{"id":16196,"date":"2024-11-14T08:24:57","date_gmt":"2024-11-14T08:24:57","guid":{"rendered":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/?p=16196"},"modified":"2025-06-15T04:41:48","modified_gmt":"2025-06-15T04:41:48","slug":"etika-memecat-karyawan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/etika-memecat-karyawan\/","title":{"rendered":"11 Etika Memecat Karyawan, HR Wajib Tahu"},"content":{"rendered":"\n<p>Sebagai HRD, etika memecat karyawan menjadi hal yang perlu diperhatikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini terkait bagaimana Anda memberitahu kepada karyawan terkait keputusan pemutusan hubungan kerja.<\/p>\n\n\n\n<p>Anda harus mengetahui cara memberhentikan karyawan secara profesional dan etis untuk&nbsp;membuat pemutusan hubungan kerja menjadi lebih efisien dan memastikan karyawan memahami mengapa mereka diberhentikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam artikel ini, GajiHub akan membahas tentang alasan memberhentikan karyawan, etika <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/memecat-karyawan\/\">memecat karyawan<\/a>, dan apa yang harus dihindari selama pemutusan hubungan kerja.<\/p>\n\n\n\n<p>Anda dapat membaca penjelasan lengkapnya hanya di bawah ini:<\/p>\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Alasan Perusahaan Memecat Karyawan?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"666\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/etika-memecat-karyawan-satu.jpg\" alt=\"etika memecat karyawan\" class=\"wp-image-16214\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/etika-memecat-karyawan-satu.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/etika-memecat-karyawan-satu-300x200.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/etika-memecat-karyawan-satu-768x511.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Jika Anda memberhentikan seorang karyawan, Anda harus memiliki alasan tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p>Pemberhentian biasanya terjadi ketika seorang <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/mengelola-kinerja-yang-buruk\/\">karyawan berkinerja buruk di tempat kerj<\/a>a.<\/p>\n\n\n\n<p>Pastikan alasan Anda memberhentikan karyawan sesuai dengan aturan yang ada. Jika tidak, perusahaan Anda dapat menghadapi tuntutan hukum.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut adalah beberapa alasan umum untuk memberhentikan karyawan:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Kinerja buruk di tempat kerja<\/h3>\n\n\n\n<p>Alasan yang pertama adalah karyawan Anda memiliki kinerja yang buruk di tempat kerja.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini bisa menjadi alasan utama Anda memecat karyawan, karena kinerja karyawan yang buruk akan berdampak kepada produktivitas karyawan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Masalah dengan kehadiran atau keterlambatan<\/h3>\n\n\n\n<p>Ketika karyawan Anda memiliki masalah dengan kehadiran atau keterlambatan, ini bisa menjadi alasan Anda memecat karyawan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Karyawan yang memiliki <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/karyawan-sering-absen-kerja\/\">masalah dengan kehadiran dan keterlambatan<\/a> menunjukan mereka tidak dapat disiplin.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain ini menunjukan mereka tidak memiliki rasa bertanggung jawab, karyawan yang memiliki masalah dengan kehadiran juga bisa memberikan kerugian untuk bisnis Anda karena produktivitas mereka dapat terganggu.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga:<a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/penyebab-layoff\/\"> 12 Penyebab Layoff serta Dampak Positif dan Negatifnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Melanggar aturan perusahaan<\/h3>\n\n\n\n<p>Alasan selanjutnya adalah karena mereka melanggar aturan yang ada di perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Biasanya, setiap perusahaan memiliki aturan yang harus ditatati oleh karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, ketika karyawan tersebut tidak bisa menaatinya atau melanggar aturan perusahaan, ini bisa menjadi alasan Anda memecat mereka.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Reorganisasi perusahaan<\/h3>\n\n\n\n<p>Alasan pemecatan selanjutnya adalah karena perusahaan melakukan reorganisasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika perusahaan melakukan reorganisasi, perusahaan dapat melakukan efisiensi karyawan dan ada karyawan yang harus terdampak PHK.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Tidak akur dengan karyawan lain<\/h3>\n\n\n\n<p>Alasan selanjutnya adalah ketika karyawan tersebut tidak akur dengan karyawan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Karyawan yang tidak akur dengan karyawan lainnya biasanya akan kesulitan untuk bekerja sama dan ini bisa menghambat perusahaan dalam mencapai tujuannya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/at-will-employment\/\">At Will Employment: Ini Kelebihan dan Kekurangannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Etika Memecat Karyawan yang Baik?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"665\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/etika-memecat-karyawan-dua.jpg\" alt=\"etika memecat karyawan\" class=\"wp-image-16212\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/etika-memecat-karyawan-dua.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/etika-memecat-karyawan-dua-300x200.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/etika-memecat-karyawan-dua-768x511.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Kenyataannya, Anda tidak bisa melakukan pemecatan karyawan secara sembarangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Di dalam UU Cipta Kerja tentang PHK sudah dijelaskan beberapa alasan perusahaan diperbolehkan memecat karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p>Anda juga harus melakukan pemecatan ini sesuai dengan etika memecat karyawan yang ada untuk menghargai karyawan yang bersangkutan dan sebisa mungkin meminimalisir rasa sakit hati karyawan yang dipecat.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut beberapa etika memecat karyawan yang bisa Anda lakukan:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Dokumentasikan masalah dan peringatan sebelum memecat<\/h3>\n\n\n\n<p>Sebelum Anda melakukan pendekatan kepada karyawan mengenai pemutusan hubungan kerja, siapkan bukti-bukti yang mendukung alasan Anda untuk memberhentikan mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, jika karyawan tersebut sering datang terlambat ke tempat kerja, dapatkan salinan absensi mereka untuk menyoroti keterlambatan mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika mereka telah mengancam rekan kerjanya, kumpulkan pernyataan dari karyawan tersebut yang menjelaskan situasinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Bicaralah dengan penyelia atau manajer lain yang bekerja dengan karyawan tersebut untuk mengetahui apakah mereka memiliki bukti yang mendukung.<\/p>\n\n\n\n<p>Setiap peringatan tertulis atau tinjauan kinerja yang buruk juga baik untuk dikumpulkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan memiliki bukti kinerja buruk mereka dan upaya Anda untuk mendukung mereka, akan lebih mudah untuk membuat keputusan akhir.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini juga memungkinkan Anda untuk menunjukkan kepada karyawan mengapa mereka diberhentikan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/quiet-quitting\/\">Quiet Quitting: Arti, Penyebab, Ciri-ciri, dan Cara Mencegahnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Siapkan dokumen pemutusan hubungan kerja<\/h3>\n\n\n\n<p>Anda mungkin perlu menyiapkan dokumen pemutusan hubungan kerja tergantung pada kebijakan perusahaan Anda.<\/p>\n\n\n\n<p>Dokumen ini menyoroti rincian mengenai pemutusan hubungan kerja karyawan, seperti hari terakhir mereka, gaji terakhir, hari libur yang tidak terpakai, dan langkah selanjutnya yang harus mereka lakukan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam rapat pemutusan hubungan kerja, Anda perlu meninjau dokumen ini dengan karyawan dan meminta mereka menandatanganinya untuk memastikan bahwa mereka mengerti.<\/p>\n\n\n\n<p>Buatlah dua salinan, satu untuk karyawan dan satu lagi untuk disimpan dalam file personalia mereka.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/uang-pisah-karyawan\/\">Uang Pisah Karyawan: Cara Hitung dan Syaratnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Jadwalkan pertemuan di lokasi pribadi<\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah Anda memiliki semua dokumentasi, jadwalkan pertemuan dengan karyawan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Adakan pertemuan di lokasi yang privat, seperti kantor atau ruang rapat, untuk menghindari interupsi atau siapa pun yang mendengar informasi sensitif.<\/p>\n\n\n\n<p>Selalu ada saksi saat memberhentikan seseorang, misalnya anggota tim sumber daya manusia.<\/p>\n\n\n\n<p>Memiliki saksi adalah baik bagi kedua belah pihak.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini memungkinkan karyawan menerima perlakuan yang adil dan setara serta melindungi Anda jika mereka menuduh Anda melakukan hal yang sebaliknya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/apa-itu-pmtk-dalam-phk\/\">Apa itu PMTK dalam PHK? Berikut Penjelasan Lengkapnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Adakan rapat pemutusan hubungan kerja di penghujung hari<\/h3>\n\n\n\n<p>Saat menjadwalkan rapat, pastikan rapat dilakukan di penghujung hari.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini biasanya berarti lebih sedikit orang di sekitar, menghindari pertanyaan atau gosip yang tidak perlu dari karyawan lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini juga memastikan karyawan tidak perlu melanjutkan hari kerja mereka setelah di-PHK.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Gunakan daftar periksa<\/h3>\n\n\n\n<p>Perusahaan Anda mungkin sudah memiliki daftar periksa PHK yang bisa Anda ikuti selama rapat untuk memastikan Anda membahas semuanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika tidak, buatlah sendiri. Pikirkan semua hal yang perlu Anda diskusikan dan ubahlah menjadi langkah-langkah yang dapat Anda ikuti.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, langkah pertama adalah \u201cmendiskusikan alasan pemutusan hubungan kerja\u201d, sementara langkah kedua adalah \u201cmemeriksa dokumen pemutusan hubungan kerja dengan karyawan.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Daftar periksa juga memungkinkan Anda untuk mendokumentasikan apa yang Anda diskusikan selama rapat.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini berguna untuk mengisi dokumen apa pun setelahnya atau memberi tahu manajer Anda.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/contoh-surat-phk\/\">Contoh Surat PHK dan Cara Membuatnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Jelaskan alasan pemecatan<\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam rapat pemutusan hubungan kerja, pertama-tama Anda harus menjelaskan kepada karyawan tentang apa yang akan dibicarakan dalam rapat tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Jelaskan bahwa Anda akan memberhentikan posisi mereka dan diskusikan alasannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikan detail sebanyak mungkin dengan menyebutkan alasan spesifik, dan juga usahakan agar penjelasan Anda tetap ringkas untuk memberi kesempatan kepada karyawan tersebut untuk berbicara.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">7. Dengarkan apa yang mereka katakan<\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"500\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/etika-memecat-karyawan-tiga.jpg\" alt=\"etika memecat karyawan\" class=\"wp-image-16215\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/etika-memecat-karyawan-tiga.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/etika-memecat-karyawan-tiga-300x150.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/etika-memecat-karyawan-tiga-768x384.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Setelah Anda menjelaskan, karyawan tersebut mungkin akan bereaksi kaget, menyangkal, marah, atau sedih.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikan mereka waktu satu atau dua menit untuk memproses informasi tersebut, lalu beri mereka kesempatan untuk berbicara.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengarkan secara aktif apa yang mereka katakan tentang perasaan mereka dan pastikan karyawan tersebut tahu bahwa keputusan Anda sudah final.<\/p>\n\n\n\n<p>Bersikaplah tegas dengan keputusan Anda.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">8. Izinkan mereka untuk mengajukan pertanyaan<\/h3>\n\n\n\n<p>Berikan kesempatan bagi karyawan untuk mengajukan pertanyaan jika perlu.<\/p>\n\n\n\n<p>Anda ingin memastikan bahwa mereka benar-benar memahami alasan pemutusan hubungan kerja dan langkah selanjutnya yang harus mereka ambil.<\/p>\n\n\n\n<p>Jujurlah saat menjawab pertanyaan mereka, namun cobalah untuk menghindari perdebatan yang sengit.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/karyawan-dirumahkan-apakah-dapat-thr\/\">Karyawan Dirumahkan Apakah Dapat THR? Ini Jawabannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">9. Kumpulkan fasilitas perusahaan<\/h3>\n\n\n\n<p>Jika Anda memberikan properti perusahaan kepada karyawan Anda, seperti telepon kantor, kumpulkanlah dalam pertemuan ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika barang tersebut berada di tempat lain, seperti peralatan, jadwalkan waktu untuk meminta karyawan mengantarkannya, biasanya saat mereka mengambil gaji terakhir.<\/p>\n\n\n\n<p>Pastikan Anda juga mengumpulkan kartu identitas atau akses keamanan. Anda mungkin perlu mengantar karyawan tersebut keluar setelah rapat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">10. Ucapkan terima kasih atas kontribusi mereka<\/h3>\n\n\n\n<p>Akhiri rapat dengan catatan positif dengan berterima kasih kepada karyawan atas kontribusinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini menunjukkan kepada karyawan bahwa Anda menghormati dan menghargai waktu mereka bersama perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Doakan mereka agar sukses dalam usaha mereka di masa depan dan jabat tangan mereka sebelum mereka pulang: Panduan Lengkap Proses Restrukturisasi Perusahaan<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">11. Ubah informasi keamanan<\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah mereka keluar, lengkapi dokumen dan pertimbangkan untuk mengubah informasi keamanan apa pun yang dapat diakses oleh karyawan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, ubah kode pintu, login komputer, atau kata sandi lainnya sebagai tindakan pencegahan.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa karyawan merasa sakit hati setelah pemutusan hubungan kerja dan mempertimbangkan untuk bertindak jahat terhadap perusahaan, jadi yang terbaik adalah mengambil tindakan terlebih dahulu untuk mencegah hal ini terjadi.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/daftar\/\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1080\" height=\"1080\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/02-1080x1080-Feed.jpg\" alt=\"gajihub 2\" class=\"wp-image-419\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/02-1080x1080-Feed.jpg 1080w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/02-1080x1080-Feed-300x300.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/02-1080x1080-Feed-1024x1024.jpg 1024w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/02-1080x1080-Feed-150x150.jpg 150w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/02-1080x1080-Feed-768x768.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/mendisiplinkan-karyawan\/\">10 Cara Mendisiplinkan Karyawan dan Manfaat Pentingnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Saja Hal-Hal yang Perlu Dihindari Saat Memecat Karyawan?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"666\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/etika-memecat-karyawan-empat.jpg\" alt=\"PHK\" class=\"wp-image-16213\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/etika-memecat-karyawan-empat.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/etika-memecat-karyawan-empat-300x200.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/etika-memecat-karyawan-empat-768x511.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Mengetahui apa yang harus dihindari selama rapat pemutusan hubungan kerja adalah bagian penting untuk memastikan rapat berjalan efektif dan profesional.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut adalah beberapa hal yang harus dihindari saat memberhentikan karyawan:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Hindari memberhentikan karyawan sebelum Anda bertemu secara langsung<\/h3>\n\n\n\n<p>Meskipun mungkin lebih cepat, memberhentikan karyawan melalui telepon atau email bisa jadi tidak profesional.<\/p>\n\n\n\n<p>Anda ingin memberikan karyawan sebuah pertemuan tatap muka yang sopan karena hal ini menunjukkan bahwa Anda menghargai mereka dan kontribusinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika Anda bekerja dari jarak jauh dan tidak bisa melakukan pertemuan tatap muka, jadwalkan panggilan video sebagai gantinya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Hindari percakapan yang panjang<\/h3>\n\n\n\n<p>Saat memberhentikan karyawan, buatlah percakapan sesingkat mungkin.<\/p>\n\n\n\n<p>Siapkan ringkasan yang menyebutkan beberapa alasan Anda memecat mereka sehingga mereka mengerti dan tidak bisa membantah keputusan Anda.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah memberikan kesempatan kepada karyawan untuk berbicara dan mengajukan pertanyaan, ucapkan terima kasih dan akhiri pertemuan.<\/p>\n\n\n\n<p>Menjaga percakapan tetap singkat akan mengurangi hal-hal negatif, dan memungkinkan karyawan untuk menjaga harga diri mereka.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Hindari bertindak tanpa peringatan<\/h3>\n\n\n\n<p>Mengejutkan karyawan Anda dengan pemutusan hubungan kerja yang tidak mereka harapkan dapat merusak hubungan Anda dengan karyawan yang masih bertahan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebaliknya, berikan tinjauan kinerja dan pelatihan secara berkala untuk memberikan kesempatan kepada karyawan untuk memperbaiki diri.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika mereka terus berkinerja buruk, tinjauan kinerja ini bertindak sebagai bukti bahwa Anda telah memberikan kesempatan dan peringatan yang tepat kepada karyawan tersebut, sehingga mengurangi kemungkinan adanya gugatan hukum.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/garden-leave\/\">Garden Leave: Keuntungan dan Kerugian, serta Tips Terbaiknya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Hindari memberi mereka akses ke ruang kerja<\/h3>\n\n\n\n<p>Beberapa karyawan mungkin merasa sakit hati atau marah setelah di-PHK, jadi sebaiknya hindari ruang kerja atau rekan kerja mereka setelah rapat.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebaliknya, aturlah waktu bagi karyawan untuk mengambil barang-barang pribadi mereka saat anggota tim mereka tidak hadir.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini memungkinkan mereka untuk menjaga harga diri mereka dan menghindari potensi konflik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Hindari mengakhiri rapat dengan hal negatif<\/h3>\n\n\n\n<p>Terlepas dari seberapa kesalnya karyawan, cobalah untuk menghindari mengakhiri rapat dengan negatif.<\/p>\n\n\n\n<p>Pujilah keterampilan dan atribut positif mereka untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Tawarkan semangat dan katakan bahwa mereka akan menemukan posisi yang lebih cocok untuk mereka di masa depan.<\/p>\n\n\n\n<p>Mengakhiri rapat dengan cara ini dapat membuat karyawan merasa lebih baik karena membuat mereka tahu bahwa Anda masih menghargai mereka.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Hindari memberi mereka akses ke sistem elektronik perusahaan<\/h3>\n\n\n\n<p>Sebelum rapat, hentikan akses karyawan ke sistem elektronik perusahaan Anda, seperti akun email atau login perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Membatasi akses mereka dapat mencegah mereka mengakses informasi sensitif atau berkomunikasi dengan karyawan Anda yang lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Pastikan departemen TI Anda telah menghapus akses mereka sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga:<a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/uang-pisah\/\"> Pahami Aturan Uang Pisah untuk Karyawan yang Resign<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p>Itulah tadi penjelasan mengenai etika memecat karyawan yang dapat menjadi referensi Anda.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari penjelasan di atas dapat diketahui bahwa etika memecat karyawan jadi hal yang perlu Anda pahami untuk menghindari kemungkinan buruk setelah Anda memecat karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, mereka merasa sakit hati setelah dipecat dari perusahaan dan melakukan hal negatif seperti menyalahgunakan akses yang mereka ketahui.<\/p>\n\n\n\n<p>Etika memecat karyawan ini menjadi bagian dari pengelolaan karyawan yang wajib dipahami oleh tim HRD.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk memudahkan pengelolaan karyawan, Anda dapat menggunakan <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/hris\/\">sistem HRIS<\/a> dari GajiHub.<\/p>\n\n\n\n<p>GajiHub merupakan sistem HRIS yang dilengkapi berbagai fitur untuk kemudahan pengelolaan karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p>Yuk daftar GajiHub sekarang juga di <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/daftar\/\">tautan ini<\/a> dan dapatkan uji coba gratis selama 14 hari.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagai HRD, etika memecat karyawan menjadi hal yang perlu diperhatikan. Ini terkait bagaimana Anda memberitahu kepada karyawan terkait keputusan pemutusan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":16211,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[314,109,7650,7651,7653,29,27,44],"class_list":["post-16196","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hr","tag-aplikasi-absensi","tag-aplikasi-hris","tag-etika-memecat-karyawan","tag-etika-memecat-etika-phk","tag-etika-phk-karyawan","tag-gajihub","tag-software-payroll","tag-tips-hr"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>11 Etika Memecat Karyawan, HR Wajib Tahu<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Dalam artikel ini, GajiHub akan membahas tentang alasan memberhentikan karyawan, etika memecat karyawan, dan apa yang harus dihindari\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/etika-memecat-karyawan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"11 Etika Memecat Karyawan, HR Wajib Tahu\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dalam artikel ini, GajiHub akan membahas tentang alasan memberhentikan karyawan, etika memecat karyawan, dan apa yang harus dihindari\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/etika-memecat-karyawan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Gajihub Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-11-14T08:24:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-06-15T04:41:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/etika-memecat-karyawan.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"825\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"315\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Desi Murniati\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@gajihub\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@gajihub\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Desi Murniati\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/etika-memecat-karyawan\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/etika-memecat-karyawan\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Desi Murniati\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e8b52481451a1e2c3d2011fa7d91ef8c\"},\"headline\":\"11 Etika Memecat Karyawan, HR Wajib Tahu\",\"datePublished\":\"2024-11-14T08:24:57+00:00\",\"dateModified\":\"2025-06-15T04:41:48+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/etika-memecat-karyawan\\\/\"},\"wordCount\":1757,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/etika-memecat-karyawan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/11\\\/etika-memecat-karyawan.png\",\"keywords\":[\"aplikasi absensi\",\"aplikasi HRIS\",\"etika memecat karyawan\",\"etika memecat. etika phk\",\"etika phk karyawan\",\"GajiHub\",\"software payroll\",\"tips HR\"],\"articleSection\":[\"Tips HR\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/etika-memecat-karyawan\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/etika-memecat-karyawan\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/etika-memecat-karyawan\\\/\",\"name\":\"11 Etika Memecat Karyawan, HR Wajib Tahu\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/etika-memecat-karyawan\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/etika-memecat-karyawan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/11\\\/etika-memecat-karyawan.png\",\"datePublished\":\"2024-11-14T08:24:57+00:00\",\"dateModified\":\"2025-06-15T04:41:48+00:00\",\"description\":\"Dalam artikel ini, GajiHub akan membahas tentang alasan memberhentikan karyawan, etika memecat karyawan, dan apa yang harus dihindari\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/etika-memecat-karyawan\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/etika-memecat-karyawan\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/etika-memecat-karyawan\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/11\\\/etika-memecat-karyawan.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/11\\\/etika-memecat-karyawan.png\",\"width\":825,\"height\":315,\"caption\":\"etika memecat karyawan\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/etika-memecat-karyawan\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"11 Etika Memecat Karyawan, HR Wajib Tahu\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Gajihub Blog\",\"description\":\"Informasi terlengkap mengenai pengelolaan SDM, HR, Payroll, dan karir\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Gajihub\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/gajihub-new-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/gajihub-new-logo.png\",\"width\":1010,\"height\":391,\"caption\":\"Gajihub\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/gajihubcom\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/gajihub\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/gajihub\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/gajihub\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/channel\\\/UCIR5sG2AkJSvvo0ala0nx-w\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e8b52481451a1e2c3d2011fa7d91ef8c\",\"name\":\"Desi Murniati\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7106b8fb468ecc208f601f1fac4a6a348c8c52121d1694cbe27cf3c6ee1a89cb?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7106b8fb468ecc208f601f1fac4a6a348c8c52121d1694cbe27cf3c6ee1a89cb?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7106b8fb468ecc208f601f1fac4a6a348c8c52121d1694cbe27cf3c6ee1a89cb?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Desi Murniati\"},\"description\":\"Berpengalaman lebih 5 tahun dalam penulisan tema manajemen dan karir. Desi bertujuan memberikan perspektif terbaru dari tulisannya.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/author\\\/desimurniati\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"11 Etika Memecat Karyawan, HR Wajib Tahu","description":"Dalam artikel ini, GajiHub akan membahas tentang alasan memberhentikan karyawan, etika memecat karyawan, dan apa yang harus dihindari","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/etika-memecat-karyawan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"11 Etika Memecat Karyawan, HR Wajib Tahu","og_description":"Dalam artikel ini, GajiHub akan membahas tentang alasan memberhentikan karyawan, etika memecat karyawan, dan apa yang harus dihindari","og_url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/etika-memecat-karyawan\/","og_site_name":"Gajihub Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom","article_published_time":"2024-11-14T08:24:57+00:00","article_modified_time":"2025-06-15T04:41:48+00:00","og_image":[{"width":825,"height":315,"url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/etika-memecat-karyawan.png","type":"image\/png"}],"author":"Desi Murniati","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@gajihub","twitter_site":"@gajihub","twitter_misc":{"Written by":"Desi Murniati","Est. reading time":"9 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/etika-memecat-karyawan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/etika-memecat-karyawan\/"},"author":{"name":"Desi Murniati","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/person\/e8b52481451a1e2c3d2011fa7d91ef8c"},"headline":"11 Etika Memecat Karyawan, HR Wajib Tahu","datePublished":"2024-11-14T08:24:57+00:00","dateModified":"2025-06-15T04:41:48+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/etika-memecat-karyawan\/"},"wordCount":1757,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/etika-memecat-karyawan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/etika-memecat-karyawan.png","keywords":["aplikasi absensi","aplikasi HRIS","etika memecat karyawan","etika memecat. etika phk","etika phk karyawan","GajiHub","software payroll","tips HR"],"articleSection":["Tips HR"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/gajihub.com\/blog\/etika-memecat-karyawan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/etika-memecat-karyawan\/","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/etika-memecat-karyawan\/","name":"11 Etika Memecat Karyawan, HR Wajib Tahu","isPartOf":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/etika-memecat-karyawan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/etika-memecat-karyawan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/etika-memecat-karyawan.png","datePublished":"2024-11-14T08:24:57+00:00","dateModified":"2025-06-15T04:41:48+00:00","description":"Dalam artikel ini, GajiHub akan membahas tentang alasan memberhentikan karyawan, etika memecat karyawan, dan apa yang harus dihindari","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/etika-memecat-karyawan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/gajihub.com\/blog\/etika-memecat-karyawan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/etika-memecat-karyawan\/#primaryimage","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/etika-memecat-karyawan.png","contentUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/etika-memecat-karyawan.png","width":825,"height":315,"caption":"etika memecat karyawan"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/etika-memecat-karyawan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"11 Etika Memecat Karyawan, HR Wajib Tahu"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/","name":"Gajihub Blog","description":"Informasi terlengkap mengenai pengelolaan SDM, HR, Payroll, dan karir","publisher":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization","name":"Gajihub","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/gajihub-new-logo.png","contentUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/gajihub-new-logo.png","width":1010,"height":391,"caption":"Gajihub"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom","https:\/\/x.com\/gajihub","https:\/\/www.instagram.com\/gajihub\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/gajihub\/","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCIR5sG2AkJSvvo0ala0nx-w"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/person\/e8b52481451a1e2c3d2011fa7d91ef8c","name":"Desi Murniati","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7106b8fb468ecc208f601f1fac4a6a348c8c52121d1694cbe27cf3c6ee1a89cb?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7106b8fb468ecc208f601f1fac4a6a348c8c52121d1694cbe27cf3c6ee1a89cb?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7106b8fb468ecc208f601f1fac4a6a348c8c52121d1694cbe27cf3c6ee1a89cb?s=96&d=mm&r=g","caption":"Desi Murniati"},"description":"Berpengalaman lebih 5 tahun dalam penulisan tema manajemen dan karir. Desi bertujuan memberikan perspektif terbaru dari tulisannya.","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/author\/desimurniati\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/etika-memecat-karyawan.png","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16196","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16196"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16196\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26559,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16196\/revisions\/26559"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16211"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16196"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16196"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16196"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}