{"id":19573,"date":"2025-01-31T08:34:18","date_gmt":"2025-01-31T08:34:18","guid":{"rendered":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/?p=19573"},"modified":"2025-04-08T08:03:25","modified_gmt":"2025-04-08T08:03:25","slug":"empathetic-listening","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/empathetic-listening\/","title":{"rendered":"Empathetic Listening: Manfaat, Prinsip, Ciri-ciri, dan Tipsnya"},"content":{"rendered":"<p>Menjadi pendengar yang baik tidak hanya penting dalam kehidupan pribadi, tetapi juga di tempat kerja.<\/p>\n<p>Saat Anda benar-benar mendengarkan orang lain dengan penuh perhatian, Anda dapat menunjukkan bahwa Anda menghargai perasaan dan sudut pandang mereka.<\/p>\n<p>Hal ini membantu membangun hubungan yang kuat, baik dengan rekan kerja, atasan, maupun klien.<\/p>\n<p>Nah, salah satu cara untuk mengasah keterampilan ini adalah dengan <em>empathetic listening\u00a0<\/em>atau mendengarkan dengan hati dan mencoba memahami perasaan, serta pengalaman orang lain.<\/p>\n<p>Dengan kata lain,\u00a0<em>empathetic listening <\/em>bukan sekadar mendengar kata-kata yang diucapkan oleh lawan bicara, tetapi juga merespons dengan memahami mereka.<\/p>\n<p>Pada artikel kali ini, GajiHub akan membahas apa itu\u00a0<em>empathetic listening,\u00a0<\/em>manfaat, contoh, dan tips mendengarkan dengan empati.<\/p>\n<h2>Apa yang Dimaksud dengan Empathetic Listening?<\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-19605\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/empathetic-listening-1.jpg\" alt=\"empathetic listening 1\" width=\"1000\" height=\"700\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/empathetic-listening-1.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/empathetic-listening-1-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/empathetic-listening-1-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/p>\n<p><em>Empathetic listening<\/em> adalah cara mendengarkan dengan empati dan memberikan respons yang menunjukkan pemahaman terhadap lawan bicara.<\/p>\n<p>Mendengarkan dengan empati melibatkan membuat koneksi emosional dengan orang tersebut dan menemukan kesamaan antara pengalaman mereka dengan pengalaman Anda sendiri, sehingga Anda dapat memberikan respons yang lebih tulus.<\/p>\n<p>Salah satu kualitas utama dari\u00a0<em>empathetic listening\u00a0<\/em>adalah memberikan dukungan dan dorongan, bukan nasihat atau kritik.<\/p>\n<p>Dalam bukunya yang berjudul <em><a href=\"https:\/\/www.franklincovey.com\/the-7-habits\/\">The 7 Habits of Highly Effective People<\/a>,\u00a0<\/em>Stephen R. Covey menyebutkan bahwa inti dari\u00a0<em>empathetic listening\u00a0<\/em>adalah berusaha untuk memahami terlebih dahulu.<\/p>\n<p>Menurut Covey, ini adalah perubahan pola pikir yang besar karena kebanyakan orang cenderung fokus pada pendapat mereka sendiri sebelum benar-benar mendengarkan orang lain.<\/p>\n<p>Covey menjelaskan bahwa biasanya kita mendengarkan pada 4 tingkat:<\/p>\n<p>1.<strong> Mengabaikan:<\/strong> Tidak benar-benar mendengarkan orang lain.<br \/>\n2. <strong>Pura-pura mendengarkan:<\/strong> Terlihat mendengarkan, tapi pikiran kita sebenarnya ke mana-mana.<br \/>\n3.<strong> Mendengarkan secara selektif:<\/strong> Hanya mendengar bagian yang kita anggap penting.<br \/>\n4. <strong>Mendengarkan dengan penuh perhatian:<\/strong> Fokus pada apa yang dikatakan orang lain.<\/p>\n<p>Namun, ada tingkat kelima yang lebih dalam, yaitu:<\/p>\n<p><strong>5. Mendengarkan dengan empati:<\/strong> Berusaha memahami perasaan dan perspektif orang lain sepenuhnya.<\/p>\n<p>Artinya, Anda tidak hanya menggunakan telinga tapi juga mata dan hati untuk benar-benar mengerti apa yang dirasakan oleh lawan bicara.<\/p>\n<p>Di tempat kerja,\u00a0<em>empathetic listening\u00a0<\/em>sangat penting untuk mebangun hubungan yang baik dengan rekan kerja.<\/p>\n<p>Misalnya, bayangkan ada rekan kerja Anda yang mengeluhkan hal seperti berikut:<\/p>\n<p><em>&#8220;Partner kerjaku benar-benar menyebalkan. Dia tidak tahu apa yang dia lakukan, dan selalu memberiku tugas yang buruk.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Sebagai pendengar yang empatik, Anda bisa merespons dengan:<\/p>\n<p><em>\u201cSepertinya kamu sedang kesal dengan parnet kerjamu dan merasa terbebani dengan tugas-tugas yang diberikan.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Dengan respons seperti ini, Anda tidak menghakimi atau menyangkal perasaan rekan kerja Anda.<\/p>\n<p>Anda hanya menunjukkan bahwa Anda mendengar dan memahami emosi yang mereka rasakan.<\/p>\n<p>Hal ini membuat lawan bicara merasa didengar dan dihargai.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/kompetensi-kepemimpinan\/\">15 Jenis Kompetensi Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki Manajer<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Apa Saja Perbedaan Empathetic Listening dan Active Listening?<\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-19604 aligncenter\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/empathetic-listening-2.jpg\" alt=\"empathetic listening 2\" width=\"1000\" height=\"700\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/empathetic-listening-2.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/empathetic-listening-2-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/empathetic-listening-2-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/p>\n<p>Berikut beberapa perbedaan\u00a0<em>empathetic listening\u00a0<\/em>dan\u00a0<em>active listening<\/em>:<\/p>\n<h3>1. Active Listening (Mendengarkan Aktif)<\/h3>\n<p>Mendengarkan aktif bukan sekadar jenis mendengarkan, tetapi lebih ke cara mendengarkan yang berfokus penuh pada pembicara.<\/p>\n<p>Pendengar tidak hanya memahami isi pesan yang disampaikan, tetapi juga mengonfirmasi perasaan yang dirasakan pembicara.<\/p>\n<p>Ciri-ciri pendengar aktif meliputi kontak mata yang baik, perhatian penuh, dan kesabaran. Sikap ini membuat pembicara merasa dihargai dan didengarkan dengan baik.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/interpersonal-skill\/\">11 Interpersonal Skill Penting dan Tips Meningkatkannya<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>2. Empathetic Listening (Mendengarkan Empatik)<\/h3>\n<p>Mendengarkan empatik mencakup semua teknik dalam mendengarkan aktif, tetapi dengan tingkat pemahaman yang lebih dalam.<\/p>\n<p>Pendengar tidak hanya mendengarkan kata-kata pembicara, tetapi juga benar-benar berusaha memahami perasaan dan pengalaman mereka.<\/p>\n<p>Untuk menerapkan mendengarkan empatik, seseorang perlu menyingkirkan ego dan mengesampingkan pengalaman pribadi.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/skill-komunikasi\/\">Skill Komunikasi: Pengertian, Jenis, dan Cara Meningkatkannya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Apakah Empathetic Listening Penting?<\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-19603 aligncenter\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/empathetic-listening-3.jpg\" alt=\"empathetic listening 3\" width=\"1000\" height=\"700\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/empathetic-listening-3.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/empathetic-listening-3-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/empathetic-listening-3-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/p>\n<p>Ya, sangat penting.\u00a0<em>Empathetic listening\u00a0<\/em>adalah kunci untuk membangun hubungan yang baik, baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional.<\/p>\n<p>Saat Anda benar-benar mendengarkan orang lain, Anda tidak hanya akan menerima informasi, tetapi juga membangun kepercayaan, yang merupakan inti dari komunikasi yang efektif.<\/p>\n<p>Berikut beberapa manfaat dari mendengarkan dengan empati:<\/p>\n<h3>1. Meningkatkan Hubungan<\/h3>\n<p>Mendengarkan dengan empati dapat mengubah cara Anda berinteraksi dengan orang lain.<\/p>\n<p>Dengan memberikan perhatian penuh, Anda dapat menunjukkan bahwa Anda dihargai, menjembatani kesalahpahaman, dan menemukan kesamaan yang mungkin tidak terduga.<\/p>\n<p>Dalam dunia kerja, keterampilan ini tidak hanya memperkuat kerja sama tim, tetapi juga membantu hubungan yang lebih erat dengan rekan kerja dan klien.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/hubungan-interpersonal\/\">Hubungan Interpersonal: Manfaat dan Cara Meningkatkannya<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>2. Meningkatkan Komunikasi<\/h3>\n<p>Kemampuan mendengarkan empati dapat meredakan emosi orang yang sedang marah dan mengubah konflik menjadi diskusi yang lebih konstruktif.<\/p>\n<p>Hal ini menciptakan suasana terbuka, di mana setiap orang dapat berbicara dengan jujur dan merasa dipahami.<\/p>\n<p>Dengan mendengarkan secara aktif, kita dapat menghindari kesalahpahaman yang sering menjadi penyebab konflik.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/komunikasi-persuasif\/\">Komunikasi Persuasif: Ini Cara Membangunnya di Tempat Kerja<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>3. Membangun Kepercayaan<\/h3>\n<p>Kepercayaan tumbuh ketika seseorang merasa didengar dan dipahami.<\/p>\n<p>Dengan mendengarkan secara empati, kita menunjukkan bahwa pendapat dan perasaan mereka penting, sehingga hubungan menjadi lebih kuat dan penuh rasa saling menghargai.<\/p>\n<p>Kepercayaan ini juga menjadi dasar kepemimpinan yang efektif dan lingkungan kerja yang harmonis.<\/p>\n<p>Dengan mengasah\u00a0<em>skill<\/em> ini, Anda bisa menjadi komunikator yang lebih baik dan menciptakan perubahan positif di sekitar Anda.<\/p>\n<p>Setiap percakapan bisa menjadi peluang untuk membangun hubungan yang lebih dalam, baik dengan rekan kerja, klien, maupun orang-orang terdekat.<\/p>\n<p>Mendengarkan dengan empati adalah langkah kecil yang dapat membuka pintu menuju pemahaman dan kerja sama yang lebih baik.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/komunikasi-internal\/\">Komunikasi Internal: Pengertian, Manfaat, Contoh, dan Tips Membangunnya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Apa Saja Prinsip Empathetic Listening?<\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-19602 size-full\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/empathetic-listening-4.jpg\" alt=\"mendengarkan secara empati 4\" width=\"1000\" height=\"700\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/empathetic-listening-4.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/empathetic-listening-4-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/empathetic-listening-4-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/p>\n<p>Mendengarkan dengan empati berarti benar-benar berusaha memahami perasaan dan sudut pandang orang lain.<\/p>\n<p>Hal ini bukan sekadar mendengar, tetapi juga terlibat secara aktif dalam percakapan.<\/p>\n<p>Ada beberapa prinsip utama dalam\u00a0<em>empathetic listening,\u00a0<\/em>yaitu:<\/p>\n<h3>1. Kehadiran Penuh<\/h3>\n<p><em>Empathetic listening\u00a0<\/em>dimulai dengan memberikan perhatian penuh kepada lawan bicara.<\/p>\n<p>Hal ini berarti mengesampingkan gangguan, fokus pada percakapan, dan menunjukkan bahwa Anda benar-benar peduli dengan apa yang mereka sampaikan.<\/p>\n<p>Selain mendengarkan\u00a0kata-kata, Anda juga perlu memperhatikan ekspresi wajah, nada suara, dan bahasa tubuh mereka.<\/p>\n<p>Kehadiran yang penuh menunjukkan bahwa kita menghargai mereka dan apa yang mereka rasakan.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/tes-keterampilan-komunikasi\/\">Tes Keterampilan Komunikasi: Jenis dan Cara Menilainya<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>2. Validasi Perasaan<\/h3>\n<p>Validasi berarti mengakui dan menghargai perasaan serta sudut pandang orang lain, tanpa harus selalu setuju.<\/p>\n<p>Dengan memberikan respons yang menunjukkan bahwa kita memahami dan menghormati pengalaman mereka, kita membantu mereka merasa didengar dan diterima.<\/p>\n<p>Hal ini menciptakan rasa aman bagi mereka untuk berbicara dengan jujur, yang pada akhirnya bisa mengurangi ketegangan dan membangun pemahaman yang lebih baik.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pengertian-validasi\/\">Pengertian Validasi, Manfaat, Jenis, dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>3. Rasa Ingin Tahu yang Tulus<\/h3>\n<p>Mendengarkan dengan empati juga melibatkan rasa ingin tahu yang tulus terhadap apa yang dirasakan dan dipikirkan lawan bicara.<\/p>\n<p>Artinya, Anda tidak hanya menunggu giliran untuk berbicara, tetapi benar-benar tertarik untuk memahami cerita mereka.<\/p>\n<p>Dengan bertanya secara bijaksana dan mendukung mereka untuk berbagi lebih dalam, Anda bisa menggali perspektif yang mungkin sebelumnya tidak kita sadari.<\/p>\n<p>Prinsip-prinsip ini membantu kita menjadi pendengar yang lebih baik dan membangun hubungan yang lebih bermakna.<\/p>\n<p><em>Empathetic listening<\/em>\u00a0bukan hanya soal mendengar kata-kata, tetapi juga tentang memahami, menghargai, dan benar-benar hadir dalam setiap percakapan.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/manajemen-komunikasi\/\">Manajemen Komunikasi: Ini Metode, dan Cara Penerapannya<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>4. Tidak Menghakimi<\/h3>\n<p>Salah satu hal penting dalam mendengarkan dengan empati adalah menghindari mengkritik lawan bicara, baik secara langsung maupun dalam hati.<\/p>\n<p>Mungkin Anda tidak setuju dengan apa yang mereka katakan, tetapi cobalah untuk memahami bahwa mereka punya alasan sendiri untuk bersikap seperti itu.<\/p>\n<h3>5. Dapat Dipercaya<\/h3>\n<p>Ketika seseorang bercerita tentang hal-hal yang bersifat emosional, penting untuk menjaga kerahasiaannya.<\/p>\n<p>Namun, jika mereka meminta bantuan Anda untuk membantu menyelesaikan konflik dengan orang lain, Anda boleh mendiskusikan hal tersebut sejauh itu membantu tujuan mereka.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/daftar\/\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-420 aligncenter\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/03-1080x1080-Feed.jpg\" alt=\"gajihub 3\" width=\"1080\" height=\"1080\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/03-1080x1080-Feed.jpg 1080w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/03-1080x1080-Feed-300x300.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/03-1080x1080-Feed-1024x1024.jpg 1024w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/03-1080x1080-Feed-150x150.jpg 150w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/03-1080x1080-Feed-768x768.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px\" \/><\/a><\/p>\n<h3>6. Sabar<\/h3>\n<p>Bahkan dengan teman dekat atau rekan kerja, membicarakan pengalaman emosional bisa terasa sulit.<\/p>\n<p>Mungkin butuh waktu bagi mereka untuk menemukan kata-kata yang tepat dan merasa nyaman untuk mengungkapkannya.<\/p>\n<p>Bersabarlah dan biarkan mereka berbicara sesuai dengan kecepatan mereka sendiri.<\/p>\n<h3>7. Responsif<\/h3>\n<p>Meskipun mendengarkan dengan empati berarti memberi ruang bagi lawan bicara tanpa menyela, ada saatnya mereka ingin mendengar pendapat Anda.<\/p>\n<p>Dalam situasi seperti ini, Anda bisa menanyakan, \u201cApakah kamu ingin mendengar pendapat saya?\u201d atau \u201cDukungan seperti apa yang kamu butuhkan dari saya?\u201d<\/p>\n<p><strong>Baca Juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pengembangan-soft-skill\/\">Pengembangan Soft Skill di Tempat Kerja: Cara dan Manfaatnya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Apa Saja Ciri Khas Empathetic Listening?<\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-19601\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/empathetic-listening-5.jpg\" alt=\"empathetic listening 5\" width=\"1000\" height=\"700\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/empathetic-listening-5.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/empathetic-listening-5-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/empathetic-listening-5-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/p>\n<p><em>Empathetic listening\u00a0<\/em>bukan hanya sekadar memahami isi percakapan, tetapi juga membangun hubungan yang lebih dekat.<\/p>\n<p>Pendekatan ini memiliki tiga ciri utama yang membedakannya dari cara mendengarkan biasa: keterlibatan aktif, respons reflektif, dan kepekaan emosional.<\/p>\n<p>Ketiga hal ini membantu menciptakan percakapan yang lebih bermakna.<\/p>\n<h3>1. Keterlibatan Aktif<\/h3>\n<p>Mendengarkan dengan empati berarti benar-benar fokus pada pembicara dan memberikan perhatian penuh.<\/p>\n<p>Hal ini bisa ditunjukkan dengan menjaga kontak mata, mengangguk, atau memberikan respons sederhana seperti \u201chmm\u201d atau \u201csaya mengerti\u201d untuk menunjukkan bahwa Anda benar-benar mendengarkan.<\/p>\n<p>Dengan begitu, pembicara merasa dihargai dan didengar, bukan sekadar berbicara tanpa respons.<\/p>\n<h3>2. Respons Reflektif<\/h3>\n<p>Pendengar yang empatik tidak hanya mendengar kata-kata pembicara, tetapi juga mencoba memahami emosi dan makna di baliknya.<\/p>\n<p>Hal ini bukan sekadar mengulang apa yang dikatakan, tetapi menggali lebih dalam untuk menunjukkan bahwa Anda benar-benar memahami perasaan mereka.<\/p>\n<p>Dengan memberikan respons reflektif, Anda membantu pembicara merasa didengar dan dihargai secara emosional.<\/p>\n<h3>3. Kepekaan Emosional<\/h3>\n<p>Kepekaan emosional adalah inti dari mendengarkan dengan empati.<\/p>\n<p>Anda perlu berusaha memahami perasaan pembicara tanpa menghakimi atau berasumsi.<\/p>\n<p>Dengan menyesuaikan diri dengan emosi mereka, Anda bisa menciptakan suasana yang lebih nyaman dan penuh pengertian.<\/p>\n<p>Hal ini sangat penting, baik dalam hubungan pribadi maupun profesional, karena membantu membangun rasa percaya dan keterbukaan.<\/p>\n<p>Dengan menerapkan ketiga ciri ini, Anda dapat menciptakan percakapan yang lebih dalam dan bermakna.<\/p>\n<p><em> Empathetic listening<\/em> membantu orang lain merasa dipahami, dihargai, dan didukung, yang pada akhirnya memperkuat hubungan Anda dengan mereka.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/emotional-intelligence\/\">Emotional Intelligence: Karakteristik dan Tips Mengembangkannya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Apa Saja Contoh Empathetic Listening?<\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-19600 aligncenter\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/empathetic-listening-6.jpg\" alt=\"empathetic listening 6\" width=\"1000\" height=\"700\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/empathetic-listening-6.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/empathetic-listening-6-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/empathetic-listening-6-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/p>\n<p>Berikut beberapa contoh bagaimana mendengarkan dengan empati dapat diterapkan di lingkungan kerja:<\/p>\n<h3>Contoh 1<\/h3>\n<p>Seorang rekan kerja tiba-tiba menjadi pendiam dalam rapat dan tidak lagi menyampaikan ide.<\/p>\n<p>Anda mendekatinya secara pribadi dan menanyakan apakah ada yang ingin ia ceritakan.<\/p>\n<p>Ia lalu mengungkapkan bahwa ia merasa kewalahan dengan beban kerja yang berat dan takut tertinggal.<\/p>\n<p>Sebagai bentuk dukungan, dengarkan tanpa menghakimi dan tunjukkan bahwa Anda memahami perasaannya.<\/p>\n<p>Bantu ia mengatur prioritas pekerjaan atau tawarkan solusi untuk mengelola beban kerja.<\/p>\n<p>Ucapkan terima kasih atas keterbukaannya dan beri tahu bahwa Anda siap mendukungnya jika dibutuhkan.<\/p>\n<p>Setelah beberapa waktu, tanyakan lagi bagaimana keadaannya.<\/p>\n<h3>Contoh 2<\/h3>\n<p>Seorang karyawan tampak sedih setelah menerima kritik dalam rapat tim. Anda menemuinya setelah rapat dan menanyakan apakah ia ingin berbicara secara pribadi.<\/p>\n<p>Ia lalu mengaku merasa kecewa dan malu.<\/p>\n<p>Dengarkan dengan penuh perhatian dan validasi perasaannya, karena menerima kritik di depan orang lain bisa terasa sulit.<\/p>\n<p>Jika relevan, bagikan pengalaman serupa agar ia merasa tidak sendirian.<\/p>\n<p>Yakinkan bahwa kritik bukanlah bentuk penilaian terhadap kemampuannya, melainkan kesempatan untuk berkembang.<\/p>\n<p>Setelah beberapa waktu, tanyakan apakah ia butuh dukungan lebih lanjut dalam menghadapi kritik.<\/p>\n<h3>Contoh 3<\/h3>\n<p>Seorang anggota tim tampak frustrasi karena proyek mengalami keterlambatan.<\/p>\n<p>Anda mengajaknya berbicara sambil berjalan santai.<\/p>\n<p>Ia mengungkapkan kekhawatiran tentang tenggat waktu dan reputasinya di hadapan klien.<\/p>\n<p>Akui rasa frustrasinya dan tunjukkan bahwa Anda menghargai dedikasinya.<\/p>\n<p>Ajak ia mencari solusi bersama untuk mengatasi keterlambatan, serta tawarkan bantuan jika memungkinkan.<\/p>\n<p>Dorong ia untuk tetap terbuka dalam diskusi tim.<\/p>\n<p>Setelah beberapa hari, tanyakan apakah ia merasa lebih tenang dengan perkembangan proyek.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/program-pelatihan-soft-skill\/\">Program Pelatihan Soft Skill untuk Karyawan, Apa Saja?<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Bagaimana Tips Empathetic Listening?<\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-19599 aligncenter\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/empathetic-listening-7.jpg\" alt=\"mendengarkan secara empati 7\" width=\"1000\" height=\"700\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/empathetic-listening-7.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/empathetic-listening-7-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/empathetic-listening-7-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/p>\n<p>Menjadi pendengar yang baik dan penuh empati membutuhkan latihan.<\/p>\n<p>Berikut beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan keterampilan mendengarkan secara empatik:<\/p>\n<h3>1. Ciptakan Suasana Nyaman untuk Berbagi<\/h3>\n<p>Pastikan pembicara merasa aman dan nyaman saat berbicara.<\/p>\n<p>Jika di kantor, matikan monitor komputer dan ponsel jika memungkinkan, agar tidak ada gangguan.<\/p>\n<p>Bersikap tenang juga penting.<\/p>\n<p>Jika Anda terlihat rileks, pembicara mungkin akan merasa lebih nyaman.<\/p>\n<p>Cobalah menarik napas dalam agar lebih fokus dan hadir dalam percakapan.<\/p>\n<h3>2. Akui Perasaan Pembicara<\/h3>\n<p>Tunjukkan bahwa Anda memahami dan menghargai perasaan pembicara.<\/p>\n<p>Tidak perlu banyak bicara, cukup gunakan ungkapan seperti &#8220;Saya mengerti&#8221; atau &#8220;Saya bisa melihat ini penting bagi Anda.&#8221;<\/p>\n<h3>3. Perhatikan Bahasa Tubuh<\/h3>\n<p>Bahasa tubuh bisa menunjukkan perasaan seseorang.<\/p>\n<p>Jika mereka mengetuk-ngetukkan kaki atau duduk membungkuk, mungkin mereka merasa gugup.<\/p>\n<p>Anda bisa menanggapinya dengan tetap tenang, menjaga postur percaya diri, dan berbicara dengan nada lembut.<\/p>\n<h3>4. Biarkan Pembicara Mengarahkan Percakapan<\/h3>\n<p>Biarkan pembicara menyampaikan perasaannya dengan ritme mereka sendiri.<\/p>\n<p>Jika ada jeda, tidak perlu terburu-buru mengisinya.<\/p>\n<p>Jika mereka ingin mengakhiri percakapan lebih cepat, hormati keputusannya tanpa memaksa.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-19598 aligncenter\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/empathetic-listening-8.jpg\" alt=\"mendengarkan secara empati 8\" width=\"1000\" height=\"700\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/empathetic-listening-8.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/empathetic-listening-8-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/empathetic-listening-8-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/p>\n<h3>5. Jangan Terburu-buru Memberi Pendapat<\/h3>\n<p>Tahan pendapat Anda sampai pembicara benar-benar memintanya.<\/p>\n<p>Jika mereka bertanya, &#8220;Menurutmu bagaimana?&#8221; barulah Anda bisa berbagi pandangan.<\/p>\n<p>Jika tidak, lebih baik tetap mendengarkan dan memberi tanggapan singkat sebagai bentuk perhatian.<\/p>\n<h3>6. Beri Dukungan dan Semangat<\/h3>\n<p>Jika seseorang berbagi masalah, kemungkinan mereka sedang merasa bingung atau kesulitan.<\/p>\n<p>Apabila mereka meminta pendapat, beri dorongan seperti<\/p>\n<p>&#8220;Saya yakin kamu bisa menghadapinya&#8221; atau &#8220;Saya melihat kamu orang yang sabar dan perhatian, itu bisa membantumu mengatasi situasi ini.&#8221;<\/p>\n<p>Dukungan yang tulus bisa membuat mereka lebih percaya diri menghadapi tantangan.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/cara-memotivasi-karyawan\/\">15 Cara Memotivasi Karyawan dan Keuntungannya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Berdasarkan artikel di atas, dapat dipahami bahwa\u00a0<em>empathetic listening\u00a0<\/em>atau mendengarkan dengan empati adalah\u00a0<em>skill\u00a0<\/em>penting yang melibatkan upaya untuk memahami perasaan dan perspektif lawan bicara secara mendalam.<\/p>\n<p>Hal ini bukan sekadar mendengar kata-kata, tetapi juga melibatkan kehadiran secara penuh, memvalidasi perasaan, dan kepekaan emosional.<\/p>\n<p>Dengan mendengarkan secara empatik, Anda dapat membangun hubungan yang lebih kuat, meningkatkan komunikasi, dan menciptakan kepercayaan, baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional.<\/p>\n<p><em>Empathetic listening<\/em> memiliki beberapa prinsip utama, seperti tidak menghakimi, dapat dipercaya, sabar, dan responsif.<\/p>\n<p><em>Skill<\/em>\u00a0ini juga melibatkan keterlibatan aktif, respons reflektif, dan kepekaan emosional, yang membantu menciptakan percakapan yang lebih bermakna.<\/p>\n<p>Contoh penerapannya di tempat kerja termasuk mendukung rekan kerja yang merasa kewalahan atau frustrasi, serta membantu mereka merasa didengar dan dihargai.<\/p>\n<p>Untuk menghargai karyawan, perusahaan juga dapat mempertimbangkan penggunaan\u00a0<a href=\"https:\/\/gajihub.com\/absensi\/\"><em>software\u00a0<\/em>absensi<\/a> dari GajihHub.<\/p>\n<p>Melalui fitur <em>employee self-service\u00a0<\/em>(ESS) yang dimilikinya, karyawan dapat dengan mudah melakukan presensi, izin sakit, hingga izin cuti lewat <em>smartphone\u00a0<\/em>masing-masing.<\/p>\n<p>Dengan demikian, mereka tidak perlu repot-repot dalam mengurus perihal administrasi dan bisa berfokus pada pekerjaannya.<\/p>\n<p>Selain itu, GajiHub juga memungkinkan tim HR dan manajer mengatur jadwal kerja karyawan dengan mudah dan jadwal tersebut bisa dilihat melalui aplikasi\u00a0<em>mobile.\u00a0<\/em><\/p>\n<p>Tertarik mencoba? Kunjungi<a href=\"https:\/\/gajihub.com\/daftar\/\"><strong> tautan ini<\/strong><\/a> dan dapatkan coba gratis hingga 14 hari.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menjadi pendengar yang baik tidak hanya penting dalam kehidupan pribadi, tetapi juga di tempat kerja. Saat Anda benar-benar mendengarkan orang&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":19606,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[8458,29,8455,8454,8456,8457,80,28,27,8459,6441],"class_list":["post-19573","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-karir","tag-ciri-ciri-empathetic-listening","tag-gajihub","tag-manfaat-empathetic-listening","tag-pengertian-empathetic-listening","tag-perbedaan-empathetic-listening-dan-active-listening","tag-prinsip-empathetic-listening","tag-software-absensi","tag-software-hr","tag-software-payroll","tag-tips-empathetic-listening","tag-tips-pengembangan-karir"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Empathetic Listening: Manfaat, Prinsip, Ciri-ciri, dan Tipsnya - Gajihub Blog<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pada artikel kali ini, GajiHub akan membahas apa itu\u00a0empathetic listening,\u00a0manfaat, contoh, dan tips mendengarkan dengan empati.\u00a0\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/empathetic-listening\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Empathetic Listening: Manfaat, Prinsip, Ciri-ciri, dan Tipsnya - Gajihub Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pada artikel kali ini, GajiHub akan membahas apa itu\u00a0empathetic listening,\u00a0manfaat, contoh, dan tips mendengarkan dengan empati.\u00a0\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/empathetic-listening\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Gajihub Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-01-31T08:34:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-04-08T08:03:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/empathetic-listening-banner.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"825\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"315\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"sugi priharto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@gajihub\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@gajihub\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"sugi priharto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"12 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/empathetic-listening\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/empathetic-listening\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"sugi priharto\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/a34aaadc9cc210d3a080befe71b9210a\"},\"headline\":\"Empathetic Listening: Manfaat, Prinsip, Ciri-ciri, dan Tipsnya\",\"datePublished\":\"2025-01-31T08:34:18+00:00\",\"dateModified\":\"2025-04-08T08:03:25+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/empathetic-listening\\\/\"},\"wordCount\":2267,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/empathetic-listening\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/01\\\/empathetic-listening-banner.png\",\"keywords\":[\"ciri-ciri empathetic listening\",\"GajiHub\",\"manfaat empathetic listening\",\"pengertian empathetic listening\",\"perbedaan empathetic listening dan active listening\",\"prinsip empathetic listening\",\"software absensi\",\"software HR\",\"software payroll\",\"tips empathetic listening\",\"tips pengembangan karir\"],\"articleSection\":[\"Pengembangan Karir\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/empathetic-listening\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/empathetic-listening\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/empathetic-listening\\\/\",\"name\":\"Empathetic Listening: Manfaat, Prinsip, Ciri-ciri, dan Tipsnya - Gajihub Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/empathetic-listening\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/empathetic-listening\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/01\\\/empathetic-listening-banner.png\",\"datePublished\":\"2025-01-31T08:34:18+00:00\",\"dateModified\":\"2025-04-08T08:03:25+00:00\",\"description\":\"Pada artikel kali ini, GajiHub akan membahas apa itu\u00a0empathetic listening,\u00a0manfaat, contoh, dan tips mendengarkan dengan empati.\u00a0\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/empathetic-listening\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/empathetic-listening\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/empathetic-listening\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/01\\\/empathetic-listening-banner.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/01\\\/empathetic-listening-banner.png\",\"width\":825,\"height\":315,\"caption\":\"empathetic listening banner\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/empathetic-listening\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Empathetic Listening: Manfaat, Prinsip, Ciri-ciri, dan Tipsnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Gajihub Blog\",\"description\":\"Informasi terlengkap mengenai pengelolaan SDM, HR, Payroll, dan karir\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Gajihub\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/gajihub-new-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/gajihub-new-logo.png\",\"width\":1010,\"height\":391,\"caption\":\"Gajihub\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/gajihubcom\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/gajihub\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/gajihub\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/gajihub\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/channel\\\/UCIR5sG2AkJSvvo0ala0nx-w\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/a34aaadc9cc210d3a080befe71b9210a\",\"name\":\"sugi priharto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"sugi priharto\"},\"description\":\"Pengajar dan content writer di bidang keuangan, HR manajemen, dan dunia karir lebih dari 7 tahun\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/id.linkedin.com\\\/in\\\/sugipriharto\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/author\\\/sugipriharto\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Empathetic Listening: Manfaat, Prinsip, Ciri-ciri, dan Tipsnya - Gajihub Blog","description":"Pada artikel kali ini, GajiHub akan membahas apa itu\u00a0empathetic listening,\u00a0manfaat, contoh, dan tips mendengarkan dengan empati.\u00a0","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/empathetic-listening\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Empathetic Listening: Manfaat, Prinsip, Ciri-ciri, dan Tipsnya - Gajihub Blog","og_description":"Pada artikel kali ini, GajiHub akan membahas apa itu\u00a0empathetic listening,\u00a0manfaat, contoh, dan tips mendengarkan dengan empati.\u00a0","og_url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/empathetic-listening\/","og_site_name":"Gajihub Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom","article_published_time":"2025-01-31T08:34:18+00:00","article_modified_time":"2025-04-08T08:03:25+00:00","og_image":[{"width":825,"height":315,"url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/empathetic-listening-banner.png","type":"image\/png"}],"author":"sugi priharto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@gajihub","twitter_site":"@gajihub","twitter_misc":{"Written by":"sugi priharto","Est. reading time":"12 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/empathetic-listening\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/empathetic-listening\/"},"author":{"name":"sugi priharto","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/person\/a34aaadc9cc210d3a080befe71b9210a"},"headline":"Empathetic Listening: Manfaat, Prinsip, Ciri-ciri, dan Tipsnya","datePublished":"2025-01-31T08:34:18+00:00","dateModified":"2025-04-08T08:03:25+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/empathetic-listening\/"},"wordCount":2267,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/empathetic-listening\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/empathetic-listening-banner.png","keywords":["ciri-ciri empathetic listening","GajiHub","manfaat empathetic listening","pengertian empathetic listening","perbedaan empathetic listening dan active listening","prinsip empathetic listening","software absensi","software HR","software payroll","tips empathetic listening","tips pengembangan karir"],"articleSection":["Pengembangan Karir"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/gajihub.com\/blog\/empathetic-listening\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/empathetic-listening\/","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/empathetic-listening\/","name":"Empathetic Listening: Manfaat, Prinsip, Ciri-ciri, dan Tipsnya - Gajihub Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/empathetic-listening\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/empathetic-listening\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/empathetic-listening-banner.png","datePublished":"2025-01-31T08:34:18+00:00","dateModified":"2025-04-08T08:03:25+00:00","description":"Pada artikel kali ini, GajiHub akan membahas apa itu\u00a0empathetic listening,\u00a0manfaat, contoh, dan tips mendengarkan dengan empati.\u00a0","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/empathetic-listening\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/gajihub.com\/blog\/empathetic-listening\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/empathetic-listening\/#primaryimage","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/empathetic-listening-banner.png","contentUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/empathetic-listening-banner.png","width":825,"height":315,"caption":"empathetic listening banner"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/empathetic-listening\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Empathetic Listening: Manfaat, Prinsip, Ciri-ciri, dan Tipsnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/","name":"Gajihub Blog","description":"Informasi terlengkap mengenai pengelolaan SDM, HR, Payroll, dan karir","publisher":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization","name":"Gajihub","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/gajihub-new-logo.png","contentUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/gajihub-new-logo.png","width":1010,"height":391,"caption":"Gajihub"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom","https:\/\/x.com\/gajihub","https:\/\/www.instagram.com\/gajihub\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/gajihub\/","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCIR5sG2AkJSvvo0ala0nx-w"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/person\/a34aaadc9cc210d3a080befe71b9210a","name":"sugi priharto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","caption":"sugi priharto"},"description":"Pengajar dan content writer di bidang keuangan, HR manajemen, dan dunia karir lebih dari 7 tahun","sameAs":["https:\/\/id.linkedin.com\/in\/sugipriharto"],"url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/author\/sugipriharto\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/empathetic-listening-banner.png","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19573","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19573"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19573\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23504,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19573\/revisions\/23504"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19606"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19573"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19573"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19573"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}