{"id":2065,"date":"2022-10-26T04:53:09","date_gmt":"2022-10-26T04:53:09","guid":{"rendered":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/?p=2065"},"modified":"2025-02-28T07:05:09","modified_gmt":"2025-02-28T07:05:09","slug":"omnibus-law","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/omnibus-law\/","title":{"rendered":"Omnibus Law Cipta Kerja: Pengertian, Tujuan, Poin, dan Kontroversinya"},"content":{"rendered":"<p>Omnibus law jadi perbincangan hangat di Indonesia selama beberapa tahun ini.<\/p>\n<p>Ini dikarenakan UU Cipta Kerja ini disusun dengan tujuan untuk mendorong bertumbuhnya ekonomi nasional.<\/p>\n<p>Meski awal mendapatkan berbagai penolakan, namun RUU Cipta Kerja akhirnya disahkan menjadi UU Cipta Kerja pada tanggal 5 Oktober 2022.<\/p>\n<p>Sebelum disahkan menjadi UU Cipta Kerja, RUU Cipta Kerja harus melalui berbagai alur yakni ketika RUU disetujui DPR dan wakil pemerintah, RUU Cipta Kerja akan diserahkan ke presiden untuk ditandatangani.<\/p>\n<p>Jika RUU tidak ditandatangi dalam kurun waktu paling lama 30 hari, maka RUU tersebut sah menjadi UU dan wajib diundangkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum-HAM).<\/p>\n<p>Untuk lebih lengkapnya mengenai omnibus law UU Cipta Kerja, Anda bisa menyimak penjelasan yang ada di bawah ini:<\/p>\n<h2>Pengertian Omnibus Law<\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-9582\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/omnibus-law-1.jpg\" alt=\"omnibus law\" width=\"1000\" height=\"666\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/omnibus-law-1.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/omnibus-law-1-300x200.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/omnibus-law-1-768x511.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/p>\n<p>Sebelum membahas lebih lanjut mengenai isi dan poin-poin dalam omnibus law, apakah Anda sudah mengetahui pengertian dari UU Cipta Kerja ini?<\/p>\n<p>Omnibus law merupakan konsep yang di dalamnya menggabungkan beberapa aturan (Undang-Undang) dengan substansi yang berbeda menjadi satu bentuk undang-undang baru di bawah satu payung hukum.<\/p>\n<p>Undang-Undang ini ini memiliki tujuan mengatasi tumpang tindih regulasi dan juga memangkas masalah yang terdapat dalam birokrasi yang dianggap dapat menghambat pelaksanaan dari kebijakan yang dibutuhkan.<\/p>\n<p>Untuk negara dengan sistem common law seperti Amerika Serikat dikenal dengan omnibus bill.<\/p>\n<p>Jadi yang dimaksud dengan omnibus law UU Cipta Kerja adalah sebuah undang-undang baru yang di dalamnya menggabungkan beberapa regulasi dan memangkas beberapa pasal dari undang-undang sebelumnya termasuk pasal tentang ketenagakerjaan hingga menjadi peraturan undang-undang yang lebih sederhana.<\/p>\n<p>Jika sebelumnya digunakan UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan atau UU Ketenagakerjaan, sejak disahkannya UU Cipta Kerja maka <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/uu-no-13-tahun-2003\/\">UU Ketenagakerjaan<\/a> sudah tidak berlaku lagi.<\/p>\n<h2>Apa Isi Omnibus Law UU Cipta Kerja?<\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-9584\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/omnibus-law-empat.jpg\" alt=\"omnibus law\" width=\"1000\" height=\"666\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/omnibus-law-empat.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/omnibus-law-empat-300x200.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/omnibus-law-empat-768x511.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/p>\n<p>Ada 11 klaster yang menjadi isi bahasan dari UU Cipta Kerja dengan beberapa poin penting di dalamnya.<\/p>\n<p>Berikut penjelasan lengkap mengenai 11 klaster isi UU Cipta Kerja tersebut:<\/p>\n<ol>\n<li>Penyederhanaan perizinan usaha;<\/li>\n<li>Persyaratan investasi;<\/li>\n<li>Ketenagakerjaan;<\/li>\n<li>Kemudahan dan perlindungan UMKM;<\/li>\n<li>Kemudahan berusaha;<\/li>\n<li>Dukungan riset dan inovasi;<\/li>\n<li>Administrasi pemerintahan;<\/li>\n<li>Pengenaan sanksi;<\/li>\n<li>Pengadaan lahan;<\/li>\n<li>Investasi dan proyek pemerintahan;<\/li>\n<li>Kawasan ekonomi.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/hak-dan-kewajiban-pengusaha-menurut-uu-ketenagakerjaan\/\">Hak dan Kewajiban Pengusaha Menurut UU Ketenagakerjaan<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Tujuan Omnibus Law<\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-9586\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/omnibus-law-lima.jpg\" alt=\"omnibus law\" width=\"1000\" height=\"666\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/omnibus-law-lima.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/omnibus-law-lima-300x200.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/omnibus-law-lima-768x511.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/p>\n<p>Ada beberapa tujuan yang dimiliki oleh UU Cipta Kerja, yaitu:<\/p>\n<ol>\n<li>Untuk meningkatkan iklim usaha yang lebih kondusif dan juga aktraktif bagi investor;<\/li>\n<li>Membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang ada di Indonesia;<\/li>\n<li>Membantu peningkatan kepastian hukum dan mendorong minat pekerja asing untuk bekerja di Indonesia sehingga dapat meningkatkan keahlian dan pengetahuan bagi kualitas SDM di Indonesia;<\/li>\n<li>Meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan juga menciptakan keadilan berusaha bagi pengusaha dalam negeri dan pengusaha luar negeri.<\/li>\n<\/ol>\n<p><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/daftar\/\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-423\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/03-1200x500-Landscape-1024x427.jpg\" alt=\"gajihub 6\" width=\"960\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/03-1200x500-Landscape-1024x427.jpg 1024w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/03-1200x500-Landscape-300x125.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/03-1200x500-Landscape-768x320.jpg 768w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/03-1200x500-Landscape.jpg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 960px) 100vw, 960px\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/unsur-hubungan-kerja\/\">Mengetahui Unsur Hubungan Kerja Menurut UU Ketenagakerjaan<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Manfaat Omnibus Law<\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-9587\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/omnibus-law-tiga.jpg\" alt=\"uu cipta kerja\" width=\"1000\" height=\"666\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/omnibus-law-tiga.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/omnibus-law-tiga-300x200.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/omnibus-law-tiga-768x511.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/p>\n<p>Selain tujuan UU Cipta Kerja yang telah dijelaskan di atas, UU Cipta Kerja juga memiliki manfaat sebagai berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>Untuk menghilangkan tumpang tindih dalam perundang-undangan, sehingga bisa terciptanya keseragaman kebijakan pusat dan daerah dalam menunjang iklim berinvestasi;<\/li>\n<li>Menciptakan efesiensi proses perubahan atau pencabutan perundang-undangan yang diyakini bisa melakukan penghematan energi pemerintah baik dari sisi administrasi dan politik dalam pembahasan dengan parlemen;<\/li>\n<li>Untuk menghilangkan ego sektoral yang ada dalam berbagai peraturan perundang-undangan.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/peraturan-magang\/\">Peraturan Magang di Indonesia Menurut Undang-Undang<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Poin-Poin dalam Omnibus Law UU Cipta Kerja<\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-9583\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/omnibus-law-dua.jpg\" alt=\"uu cipta kerja\" width=\"1000\" height=\"560\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/omnibus-law-dua.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/omnibus-law-dua-300x168.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/omnibus-law-dua-768x430.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/p>\n<p>Dibandingkan undang-undang sebelumnya yakni UU Ketenagakerjaan, UU Cipta Kerja memiliki beberapa perbedaan di dalamnya.<\/p>\n<p>Perbedaan ini antara lain adanya perubahan dan penghapusan beberapa pasal yang ada di dalam UU Ketenagakerjaan.<\/p>\n<p>Berikut beberapa poin-poin perubahan yang ada di UU Cipta Kerja dibandingkan UU Ketenagakerjaan 13\/2003:<\/p>\n<h3>1. Peraturan Jam Kerja dan Hari Libur<\/h3>\n<p>Perubahan yang pertama adalah terkait peraturan <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/cara-menghitung-jam-kerja\/\">jam kerja<\/a> dan hari libur karyawan. Berikut penjelasan lengkapnya:<\/p>\n<p><strong>a. Jam Kerja<\/strong><\/p>\n<p>Pada UU Cipta Kerja jam lembur diubah menjadi 4 jam per hari dan 18 jam per minggu.<\/p>\n<p>Ini berbeda dengan UU Ketenagakerjaan sebelumnya yakni 3 jam per hari dan 14 jam dalam satu minggu.<\/p>\n<p><strong>b. Hari Libur Mingguan<\/strong><\/p>\n<p>Ada perbedaan untuk hari libur mingguan, yakni dari yang awalnya ada 2 (dua) pilihan yakni 1 hari libur atau 2 hari libur menjadi minimal 1 hari libur.<\/p>\n<p><strong>c. Istirahat Panjang<\/strong><\/p>\n<p>Dalam UU Cipta Kerja perusahaan tidak memiliki kewajiban memberikan istirahat panjang.<\/p>\n<p>Ini berbeda dengan UU Ketenagakerjaan dimana ada hak cuti panjang selama 2 (dua) bulan untuk karyawan yang telah bekerja selama 6 (enam) tahun.<\/p>\n<p><strong>d. Cuti Haid<\/strong><\/p>\n<p>Dalam UU Cipta Kerja tidak ada ketentuan mengenai cuti haid pertama dan kedua. Namun sejauh ini belum dipastikan cuti haid ini diubah atau dihilangkan.<\/p>\n<p><strong>e. Cuti Hamil dan Melahirkan<\/strong><\/p>\n<p>Sama halnya dengan cuti haid, tidak tercantum mengenai cuti hamil dan melahirkan.<\/p>\n<p>Namun belum dapat dipastikan cuti ini diubah atau dihilangkan.<\/p>\n<p><strong>f. Hak Menyusui<\/strong><\/p>\n<p>Sama halnya dengan cuti haid dan cuti hamil dan melahirkan, tidak ada bahasan mengenai hak menyusui dalam UU Cipta Kerja.<\/p>\n<p>Namun belum diketahui hak menyusui diubah atau dihilangkan.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/mengenal-hak-cuti-karyawan-berdasarkan-undang-undang\/\">Mengenal Hak Cuti Karyawan Berdasarkan Undang-Undang<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>2. Status Karyawan<\/h3>\n<p>Perubahan dalam UU Cipta Kerja adalah dihapusnya pasal mengenai PKWT sehingga tidak ada aturan yang membahas mengenai PKWT.<\/p>\n<p>Dengan begitu, kontrak kerja bisa dilakukan tanpa adanya batasan waktu.<\/p>\n<p>Tentunya ini berbeda dengan UU Ketenagakerjaan dimana dalam Pasal 59 diatur perjanjian PKWT terhadap pekerja dilakukan maksimal selama 2 tahun dan boleh diperpanjang hingga 1 tahun.<\/p>\n<p>Dari pasal ini bisa dikatakan bahwa kontrak kerja bisa berlangsung selama 3 (tiga) tahun dan selanjutnya dapat dilakukan pengangkatan atau diberhentikan.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/hak-cuti-karyawan-kontrak\/\">7 Hak Cuti Karyawan Kontrak dan Regulasi di Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>3. Upah atau Gaji<\/h3>\n<p>Terkait peraturan upah atau gaji, ada 7 perubahan dalam UU Cipta Kerja, yaitu:<\/p>\n<ol style=\"list-style-type: lower-alpha;\">\n<li>Upah minimum<\/li>\n<li>Struktur dan skala upah<\/li>\n<li>Upah <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pertaturan-kerja-lembur\/\">kerja lembur<\/a><\/li>\n<li>Upah tidak masuk kerja dan\/atau tidak melakukan pekerjaan karena alasan tertentu<\/li>\n<li>Bentuk dan cara membayaran upah<\/li>\n<li>Hal-hal lain yang dapat diperhitungkan dengan upah<\/li>\n<li>Upah sebagai dasar perhitungan atau pembayaran hak dan kewajiban lainnya<\/li>\n<\/ol>\n<p>Ini berbeda dengan UU Ketenagakerjaan dimana ada 11 kebijakan pengubahan.<\/p>\n<p>4 kebijakan yang dihapus dalam UU Cipta Kerja yaitu:<\/p>\n<ol style=\"list-style-type: lower-alpha;\">\n<li>Upah karena menjalankan hak waktu istirahat kerjanya<\/li>\n<li>Upah untuk pembayaran pesangon<\/li>\n<li>Upah untuk perhitungan pajak penghasilan<\/li>\n<li>Denda dan potongan upah<\/li>\n<\/ol>\n<p>Ada perbedaan lainnya terkait upah dalam UU Cipta Kerja yakni diaturnya upah satuan hasil dan waktu.<\/p>\n<p>Upah satuan hasil adalah upah yang didapatkan berdasarkan satuan waktu seperti harian, mingguan, atau bulanan. Termasuk di dalamnya upah per jam.<\/p>\n<p>Omnibus law juga hanya mengenal istilah Upah Minimum Provinsi (UMP), ini artinya tidak ada Upah Minimum Kota\/Kabupaten (UMK) dan Upah Minimum Sektoral Kota?Kabupaten (UMSK).<\/p>\n<p>Untuk perhitungan upah minimum, UU Cipta Kerja menggunakan rumus sebagai berikut:<\/p>\n<p>UMt + 1 = UMt + (UMt) x % PEt)<\/p>\n<p>Keterangan:<\/p>\n<p>UMt: Upah minimum tahun berjalan<br \/>\nPEt: Pertumbuhan ekonomi tahunan<br \/>\nTidak memasukkan perhitungan inflasi, tetapi menjadi pertumbuhan ekonomi daerah<br \/>\nRumus penghitungan upah minimum dalam UU 13\/2003 adalah:<\/p>\n<p>UMt + {UMt, x (INFLASIt + % \u0394 PBDt)}<\/p>\n<p>Keterangan:<\/p>\n<p>UMt: Upah minimum yang ditetapkan<br \/>\nUMt: Upah minimum tahun berjalan<br \/>\nINFLASIt: Inflasi tahunan<br \/>\n\u0394 PDBt: Pertumbuhan Produk Domestik Bruto tahunan<\/p>\n<p>Sebagai tambahan, UU Cipta Kerja mengatur pemberian bonus atau penghargaan kepada karyawan sesuai masa kerja.<\/p>\n<p>Peraturan ini sebelumnya tidak ada dalam UU Ketenagakerjaan.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/unsur-hubungan-kerja\/\">Mengetahui Unsur Hubungan Kerja Menurut UU Ketenagakerjaan<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>4. Uang Pesangon<\/h3>\n<p>Berikut beberapa poin terkait uang pesangon yang membedakan antara UU Cipta Kerja dengan UU Ketenagakerjaan:<\/p>\n<p><strong>a. Uang Penggantian Hak<\/strong><\/p>\n<p>Dalam UU Cipta Kerja tidak ada uang penggantian masa hak, sedangkan dalam UU Ketenagakerjaan uang penggantian hak diatur dalam pasal 154 ayat (2).<\/p>\n<p><strong>b. Uang Penghargaan Masa Kerja<\/strong><\/p>\n<p>Dalam UU Cipta Kerja tidak ada uang penghargaan masa kerja, padahal dalam UU 13\/2003 terdapat uang penghargaan masa kerja bagi karyawan yang telah bekerja selama lebih dari 24 tahun yakni sebesar 10 bulan upah yang diatur dalam pasal 156 ayat (3).<\/p>\n<p><strong>c. Uang Pesangon<\/strong><\/p>\n<p>Sedangkan untuk pesangon ada beberapa peraturan sebagai berikut:<\/p>\n<ol style=\"list-style-type: lower-alpha;\">\n<li>Tidak ada uang pesangon bagi pekerja yang di-PHK karena surat peringatan;<\/li>\n<li>Tidak ada uang pesangon bagi pekerja yang di-PHK karena peleburan atau pergantian status kepemilikan perusahaan;<\/li>\n<li>Tidak ada uang pesangon bagi pekerja yang di-PHK karena perusahaan merugi 2 tahun atau pailit;<\/li>\n<li>Tidak ada uang pesangon bagi keluarga atau ahli waris jika pekerja meninggal;<\/li>\n<li>Tidak ada uang pesangon bagi pekerja yang di-PHK karena akan memasuki masa pensiun.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Tentunya ini berbeda dengan peraturan yang ada di dalam UU 13\/2003, yakni:<\/p>\n<ol style=\"list-style-type: lower-alpha;\">\n<li>Perusahaan wajib memberikan uang pesangon bagi pekerja yang di-PHK karena surat peringatan yang diatur dalam perjanjian kerja, perjanjian perusahaan, atau perjanjian kerjasama (Pasal 161);<\/li>\n<li>Ada uang pesangon bagi pekerja yang di-PHK karena peleburan atau pergantian status kepemilikan perusahaan yakni sebesar 1 kali gaji, uang penghargaan masa kerja 1 kali, dan juga uang penggantian hak (Pasal 156);<\/li>\n<li>Ada uang pesangon bagi pekerja yang di-PHK karena perusahaan merugi 2 tahun atau pailit (Pasal 164 dan 165);<\/li>\n<li>Ada uang santunan bagi keluarga atau ahli waris jika pekerja meninggal;<\/li>\n<li>Ada uang pesangon bagi pekerja yang di-PHK karena akan memasuki masa pensiun yakni diberikan selama 2 (dua) kali, uang penghargaan masa kerja 1 kali, dan uang penggantian hak (Pasal 156 dan 167).<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/aturan-jam-kerja\/\">Aturan Jam Kerja, Shift, Lembut, dan Cuti Menurut Undang-Undang<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>5. Jaminan Sosial<\/h3>\n<p>Ada dua jenis jaminan yang mengalami perubahan dalam UU Cipta Kerja, yaitu:<\/p>\n<p><strong>a. Jaminan Pensiun<\/strong><\/p>\n<p>Dalam UU Cipta Kerja tidak ada sanksi pidana bagi perusahaan yang tidak mengikutsertakan pekerja ke dalam program jaminan pensium.<\/p>\n<p>Padahal dalam UU 13\/2003 ada sanksi pidana yakni minimal 1 tahun dan maksimal 5 tahun dan\/atau denda paling sedikit Rp100.000.000 dan paling banyak Rp500.000.000.<\/p>\n<p><strong>b. Jaminan Kehilangan Pekerjaan<\/strong><\/p>\n<p>Dalam UU Cipta Kerja diatur program jaminan sosial baru yakni jaminan kehilangan pekerjaan yang pengelolaannya berada di bawah BPJS Ketenagakerjaan perusahaan berdasarkan prinsip asuransi sosial.<\/p>\n<p>Sebelum di UU 13\/2003 tidak ada peraturan mengenai jaminan kehilangan pekerjaan ini.<\/p>\n<h3>6. PHK<\/h3>\n<p>Ada beberapa perbedaan dalam UU Cipta Kerja dan UU 13\/2003 mengenai <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/prosedur-phk-karyawan\/\">PHK karyawan<\/a>, yaitu:<\/p>\n<p>Dalam UU 13\/2003 ada 9 alasan perusahaan boleh melakukan PHK, yakni:<\/p>\n<ul>\n<li>Perusahaan bangkrut<\/li>\n<li>Perusahaan tutup karena merugi<\/li>\n<li>Perubahan status perusahaan<\/li>\n<li>Pekerja melanggar perjanjian kerja<\/li>\n<li>Pekerja melakukan kesalahan berat<\/li>\n<li>Pekerja memasuki usia pensiun<\/li>\n<li>Pekerja mengundurkan diri<\/li>\n<li>Pekerja meninggal dunia<\/li>\n<li>Pekerja mangkir<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sedangkan dalam UU Cipta Kerja ada 5 tambahan lagi, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Perusahaan melakukan efesiensi<\/li>\n<li>Perusahaan melakukan penggabungan, peleburan, pengambilalihan, atau pemisahan perusahaan<\/li>\n<li>Perusahaan dalam keadaan penundaan kewajiban pembayaran utang<\/li>\n<li>Perusahaan melakukan perbuatan yang merugikan pekerja<\/li>\n<li>Pekerja mengalami sakit berkepanjangan atau cacat akibat kecelakaan kerja dan tidak dapat melakukan pekerjaannya setelah melampaui 12 bulan<\/li>\n<\/ul>\n<p><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/daftar\/\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-420\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/03-1080x1080-Feed-1024x1024.jpg\" alt=\"gajihub 3\" width=\"960\" height=\"960\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/03-1080x1080-Feed-1024x1024.jpg 1024w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/03-1080x1080-Feed-300x300.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/03-1080x1080-Feed-150x150.jpg 150w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/03-1080x1080-Feed-768x768.jpg 768w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/03-1080x1080-Feed.jpg 1080w\" sizes=\"auto, (max-width: 960px) 100vw, 960px\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/contoh-surat-phk\/\">Contoh Surat PHK dan Cara Membuatnya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Apa Saja Daftar Kontroversi Omnibus Law?<\/h2>\n<p>Kemunculan <em>omnibus law<\/em> ternyata menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat Indonesia.<\/p>\n<p>Masyarakat menganggap beberapa pasal dalam UU Cipta Kerja ini merugikan pekerja.<\/p>\n<p>Apa saja daftar kontroversional dari\u00a0<em>omnibus law<\/em> ini? Berikut penjelasannya:<\/p>\n<h3>1. Perubahan Upah Minimum<\/h3>\n<p>Kontroversi yang pertama adalah adanya perubahan terkait upah minimum yang didapatkan pekerja.<\/p>\n<p>Dihapusnya Upah Minimum Sektoral (UMSK) dan adanya persyaratan untuk Upah Minimum Kota\/Kabupaten yakni dengan memperhatikan laju inflasi dan pertumbuhan ekonomi.<\/p>\n<p>Harapan masyarakat UMSK tetap ada dan UMK dibuat tanpa adanya syarat.<\/p>\n<h3>2. Pengurangan Pesangon<\/h3>\n<p>Poin kedua yang menjadi kontroversi adalah terkait pesangon yang didapatkan.<\/p>\n<p>Pekerja menolak pengurangan pesangon dari 32 kali upah menjadi 25 kali upah.<\/p>\n<p>RUU Cipta Kerja menjelaskan adanya perubahan dimana pesangon 19 bulan dibayarkan oleh perusahaan dan 6 bulan dilunasi oleh BPJS Ketenagakerjaan.<\/p>\n<p>Yang menjadi pertanyaan dari buruh adalah dari mana BPJS Ketenagakerjaan mendapatkan dana untuk membayar pesangon pekerja.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pesangon-karyawan-kontrak\/\">Pesangon Karyawan Kontrak: Aturan, Cara Hitung, dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>3. Batas Waktu PKWT Dihapus<\/h3>\n<p>Pasal dihapusnya batas waktu PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) juga menjadi perhatian buruh\/pekerja.<\/p>\n<p>Dengan dihapusnya batas waktu PKWT ini, bisa membuat perusahaan menjadikan pekerja sebagai karyawan kontrak seumur hidup tanpa adanya kejelasan menjadi karyawan tetap.<\/p>\n<h3>4. Waktu Kerja yang Berlebihan<\/h3>\n<p>Waktu kerja juga menjadi perhatian buruh dimana waktu kerja ini dianggap berlebihan.<\/p>\n<p>Dimana waktu kerja yang ditetapkan pemerintah adalah maksimal 8 jam per hari atau 40 jam per minggu.<\/p>\n<p>Namun untuk sektor tertentu seperti perkebunan, pertambangan, hingga migas diperbolehkan bekerja lebih dari 8 jam per hari.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/peraturan-kerja-12-jam\/\">Peraturan Kerja 12 Jam Menurut Undang-Undang dan Sanksinya<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>5. Outsourching dapat Berlaku Seumur Hidup<\/h3>\n<p>UU Cipta Kerja juga dianggap kontrak <em>o<a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/gaji-outsourcing\/\">utsourching <\/a><\/em>seumur hidup dan dapat ditetapkan di semua jenis perusahaan.<\/p>\n<p><em>Outsourching\u00a0<\/em>sendiri merupakan tenaga kerja yang dipekerjakan oleh perusahaan pihak ketiga, dimana antara pekerja dengan perusahaan tempat bekerja tidak ada hubungan kerja secara langsung.<\/p>\n<h3>6. Dihapus Hak Upah Cuti<\/h3>\n<p>Dihapusnya hak cuti juga menjadi kontroversi\u00a0<em>omnibus law\u00a0<\/em>ini khususnya mengenai hak cuti melahirkan dan cuti haid.<\/p>\n<p>UU Cipta Kerja memang tidak menghapus dua cuti ini, tetapi saat mengambil cuti tersebut pekerja tidak mendapatkan upah.<\/p>\n<h3>7. Kompensasi Hanya untuk Minimal 1 Tahun<\/h3>\n<p>Kontroversi selanjutnya dari UU Cipta Kerja adalah adanya peraturan kompensasi dapat diberikan untuk minimal 1 tahun masa kerja.<\/p>\n<p>Ini meresahkan pekerja yang memiliki kontrak kerja kurang dari 1 tahun.<\/p>\n<p>Dengan adanya peraturan ini ditakutkan pengusaha akan mengontrak pekerja dengan kontrak kurang dari 1 (satu) tahun untuk menghindari kompensasi.<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Apakah Bisa Mengatur Agar Jam Istirahat Memotong Jam Kerja Karyawan?\" src=\"https:\/\/www.loom.com\/embed\/b95866b2130f4efa8e341c1fcec0b4db\" frameborder=\"0\" width=\"960\" height=\"720\" webkitallowfullscreen mozallowfullscreen allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/red-flag-artinya\/\">15 Contoh Red Flag di Dunia Kerja Beserta Artinya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Itulah tadi penjelasan mengenai omnibus law yang wajib untuk Anda ketahui.<\/p>\n<p>Untuk pengelolaan karyawan sesuai dengan UU Cipta Kerja, Anda memerlukan software HR yang akan mendukung pengelolaan karyawan lebih mudah.<\/p>\n<p>GajiHub hadir sebagai <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/absensi\/\">software absensi<\/a> yang akan membantu pengelolaan karyawan di perusahaan Anda jadi super mudah.<\/p>\n<p>GajiHub dilengkapi berbagai fitur yang akan mempermudah pengelolaan karyawan perusahaan.<\/p>\n<p>Misalnya fitur absensi yang dimiliki GajiHub, karyawan dapat melakukan presensi dengan mudah dari\u00a0<em>smartphone\u00a0<\/em>dan perusahaan bisa memantaunya dari aplikasi GajiHub.<\/p>\n<p>Yuk daftar GajiHub sekarang juga di <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/daftar\/\">tautan ini<\/a> dan nikmati semua fitur-fitur sehingga pengelolaan karyawan menjadi lebiih mudah.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Omnibus law jadi perbincangan hangat di Indonesia selama beberapa tahun ini. Ini dikarenakan UU Cipta Kerja ini disusun dengan tujuan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":9585,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[364,109,29,1741,1743,27,1745,1742,1744,744,923],"class_list":["post-2065","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-regulasi","tag-aplikasi-gajihub","tag-aplikasi-hris","tag-gajihub","tag-omnibus-law","tag-poin-omnibus-law","tag-software-payroll","tag-tujuan-omnibus-law","tag-undang-undang-cipta-kerja","tag-uu-13-tahun-2003","tag-uu-cipta-kerja","tag-uu-ketenagakerjaan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Omnibus Law: Pengertian, Tujuan dan Poin Pentingnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Omnibus law jadi bahasan penting beberapa tahun ini. Yuk ketahui semua mengenai omnibus law hanya di artikel ini\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/omnibus-law\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Omnibus Law: Pengertian, Tujuan dan Poin Pentingnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Omnibus law jadi bahasan penting beberapa tahun ini. Yuk ketahui semua mengenai omnibus law hanya di artikel ini\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/omnibus-law\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Gajihub Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-10-26T04:53:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-02-28T07:05:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/omnibus-law-featured.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"825\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"315\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Desi Murniati\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@gajihub\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@gajihub\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Desi Murniati\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"12 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/omnibus-law\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/omnibus-law\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Desi Murniati\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e8b52481451a1e2c3d2011fa7d91ef8c\"},\"headline\":\"Omnibus Law Cipta Kerja: Pengertian, Tujuan, Poin, dan Kontroversinya\",\"datePublished\":\"2022-10-26T04:53:09+00:00\",\"dateModified\":\"2025-02-28T07:05:09+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/omnibus-law\\\/\"},\"wordCount\":2112,\"commentCount\":2,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/omnibus-law\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/10\\\/omnibus-law-featured.png\",\"keywords\":[\"aplikasi gajihub\",\"aplikasi HRIS\",\"GajiHub\",\"omnibus law\",\"poin omnibus law\",\"software payroll\",\"tujuan omnibus law\",\"undang-undang cipta kerja\",\"uu 13 tahun 2003\",\"uu cipta kerja\",\"uu ketenagakerjaan\"],\"articleSection\":[\"Regulasi\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/omnibus-law\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/omnibus-law\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/omnibus-law\\\/\",\"name\":\"Omnibus Law: Pengertian, Tujuan dan Poin Pentingnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/omnibus-law\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/omnibus-law\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/10\\\/omnibus-law-featured.png\",\"datePublished\":\"2022-10-26T04:53:09+00:00\",\"dateModified\":\"2025-02-28T07:05:09+00:00\",\"description\":\"Omnibus law jadi bahasan penting beberapa tahun ini. Yuk ketahui semua mengenai omnibus law hanya di artikel ini\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/omnibus-law\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/omnibus-law\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/omnibus-law\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/10\\\/omnibus-law-featured.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/10\\\/omnibus-law-featured.png\",\"width\":825,\"height\":315,\"caption\":\"omnibus law\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/omnibus-law\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Omnibus Law Cipta Kerja: Pengertian, Tujuan, Poin, dan Kontroversinya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Gajihub Blog\",\"description\":\"Informasi terlengkap mengenai pengelolaan SDM, HR, Payroll, dan karir\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Gajihub\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/gajihub-new-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/gajihub-new-logo.png\",\"width\":1010,\"height\":391,\"caption\":\"Gajihub\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/gajihubcom\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/gajihub\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/gajihub\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/gajihub\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/channel\\\/UCIR5sG2AkJSvvo0ala0nx-w\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e8b52481451a1e2c3d2011fa7d91ef8c\",\"name\":\"Desi Murniati\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7106b8fb468ecc208f601f1fac4a6a348c8c52121d1694cbe27cf3c6ee1a89cb?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7106b8fb468ecc208f601f1fac4a6a348c8c52121d1694cbe27cf3c6ee1a89cb?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7106b8fb468ecc208f601f1fac4a6a348c8c52121d1694cbe27cf3c6ee1a89cb?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Desi Murniati\"},\"description\":\"Berpengalaman lebih 5 tahun dalam penulisan tema manajemen dan karir. Desi bertujuan memberikan perspektif terbaru dari tulisannya.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/author\\\/desimurniati\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Omnibus Law: Pengertian, Tujuan dan Poin Pentingnya","description":"Omnibus law jadi bahasan penting beberapa tahun ini. Yuk ketahui semua mengenai omnibus law hanya di artikel ini","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/omnibus-law\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Omnibus Law: Pengertian, Tujuan dan Poin Pentingnya","og_description":"Omnibus law jadi bahasan penting beberapa tahun ini. Yuk ketahui semua mengenai omnibus law hanya di artikel ini","og_url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/omnibus-law\/","og_site_name":"Gajihub Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom","article_published_time":"2022-10-26T04:53:09+00:00","article_modified_time":"2025-02-28T07:05:09+00:00","og_image":[{"width":825,"height":315,"url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/omnibus-law-featured.png","type":"image\/png"}],"author":"Desi Murniati","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@gajihub","twitter_site":"@gajihub","twitter_misc":{"Written by":"Desi Murniati","Est. reading time":"12 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/omnibus-law\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/omnibus-law\/"},"author":{"name":"Desi Murniati","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/person\/e8b52481451a1e2c3d2011fa7d91ef8c"},"headline":"Omnibus Law Cipta Kerja: Pengertian, Tujuan, Poin, dan Kontroversinya","datePublished":"2022-10-26T04:53:09+00:00","dateModified":"2025-02-28T07:05:09+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/omnibus-law\/"},"wordCount":2112,"commentCount":2,"publisher":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/omnibus-law\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/omnibus-law-featured.png","keywords":["aplikasi gajihub","aplikasi HRIS","GajiHub","omnibus law","poin omnibus law","software payroll","tujuan omnibus law","undang-undang cipta kerja","uu 13 tahun 2003","uu cipta kerja","uu ketenagakerjaan"],"articleSection":["Regulasi"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/gajihub.com\/blog\/omnibus-law\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/omnibus-law\/","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/omnibus-law\/","name":"Omnibus Law: Pengertian, Tujuan dan Poin Pentingnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/omnibus-law\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/omnibus-law\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/omnibus-law-featured.png","datePublished":"2022-10-26T04:53:09+00:00","dateModified":"2025-02-28T07:05:09+00:00","description":"Omnibus law jadi bahasan penting beberapa tahun ini. Yuk ketahui semua mengenai omnibus law hanya di artikel ini","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/omnibus-law\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/gajihub.com\/blog\/omnibus-law\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/omnibus-law\/#primaryimage","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/omnibus-law-featured.png","contentUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/omnibus-law-featured.png","width":825,"height":315,"caption":"omnibus law"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/omnibus-law\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Omnibus Law Cipta Kerja: Pengertian, Tujuan, Poin, dan Kontroversinya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/","name":"Gajihub Blog","description":"Informasi terlengkap mengenai pengelolaan SDM, HR, Payroll, dan karir","publisher":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization","name":"Gajihub","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/gajihub-new-logo.png","contentUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/gajihub-new-logo.png","width":1010,"height":391,"caption":"Gajihub"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom","https:\/\/x.com\/gajihub","https:\/\/www.instagram.com\/gajihub\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/gajihub\/","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCIR5sG2AkJSvvo0ala0nx-w"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/person\/e8b52481451a1e2c3d2011fa7d91ef8c","name":"Desi Murniati","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7106b8fb468ecc208f601f1fac4a6a348c8c52121d1694cbe27cf3c6ee1a89cb?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7106b8fb468ecc208f601f1fac4a6a348c8c52121d1694cbe27cf3c6ee1a89cb?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7106b8fb468ecc208f601f1fac4a6a348c8c52121d1694cbe27cf3c6ee1a89cb?s=96&d=mm&r=g","caption":"Desi Murniati"},"description":"Berpengalaman lebih 5 tahun dalam penulisan tema manajemen dan karir. Desi bertujuan memberikan perspektif terbaru dari tulisannya.","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/author\/desimurniati\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/omnibus-law-featured.png","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2065","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2065"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2065\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21446,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2065\/revisions\/21446"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9585"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2065"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2065"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2065"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}