{"id":21826,"date":"2025-03-10T07:54:26","date_gmt":"2025-03-10T07:54:26","guid":{"rendered":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/?p=21826"},"modified":"2025-03-10T07:54:28","modified_gmt":"2025-03-10T07:54:28","slug":"attrition-rate","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/attrition-rate\/","title":{"rendered":"Attrition Rate: Jenis, Faktor Penyebab, dan Cara Mengukurnya"},"content":{"rendered":"\n<p><em>Attrition rate <\/em>merupakan salah satu metrik penting HR yang menunjukkan seberapa stabil dan puas karyawan dalam sebuah perusahaan. <\/p>\n\n\n\n<p>Jika tingkat <em>attrition <\/em>tinggi, hal tersebut bisa menjadi tanda bahwa banyak karyawan yang <em>resign, <\/em>baik karena alasan pribadi maupun karea kurangnya kepuasan kerja.  <\/p>\n\n\n\n<p>Ada banyak faktor yang mempengaruhi<em> attrition rate, <\/em>seperti budaya kerja, kesempatan pengembangan karier, <em>work life balance, <\/em>serta hubungan dengan atasan. <\/p>\n\n\n\n<p>Jika perusahaan tidak memperhatikan faktor-faktor tersebut, karyawan bisa merasa tidak betah dan akhirnya memilih <em>resign. <\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Pada artikel kali ini, GajiHub akan membahas apa itu <em>attrition rate, <\/em>pentingnya bagi perusahaan, cara menghitung, dan cara menganalisisnya. <\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa yang Dimaksud dengan Attrition Rate?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"700\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/attrition-rate-1.jpg\" alt=\"attrition rate 1\" class=\"wp-image-21847\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/attrition-rate-1.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/attrition-rate-1-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/attrition-rate-1-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><em>Attrition rate <\/em>adalah ukuran seberapa cepat karyawan meninggalkan perusahaan tanpa segera digantikan dalam periode waktu tertentu. <\/p>\n\n\n\n<p>Biasanya, tingkat ini dinyatakan dalam bentuk presentase.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Attrition <\/em>dapat berdampak negatif bagi perusahaan, sehingga penting untuk memantau tingkatnya secara berkala. <\/p>\n\n\n\n<p>Jika jumlah karyawan keluar semakin meningkat, perusahaan perlu mengevaluasi strategi dan manajemen tenaga kerja. <\/p>\n\n\n\n<p>Perubahan dalam tingkat <em>attrition <\/em>juga bisa menjadi tanda adanya masalah dalam lingkungan kerja yang perlu segera diatasi. <\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/employee-attrition\/\"><strong>Employee Attrition: Pengertian, Penyebab, Rumus, dan Cara Meminimalisirnya<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apakah Attrition dan Turnover Karyawan itu Sama?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"700\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/attrition-rate-2.jpg\" alt=\"attrition rate 2\" class=\"wp-image-21846\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/attrition-rate-2.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/attrition-rate-2-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/attrition-rate-2-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Tidak. Meskipun keduanya sama-sama berkaitan dengan keluarnya karyawan dari perusahaan, namun <em>attrition <\/em>dan <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pengertian-turnover-karyawan\/\"><em>turnover <\/em>karyawan<\/a> memiliki perbedaan tersendiri. <\/p>\n\n\n\n<p><em>Attrition <\/em>terjadi ketika karyawan meninggalkan perusahaan lebih cepat dibandingkan perusahaan mampu menggantikan posisinya. <\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai akibatnya, posisi yang ditinggalkan sering kali tetap kosong dalam waktu lama atau bahkan dihapus jika <em>skill <\/em>yang dibutuhkan sulit ditemukan di pasar tenaga kerja. <\/p>\n\n\n\n<p><em>Attrition <\/em>biasanya merupakan masalah jangka panjang yang bisa berdampak positif atau negatif, tergantung pada situasinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mengatasinya, perusahaan perlu menerapkan strategi bisnis dan kebijakan HR yang tepat.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, <em>turnover<\/em> mengacu pada seberapa cepat perusahaan menggantikan karyawan yang keluar dengan karyawan baru.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Turnover<\/em> lebih mencerminkan perubahan jangka pendek dalam tenaga kerja. <\/p>\n\n\n\n<p>Jika tingkat <em>turnover<\/em> terlalu tinggi, perusahaan bisa mengalami kerugian karena harus terus-menerus merekrut dan melatih karyawan baru, yang memakan biaya besar. <\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, <em>turnover<\/em> yang tinggi juga bisa menyebabkan hilangnya pengalaman dan pengetahuan dalam perusahaan, yang berpotensi menghambat inovasi dan perkembangan bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa contoh perbedaan antara <em>attrition <\/em>dan <em>turnover<\/em>:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Penyebab<\/h3>\n\n\n\n<p><em>Turnover<\/em> biasanya disebabkan oleh karyawan yang resign secara sukarela karena mendapatkan pekerjaan baru, gaji lebih tinggi, atau alasan pribadi. <\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, <em>turnover<\/em> juga bisa terjadi karena pemecatan akibat kinerja buruk atau pelanggaran kebijakan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sisi lain,<em> attrition<\/em> umumnya terjadi karena alasan alami, seperti pensiun, kontrak kerja yang berakhir tanpa perpanjangan, atau kebijakan perusahaan untuk mengurangi jumlah karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/strategi-retensi-karyawan\/\">18 Strategi Retensi Karyawan Terbaik<\/a> <\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Dampak pada Perusahaan<\/h3>\n\n\n\n<p><em>Turnover<\/em> dapat meningkatkan biaya operasional perusahaan karena perusahaan harus terus melakukan rekrutmen dan pelatihan untuk menggantikan karyawan yang keluar. <\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, <em>turnover<\/em> yang tinggi bisa menyebabkan ketidakstabilan dalam tim kerja, menurunkan produktivitas, dan mengganggu alur kerja yang sudah ada.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, <em>attrition <\/em>bisa berdampak pada pengurangan tenaga kerja dan hilangnya keterampilan tertentu dalam perusahaan. <\/p>\n\n\n\n<p>Namun, dalam beberapa kasus, attrition juga bisa membantu perusahaan mengurangi biaya tenaga kerja dan menyesuaikan jumlah karyawan sesuai kebutuhan bisnis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Sifat Perubahan<\/h3>\n\n\n\n<p><em>Turnover<\/em> bersifat jangka pendek karena perusahaan biasanya segera mencari pengganti untuk mengisi posisi yang kosong. <\/p>\n\n\n\n<p>Proses perekrutan dan pelatihan bisa berlangsung cepat tergantung pada urgensi dan ketersediaan kandidat yang sesuai.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebaliknya, <em>attrition<\/em> bersifat jangka panjang karena posisi yang ditinggalkan tidak langsung diisi kembali, bahkan bisa dihapus sepenuhnya. <\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/cara-menghitung-turnover-karyawan\/\">Cara Menghitung Turnover Karyawan dan Tips Menguranginya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Saja Jenis-Jenis Attrition?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"700\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/attrition-rate-3.jpg\" alt=\"attrition rate 3\" class=\"wp-image-21845\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/attrition-rate-3.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/attrition-rate-3-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/attrition-rate-3-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Ada beberapa jenis <em>attrition <\/em>yang perlu Anda pahami, berikut penjelasannya masing-masing:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Attrition Sukarela vs. Tidak Sukarela<\/h3>\n\n\n\n<p><em>Attrition <\/em>sukarela terjadi ketika karyawan memustukan untuk keluar dari perusahaan atas keinginannya sendiri. <\/p>\n\n\n\n<p>Perusahaan perlu memperhatikan siapa yang keluar, karena kehilangan karyawan berbakat bisa berdampak pada produktivitas. <\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, jika banyak<em> software developer<\/em> yang mengundurkan diri dari perusahaan teknologi, hal ini bisa menjadi risiko besar bagi bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, <em>attrition<\/em> tidak sukarela terjadi ketika perusahaan memutuskan untuk memberhentikan karyawan. <\/p>\n\n\n\n<p>Biasanya, ini disebabkan oleh <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/restruktur-organisasi\/\">restrukturi organisasi<\/a>, kondisi ekonomi, atau perubahan dalam industri dan tenaga kerja.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Attrition Fungsional vs. Disfungsional<\/h3>\n\n\n\n<p><em>Attrition<\/em> disfungsional terjadi ketika perusahaan kehilangan karyawan berbakat karena masalah seperti lingkungan kerja yang buruk, manajemen yang tidak efektif, atau rendahnya <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/motivasi-karyawan\/\">motivasi karyawan<\/a>. <\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini dapat menurunkan produktivitas, moral, dan profitabilitas perusahaan karena kehilangan tenaga kerja berpengalaman yang sulit digantikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebaliknya, <em>attrition<\/em> fungsional terjadi ketika perusahaan kehilangan karyawan yang dianggap kurang kompeten.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini bisa terjadi jika karyawan tidak memiliki keterampilan atau pengalaman yang cukup untuk pekerjaannya. <\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, karyawan yang tidak termotivasi atau tidak memiliki keterlibatan dalam pekerjaannya juga lebih mungkin untuk diberhentikan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/cara-mengukur-employee-engagement\/\"><strong>Cara Mengukur Employee Engagement dan Metrik Pentingnya<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Saja Faktor yang Mempengaruhi Attrition?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"700\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/attrition-rate-4.jpg\" alt=\"attrition rate 4\" class=\"wp-image-21844\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/attrition-rate-4.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/attrition-rate-4-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/attrition-rate-4-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><em>Attrition rate <\/em>dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Faktor Internal<\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" style=\"font-size:22px\">1. Gaji dan Tunjangan<\/h4>\n\n\n\n<p>Karyawan cenderung bertahan jika mereka mendapatkan gaji dan tunjangan yang sesuai. <\/p>\n\n\n\n<p>Jika ada tawaran kerja dengan bayaran lebih tinggi untuk pekerjaan yang sama, kebanyakan orang akan memilih pindah. <\/p>\n\n\n\n<p>Selain gaji pokok, faktor seperti bonus, komisi, dan kenaikan tahunan juga mempengaruhi keputusan karyawan untuk tetap bekerja atau mencari peluang lain.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" style=\"font-size:22px\">2. Kepuasan Kerja<\/h4>\n\n\n\n<p>Selain gaji, kepuasan dalam bekerja juga menjadi alasan utama seseorang bertahan atau keluar dari perusahaan. <\/p>\n\n\n\n<p>Karena sebagian besar waktu dihabiskan untuk bekerja, penting bagi karyawan untuk merasa nyaman dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika perusahaan tidak memberikan apresiasi terhadap kinerja karyawan atau memiliki aturan yang terlalu kaku, karyawan cenderung mencari pekerjaan di tempat lain.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" style=\"font-size:22px\">3. Kesempatan Belajar dan Berkembang<\/h4>\n\n\n\n<p>Setiap orang ingin berkembang dalam kariernya.<\/p>\n\n\n\n<p> Karyawan lebih suka bekerja di perusahaan yang memberikan pelatihan dan kesempatan untuk meningkatkan keterampilan. <\/p>\n\n\n\n<p>Jika perusahaan tidak menyediakan program pengembangan yang mendukung pertumbuhan karier, karyawan akan mencari peluang tersebut di tempat lain.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/strategi-mempertahankan-karyawan\/\"><strong>11 Strategi Mempertahankan Karyawan Paling Efektif, Apa Saja?<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"700\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/attrition-rate-8.jpg\" alt=\"attrition rate 8\" class=\"wp-image-21840\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/attrition-rate-8.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/attrition-rate-8-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/attrition-rate-8-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Faktor Eksternal<\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" style=\"font-size:22px\">1. Usia dan Komposisi Karyawan<\/h4>\n\n\n\n<p>Jika banyak karyawan dalam suatu perusahaan mendekati usia pensiun, perusahaan perlu menyiapkan strategi agar tidak kehilangan terlalu banyak tenaga kerja sekaligus. <\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu caranya adalah membagi tanggung jawab mereka ke anggota tim lain atau menghapus posisi yang sudah tidak relevan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" style=\"font-size:22px\">2. Perubahan dalam Industri<\/h4>\n\n\n\n<p>Perubahan tren bisnis juga mempengaruhi jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan. <\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, dengan semakin banyaknya orang berbelanja online, toko fisik memerlukan lebih sedikit pegawai, sementara bisnis <em>e-commerce<\/em> justru membutuhkan lebih banyak tenaga kerja untuk layanan digital dan logistik.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" style=\"font-size:22px\">3. Kondisi Ekonomi<\/h4>\n\n\n\n<p>Saat ekonomi sedang bagus, perusahaan dapat merekrut lebih banyak karyawan, menaikkan gaji, dan memberikan berbagai fasilitas agar karyawan tetap bertahan. <\/p>\n\n\n\n<p>Namun, saat terjadi resesi atau penurunan ekonomi, bisnis menjadi lesu, sehingga perusahaan cenderung mengurangi perekrutan dan memangkas biaya, termasuk gaji karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/penyebab-turnover-karyawan-tinggi\/\"><strong>13 Penyebab Turnover Karyawan Tinggi dan Cara Mengatasinya<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Cara Mengukur Attrition Rate?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"700\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/attrition-rate-5.jpg\" alt=\"attrition rate 5\" class=\"wp-image-21843\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/attrition-rate-5.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/attrition-rate-5-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/attrition-rate-5-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><em>Attrition rate <\/em>adalah persentase karyawan yang keluar dari perusahaan dalam periode tertentu. <\/p>\n\n\n\n<p>Rumusnya adalah:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tingkat attrition = (Jumlah karyawan yang keluar) \/ (Rata-rata jumlah karyawan) \u00d7 100<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Langkah-langkah Menghitung Attrition Rate<\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Hitung rata-rata jumlah karyawan dalam periode tertentu dengan menjumlahkan karyawan di awal dan akhir periode, lalu bagi dua.<\/li>\n\n\n\n<li>Hitung tingkat attrition dengan membagi jumlah karyawan yang keluar dengan rata-rata jumlah karyawan, lalu kalikan 100 untuk mendapatkan persentasenya.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Contoh Perhitungan<\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" style=\"font-size:22px\">Contoh 1: <\/h4>\n\n\n\n<p><strong>Perhitungan Tahunan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Sebuah perusahaan memiliki 200 karyawan di awal tahun dan 30 karyawan keluar sepanjang tahun.<\/p>\n\n\n\n<p>Langkah 1: Hitung rata-rata jumlah karyawan<\/p>\n\n\n\n<p>(200 + (200 &#8211; 30)) \/ 2 = 185<\/p>\n\n\n\n<p>Langkah 2: Hitung tingkat attrition<\/p>\n\n\n\n<p>(30 \/ 185) \u00d7 100 = 16,2%<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, <em>attrition ra<\/em>te perusahaan dalam setahun adalah 16,2%.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" style=\"font-size:22px\">Contoh 2<\/h4>\n\n\n\n<p><strong>Perhitungan Kuartalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Sebuah perusahaan memiliki 150 karyawan di awal kuartal dan 10 karyawan keluar selama kuartal tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Langkah 1: Hitung rata-rata jumlah karyawan<\/p>\n\n\n\n<p>(150 + (150 &#8211; 10)) \/ 2 = 145<\/p>\n\n\n\n<p>Langkah 2: Hitung tingkat attrition<\/p>\n\n\n\n<p>(10 \/ 145) \u00d7 100 = 6,89%<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, <em>attrition rate<\/em> dalam kuartal tersebut adalah 6,89%.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" style=\"font-size:22px\">Contoh 3<\/h4>\n\n\n\n<p><strong>Perhitungan dengan Perekrutan Baru<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Sebuah perusahaan memiliki 1.000 karyawan di awal tahun, kemudian merekrut 200 karyawan baru, dan 50 karyawan keluar sepanjang tahun.<\/p>\n\n\n\n<p>Langkah 1: Hitung rata-rata jumlah karyawan<\/p>\n\n\n\n<p>(1.000 + (1.000 + 200 &#8211; 50)) \/ 2 = 1.075<\/p>\n\n\n\n<p>Langkah 2: Hitung tingkat attrition<\/p>\n\n\n\n<p>(50 \/ 1.075) \u00d7 100 = 4,65%<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, <em>attrition rate<\/em> perusahaan dalam setahun adalah 4,65%.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/downsizing-adalah\/\"><strong>Downsizing Adalah? Ini Manfaat, Dampak, Cara Mengatasinya<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apakah Tingkat Attrition yang Tinggi Itu Buruk?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"700\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/attrition-rate-6.jpg\" alt=\"karyawan resign 6\" class=\"wp-image-21842\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/attrition-rate-6.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/attrition-rate-6-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/attrition-rate-6-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Secara umum, tingkat attrition yang tinggi bisa menjadi tanda bahwa banyak karyawan meninggalkan perusahaan lebih cepat daripada yang bisa digantikan. <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Dampak Negatif Attrition Rate yang Tinggi<\/h3>\n\n\n\n<p>Beberapa dampak negatifnya antara lain:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" style=\"font-size:22px\">Biaya rekrutmen meningkat<\/h4>\n\n\n\n<p>Perusahaan harus mengeluarkan biaya lebih untuk mencari pengganti, mulai dari memasang lowongan hingga pelatihan karyawan baru.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" style=\"font-size:22px\">Penurunan produktivitas <\/h4>\n\n\n\n<p>Ada waktu kosong antara saat karyawan lama keluar dan karyawan baru mulai bekerja. <\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, merekrut seorang <em>software engineer <\/em>bisa memakan waktu 43 hari, menyebabkan penurunan produktivitas yang bisa cukup merugikan. <\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" style=\"font-size:22px\">Dampak pada moral karyawan<\/h4>\n\n\n\n<p>Pergantian staf yang terlalu sering bisa mengganggu kerja tim dan membuat karyawan sulit membangun hubungan kerja yang solid.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut para ahli, <em>attrition rate<\/em> di atas 20% dianggap tinggi. <\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, jika lebih dari 15% karyawan baru keluar dalam enam bulan pertama, ini bisa menjadi tanda adanya masalah dalam proses onboarding perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Dampak Positif Attrition Rate<\/h3>\n\n\n\n<p>Namun, dalam beberapa kondisi, <em>attrition rate<\/em> yang tinggi bisa menguntungkan, misalnya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Menghemat biaya tenaga kerja, karena perusahaan bisa menunda perekrutan karyawan baru untuk mengurangi pengeluaran.<\/li>\n\n\n\n<li>Mendukung restrukturisasi perusahaan, terutama saat bisnis ingin mengubah strategi dan mengurangi jumlah karyawan tanpa harus melakukan PHK.<\/li>\n\n\n\n<li>Membuka peluang bagi talenta baru, sehingga perusahaan bisa merekrut karyawan dengan keterampilan dan ide segar untuk meningkatkan inovasi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/menghemat-biaya-rekrutmen\/\"><strong>13 Cara Menghemat Biaya Rekrutmen untuk Bisnis Anda<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Cara Menganalisis Attrition Rate?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"700\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/attrition-rate-7.jpg\" alt=\"karyawan resign 7\" class=\"wp-image-21841\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/attrition-rate-7.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/attrition-rate-7-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/attrition-rate-7-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Selain dengan menghitung <em>attrition rate <\/em>dengan rumus di atas, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menganalisis tingkat <em>attrition <\/em>lebih dalam, yakni:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Kumpulkan Data dan Hitung Tingkat Attrition<\/h3>\n\n\n\n<p>Ambil data jumlah karyawan dari sistem HR atau catatan kepegawaian, termasuk jumlah karyawan yang keluar, karyawan baru, dan total karyawan saat ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Gunakan rumus tingkat attrition untuk mengetahui kondisi <em>turnover<\/em> karyawan di perusahaan. <\/p>\n\n\n\n<p>Jika ingin membandingkan dengan periode sebelumnya, kumpulkan juga data historis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Identifikasi Jika Tingkat Attrition Terlalu Tinggi<\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah mendapatkan angka <em>attrition<\/em>, bandingkan dengan standar industri, data tahun sebelumnya, atau target internal. <\/p>\n\n\n\n<p>Jika angkanya tinggi, cari pola seperti peningkatan jumlah karyawan yang keluar dalam waktu singkat atau tingkat attrition yang selalu tinggi di departemen tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan memahami pola ini, perusahaan bisa mengidentifikasi penyebab utama masalah <em>attrition.<\/em><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Kenali Faktor-Faktor yang Menyebabkan Karyawan Resign<\/h3>\n\n\n\n<p>Beberapa tanda bahwa perusahaan berisiko mengalami tingkat <em>turnover<\/em> karyawan yang tinggi:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" style=\"font-size:22px\">Karyawan kurang terlibat<\/h4>\n\n\n\n<p>Jika karyawan mulai kehilangan semangat kerja, kurang produktif, atau merasa tidak terhubung dengan tim, mereka lebih cenderung mencari pekerjaan lain.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" style=\"font-size:22px\">Sering absen atau datang terlambat<\/h4>\n\n\n\n<p>Jika banyak karyawan sering izin, terlambat masuk, pulang lebih awal, atau mengambil istirahat lebih lama, ini bisa menjadi tanda ketidakpuasan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" style=\"font-size:22px\">Turnover tinggi di departemen tertentu <\/h4>\n\n\n\n<p>Jika satu tim atau departemen sering kehilangan karyawan, ini bisa membebani manajer dan memengaruhi kinerja tim secara keseluruhan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" style=\"font-size:22px\">Kesulitan mengisi posisi kosong<\/h4>\n\n\n\n<p>Jika lowongan kerja dibiarkan terbuka dalam waktu lama, ini bisa menjadi tanda bahwa perusahaan kurang menarik atau sulit menemukan kandidat yang sesuai.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" style=\"font-size:22px\">Banyak karyawan pensiun <\/h4>\n\n\n\n<p>Jika banyak karyawan senior pensiun dalam waktu bersamaan, perusahaan perlu strategi untuk transfer pengetahuan dan regenerasi tenaga kerja.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/alasan-resign-terbaik\/\"><strong>15 Alasan Resign Terbaik dan Tetap Profesional<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/daftar\/\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/03-1080x1080-Feed-1024x1024.jpg\" alt=\"gajihub 3\" class=\"wp-image-420\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/03-1080x1080-Feed-1024x1024.jpg 1024w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/03-1080x1080-Feed-300x300.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/03-1080x1080-Feed-150x150.jpg 150w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/03-1080x1080-Feed-768x768.jpg 768w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/03-1080x1080-Feed.jpg 1080w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Gunakan Metrik Tambahan untuk Menganalisis Attrition<\/h3>\n\n\n\n<p>Selain <em>attrition rate<\/em>, perhatikan juga metrik lain seperti:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" style=\"font-size:22px\">Tingkat retensi karyawan<\/h4>\n\n\n\n<p>Jika banyak karyawan tidak bertahan lama, bisa jadi ada masalah yang menyebabkan mereka keluar.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" style=\"font-size:22px\">Kinerja karyawan<\/h4>\n\n\n\n<p>Jika banyak karyawan menunjukkan penurunan produktivitas, mereka mungkin sedang kehilangan motivasi dan berisiko keluar.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" style=\"font-size:22px\">Employee Net Promoter Score (eNPS) <\/h4>\n\n\n\n<p>Perhatikan karyawan yang memberikan skor rendah atau netral untuk mengetahui apakah mereka merasa nyaman bekerja di perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" style=\"font-size:22px\">Exit interview dan survei karyawan <\/h4>\n\n\n\n<p>Minta <em>feedback<\/em> jujur dari karyawan yang <em>resign <\/em>melalui <em><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pengertian-exit-interview\/\">exit interview<\/a><\/em> untuk mengetahui alasan utama mereka meninggalkan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Susun Laporan dan Action Plan<\/h3>\n\n\n\n<p>Gabungkan semua data dan temuan ke dalam laporan yang jelas dan mudah dipahami. <\/p>\n\n\n\n<p>Anda juga dapat menggunakan grafik atau diagram untuk memperjelas tren dan pola yang ditemukan.<\/p>\n\n\n\n<p>Berdasarkan hasil analisis, buat rencana untuk mengurangi <em>attrition rate, <\/em>seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/cara-meningkatkan-employee-engagement\/\">Meningkatkan <em>employee engagement<\/em><\/a> dengan program motivasi dan <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/penghargaan-karyawan\/\">penghargaan pegawai<\/a>.<\/li>\n\n\n\n<li>Menyesuaikan proses rekrutmen agar lebih tepat sasaran.<\/li>\n\n\n\n<li>Menyediakan pelatihan dan pengembangan karier untuk meningkatkan kepuasan kerja.<\/li>\n\n\n\n<li>Meningkatkan komunikasi dan hubungan antara manajer dan karyawan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Pastikan rencana ini memiliki tujuan yang jelas, tenggat waktu, dan pihak yang bertanggung jawab untuk menjalankannya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/employee-relation\/\"><strong>Employee Relation: Manfaat, Contoh, dan Tips Terbaiknya<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p>Berdasarkan artikel di atas, dapat dipahami bahwa <em>attrition rate <\/em>merupakan indikator penting yang dapat mencerminkan stabilitas tenaga kerja dalam sebuah perusahaan. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan memahami dan menganalisis data <em>attrition<\/em>, perusahaan dapat mengidentifikasi tren, pola, serta faktor-faktor yang menyebabkan karyawan <em>resign<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mengatasi tingkat <em>attrition<\/em> yang tinggi, perusahaan harus mengambil langkah strategis berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan. <\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya dengan meningkatkan keterlibatan karyawan, menyesuaikan proses rekrutmen, serta menyediakan program pelatihan dan pengembangan karier. <\/p>\n\n\n\n<p>Melalui pendekatan yang proaktif, perusahaan dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih stabil dan meningkatkan kepuasan serta loyalitas karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk menguranggi <em>attrition rate, <\/em>perusaahaan dapat menggunakan <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/hris\/\"><em>software <\/em>HRIS<\/a> dari GajiHub.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui ini, perusahaan dapat menilai kinerja karyawan dan mengambil keputusan berbasis data, akrena GajiHub menyediakan 30 laporan performa karyawan. <\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, Gajihub juga mengintegrasikan seluruh proses HR, mulai dari rekrutmen hingga tunjangan. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan demikian, tim HR dan manajemen perusahaan bisa lebih fokus dalam penyusunan strategi terkait <em>attrition rate. <\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Tertarik mencoba? Kunjungi <strong><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/daftar\/\">tautan ini<\/a><\/strong> dan dapatan coba gratis hingga 14 hari. <\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Attrition rate merupakan salah satu metrik penting HR yang menunjukkan seberapa stabil dan puas karyawan dalam sebuah perusahaan. Jika tingkat&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":21839,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[8934,8933,8932,29,8931,8929,8930,80,28,175,44],"class_list":["post-21826","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hr","tag-cara-menganalisis-attrition-rate","tag-cara-menghitung-attrition-rate","tag-cara-menghitunga-attritio-rate","tag-gajihub","tag-jenis-attrition-rate","tag-pengertian-attrition-rate","tag-perbedaan-attrition-rate-dan-turnover","tag-software-absensi","tag-software-hr","tag-software-hris","tag-tips-hr"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Attrition Rate: Jenis, Faktor Penyebab, dan Cara Mengukurnya - Gajihub Blog<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pada artikel kali ini, GajiHub akan membahas apa itu attrition rate, pentingnya bagi perusahaan, cara menghitung, dan cara menganalisisnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/attrition-rate\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Attrition Rate: Jenis, Faktor Penyebab, dan Cara Mengukurnya - Gajihub Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pada artikel kali ini, GajiHub akan membahas apa itu attrition rate, pentingnya bagi perusahaan, cara menghitung, dan cara menganalisisnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/attrition-rate\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Gajihub Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-03-10T07:54:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-03-10T07:54:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/attrition-rate-banner.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"825\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"315\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"sugi priharto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@gajihub\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@gajihub\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"sugi priharto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"12 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/attrition-rate\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/attrition-rate\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"sugi priharto\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/a34aaadc9cc210d3a080befe71b9210a\"},\"headline\":\"Attrition Rate: Jenis, Faktor Penyebab, dan Cara Mengukurnya\",\"datePublished\":\"2025-03-10T07:54:26+00:00\",\"dateModified\":\"2025-03-10T07:54:28+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/attrition-rate\\\/\"},\"wordCount\":2073,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/attrition-rate\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/03\\\/attrition-rate-banner.png\",\"keywords\":[\"cara menganalisis attrition rate\",\"cara menghitung attrition rate\",\"cara menghitunga attritio rate\",\"GajiHub\",\"jenis attrition rate\",\"pengertian attrition rate\",\"perbedaan attrition rate dan turnover\",\"software absensi\",\"software HR\",\"software HRIS\",\"tips HR\"],\"articleSection\":[\"Tips HR\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/attrition-rate\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/attrition-rate\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/attrition-rate\\\/\",\"name\":\"Attrition Rate: Jenis, Faktor Penyebab, dan Cara Mengukurnya - Gajihub Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/attrition-rate\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/attrition-rate\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/03\\\/attrition-rate-banner.png\",\"datePublished\":\"2025-03-10T07:54:26+00:00\",\"dateModified\":\"2025-03-10T07:54:28+00:00\",\"description\":\"Pada artikel kali ini, GajiHub akan membahas apa itu attrition rate, pentingnya bagi perusahaan, cara menghitung, dan cara menganalisisnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/attrition-rate\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/attrition-rate\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/attrition-rate\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/03\\\/attrition-rate-banner.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/03\\\/attrition-rate-banner.png\",\"width\":825,\"height\":315,\"caption\":\"attrition rate banner\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/attrition-rate\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Attrition Rate: Jenis, Faktor Penyebab, dan Cara Mengukurnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Gajihub Blog\",\"description\":\"Informasi terlengkap mengenai pengelolaan SDM, HR, Payroll, dan karir\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Gajihub\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/gajihub-new-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/gajihub-new-logo.png\",\"width\":1010,\"height\":391,\"caption\":\"Gajihub\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/gajihubcom\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/gajihub\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/gajihub\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/gajihub\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/channel\\\/UCIR5sG2AkJSvvo0ala0nx-w\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/a34aaadc9cc210d3a080befe71b9210a\",\"name\":\"sugi priharto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"sugi priharto\"},\"description\":\"Pengajar dan content writer di bidang keuangan, HR manajemen, dan dunia karir lebih dari 7 tahun\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/id.linkedin.com\\\/in\\\/sugipriharto\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/author\\\/sugipriharto\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Attrition Rate: Jenis, Faktor Penyebab, dan Cara Mengukurnya - Gajihub Blog","description":"Pada artikel kali ini, GajiHub akan membahas apa itu attrition rate, pentingnya bagi perusahaan, cara menghitung, dan cara menganalisisnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/attrition-rate\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Attrition Rate: Jenis, Faktor Penyebab, dan Cara Mengukurnya - Gajihub Blog","og_description":"Pada artikel kali ini, GajiHub akan membahas apa itu attrition rate, pentingnya bagi perusahaan, cara menghitung, dan cara menganalisisnya.","og_url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/attrition-rate\/","og_site_name":"Gajihub Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom","article_published_time":"2025-03-10T07:54:26+00:00","article_modified_time":"2025-03-10T07:54:28+00:00","og_image":[{"width":825,"height":315,"url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/attrition-rate-banner.png","type":"image\/png"}],"author":"sugi priharto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@gajihub","twitter_site":"@gajihub","twitter_misc":{"Written by":"sugi priharto","Est. reading time":"12 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/attrition-rate\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/attrition-rate\/"},"author":{"name":"sugi priharto","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/person\/a34aaadc9cc210d3a080befe71b9210a"},"headline":"Attrition Rate: Jenis, Faktor Penyebab, dan Cara Mengukurnya","datePublished":"2025-03-10T07:54:26+00:00","dateModified":"2025-03-10T07:54:28+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/attrition-rate\/"},"wordCount":2073,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/attrition-rate\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/attrition-rate-banner.png","keywords":["cara menganalisis attrition rate","cara menghitung attrition rate","cara menghitunga attritio rate","GajiHub","jenis attrition rate","pengertian attrition rate","perbedaan attrition rate dan turnover","software absensi","software HR","software HRIS","tips HR"],"articleSection":["Tips HR"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/gajihub.com\/blog\/attrition-rate\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/attrition-rate\/","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/attrition-rate\/","name":"Attrition Rate: Jenis, Faktor Penyebab, dan Cara Mengukurnya - Gajihub Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/attrition-rate\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/attrition-rate\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/attrition-rate-banner.png","datePublished":"2025-03-10T07:54:26+00:00","dateModified":"2025-03-10T07:54:28+00:00","description":"Pada artikel kali ini, GajiHub akan membahas apa itu attrition rate, pentingnya bagi perusahaan, cara menghitung, dan cara menganalisisnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/attrition-rate\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/gajihub.com\/blog\/attrition-rate\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/attrition-rate\/#primaryimage","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/attrition-rate-banner.png","contentUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/attrition-rate-banner.png","width":825,"height":315,"caption":"attrition rate banner"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/attrition-rate\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Attrition Rate: Jenis, Faktor Penyebab, dan Cara Mengukurnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/","name":"Gajihub Blog","description":"Informasi terlengkap mengenai pengelolaan SDM, HR, Payroll, dan karir","publisher":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization","name":"Gajihub","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/gajihub-new-logo.png","contentUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/gajihub-new-logo.png","width":1010,"height":391,"caption":"Gajihub"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom","https:\/\/x.com\/gajihub","https:\/\/www.instagram.com\/gajihub\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/gajihub\/","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCIR5sG2AkJSvvo0ala0nx-w"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/person\/a34aaadc9cc210d3a080befe71b9210a","name":"sugi priharto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","caption":"sugi priharto"},"description":"Pengajar dan content writer di bidang keuangan, HR manajemen, dan dunia karir lebih dari 7 tahun","sameAs":["https:\/\/id.linkedin.com\/in\/sugipriharto"],"url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/author\/sugipriharto\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/attrition-rate-banner.png","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21826","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21826"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21826\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21928,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21826\/revisions\/21928"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21839"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21826"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21826"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21826"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}