>\n\n\n\n<p>GajiHub menjadi rekomendasi software payroll otomatis yang memudahkan perhitungan penggajian karyawan tanpa khawatir terjadi kesalahan.<\/p>\n\n\n\n<p>Klik tautan ini untuk mendapatkan informasi lengkapnya mengenai GajiHub.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Buat Kebijakan Insentif yang Seimbang<\/h3>\n\n\n\n<p>Kedua, buatlah kebijakan insentif yang seimbang.<\/p>\n\n\n\n<p>Maksudnya adalah buat insentif ini sesuai dengan peningkatan produktivitas karyawan, bukan hanya dari jam kerja karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p>Cara ini akan membuat insentif yang diterima karyawan sesuai dengan kinerja yang telah mereka berikan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/sistem-upah-premi\/\">Sistem Upah Premi: Pengertian dan Cara Menerapkan<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Lakukan Analisis Upah secara Berkala<\/h3>\n\n\n\n<p>Ketiga, jangan lupa untuk melakukan analisis upah secara berkala.<\/p>\n\n\n\n<p>Anda dapat memantau upah pokok karyawan dengan <em>take home pay <\/em>yang didapatkan karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika terdapat selisih yang besar di dalamnya, maka perusahaan perlu melakukan evaluasi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Berikan Transparansi<\/h3>\n\n\n\n<p>Jangan lupa untuk memberikan transparansi kepada karyawan apa saja komponen yang ada di dalam upah mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Anda dapat memberikan transparansi ini melalui slip gaji karyawan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Buat Perencanaan Anggaran secara Akurat<\/h3>\n\n\n\n<p>Terakhir, pastikan perusahaan Anda membuat perencanaan anggaran secara akurat.<\/p>\n\n\n\n<p>Buatlah anggaran secara realistis khususnya untuk pemberian gaji karyawan agar tidak terjadi pembengkakan biaya tenaga kerja.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pengertian-insentif-karyawan-dan-bedanya-dengan-tunjangan\/\">Pengertian Insentif Karyawan, Contoh, Tips, dan Bedanya dengan Tunjangan<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p>Itulah penjelasan lengkap mengenai <em>wage drift <\/em>yang dapat menjadi referensi Anda.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari penjelasan artikel di atas dapat diketahui bahwa <em>wage drift <\/em>atau pergeseran upah merupakan perbedaan upah yang seharusnya didapatkan dalam perjanjian kerja dengan upah yang diterima oleh karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini terjadi karena beberapa faktor, seperti adanya upah lembur karyawan hingga pemberian insentif kepada karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p>Agar perusahaan dapat mengelola <em>wage drift <\/em>ini secara tepat, penting bagi perusahaan Anda untuk mengelola penggajian secara tepat.<\/p>\n\n\n\n<p>Gunakan <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/payroll\/\">software payroll<\/a> dari GajiHub untuk mendukung kemudahan pengelolaan penggajian karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p>GajiHub merupakan software payroll yang dilengkapi berbagai fitur untuk kemudahan pengelolaan penggajian karyawan, mulai dari perhitungan gaji hingga membuat slip gaji.<\/p>\n\n\n\n<p>Yuk daftar GajiHub sekarang juga di <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/daftar\/?ref=writergajihub\">tautan ini<\/a> dan dapatkan uji coba gratis selama 14 hari.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di dalam dunia penggajian, terdapat fenomena pergeseran upah yang terjadi di luar kesepakatan formal yang dikenal dengan istilah wage drift.&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":30605,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[314,10608,29,10607,10605,28,27,6600,10606],"class_list":["post-30543","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-payroll","tag-aplikasi-absensi","tag-contoh-wage-drift","tag-gajihub","tag-manfaat-wage-drift","tag-pengertian-wage-drift","tag-software-hr","tag-software-payroll","tag-tips-payroll","tag-wage-drift"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Wage Drift: Pengertian, Contoh, dan Tipsnya - Gajihub Blog<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai wage drift mulai dari pengertiannya, kelebihan dan kekurangannya\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wage-drift\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Wage Drift: Pengertian, Contoh, dan Tipsnya - Gajihub Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai wage drift mulai dari pengertiannya, kelebihan dan kekurangannya\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wage-drift\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Gajihub Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-10-17T09:00:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-17T09:00:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/wage-drift.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"960\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"480\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Desi Murniati\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@gajihub\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@gajihub\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Desi Murniati\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wage-drift\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wage-drift\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Desi Murniati\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e8b52481451a1e2c3d2011fa7d91ef8c\"},\"headline\":\"Wage Drift: Pengertian, Contoh, dan Tipsnya\",\"datePublished\":\"2025-10-17T09:00:34+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-17T09:00:36+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wage-drift\\\/\"},\"wordCount\":1481,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wage-drift\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/wage-drift.webp\",\"keywords\":[\"aplikasi absensi\",\"contoh wage drift\",\"GajiHub\",\"manfaat wage drift\",\"pengertian wage drift\",\"software HR\",\"software payroll\",\"tips payroll\",\"wage drift\"],\"articleSection\":[\"Payroll\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wage-drift\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wage-drift\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wage-drift\\\/\",\"name\":\"Wage Drift: Pengertian, Contoh, dan Tipsnya - Gajihub Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wage-drift\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wage-drift\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/wage-drift.webp\",\"datePublished\":\"2025-10-17T09:00:34+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-17T09:00:36+00:00\",\"description\":\"Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai wage drift mulai dari pengertiannya, kelebihan dan kekurangannya\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wage-drift\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wage-drift\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wage-drift\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/wage-drift.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/wage-drift.webp\",\"width\":960,\"height\":480,\"caption\":\"wage drift\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wage-drift\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Wage Drift: Pengertian, Contoh, dan Tipsnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Gajihub Blog\",\"description\":\"Informasi terlengkap mengenai pengelolaan SDM, HR, Payroll, dan karir\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Gajihub\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/gajihub-new-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/gajihub-new-logo.png\",\"width\":1010,\"height\":391,\"caption\":\"Gajihub\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/gajihubcom\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/gajihub\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/gajihub\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/gajihub\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/channel\\\/UCIR5sG2AkJSvvo0ala0nx-w\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e8b52481451a1e2c3d2011fa7d91ef8c\",\"name\":\"Desi Murniati\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7106b8fb468ecc208f601f1fac4a6a348c8c52121d1694cbe27cf3c6ee1a89cb?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7106b8fb468ecc208f601f1fac4a6a348c8c52121d1694cbe27cf3c6ee1a89cb?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7106b8fb468ecc208f601f1fac4a6a348c8c52121d1694cbe27cf3c6ee1a89cb?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Desi Murniati\"},\"description\":\"Berpengalaman lebih 5 tahun dalam penulisan tema manajemen dan karir. Desi bertujuan memberikan perspektif terbaru dari tulisannya.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/author\\\/desimurniati\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Wage Drift: Pengertian, Contoh, dan Tipsnya - Gajihub Blog","description":"Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai wage drift mulai dari pengertiannya, kelebihan dan kekurangannya","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wage-drift\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Wage Drift: Pengertian, Contoh, dan Tipsnya - Gajihub Blog","og_description":"Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai wage drift mulai dari pengertiannya, kelebihan dan kekurangannya","og_url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wage-drift\/","og_site_name":"Gajihub Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom","article_published_time":"2025-10-17T09:00:34+00:00","article_modified_time":"2025-10-17T09:00:36+00:00","og_image":[{"width":960,"height":480,"url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/wage-drift.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Desi Murniati","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@gajihub","twitter_site":"@gajihub","twitter_misc":{"Written by":"Desi Murniati","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wage-drift\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wage-drift\/"},"author":{"name":"Desi Murniati","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/person\/e8b52481451a1e2c3d2011fa7d91ef8c"},"headline":"Wage Drift: Pengertian, Contoh, dan Tipsnya","datePublished":"2025-10-17T09:00:34+00:00","dateModified":"2025-10-17T09:00:36+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wage-drift\/"},"wordCount":1481,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wage-drift\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/wage-drift.webp","keywords":["aplikasi absensi","contoh wage drift","GajiHub","manfaat wage drift","pengertian wage drift","software HR","software payroll","tips payroll","wage drift"],"articleSection":["Payroll"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/gajihub.com\/blog\/wage-drift\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wage-drift\/","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wage-drift\/","name":"Wage Drift: Pengertian, Contoh, dan Tipsnya - Gajihub Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wage-drift\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wage-drift\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/wage-drift.webp","datePublished":"2025-10-17T09:00:34+00:00","dateModified":"2025-10-17T09:00:36+00:00","description":"Pada artikel ini GajiHub akan menjelaskan secara lengkap mengenai wage drift mulai dari pengertiannya, kelebihan dan kekurangannya","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wage-drift\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/gajihub.com\/blog\/wage-drift\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wage-drift\/#primaryimage","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/wage-drift.webp","contentUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/wage-drift.webp","width":960,"height":480,"caption":"wage drift"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wage-drift\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Wage Drift: Pengertian, Contoh, dan Tipsnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/","name":"Gajihub Blog","description":"Informasi terlengkap mengenai pengelolaan SDM, HR, Payroll, dan karir","publisher":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization","name":"Gajihub","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/gajihub-new-logo.png","contentUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/gajihub-new-logo.png","width":1010,"height":391,"caption":"Gajihub"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom","https:\/\/x.com\/gajihub","https:\/\/www.instagram.com\/gajihub\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/gajihub\/","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCIR5sG2AkJSvvo0ala0nx-w"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/person\/e8b52481451a1e2c3d2011fa7d91ef8c","name":"Desi Murniati","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7106b8fb468ecc208f601f1fac4a6a348c8c52121d1694cbe27cf3c6ee1a89cb?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7106b8fb468ecc208f601f1fac4a6a348c8c52121d1694cbe27cf3c6ee1a89cb?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7106b8fb468ecc208f601f1fac4a6a348c8c52121d1694cbe27cf3c6ee1a89cb?s=96&d=mm&r=g","caption":"Desi Murniati"},"description":"Berpengalaman lebih 5 tahun dalam penulisan tema manajemen dan karir. Desi bertujuan memberikan perspektif terbaru dari tulisannya.","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/author\/desimurniati\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/wage-drift.webp","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30543","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30543"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30543\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":30610,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30543\/revisions\/30610"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/30605"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30543"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30543"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30543"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}