{"id":23643,"date":"2025-04-11T08:34:37","date_gmt":"2025-04-11T08:34:37","guid":{"rendered":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/?p=23643"},"modified":"2026-01-08T01:39:31","modified_gmt":"2026-01-08T01:39:31","slug":"blue-collar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/blue-collar\/","title":{"rendered":"Blue Collar: Arti, Contoh, Skill, dan Bedanya dengan White Collar"},"content":{"rendered":"\n<p>Di dunia kerja, ada banyak jenis profesi dengan tanggung jawab dan lingkungan kerja yang berbeda-beda. <\/p>\n\n\n\n<p>Sebagian besar mungkin sudah familiar dengan pekerjaan kantoran atau yang disebut sebagai <em>white collar. <\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Namun, selain pekerja kantoran juga terdapat jenis pekerjaan lain yang tak kalah penting dan justru menjadi penggerak berbagai sektor industri,<em> <\/em>yaitu yang disebut dengan <em>blue collar.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Istilah <em>blue collar <\/em>merujuk pada jenis pekerjaan yang lebih banyak melibatkan pekerjaan fisik atau keahlian teknis tertentu. <\/p>\n\n\n\n<p>Biasanya, pekerjaan ini dilakukan di lapangan, tidak seperti pekerja kantoran. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan memahami lebih jauh tentang apa itu pekerjaan <em>blue collar<\/em> dan pilihan karier yang tersedia, Anda bisa mempertimbangkan apakah jenis pekerjaan ini cocok untuk Anda. <\/p>\n\n\n\n<p>Pada artikel kali ini, GajiHub akan membahas apa itu <em>blue collar, <\/em>asal-usul, <em>skill <\/em>yang dibutuhkan, serta pilihan karier yang tersedia. <\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa yang Disebut dengan Blue Collar?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"700\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/blue-collar-2.jpg\" alt=\"blue collar 2\" class=\"wp-image-23650\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/blue-collar-2.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/blue-collar-2-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/blue-collar-2-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><em>Blue collar <\/em>adalah jenis pekerjaan yang mengandalkan tenaga fisik atau keahlian tertentu, biasanya pada bidang teknis. <\/p>\n\n\n\n<p>Pekerjaan ini sering ditemukan di berbagai industri seperti manufaktur, konstruksi, atau pertambangan dan umumnya berada di bawah pengawasan serikat pekerja. <\/p>\n\n\n\n<p>Pekerja <em>blue collar <\/em>biasanya bekerja di luar ruangan atau menggunakan alat dan mesin berat, serta dibayar berdasarkan jam kerja atau jumlah pekerjaan yang diselesaikan. <\/p>\n\n\n\n<p>Sebutan ini berasal dari pakaian kerja yang biasa dikenakan para pekerja saat itu, seperti kemeja denim biru, celana jeans, <em>overalls, <\/em>atau <em>wearpack<\/em>. <\/p>\n\n\n\n<p>Dari segi pendidikan, pekerjaan <em>blue collar <\/em>tidak selalu mensyaratkan gelar pendidikan tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p>Banyak orang yang memulai karier ini setelah lulus SMA, kemudian belajar langsung di lapangan melalui pelatihan kerja atau magang. <\/p>\n\n\n\n<p>Karena pekerjaan <em>blue collar <\/em>lebih mengandalkan keterampilan praktik dibandingkan teori akademis, maka pekerjaan ini sangat membutuhkan pengalaman langsung di lapangan. <\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa contoh industri yang biasanya mempekerjakan pekerja <em>blue collar <\/em>antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Industri manufaktur<\/li>\n\n\n\n<li>Minyak dan gas<\/li>\n\n\n\n<li>Konstruksi<\/li>\n\n\n\n<li>Pertambangan<\/li>\n\n\n\n<li>Perawatan dan pemeliharaan fasilitas atau mesin<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pengertian-profesi\/\"><strong>Pengertian Profesi, Ciri-Ciri, dan Bedanya dengan Pekerjaan<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Asal-Usul Blue Collar?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"700\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/blue-collar-3.jpg\" alt=\"blue collar 3\" class=\"wp-image-23649\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/blue-collar-3.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/blue-collar-3-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/blue-collar-3-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Pekerjaan <em>blue collar <\/em>pertama kali berkembang pada masa Revolusi Industri di akhir abad ke-18. <\/p>\n\n\n\n<p>Saat itu, banyak negara mulai beralih dari ekonomi berbasis pertanian ke ekonomi berbasis industri. <\/p>\n\n\n\n<p>Perubahan ini menciptakan banyak peluang kerja baru, terutama di pabrik-pabrik yang memproduksi barang dalam jumlah besar. <\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, dibutuhkan banyak tenaga kerja yang bisa mengoperasikan mesin dan menangani bahan mentah. <\/p>\n\n\n\n<p>Memasuki abad ke-19, pekerjaan <em>blue collar <\/em>menjadi sangat penting di bidang manufaktur, pertambangan, konstruksi, dan transportasi. <\/p>\n\n\n\n<p>Pekerjaan inilah yang kemudian menjadi tulang punggung kemajuan ekonomi dan pertumbuhan kota-kota industri. <\/p>\n\n\n\n<p>Di Amerika Serikat, kota-kota seperti Detroit, Pittsburgh, dan Chicago tumbuh menjadi pusat pekerja blue collar. <\/p>\n\n\n\n<p>Pada pertengahan abad ke-20, jutaan orang bekerja di industri manufaktur. <\/p>\n\n\n\n<p>Bahkan, menurut data dari Bureau of Labor Statistics, <a href=\"https:\/\/www.bls.gov\/opub\/mlr\/2006\/article\/occupational-changes-during-the-20th-century.htm\">sekitar 55% tenaga kerja di AS saat itu berasal dari sektor <em>blue collar<\/em><\/a><em>.<\/em> <\/p>\n\n\n\n<p>Pekerjaan ini memberikan penghasilan yang cukup stabil dan membuka jalan bagi keluarga kelas pekerja dan para imigran untuk meningkatkan taraf hidup mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Serikat pekerja juga punya peran besar dalam memperjuangkan hak-hak pekerja <em>blue collar. <\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Mereka mendorong adanya upah yang layak, jam kerja yang manusiawi, serta tunjangan seperti asuransi kesehatan dan dana pensiun. <\/p>\n\n\n\n<p>Perjuangan ini mendorong lahirnya berbagai perlindungan hukum, termasuk <a href=\"https:\/\/www.dol.gov\/sites\/dolgov\/files\/WHD\/legacy\/files\/FairLaborStandAct.pdf\">Fair Labor Standards Act\/FLSA tahun 1938<\/a>. <\/p>\n\n\n\n<p>Undang-undang ini menetapkan standar penting seperti upah minimum, aturan jam lembur, dan larangan pekerja anak. <\/p>\n\n\n\n<p>Berkat perlindungan hukum dan peran serikat pekerja, kualitas hidup para pekerja <em>blue collar <\/em>pun meningkat. <\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun pekerjaan ini kini mulai berubah karena kemajuan teknologi dan otomatisasi, perannya tetap penting dalam mendukung perekonomian dan dunia kerja hingga saat ini.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/blue-collar-crime\/\"><strong>Blue Collar Crime, Apa itu dan Apa Saja Contohnya?<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Saja Contoh Pekerjaan Blue Collar?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"700\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/blue-collar-1.jpg\" alt=\"blue collar 1\" class=\"wp-image-23651\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/blue-collar-1.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/blue-collar-1-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/blue-collar-1-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Pekerjaan <em>blue collar <\/em>ada di berbagai bidang dan biasanya menuntut keterampilan praktis serta pekerja fisik di lapangan. <\/p>\n\n\n\n<p>Setiap jenis pekerjaan memiliki tantangan dan lingkungan kerja yang berbeda-beda. <\/p>\n\n\n\n<p>Berikut ini beberapa contoh pekerjaan blue collar yang umum ditemui:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1.  Pekerja konstruksi<\/h3>\n\n\n\n<p>Pekerja konstruksi bertugas membangun, memperbaiki, dan merawat bangunan seperti rumah, gedung, hingga jalan. <\/p>\n\n\n\n<p>Pekerjaan ini membutuhkan tenaga fisik yang kuat dan keterampilan dalam menggunakan berbagai alat serta mesin berat.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/grey-collar-worker\/\">Grey Collar Worker: Perbedaan dengan Blue dan While Collar<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Teknisi listrik<\/h3>\n\n\n\n<p>Profesi ini bertanggung jawab dalam memasang, memperbaiki, dan merawat sistem kelistrikan di rumah, gedung, atau kawasan industri. <\/p>\n\n\n\n<p>Teknisi listrik memerlukan pelatihan khusus dan wajib mematuhi standar keselamatan kerja yang ketat.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/contoh-job-deskripsi-teknisi\/\"><strong>Contoh Job Deskripsi Teknisi, Skill Penting, dan Kualifikasi<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Teknisi ledeng <\/h3>\n\n\n\n<p>Menangani instalasi dan perawatan sistem perpipaan, saluran air bersih maupun pembuangan merupakan tanggung jawab tukang ledeng. <\/p>\n\n\n\n<p>Mereka memperbaiki dan memasang pipa, saluran air, serta peralatan sanitasi lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Montir<\/h3>\n\n\n\n<p>Montir bertanggung jawab untuk emeriksa dan memperbaiki kendaraan, mesin, atau peralatan industri.<\/p>\n\n\n\n<p>Mereka bekerja dengan mengandalkan keterampilan teknis serta pengetahuan tentang mesin tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/foreman-adalah\/\">Foreman Adalah? Ini Jobdesk, Skill Penting, Kualifikasi, dan Gajinya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Pekerja pabrik<\/h3>\n\n\n\n<p>Pekerja pabrik bertugas di lini produksi untuk merakit, mengemas, atau memeriksa kualitas produk. <\/p>\n\n\n\n<p>Mereka biasanya menggunakan mesin atau bekerja di jalur perakitan sesuai standar produksi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/jobdesk-teknisi-pabrik\/\"><strong>Jobdesk Teknisi Pabrik, Skill Penting, Hingga Kisaran Gajinya<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Saja Skill Penting yang Dibutuhkan Pekerja Blue Collar?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"700\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/blue-collar-4.jpg\" alt=\"blue collar 4\" class=\"wp-image-23648\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/blue-collar-4.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/blue-collar-4-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/blue-collar-4-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Berikut adalah beberapa keterampilan penting yang dibutuhkan oleh pekerja kerah biru:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Keterampilan Mekanis<\/h3>\n\n\n\n<p>Pekerja lapangan sering berurusan langsung dengan mesin untuk memproduksi barang atau membantu pelanggan. <\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, memahami cara kerja mesin dan mengetahui cara memperbaikinya termasuk keterampilan penting. <\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, kemampuan memperbaiki mesin bor di kilang minyak bisa membantu proses pengeboran berjalan lancar dan tepat waktu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Keterampilan Teknis<\/h3>\n\n\n\n<p>Saat ini, tak sedikit pekerjaan lapangan yang melibatkan teknologi komputer. <\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, menggunakan sistem komputer untuk menerima instruksi kerja, memantau proses produksi, atau memperbaiki sistem yang bermasalah.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemampuan ini membantu menjaga kelancaran operasional di berbagai sektor industri.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Kemampuan Memecahkan Masalah<\/h3>\n\n\n\n<p>Di lapangan, berbagai masalah bisa terjadi. mulai dari cuaca yang tidak mendukung, kekurangan staf, hingga mesin yang rusak. <\/p>\n\n\n\n<p>Pekerja yang berpikir dengan cepat akan lebih mudah untuk bertahan dan berkembang di dunia kerja. <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Kekuatan dan Ketahanan Fisik<\/h3>\n\n\n\n<p>Banyak pekerjaan lapangan membutuhkan tenaga fisik, seperti mengangkat barang berat, bekerja berdiri dalam waktu lama, atau melakukan aktivitas yang membutuhkan koordinasi mata dan tangan. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan menjaga kondisi fisik, pekerja <em>blue collar <\/em>akan sangat membantu dalam menjalankan tugas-tugas tersebut dengan nyaman dan aman. <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Kesiapan Belajar dan Berlatih<\/h3>\n\n\n\n<p>Sebagaian besar keterampilan pekerja kerah biru didapat dari pelatihan langsung atau magang. <\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, dibutuhkan kemauan belajar dan sikap terbuka terhadap pengalaman baru. <\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Jug: <\/strong><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/menilai-technical-skill-kandidat\/\"><strong>Bagaimana Cara Menilai Technical Skill Kandidat?<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Saja Perbedaan antara Blue Collar dan White Collar?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"700\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/blue-collar-5.jpg\" alt=\"blue collar 5\" class=\"wp-image-23647\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/blue-collar-5.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/blue-collar-5-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/blue-collar-5-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Pekerjaan <em>blue-collar <\/em>dan <em>white collar <\/em>memiliki banyak perbedaan. <\/p>\n\n\n\n<p>Selain mengenai pekerjaan yang dilakukan, kedua jenis pekerjaan ini juga memiliki perbedaan cara rekrutmen, pelatihan, lingkungan kerja, sampai <em>work life balance.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Berikut penjelasan lengkapnya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Keterampilan dan Pelatihan<\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" style=\"font-size:22px\">Blue Collar<\/h4>\n\n\n\n<p>Pekerjaan ini lebih berfokus pada keterampilan praktik dan teknis yang didapat melalui pelatihan langsung, <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/internship-adalah-pengertian-jenis-dan-cara-mencari-tempat-internship\/\">program <em>internship<\/em><\/a><em> <\/em>dan <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/apprenticeship-adalah\/\">program <em>apprenticeship<\/em><\/a> atau sekolah kejuruan. <\/p>\n\n\n\n<p>Banyak pekerja belajar dari pengalaman kerja langsung atau bimbingan profesional berpengalaman, seperti dalam program sertifikasi untuk teknisi listrik. <\/p>\n\n\n\n<p>Pekerjaan kerah biru biasanya tidak terlalu mengutamakan pendidikan formal, namun dibutuhkan pengalaman nyata untuk bisa berkembang. <\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" style=\"font-size:22px\">White Collar<\/h4>\n\n\n\n<p>Sebaliknya, pekerjaan <em>white collar <\/em>sering kali mensyaratkan pendidikan tinggi, seperti gelar sarjana atau sertifikasi khusus di bidang tertentu. <\/p>\n\n\n\n<p>Karyawan biasanya mengembangkan kemampuan analisis, <em><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/problem-solving\/\">problem solving<\/a>, <\/em>dan pengetahuan di bidang seperti keuangan, pemasaran, atau hukum. <\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, mereka juga perlu terus mengikuti perkembangan industri, misalnya dengan belajar <em>software<\/em> baru atau memahami regulasi terbaru.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/on-the-job-training\/\"><strong>On the Job Training: Arti, Manfaat, Kekurangan, dan Tips Terbaiknya<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Gaji dan Tunjangan<\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" style=\"font-size:22px\">Blue Collar<\/h4>\n\n\n\n<p>Pekerja kerah biru mayoritas bekerja dengan <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/upah-per-jam\/\">upah per jam<\/a>, sehingga pendapatan bisa meningkat jika bekerja lembur. <\/p>\n\n\n\n<p>Bagi banyak pekerja, lembur menjadi bagian besar dari penghasilan bulanan. <\/p>\n\n\n\n<p>Jika pekerja tergabung dalam serikat, mereka juga bisa mendapat manfaat tambahan seperti asuransi kesehatan, pensiun, dan cuti berbayar.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" style=\"font-size:22px\">White Collar<\/h4>\n\n\n\n<p>Biasanya menerima gaji tetap setiap bulan, terlepas dari jumlah jam kerja. <\/p>\n\n\n\n<p>Pekerjaan ini sering disertai dengan tunjangan seperti asuransi, dana pensiun, dan cuti berbayar.<\/p>\n\n\n\n<p>Di lingkungan korporat, bisa juga ada tambahan berupa bonus tahunan atau saham perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pekerja-kerah-putih-dan-biru-adalah\/\"><strong>Pekerja Kerah Putih dan Biru: Pengertian, Contoh dan Perbedaannya<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Lingkungan Kerja<\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" style=\"font-size:22px\">Blue-Collar<\/h4>\n\n\n\n<p>Lingkungan kerja pekerja kerah biru lebih bersifat fisik dan lapangan, seperti pabrik, gudang, proyek konstruksi, atau bengkel. <\/p>\n\n\n\n<p>Jenis pekerjaan ini bisa cukup berat secara fisik dan seringkali memerlukan alat pelindung diri atau seragam khusus. <\/p>\n\n\n\n<p>Cuaca dan musim juga bisa memengaruhi kondisi kerja.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" style=\"font-size:22px\">White-Collar<\/h4>\n\n\n\n<p>Sementara <em>white collar <\/em>bekerja di kantor atau lingkungan dalam ruangan yang stabil dan nyaman. <\/p>\n\n\n\n<p>Tugasnya biasanya melibatkan penggunaan komputer, menghadiri rapat, dan pengolahan data. <\/p>\n\n\n\n<p>Walaupun tidak menuntut fisik, pekerjaan ini menuntut konsentrasi tinggi dan kemampuan mengelola stres.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/manajemen-stres-kerja\/\"><strong>Manajemen Stres Kerja: Pengertian, Teknik, dan Cara Mengatasi<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"700\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/blue-collar-6.jpg\" alt=\"kerah biru 6\" class=\"wp-image-23646\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/blue-collar-6.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/blue-collar-6-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/blue-collar-6-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Proses Rekrutmen<\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" style=\"font-size:22px\">Blue Collar<\/h4>\n\n\n\n<p>Rekruter lebih fokus pada keahlian teknis dan pengalaman langsung. <\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, wawancara cenderung bersifat sederhana dan bisa mencakup tes kemampuan fisik atau keterampilan spesifik, misalnya mengoperasikan mesin.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" style=\"font-size:22px\">White Collar<\/h4>\n\n\n\n<p>Rekrutmen cenderung lebih kompleks dan seringkali melibatkan beberapa tahap seperti wawancara, tes keterampilan, hingga asesmen psikologi. <\/p>\n\n\n\n<p>Fokus utama ada pada pendidikan, pengalaman profesional, serta soft skill seperti komunikasi, kolaborasi, dan kemampuan berpikir kritis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Pola Kerja dan Work-Life Balance<\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" style=\"font-size:22px\">Blue Collar<\/h4>\n\n\n\n<p>Banyak pekerjaan menggunakan <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/shift-kerja-adalah\/\">sistem kerja shift<\/a> atau proyek dengan jam kerja yang bisa berubah. <\/p>\n\n\n\n<p>Walaupun pekerjaan ini lebih menuntut secara fisik, adanya lembur berbayar bisa menjadi keuntungan. <\/p>\n\n\n\n<p>Namun, dampak seperti kelelahan fisik dan risiko keselamatan juga perlu diperhatikan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" style=\"font-size:22px\">White-Collar<\/h4>\n\n\n\n<p>Jam kerja biasanya lebih tetap dan terpusat pada hari kerja (Senin\u2013Jumat). <\/p>\n\n\n\n<p>Walaupun secara fisik tidak melelahkan, beban kerja bisa cukup tinggi dan <em><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/deadline-adalah\/\">deadline<\/a><\/em> bisa menyebabkan stres. <\/p>\n\n\n\n<p>Posisi yang lebih tinggi sering kali membutuhkan dedikasi ekstra di luar jam kerja.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/work-life-balance-definisi-dan-tips-mencapainya\/\"><strong>Work Life Balance: Definisi dan Tips Mencapainya<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Perbedaan Blue Collar dengan Jenis Pekerjaan Lainnya?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"700\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/blue-collar-7.jpg\" alt=\"kerah biru 7\" class=\"wp-image-23645\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/blue-collar-7.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/blue-collar-7-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/blue-collar-7-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Selain istilah <em>blue collar <\/em>dan <em>white collar, <\/em>juga terdapat beberapa jenis <em>&#8220;collar&#8221; <\/em>lainnya yang digunakan untuk menggambarkan kelompok pekerja berdasarkan jenis pekerjaan mereka. <\/p>\n\n\n\n<p>Istilah-istilah ini tidak selalu merujuk pada warna pakaian kerja, melainkan lebih kepada karakteristik bidang atau jenis tugas yang dilaksanakan. <\/p>\n\n\n\n<p>Berikut jenis-jenisnya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Gold Collar<\/h3>\n\n\n\n<p>Pekerja di kategori ini berasal dari profesi-profesi bergengsi dengan penghasilan tinggi, seperti dokter, pengacara, atau eksekutif tingkat atass. <\/p>\n\n\n\n<p>Istilah &#8220;gold&#8221; melambangkan tingginya pendapatan dan status sosial yang biasanya melekat pada pekerjaan dan status sosial yang biasanya melekat pada pekerjaan ini. <\/p>\n\n\n\n<p>Pekerjaan di sektor ini juga sering membutuhkan pendidikan tinggi, sertifikasi profesional, dan pengalaman bertahun-tahun.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Gray Collar<\/h3>\n\n\n\n<p><em>Gray collar <\/em>adalah pekerja yang berada di antara <em>white collar <\/em>dan <em>blue collar.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Mereka biasanya bekerja di bidang profesional, tetapi juga melakukan tugas-tugas fisik.<\/p>\n\n\n\n<p>Contohnya adalah seorang <em>engineer<\/em> yang tidak hanya merancang dari balik meja, tapi juga turun langsung ke lapangan untuk memastikan implementasi teknis berjalan sesuai rencana. <\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, mereka butuh pengetahuan teknis sekaligus kemampuan fisik.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/surveyor-adalah\/\"><strong>Surveyor Adalah? Ini Jobdesk, Skill Penting, dan Gajinya<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Pink Collar<\/h3>\n\n\n\n<p>Kategori ini merujuk pada pekerjaan di bidang layanan yang secara historis banyak dilakukan oleh perempuan, seperti guru, perawat, dan kasir ritel.<\/p>\n\n\n\n<p>Meski istilahnya mengandung warna <em>&#8220;pink&#8221;, <\/em>bukan berarti pekerjaan ini hanya terbatas untuk perempuan saja.<\/p>\n\n\n\n<p>Pekerjaan <em><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pekerjaan-pink-collar\/\">pink collar<\/a> <\/em>biasanya melibatkan <em><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/interpersonal-skill\/\">interpersonal skill<\/a> <\/em>yang tinggi dan berfokus pada layanan pelanggan. <\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/daftar\/\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/01-1080x1080-Feed-1024x1024.jpg\" alt=\"gajihub 1\" class=\"wp-image-418\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/01-1080x1080-Feed-1024x1024.jpg 1024w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/01-1080x1080-Feed-300x300.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/01-1080x1080-Feed-150x150.jpg 150w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/01-1080x1080-Feed-768x768.jpg 768w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/01-1080x1080-Feed.jpg 1080w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Red Collar<\/h3>\n\n\n\n<p><em>Red collar <\/em>menggambarkan pekerja sektor pemerintahan atau pegawai negeri sipil.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebutan ini berasal dari tinta merah yang biasa digunakan dalam dokumen anggaran untuk mencatat pengeluaran gaji PNS. <\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun jam kerjanya cenderung stabil, pekerjaan ini juga memiliki aturan birokrasi yang ketat dan tanggung jawab publik yang besar.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/golongan-pns\/\"><strong>Golongan PNS: Ini Gaji dan Tunjangan yang Didapatkan<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Green Collar<\/h3>\n\n\n\n<p>Kategori ini mencakup pekerjaan yang berfokus pada pelestarian lingkungan, energi terbarukan, atau proyek-proyek yang mendukung keberlanjutan. <\/p>\n\n\n\n<p>Contohnya adalah teknisi panel surya, pekerja pengelolaan limbah, atau ahli konservasi alam. <\/p>\n\n\n\n<p><em>Green collar<\/em> menjadi semakin relevan di era modern karena meningkatnya kesadaran terhadap isu perubahan iklim dan pentingnya pembangunan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pekerjaan-masa-depan\/\"><strong>20 Pekerjaan Masa Depan dan Tips Mempersiapkannya<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p>Berdasarkan artikel di atas, dapat dipahami bahwa pekerjaan <em>blue collar <\/em>mencakup jenis pekerjaan yang menekankan pada keterampilan praktis dan kerja fisik dibandingkan kerja administratif atau kantoran. <\/p>\n\n\n\n<p>Pekerjaan ini biasanya dilakukan di lapangan seperti pabrik, bengkel, gudang, atau lokasi konstruksi. <\/p>\n\n\n\n<p>Contohnya termasuk teknisi, operator mesin, teknisi ledeng, pekerja pabrik, dan masih banyak lagi. <\/p>\n\n\n\n<p>Banyak dari mereka mempelajari keterampilan melalui pelatihan langsung, magang, atau sekolah kejuruan, tanpa harus memiliki gelar pendidikan tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p>Dibandingkan dengan pekerjaan <em>white collar<\/em>, <em>blue collar<\/em> cenderung bekerja di lingkungan yang lebih fisik dan menuntut stamina, sementara <em>white collar<\/em> umumnya bekerja di kantor dan lebih fokus pada analisis dan administrasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk membantu perusahaan dalam mengelola pekerja <em>blue collar <\/em>atau pun jenis pekerjaan lainnya, perusahaan dapat menggunakan <em><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/absensi\/\">software absensi<\/a><\/em> dari GajiHub.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui <em>software <\/em>ini, Anda dapat membuat jadwal <em>shift <\/em>kerja, terutama bagi perusahaan yang mempekerjakan <em>blue collar <\/em>di industri seperti manufaktur, retail, atau pun kontraktor. <\/p>\n\n\n\n<p>Jadwal tersebut nantinya dapat diakses oleh para karyawan dan mereka dapat melakukan presensi secara mandiri melalui fitur <em>employee self-service <\/em>(ESS) yang juga dimiliki GajiHub. <\/p>\n\n\n\n<p>Tertarik mencoba? Kunjungi <strong><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/daftar\/\">tautan ini<\/a><\/strong> dan dapatkan coba gratis hingga 14 hari. <\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di dunia kerja, ada banyak jenis profesi dengan tanggung jawab dan lingkungan kerja yang berbeda-beda. Sebagian besar mungkin sudah familiar&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":23652,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[314,109,29,9251,80,28,175,27,6441],"class_list":["post-23643","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-karir","tag-aplikasi-absensi","tag-aplikasi-hris","tag-gajihub","tag-pengertian-blue-collar","tag-software-absensi","tag-software-hr","tag-software-hris","tag-software-payroll","tag-tips-pengembangan-karir"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Blue Collar: Arti, Contoh, Skill, dan Bedanya dengan White Collar - Gajihub Blog<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pada artikel kali ini, GajiHub akan membahas apa itu blue collar, asal-usul, skill yang dibutuhkan, serta pilihan karier yang tersedia.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/blue-collar\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Blue Collar: Arti, Contoh, Skill, dan Bedanya dengan White Collar - Gajihub Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pada artikel kali ini, GajiHub akan membahas apa itu blue collar, asal-usul, skill yang dibutuhkan, serta pilihan karier yang tersedia.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/blue-collar\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Gajihub Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-04-11T08:34:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-01-08T01:39:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/blue-collar-banner.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"825\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"315\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"sugi priharto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@gajihub\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@gajihub\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"sugi priharto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/blue-collar\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/blue-collar\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"sugi priharto\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/a34aaadc9cc210d3a080befe71b9210a\"},\"headline\":\"Blue Collar: Arti, Contoh, Skill, dan Bedanya dengan White Collar\",\"datePublished\":\"2025-04-11T08:34:37+00:00\",\"dateModified\":\"2026-01-08T01:39:31+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/blue-collar\\\/\"},\"wordCount\":2071,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/blue-collar\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/blue-collar-banner.png\",\"keywords\":[\"aplikasi absensi\",\"aplikasi HRIS\",\"GajiHub\",\"pengertian blue collar\",\"software absensi\",\"software HR\",\"software HRIS\",\"software payroll\",\"tips pengembangan karir\"],\"articleSection\":[\"Pengembangan Karir\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/blue-collar\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/blue-collar\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/blue-collar\\\/\",\"name\":\"Blue Collar: Arti, Contoh, Skill, dan Bedanya dengan White Collar - Gajihub Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/blue-collar\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/blue-collar\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/blue-collar-banner.png\",\"datePublished\":\"2025-04-11T08:34:37+00:00\",\"dateModified\":\"2026-01-08T01:39:31+00:00\",\"description\":\"Pada artikel kali ini, GajiHub akan membahas apa itu blue collar, asal-usul, skill yang dibutuhkan, serta pilihan karier yang tersedia.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/blue-collar\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/blue-collar\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/blue-collar\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/blue-collar-banner.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/blue-collar-banner.png\",\"width\":825,\"height\":315,\"caption\":\"blue collar banner\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/blue-collar\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Blue Collar: Arti, Contoh, Skill, dan Bedanya dengan White Collar\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Gajihub Blog\",\"description\":\"Informasi terlengkap mengenai pengelolaan SDM, HR, Payroll, dan karir\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Gajihub\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/gajihub-new-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/gajihub-new-logo.png\",\"width\":1010,\"height\":391,\"caption\":\"Gajihub\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/gajihubcom\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/gajihub\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/gajihub\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/gajihub\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/channel\\\/UCIR5sG2AkJSvvo0ala0nx-w\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/a34aaadc9cc210d3a080befe71b9210a\",\"name\":\"sugi priharto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"sugi priharto\"},\"description\":\"Pengajar dan content writer di bidang keuangan, HR manajemen, dan dunia karir lebih dari 7 tahun\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/id.linkedin.com\\\/in\\\/sugipriharto\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/author\\\/sugipriharto\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Blue Collar: Arti, Contoh, Skill, dan Bedanya dengan White Collar - Gajihub Blog","description":"Pada artikel kali ini, GajiHub akan membahas apa itu blue collar, asal-usul, skill yang dibutuhkan, serta pilihan karier yang tersedia.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/blue-collar\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Blue Collar: Arti, Contoh, Skill, dan Bedanya dengan White Collar - Gajihub Blog","og_description":"Pada artikel kali ini, GajiHub akan membahas apa itu blue collar, asal-usul, skill yang dibutuhkan, serta pilihan karier yang tersedia.","og_url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/blue-collar\/","og_site_name":"Gajihub Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom","article_published_time":"2025-04-11T08:34:37+00:00","article_modified_time":"2026-01-08T01:39:31+00:00","og_image":[{"width":825,"height":315,"url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/blue-collar-banner.png","type":"image\/png"}],"author":"sugi priharto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@gajihub","twitter_site":"@gajihub","twitter_misc":{"Written by":"sugi priharto","Est. reading time":"11 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/blue-collar\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/blue-collar\/"},"author":{"name":"sugi priharto","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/person\/a34aaadc9cc210d3a080befe71b9210a"},"headline":"Blue Collar: Arti, Contoh, Skill, dan Bedanya dengan White Collar","datePublished":"2025-04-11T08:34:37+00:00","dateModified":"2026-01-08T01:39:31+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/blue-collar\/"},"wordCount":2071,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/blue-collar\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/blue-collar-banner.png","keywords":["aplikasi absensi","aplikasi HRIS","GajiHub","pengertian blue collar","software absensi","software HR","software HRIS","software payroll","tips pengembangan karir"],"articleSection":["Pengembangan Karir"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/gajihub.com\/blog\/blue-collar\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/blue-collar\/","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/blue-collar\/","name":"Blue Collar: Arti, Contoh, Skill, dan Bedanya dengan White Collar - Gajihub Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/blue-collar\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/blue-collar\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/blue-collar-banner.png","datePublished":"2025-04-11T08:34:37+00:00","dateModified":"2026-01-08T01:39:31+00:00","description":"Pada artikel kali ini, GajiHub akan membahas apa itu blue collar, asal-usul, skill yang dibutuhkan, serta pilihan karier yang tersedia.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/blue-collar\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/gajihub.com\/blog\/blue-collar\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/blue-collar\/#primaryimage","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/blue-collar-banner.png","contentUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/blue-collar-banner.png","width":825,"height":315,"caption":"blue collar banner"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/blue-collar\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Blue Collar: Arti, Contoh, Skill, dan Bedanya dengan White Collar"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/","name":"Gajihub Blog","description":"Informasi terlengkap mengenai pengelolaan SDM, HR, Payroll, dan karir","publisher":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization","name":"Gajihub","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/gajihub-new-logo.png","contentUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/gajihub-new-logo.png","width":1010,"height":391,"caption":"Gajihub"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom","https:\/\/x.com\/gajihub","https:\/\/www.instagram.com\/gajihub\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/gajihub\/","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCIR5sG2AkJSvvo0ala0nx-w"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/person\/a34aaadc9cc210d3a080befe71b9210a","name":"sugi priharto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","caption":"sugi priharto"},"description":"Pengajar dan content writer di bidang keuangan, HR manajemen, dan dunia karir lebih dari 7 tahun","sameAs":["https:\/\/id.linkedin.com\/in\/sugipriharto"],"url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/author\/sugipriharto\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/blue-collar-banner.png","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23643","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23643"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23643\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32402,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23643\/revisions\/32402"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23652"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23643"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23643"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23643"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}