{"id":16330,"date":"2024-11-18T07:58:27","date_gmt":"2024-11-18T07:58:27","guid":{"rendered":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/?p=16330"},"modified":"2026-01-08T01:40:18","modified_gmt":"2026-01-08T01:40:18","slug":"pekerjaan-pink-collar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pekerjaan-pink-collar\/","title":{"rendered":"Pekerjaan Pink Collar: Sejarah, Kerugian, dan Strategi Rekrutmen"},"content":{"rendered":"\n<p>Pekerjaan&nbsp;<em>pink collar&nbsp;<\/em>sering kali dianggap sebagai pekerjaan yang lebih cocok untuk perempuan. Meskipun banyak orang berpikir bahwa pilihan karier tidak dipengaruhi gender, namun data menunjukkan sebaliknya.<\/p>\n\n\n\n<p>Secara rata-rata, perempuan mengirim hampir 12% lebih banyak lamaran untuk pekerjaan di sektor layanan dibandingkan pria.<\/p>\n\n\n\n<p>Mereka juga mengirim lebih sedikit lamaran untuk pekerjaan di bidang teknik, kerajinan, dan konstruksi dibandingkan dengan pria, meskipun mereka memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja yang serupa.<\/p>\n\n\n\n<p>Fenomena tersebut berdampak pada distribusi tenaga kerja di berbagai industri dan dampaknya tidak selalu menguntungkan kedua gender.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada artikel kali ini, GajiHub akan membahas apa itu pekerjaan&nbsp;<em>pink collar,&nbsp;<\/em>sejarah, contoh, dan strategi rekrutmennya.<\/p>\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa yang Dimaksud dengan Pekerjaan Pink Collar?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"700\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/pekerjaan-pink-collar-1.jpg\" alt=\"pekerjaan pink collar 1\" class=\"wp-image-16363\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/pekerjaan-pink-collar-1.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/pekerjaan-pink-collar-1-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/pekerjaan-pink-collar-1-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Pekerjaan&nbsp;<em>pink collar&nbsp;<\/em>adalah peran yang secara tradisional dilakukan oleh perempuan dan sering dikaitkan dengan industri seperti kesehatan, pendidikan, ritel, atau perhotelan.<\/p>\n\n\n\n<p>Biasanya, pekerjaan ini melibatkan tugas-tugas yang berhubungan dengan perawatan, sesuatu yang dianggap lebih alami dilakukan oleh perempuan dalam masyarakat kita.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa karakteristik pekerjaan <em>pink collar<\/em> termasuk gaji yang lebih rendah, tetapi membutuhkan keterampilan interpersonal, empati, dan kecerdasan emosional.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun pekerjaan ini tidak terbatas untuk perempuan, peran ini sangat terkait dengan gender perempuan di masyarakat kita.<\/p>\n\n\n\n<p>Pekerjaan <em>pink collar<\/em> juga sering kali dianggap kurang dihargai meskipun membutuhkan upaya yang besar.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/peraturan-pekerja-perempuan\/\">8 Peraturan Pekerja Perempuan yang Wajib Perusahaan Taati<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Sejarah Pekerjaan Pink Collar?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"700\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/pekerjaan-pink-collar-2.jpg\" alt=\"pekerjaan pink collar 2\" class=\"wp-image-16362\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/pekerjaan-pink-collar-2.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/pekerjaan-pink-collar-2-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/pekerjaan-pink-collar-2-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Pekerjaan <em>pink collar<\/em> mungkin merupakan istilah yang lebih baru, namun sebenarnya fenomena ini sudah ada sejak jaman dulu. Berikut ringkasan sejarahnya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Perang Dunia II<\/h3>\n\n\n\n<p>Selama Perang Dunia II, ketika banyak pria bertugas di medan perang, perempuan harus mengambil peran yang berbeda di masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini menjadi perubahan besar karena perempuan mulai bekerja di pabrik, galangan kapal, dan tempat-tempat yang biasanya didominasi oleh pria.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Periode Pasca Perang<\/h3>\n\n\n\n<p>Ketika perang berakhir, meskipun ada tekanan bagi perempuan untuk kembali ke norma tradisional, banyak perempuan yang sudah menemukan kemandirian di luar rumah.<\/p>\n\n\n\n<p>Mereka bekerja di bidang kesehatan, pendidikan, ritel, dan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Pekerjaan yang Berasarkan Gender<\/h3>\n\n\n\n<p>Istilah<em> &#8220;pink collar&#8221;<\/em> pertama kali diperkenalkan pada tahun 1970-an untuk menggambarkan semakin banyaknya posisi di industri layanan yang didominasi oleh perempuan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pekerjaan ini secara khusus terkait dengan peran pengasuhan yang dianggap cocok untuk sifat perempuan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pekerjaan-masa-depan\/\">20 Pekerjaan Masa Depan dan Tips Mempersiapkannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Gerakan Feminis<\/h3>\n\n\n\n<p>Gerakan Feminis pada tahun 60-an dan 70-an membawa perhatian besar pada diskriminasi gender dan ketidaksetaraan di tempat kerja.<\/p>\n\n\n\n<p>Perempuan mulai memperjuangkan kesetaraan gaji, akses ke posisi yang lebih tinggi, dan pengakuan yang tepat.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun ada kemajuan, pekerjaan <em>pink collar<\/em> masih kurang dihargai dan tetap didominasi oleh perempuan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Tren Kontemporer<\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam beberapa tahun terakhir, pekerjaan <em>pink collar<\/em> mengalami pertumbuhan karena beberapa faktor seperti penuaan populasi dan meningkatnya permintaan di industri pendidikan dan kesehatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, masalah kesenjangan gaji dan tantangan dalam representasi di posisi kepemimpinan masih menjadi ketidaksetaraan yang dihadapi setiap hari.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/analisis-kesetaraan-gaji\/\">Pentingnya Analisis Kesetaraan Gaji bagi Pekerja dan Perusahaan<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa yang Membedakan Pekerjaan White, Blue, dan Pink Collar?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"700\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/pekerjaan-pink-collar-3.jpg\" alt=\"pekerjaan pink collar 3\" class=\"wp-image-16361\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/pekerjaan-pink-collar-3.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/pekerjaan-pink-collar-3-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/pekerjaan-pink-collar-3-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Berikut beberapa hal yang membedakan antara pekerjaan&nbsp;<em>white collar, blue collar,&nbsp;<\/em>dan&nbsp;<em>pink collar<\/em>:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1.&nbsp;Pekerjaan White Collar<\/h3>\n\n\n\n<p>Pekerjaan <em>white collar<\/em> biasanya mengacu pada posisi profesional, manajerial, atau administratif.<\/p>\n\n\n\n<p>Pekerjaan ini umumnya membutuhkan pendidikan tinggi, keterampilan khusus, dan pemikiran analisis.<\/p>\n\n\n\n<p>Biasanya dilakukan di kantor dan melibatkan pengambilan keputusan serta keterampilan pemecahan masalah.<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh pekerjaan <em>white collar<\/em> adalah pengacara, dokter, insinyur, akuntan, eksekutif, dan manajer.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pekerja-kerah-putih-dan-biru-adalah\/\">Pekerja Kerah Putih dan Biru: Pengertian, Contoh dan Perbedaannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Pekerjaan Blue Collar<\/h3>\n\n\n\n<p>Pekerjaan <em>blue collar<\/em> melibatkan pekerjaan manual dan biasanya memerlukan keterampilan tertentu di sektor seperti manufaktur, konstruksi, atau perdagangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pekerjaan ini sering kali memerlukan pelatihan langsung, kerja fisik, pengoperasian mesin, atau perbaikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh pekerjaan <em>blue collar<\/em> adalah tukang las, teknisi listrik, tukang kayu, pekerja konstruksi, mekanik, dan pekerja pabrik.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/blue-collar-crime\/\">Blue Collar Crime, Apa itu dan Apa Saja Contohnya?<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Pekerjaan Pink Collar<\/h3>\n\n\n\n<p>Seperti yang telah dibahas, pekerjaan <em>pink collar<\/em> adalah pekerjaan yang berfokus pada layanan dan secara tradisional dijalani oleh perempuan karena melibatkan aspek perawatan dan perhatian.<\/p>\n\n\n\n<p>Biasanya berada di sektor kesehatan, pendidikan, ritel, atau perhotelan, pekerjaan ini dikaitkan dengan keterampilan seperti empati, komunikasi, dan perhatian terhadap detail.<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh pekerjaan <em>pink collar<\/em> adalah perawat, guru, petugas layanan pelanggan, asisten administrasi, dan staf perhotelan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Perbandingan Singkat Pekerjaan White, Blue, dan Pink Collar<\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th><strong>Karakteristik<\/strong><\/th><th><strong>White Collar<\/strong><\/th><th><strong>Blue Collar<\/strong><\/th><th><strong>Pink Collar<\/strong><\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td><strong>Deskripsi<\/strong><\/td><td>Pekerjaan profesional di kantor<\/td><td>Pekerjaan manual atau fisik<\/td><td>Pekerjaan layanan yang berfokus pada perawatan<\/td><\/tr><tr><td><strong>Tempat Kerja<\/strong><\/td><td>Kantor, lingkungan profesional<\/td><td>Pabrik, lokasi konstruksi, lapangan<\/td><td>Rumah sakit, sekolah, toko, hotel<\/td><\/tr><tr><td><strong>Contoh Pekerjaan<\/strong><\/td><td>Pengacara, dokter, insinyur, manajer<\/td><td>Tukang las, teknisi listrik, tukang kayu<\/td><td>Perawat, guru, petugas layanan pelanggan<\/td><\/tr><tr><td><strong>Keterampilan yang Dibutuhkan<\/strong><\/td><td>Pemecahan masalah, analisis, komunikasi<\/td><td>Keterampilan teknis, fisik, keselamatan kerja<\/td><td>Empati, komunikasi, kecerdasan emosional<\/td><\/tr><tr><td><strong>Penghasilan<\/strong><\/td><td>Lebih tinggi, sesuai dengan kualifikasi tinggi<\/td><td>Lebih rendah, kecuali keterampilan tinggi<\/td><td>Lebih rendah, terkait dengan pekerjaan layanan<\/td><\/tr><tr><td><strong>Tantangan<\/strong><\/td><td>Stres, tanggung jawab besar, jam kerja panjang<\/td><td>Kerja fisik berat, risiko cedera<\/td><td>Beban emosional tinggi, kurang dihargai<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/back-office\/\">Back Office: Jenis, Contoh Pekerjaan, Skill Penting, dan Gajinya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Saja Contoh Pekerjaan Pink Collar?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"700\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/pekerjaan-pink-collar-4.jpg\" alt=\"pekerjaan pink collar 4\" class=\"wp-image-16360\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/pekerjaan-pink-collar-4.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/pekerjaan-pink-collar-4-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/pekerjaan-pink-collar-4-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Untuk lebih memahami apa saja pekerjaan <em>pink collar<\/em> dalam masyarakat kita, berikut beberapa contohnya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Perawat<\/h3>\n\n\n\n<p>Perawat memberikan perawatan langsung di berbagai fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, klinik, dan panti jompo.<\/p>\n\n\n\n<p>Mereka mengevaluasi kebutuhan pasien, memberikan obat, memantau tanda vital, dan bekerja sama dengan tenaga kesehatan lainnya untuk memastikan perawatan yang terbaik bagi pasien.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Guru<\/h3>\n\n\n\n<p>Guru bekerja di berbagai tingkat pendidikan, mengajar dan mendidik anak-anak dari berbagai kelompok usia.<\/p>\n\n\n\n<p>Mereka membuat rencana pelajaran, menilai perkembangan siswa, memberikan dukungan akademik, serta menciptakan lingkungan belajar yang positif untuk mendukung keberhasilan siswa.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Customer Service Representative<\/h3>\n\n\n\n<p><em>Customer service representatif<\/em>&nbsp;berinteraksi langsung dengan pelanggan untuk menjawab pertanyaan, memberikan solusi atas masalah, menangani keluhan, dan memberikan bantuan terkait produk atau layanan.<\/p>\n\n\n\n<p>Mereka dapat berkomunikasi melalui telepon, email, atau <em>platform<\/em> obrolan online.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga:<a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/jobdesk-customer-service\/\">Jobdesk Customer Service, Gaji, dan Skill yang Dibutuhkan<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/daftar\/\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1080\" height=\"1080\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/03-1080x1080-Feed.jpg\" alt=\"gajihub 3\" class=\"wp-image-420\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/03-1080x1080-Feed.jpg 1080w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/03-1080x1080-Feed-300x300.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/03-1080x1080-Feed-1024x1024.jpg 1024w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/03-1080x1080-Feed-150x150.jpg 150w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/03-1080x1080-Feed-768x768.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Asisten Administratif<\/h3>\n\n\n\n<p>Asisten administratif mendukung organisasi dengan berbagai tugas, seperti mengatur jadwal pertemuan, mengelola surat-menyurat, menyimpan dokumen, dan mengoordinasikan kegiatan kantor. Mereka sering menjadi kontak pertama bagi klien, pengunjung, dan karyawan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Asisten Penjualan Ritel<\/h3>\n\n\n\n<p>Asisten penjualan ritel bekerja di toko atau platform daring, membantu pelanggan dalam memilih produk, menjawab pertanyaan, memproses transaksi, dan mengatur tampilan toko.<\/p>\n\n\n\n<p>Tugas mereka adalah menciptakan pengalaman belanja yang positif bagi pelanggan serta mencapai target penjualan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Resepsionis<\/h3>\n\n\n\n<p>Resepsionis bertugas menyambut pengunjung, menjawab panggilan telepon, dan menangani pertanyaan di berbagai tempat, seperti kantor, fasilitas medis, hotel, atau spa.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/jobdesk-frontliner\/\">Jobdesk Frontliner, Skill Penting, Hingga Jenjang dan Gajinya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mengapa Pekerjaan Pink Collar Didominasi oleh Perempuan?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"700\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/pekerjaan-pink-collar-5.jpg\" alt=\"pekerjaan pink collar 5\" class=\"wp-image-16359\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/pekerjaan-pink-collar-5.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/pekerjaan-pink-collar-5-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/pekerjaan-pink-collar-5-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Sejarah menunjukkan bahwa saat perempuan mulai bekerja secara massal, mereka cenderung berhasil di profesi yang sesuai dengan peran mereka di rumah.<\/p>\n\n\n\n<p>Pekerjaan ini sering melibatkan <em>emotional labor<\/em> atau kemampuan mengelola emosi diri dan orang lain, seperti perawat, pekerja sosial, dan guru.<\/p>\n\n\n\n<p>Profesi seperti ini dianggap sesuai dengan peran alami perempuan sebagai pengasuh.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, alasan pekerjaan <em>pink collar<\/em> tetap didominasi perempuan hingga kini adalah karena ekspektasi ini masih melekat. Perempuan masih sering diharapkan memprioritaskan pengasuhan anak.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, selama pandemi, perempuan dengan anak kecil lebih banyak mempertimbangkan untuk berhenti bekerja daripada laki-laki, dengan perbedaan mencapai 10%.<\/p>\n\n\n\n<p>Ekspektasi ini tidak hanya menimbulkan bias, tetapi juga memengaruhi keterampilan dan minat mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Cara perempuan dibesarkan juga turut berperan. Penelitian menunjukkan orang tua lebih sering berbicara tentang emosi dengan anak perempuan dibandingkan anak laki-laki.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini bisa membentuk persepsi bahwa perempuan lebih cocok untuk pekerjaan yang \u201cmengasuh,\u201d dan memperbesar kesenjangan gender di dunia kerja.<\/p>\n\n\n\n<p>Meski perempuan sudah mulai memasuki pekerjaan \u201cmaskulin,\u201d laki-laki belum banyak memasuki pekerjaan <em>pink collar.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mengubah keadaan ini, diperlukan perubahan sosial, seperti memperluas peran laki-laki dan merayakan sifat pengasuhan di semua gender.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, organisasi juga bisa berperan dengan menarik kandidat dari berbagai identitas gender melalui praktik rekrutmen yang inklusif.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/tantangan-rekrutmen-tradisional\/\">Tantangan Rekrutmen Tradisional dan Solusinya Terbaiknya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Cara Menarik Kandidat yang Beragam ke Pekerjaan Pink Collar?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"700\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/pekerjaan-pink-collar-6.jpg\" alt=\"kerja 6\" class=\"wp-image-16358\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/pekerjaan-pink-collar-6.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/pekerjaan-pink-collar-6-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/pekerjaan-pink-collar-6-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Kesetaraan gender di tempat kerja dapat menguntungkan semua pihak. Penelitian Pipeline menunjukkan bahwa <a href=\"https:\/\/newsroom.accenture.com\/news\/accenture-makes-strategic-investment-in-pipeline-to-accelerate-gender-parity-in-the-workplace.htm\">peningkatan 10% dalam kesetaraan gender dapat meningkatkan pendapatan perusahaan 1 hingga 2%<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan menciptakan keragaman, perusahaan juga dapat mengurangi angka karyawan yang keluar.<\/p>\n\n\n\n<p>Penelitian menunjukkan keragaman gender yang lebih baik dan kebijakan HR yang inklusif berkontribusi pada <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/strategi-retensi-karyawan\/\">retensi karyawan<\/a> yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p>Tips terbaik yang perlu Anda lakukan adalah mengurangi bias dan menarik kandidat dari berbagai latar belakang, yang dapat diterapkan tidak hanya untuk pekerjaan&nbsp;<em>pink collar,&nbsp;<\/em>tetapi juga pada profesi lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut adalah beberapa cara yang perlu Anda lakukan untuk menarik kandidat beragam:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Gunakan Bahasa Netral Gender di Iklan Kerja<\/h3>\n\n\n\n<p>Agar iklan kerja lebih inklusif, hindari penggunaan kata-kata yang cenderung terasosiasi dengan satu gender.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Ganti kata ganti seperti \u201cdia\u201d dengan \u201cAnda.\u201d<\/li>\n\n\n\n<li>Fokus hanya pada keterampilan atau atribut penting untuk pekerjaan tersebut.<\/li>\n\n\n\n<li>Cantumkan komitmen perusahaan terhadap keberagaman dan inklusi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Hindari juga menggunakan istilah pekerjaan seperti \u201cpramugari\u201d atau \u201cpelayan wanita,\u201d dan ganti dengan istilah netral seperti \u201cawak kabin\u201d atau \u201cpelayan.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/tips-rekrutmen-industri-hospitality\/\">7 Tips Rekrutmen Industri Hospitality, HRD Wajib Tahu<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Rekrut Berdasarkan Keterampilan, Bukan Pengalaman<\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah menarik kandidat yang beragam, proses seleksi harus dilakukan secara adil. Cara terbaik adalah menggunakan tes keterampilan daripada melihat pengalaman kerja dari <em>resume.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Ketergantungan pada pengalaman kerja sering kali membuat sulit bagi orang untuk masuk ke industri baru. Padahal, pengalaman tidak selalu mencerminkan kemampuan yang sebenarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/skill-test\/\"><em>skill test<\/em><\/a>, Anda bisa langsung mengevaluasi kemampuan kandidat yang relevan dengan pekerjaan. Misalnya, untuk posisi perawat, keterampilan yang diuji bisa berupa:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/critical-thinking-skill\/\"><em>Critical thinking<\/em><\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/masalah-manajemen-waktu-dan-solusinya\/\">Manajemen waktu<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><em><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/problem-solving\/\">Problem solving<\/a><\/em><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Penelitian bahkan menunjukkan bahwa tes keterampilan 10 kali lebih efektif dalam memprediksi kinerja kerja dibandingkan dengan pengalaman kerja.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Gunakan Wawancara Terstruktur<\/h3>\n\n\n\n<p>Pendekatan wawancara yang terstruktur sangat membantu mengurangi bias selama proses perekrutan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam wawancara tradisional, pertanyaan sering kali berbeda untuk setiap kandidat atau tidak selalu relevan dengan pekerjaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal tersebut dapat menimbulkan <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/interviewer-bias\/\"><em>interviewer bias<\/em><\/a>. Sebaliknya, wawancara terstruktur memastikan semua kandidat:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Mendapat pertanyaan yang sama.<\/li>\n\n\n\n<li>Ditanya dalam urutan yang sama.<\/li>\n\n\n\n<li>Dinilai berdasarkan kriteria yang sudah disepakati sebelumnya.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Cara ini membantu Anda mendapatkan data yang setara dari semua kandidat, sehingga peluang menjadi lebih adil untuk semua, terutama di pekerjaan yang biasanya didominasi oleh satu gender.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/red-flag-interview\/\">28 Tanda Red Flag Interview, HRD Wajib Tahu<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Cari Kandidat yang Bisa Menambah Nilai Budaya<\/h3>\n\n\n\n<p>Alih-alih mencari kandidat yang \u201ccocok dengan budaya\u201d perusahaan, fokuslah pada kandidat yang bisa membawa perspektif baru.<\/p>\n\n\n\n<p>Anda bisa menilai ini dengan mengajukan pertanyaan seperti, \u201cSeberapa penting empati dalam bekerja dalam tim?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Pendekatan ini akan membantu menciptakan tim yang lebih inklusif dan mendukung keberagaman dalam perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Dorong Mobilitas Internal dengan Pembelajaran Berbasis Keterampilan<\/h3>\n\n\n\n<p>Untuk meningkatkan peluang pengembangan karyawan pink collar, catat hasil tes keterampilan mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Data ini bisa digunakan untuk membantu mereka menemukan peluang karir baru di dalam perusahaan, sehingga mereka merasa lebih dihargai dan termotivasi untuk berkembang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Ciptakan Lingkungan Kerja yang Aman Secara Psikologis<\/h3>\n\n\n\n<p>Pastikan karyawan <em>pink collar<\/em> memiliki saluran yang nyaman untuk menyampaikan keluhan atau memberikan masukan. Hal ini bisa berupa diskusi pribadi, survei anonim, atau sistem pelaporan yang terpercaya.<\/p>\n\n\n\n<p>Lingkungan kerja yang aman secara psikologis akan membuat mereka merasa didukung dan dihargai.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan menerapkan langkah-langkah ini, perusahaan dapat menciptakan proses perekrutan yang lebih inklusif sekaligus membangun lingkungan kerja yang mendukung keberagaman gender.<\/p>\n\n\n\n<p>Keberagaman ini bukan hanya <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/kinerja-tim\/\">meningkatkan kinerja tim<\/a> tetapi juga menciptakan manfaat jangka panjang bagi organisasi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/psychological-safety\/\">8 Cara Menciptakan Psychological Safety di Tempat Kerja<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Saja Keuntungan Pekerjaan Pink Collar?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"700\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/pekerjaan-pink-collar-7.jpg\" alt=\"kerja 7\" class=\"wp-image-16357\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/pekerjaan-pink-collar-7.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/pekerjaan-pink-collar-7-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/pekerjaan-pink-collar-7-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun setiap profesi seharusnya tidak dibatasi oleh gender, namun pekerjaan&nbsp;<em>pink collar&nbsp;<\/em>tetap memiliki beberapa keuntungan tertentu:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Pekerjaan yang Memuaskan<\/h3>\n\n\n\n<p>Banyak pekerjaan berkerah merah muda seperti di bidang kesehatan, pendidikan, layanan pelanggan, atau administrasi berfokus pada membantu orang lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini memberikan rasa tujuan dan kepuasan yang bisa meningkatkan kebahagiaan dalam bekerja.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Stabilitas Pekerjaan<\/h3>\n\n\n\n<p>Industri seperti kesehatan, pendidikan, dan beberapa sektor jasa biasanya tidak terlalu terpengaruh oleh kondisi ekonomi. Ini membuat pekerjaan di sektor ini cenderung lebih aman dan stabil.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Fleksibilitas<\/h3>\n\n\n\n<p>Beberapa pekerjaan berkerah merah muda menawarkan jadwal kerja yang fleksibel.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, perawat bisa memilih jam kerja tertentu, dan asisten administratif kadang bisa bekerja dari rumah atau dengan jam kerja fleksibel.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Peluang Karier Beragam<\/h3>\n\n\n\n<p>Pekerjaan ini mencakup banyak bidang, sehingga memungkinkan pekerja mengeksplorasi berbagai jalur karier sesuai minat dan bakat mereka.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Lingkungan Kerja yang Mendukung<\/h3>\n\n\n\n<p>Karena sifat pekerjaan yang sering melibatkan empati, pekerjaan ini cenderung memiliki suasana kerja yang hangat dan mendukung, menciptakan hubungan profesional yang baik dan rasa kebersamaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Mengasah Keterampilan Komunikasi<\/h3>\n\n\n\n<p>Pekerjaan ini membutuhkan keterampilan interpersonal yang kuat, yang tidak hanya bermanfaat untuk pekerjaan, tetapi juga kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/cuti-melahirkan-bagi-suami\/\">Cuti Melahirkan bagi Suami dalam UU KIA 2024<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Saja Kerugian dari Pekerjaan Pink Collar?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"700\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/pekerjaan-pink-collar-8.jpg\" alt=\"kerja 8\" class=\"wp-image-16356\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/pekerjaan-pink-collar-8.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/pekerjaan-pink-collar-8-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/pekerjaan-pink-collar-8-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa pekerjaan&nbsp;<em>pink collar&nbsp;<\/em>juga menimbulkan hal negatif tertentu, seperti:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1.&nbsp;Gaji Rendah<\/h3>\n\n\n\n<p>Salah satu kelemahan pekerja <em>pink collar <\/em>adalah gaji yang cenderung lebih rendah dibandingkan jenis pekerjaan lain, meskipun perannya sangat penting dan sering kali menuntut banyak tenaga.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/grey-collar-worker\/\">Grey Collar Worker: Perbedaan dengan Blue dan While Collar<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Peluang Karier yang Terbatas<\/h3>\n\n\n\n<p>Meski ada beberapa <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/jenjang-karir\/\">jenjang karir<\/a>, sebagian pekerjaan di sektor ini memiliki peluang promosi yang terbatas.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini bisa disebabkan oleh kurangnya dukungan pendidikan atau struktur di industri tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Beban Emosional<\/h3>\n\n\n\n<p>Pekerjaan ini sering kali melibatkan beban emosional yang besar, seperti memberikan dukungan dan empati kepada orang lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Beban ini sering tidak sebanding dengan penghargaan yang diterima, sehingga bisa menyebabkan kelelahan emosional.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Beban Kerja Tinggi<\/h3>\n\n\n\n<p>Bidang seperti kesehatan dan pendidikan sering menuntut jam kerja yang panjang, tugas yang banyak, dan jadwal yang padat.<\/p>\n\n\n\n<p>Tekanan ini bisa menyebabkan stres dan menurunkan kepuasan kerja.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/analisis-beban-kerja\/\">Analisis Beban Kerja: Pengertian dan Cara Manajemennya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Stereotip Gender<\/h3>\n\n\n\n<p>Pekerjaan ini sering diasosiasikan dengan perempuan, sehingga muncul stereotip dan bias gender di tempat kerja.<\/p>\n\n\n\n<p>Pria yang bekerja di bidang ini juga sering menghadapi stigma atau diskriminasi karena melawan norma tradisional.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Benefit yang Terbatas<\/h3>\n\n\n\n<p>Beberapa pekerja di sektor ini mungkin tidak mendapatkan manfaat seperti asuransi kesehatan, rencana pensiun, atau cuti berbayar, yang bisa meningkatkan risiko keuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/aturan-pekerja-disabilitas\/\">Pahami Aturan Pekerja Disabilitas yang Wajib Ditaati Perusahaan<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p>Berdasarkan artikel di atas, dapat dipahami bahwa pekejerana&nbsp;<em>pink collar&nbsp;<\/em>merupakan pekerjaan yang secara tradisional dianggap cocok untuk perempuan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pekerjaan ini biasanya melibatkan pelayanan dan perawatan di sektor seperti kesehatan, pendidikan, dan ritel.<\/p>\n\n\n\n<p>Faktor budaya dan ekspektasi gender menjadi alasan pekerjaan ini lebih banyak diisi perempuan, padahal pekerjaan seharusnya tidak didasarkan pada gender tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk menarik kandidat beragam ke pekerjaan <em>pink collar<\/em>, perusahaan perlu menggunakan bahasa netral gender, fokus pada keterampilan daripada pengalaman, serta menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan mendukung.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, perusahaan juga dapat menggunakan <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/hris\/\">sistem HRIS<\/a> dari GajiHub. Sistem ini memudahkan proses&nbsp;<em>onboarding&nbsp;<\/em>sampai&nbsp;<em>offboarding,&nbsp;<\/em>terutama dalam pembayaran bonus, tunjangan, dan kompensasi lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan otomatisasi tersebut, tim HR juga dapat lebih berfokus pada pengembangan strategi rekrutmen yang lebih inklusif.<\/p>\n\n\n\n<p>Tertarik mencoba GajiHub? Kunjungi <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/daftar\/\"><strong>tautan ini<\/strong><\/a> dan dapatkan coba gratis hingga 14 hari.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pekerjaan&nbsp;pink collar&nbsp;sering kali dianggap sebagai pekerjaan yang lebih cocok untuk perempuan. Meskipun banyak orang berpikir bahwa pilihan karier tidak dipengaruhi&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":16355,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[7685,29,7683,7684,7682,7687,7686,80,28,27],"class_list":["post-16330","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hr","tag-contoh-pekerjaan-pink-collar","tag-gajihub","tag-kekurangan-pekerjaan-pink-collar","tag-kelebihan-pekerjaan-pink-collar","tag-pengertian-pekerjaan-pink-collar","tag-perbedaan-blue-collar-dan-white-collar","tag-perbedaan-pink-collar-dan-white-collar","tag-software-absensi","tag-software-hr","tag-software-payroll"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pekerjaan Pink Collar: Sejarah, Kerugian, dan Strategi Rekrutmen<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pada artikel kali ini, GajiHub akan membahas apa itu pekerjaan\u00a0pink collar,\u00a0sejarah, contoh, dan strategi rekrutmennya.\u00a0\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pekerjaan-pink-collar\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pekerjaan Pink Collar: Sejarah, Kerugian, dan Strategi Rekrutmen\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pada artikel kali ini, GajiHub akan membahas apa itu pekerjaan\u00a0pink collar,\u00a0sejarah, contoh, dan strategi rekrutmennya.\u00a0\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pekerjaan-pink-collar\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Gajihub Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-11-18T07:58:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-01-08T01:40:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/pekerjaan-pink-collar-banner.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"825\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"315\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"sugi priharto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@gajihub\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@gajihub\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"sugi priharto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"13 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/pekerjaan-pink-collar\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/pekerjaan-pink-collar\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"sugi priharto\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/a34aaadc9cc210d3a080befe71b9210a\"},\"headline\":\"Pekerjaan Pink Collar: Sejarah, Kerugian, dan Strategi Rekrutmen\",\"datePublished\":\"2024-11-18T07:58:27+00:00\",\"dateModified\":\"2026-01-08T01:40:18+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/pekerjaan-pink-collar\\\/\"},\"wordCount\":2409,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/pekerjaan-pink-collar\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/11\\\/pekerjaan-pink-collar-banner.png\",\"keywords\":[\"contoh pekerjaan pink collar\",\"GajiHub\",\"kekurangan pekerjaan pink collar\",\"kelebihan pekerjaan pink collar\",\"pengertian pekerjaan pink collar\",\"perbedaan blue collar dan white collar\",\"perbedaan pink collar dan white collar\",\"software absensi\",\"software HR\",\"software payroll\"],\"articleSection\":[\"Tips HR\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/pekerjaan-pink-collar\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/pekerjaan-pink-collar\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/pekerjaan-pink-collar\\\/\",\"name\":\"Pekerjaan Pink Collar: Sejarah, Kerugian, dan Strategi Rekrutmen\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/pekerjaan-pink-collar\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/pekerjaan-pink-collar\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/11\\\/pekerjaan-pink-collar-banner.png\",\"datePublished\":\"2024-11-18T07:58:27+00:00\",\"dateModified\":\"2026-01-08T01:40:18+00:00\",\"description\":\"Pada artikel kali ini, GajiHub akan membahas apa itu pekerjaan\u00a0pink collar,\u00a0sejarah, contoh, dan strategi rekrutmennya.\u00a0\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/pekerjaan-pink-collar\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/pekerjaan-pink-collar\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/pekerjaan-pink-collar\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/11\\\/pekerjaan-pink-collar-banner.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/11\\\/pekerjaan-pink-collar-banner.png\",\"width\":825,\"height\":315,\"caption\":\"pekerjaan pink collar banner\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/pekerjaan-pink-collar\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pekerjaan Pink Collar: Sejarah, Kerugian, dan Strategi Rekrutmen\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Gajihub Blog\",\"description\":\"Informasi terlengkap mengenai pengelolaan SDM, HR, Payroll, dan karir\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Gajihub\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/gajihub-new-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/gajihub-new-logo.png\",\"width\":1010,\"height\":391,\"caption\":\"Gajihub\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/gajihubcom\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/gajihub\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/gajihub\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/gajihub\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/channel\\\/UCIR5sG2AkJSvvo0ala0nx-w\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/a34aaadc9cc210d3a080befe71b9210a\",\"name\":\"sugi priharto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"sugi priharto\"},\"description\":\"Pengajar dan content writer di bidang keuangan, HR manajemen, dan dunia karir lebih dari 7 tahun\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/id.linkedin.com\\\/in\\\/sugipriharto\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/author\\\/sugipriharto\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pekerjaan Pink Collar: Sejarah, Kerugian, dan Strategi Rekrutmen","description":"Pada artikel kali ini, GajiHub akan membahas apa itu pekerjaan\u00a0pink collar,\u00a0sejarah, contoh, dan strategi rekrutmennya.\u00a0","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pekerjaan-pink-collar\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pekerjaan Pink Collar: Sejarah, Kerugian, dan Strategi Rekrutmen","og_description":"Pada artikel kali ini, GajiHub akan membahas apa itu pekerjaan\u00a0pink collar,\u00a0sejarah, contoh, dan strategi rekrutmennya.\u00a0","og_url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pekerjaan-pink-collar\/","og_site_name":"Gajihub Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom","article_published_time":"2024-11-18T07:58:27+00:00","article_modified_time":"2026-01-08T01:40:18+00:00","og_image":[{"width":825,"height":315,"url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/pekerjaan-pink-collar-banner.png","type":"image\/png"}],"author":"sugi priharto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@gajihub","twitter_site":"@gajihub","twitter_misc":{"Written by":"sugi priharto","Est. reading time":"13 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pekerjaan-pink-collar\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pekerjaan-pink-collar\/"},"author":{"name":"sugi priharto","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/person\/a34aaadc9cc210d3a080befe71b9210a"},"headline":"Pekerjaan Pink Collar: Sejarah, Kerugian, dan Strategi Rekrutmen","datePublished":"2024-11-18T07:58:27+00:00","dateModified":"2026-01-08T01:40:18+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pekerjaan-pink-collar\/"},"wordCount":2409,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pekerjaan-pink-collar\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/pekerjaan-pink-collar-banner.png","keywords":["contoh pekerjaan pink collar","GajiHub","kekurangan pekerjaan pink collar","kelebihan pekerjaan pink collar","pengertian pekerjaan pink collar","perbedaan blue collar dan white collar","perbedaan pink collar dan white collar","software absensi","software HR","software payroll"],"articleSection":["Tips HR"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/gajihub.com\/blog\/pekerjaan-pink-collar\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pekerjaan-pink-collar\/","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pekerjaan-pink-collar\/","name":"Pekerjaan Pink Collar: Sejarah, Kerugian, dan Strategi Rekrutmen","isPartOf":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pekerjaan-pink-collar\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pekerjaan-pink-collar\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/pekerjaan-pink-collar-banner.png","datePublished":"2024-11-18T07:58:27+00:00","dateModified":"2026-01-08T01:40:18+00:00","description":"Pada artikel kali ini, GajiHub akan membahas apa itu pekerjaan\u00a0pink collar,\u00a0sejarah, contoh, dan strategi rekrutmennya.\u00a0","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pekerjaan-pink-collar\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/gajihub.com\/blog\/pekerjaan-pink-collar\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pekerjaan-pink-collar\/#primaryimage","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/pekerjaan-pink-collar-banner.png","contentUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/pekerjaan-pink-collar-banner.png","width":825,"height":315,"caption":"pekerjaan pink collar banner"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pekerjaan-pink-collar\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pekerjaan Pink Collar: Sejarah, Kerugian, dan Strategi Rekrutmen"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/","name":"Gajihub Blog","description":"Informasi terlengkap mengenai pengelolaan SDM, HR, Payroll, dan karir","publisher":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization","name":"Gajihub","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/gajihub-new-logo.png","contentUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/gajihub-new-logo.png","width":1010,"height":391,"caption":"Gajihub"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom","https:\/\/x.com\/gajihub","https:\/\/www.instagram.com\/gajihub\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/gajihub\/","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCIR5sG2AkJSvvo0ala0nx-w"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/person\/a34aaadc9cc210d3a080befe71b9210a","name":"sugi priharto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","caption":"sugi priharto"},"description":"Pengajar dan content writer di bidang keuangan, HR manajemen, dan dunia karir lebih dari 7 tahun","sameAs":["https:\/\/id.linkedin.com\/in\/sugipriharto"],"url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/author\/sugipriharto\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/pekerjaan-pink-collar-banner.png","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16330","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16330"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16330\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32404,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16330\/revisions\/32404"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16355"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16330"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16330"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16330"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}