{"id":10798,"date":"2024-06-14T09:40:34","date_gmt":"2024-06-14T09:40:34","guid":{"rendered":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/?p=10798"},"modified":"2024-06-14T09:40:34","modified_gmt":"2024-06-14T09:40:34","slug":"openness-to-experience","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/openness-to-experience\/","title":{"rendered":"Openness to Experience: Arti, Komponen, dan Cara Meningkatkan"},"content":{"rendered":"<p>BIG Five atau OCEAN <em>personality <\/em>alah satu alat yang dapat digunakan untuk memahami kepribadian seseorang. Di dalam BIG Five, terdapat 5 sifat yang salah satunya disebut dengan\u00a0<em>openness to experience <\/em>atau keterbukaan terhadap pengalaman.<\/p>\n<p>Dalam dunia kerja, karyawan yang memiliki tingkat keterbukaan tinggi cenderung lebih inovatif dan fleksibel dalam menghadapi perubahan dan tantangan, serta mampu menyumbangkan ide-ide yang\u00a0<em>out of the box.\u00a0<\/em><\/p>\n<p>Dengan demikian, banyak perusahaan yang membutuhkan seseorang dengan\u00a0<em>openness to experience\u00a0<\/em>yang tinggi agar dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam bekerja, serta mendorong budaya kerja yang dinamis dan nyaman.<\/p>\n<p>Pada artikel kali ini, Gajihub akan membahas apa itu\u00a0<em>openness to experience,\u00a0<\/em>komponen, faktor penyebab, hingga cara meningkatkannya.<\/p>\n<h2>Apa yang Dimaksud dengan Openness to Experience?<\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-10834 aligncenter\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/openness-to-experience-1.jpg\" alt=\"openness to experience 1\" width=\"1000\" height=\"700\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/openness-to-experience-1.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/openness-to-experience-1-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/openness-to-experience-1-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/p>\n<p><em>Openness to experience\u00a0<\/em>atau keterbukaan terhadap pengalaman merupakan salah satu dari 5 sifat utama yang terdapat pada model kepribadian Big Five atau <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/ocean-personality\/\">OCEAN <em>personality<\/em><\/a>, yang banyak digunakan psikolog untuk memahami perbedaan kepribadian individu.<\/p>\n<p>Selain\u00a0<em>openness to experience,\u00a0<\/em>dalam Big Five mencakup ketelitian (<em>conscientiousness<\/em>), ekstroversi (<em>extraversion<\/em>), kesepakatan (<em>agreeableness<\/em>), dan neurotisisme (<em>neuroticism<\/em>).<\/p>\n<p>Menurut\u00a0psikolog evolusioner David Buss (2016), pembagian faktor kepribadian ini adalah yang paling masuk akal dari sudut pandang evolusi.<\/p>\n<p>Model ini menunjukkan bagaimana kekuatan motivasi bisa menguntungkan manusia dalam berbagai aspek.<\/p>\n<p>Orang dengan skor tinggi dalam masing-masing dari lima sifat kepribadian ini cenderung menunjukkan perilaku berikut (Workman &amp; Reader, 2015):<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Keterbukaan terhadap pengalaman:<\/strong> lebih ingin tahu dan suka mencoba hal-hal baru<\/li>\n<li><strong>Kesadaran:<\/strong> lebih disiplin dan terarah dalam mencapai tujuan<\/li>\n<li><strong>Ekstroversi:<\/strong> lebih suka mencari stimulasi tambahan, termasuk dalam situasi sosial<\/li>\n<li><strong>Keramahan:<\/strong> lebih penuh kasih sayang, kooperatif, dan simpatik<\/li>\n<li><strong>Neurotisisme:<\/strong> lebih rentan terhadap emosi negatif seperti kemarahan, kecemasan, dan depresi<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/skill-issue\/\">Skill Issue: Arti, Penyebab, Jenis, dan Cara Mengatasinya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Apa Arti dari Hasil Openness to Experience?<\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-10835 aligncenter\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/openness-to-experience-2.jpg\" alt=\"openness to experience 2\" width=\"1000\" height=\"700\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/openness-to-experience-2.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/openness-to-experience-2-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/openness-to-experience-2-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/p>\n<p>Tingkatan kelima sifat dalam Big Five atau OCEAN Personality dapat diukur menggunakan <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/big-five-test\/\">Big Five Test.<\/a><\/p>\n<p>Melalui tes tersebut, seseorang dapat mengetahui tingkat dari masing-masing kelima sifat tersebut, termasuk seberapa tinggi sifat\u00a0<em>openness to experience\u00a0<\/em>yang mereka miliki.<\/p>\n<h3>Openness Experience Tinggi<\/h3>\n<p>Jika seseorang mendapatkan nilai tinggi untuk sifat ini, berikut ciri-ciri yang menggambarkan dirinya:<\/p>\n<h4><span style=\"font-size: 16pt;\">1. Antusias terhadap Ide Baru<\/span><\/h4>\n<p>Orang dengan keterbukaan yang tinggi sangat antusias dengan ide-ide baru dan selalu mencari cara untuk memperluas pandangan mereka.<\/p>\n<p>Mereka juga berusaha memahami dunia di luar lingkungan mereka sendiri, yang biasanya membantu meningkatkan kecerdasan mereka.<\/p>\n<h4><span style=\"font-size: 16pt;\">2. Kemampuan Menyelesaikan Masalah<\/span><\/h4>\n<p>Dengan pengetahuan dari berbagai minat dan perspektif yang luas, mereka dapat menyelesaikan masalah dengan mudah.<\/p>\n<p>Mereka cenderung mempertanyakan apa yang sudah mereka ketahui dan bermain dengan ide-ide kreatif atau abstrak.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/problem-solving\/\">Problem Solving Skill: Manfaat, Contoh, dan Cara Meningkatkannya<\/a><\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-10839 aligncenter\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/openness-to-experience-6.jpg\" alt=\"terbuka terhadap pengalaman 6\" width=\"1000\" height=\"700\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/openness-to-experience-6.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/openness-to-experience-6-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/openness-to-experience-6-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/p>\n<h4><span style=\"font-size: 16pt;\">3. Lebih Fleksibel<\/span><\/h4>\n<p>Seseorang dengan\u00a0<em>openness to experience\u00a0<\/em>yang tinggi menerima konsep-konsep yang\u00a0<em>out of the box\u00a0<\/em>atau di luar zona nyaman mereka.<\/p>\n<p>Artinya, zona nyaman mereka jauh lebih luas dan fleksibel, sehingga memungkinkan mereka untuk mencoba hal-hal baru dengan lebih mudah.<\/p>\n<h4><span style=\"font-size: 16pt;\">4. Adaptif di Tempat Kerja<\/span><\/h4>\n<p>Di tempat kerja, mereka cenderung lebih inovatif dan adaptif terhadap perubahan.<\/p>\n<p>Mereka bisa berperan penting dalam pengembangan ide-ide baru dan solusi kreatif, serta mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan dan tantangan baru.<\/p>\n<h4><span style=\"font-size: 16pt;\">5. Kolaboratif<\/span><\/h4>\n<p>Mereka dapat dengan mudah bekerja sama dengan rekan kerja dari berbagai latar belakang dan bidang, yang dapat menciptakan sinergi untuk mendorong keberhasilan tim dan organisasi.<\/p>\n<p>Dalam dunia kerja, seseorang dengan\u00a0<em>openness to experience\u00a0<\/em>yang tinggi mungkin tertarik untuk mengikuti pelatihan baru, mencoba teknologi baru untuk mempermudah pekerjaannya, serta mengambil proyek-proyek yang menantang.<\/p>\n<p>Mereka tidak takut untuk mengambil risiko dan mencoba hal-hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/lingkungan-kerja-baru\/\">15 Cara Beradaptasi di Lingkungan Kerja Baru dan Tantangannya<\/a><\/strong><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/daftar\/\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-418 aligncenter\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/01-1080x1080-Feed.jpg\" alt=\"gajihub 1\" width=\"1080\" height=\"1080\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/01-1080x1080-Feed.jpg 1080w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/01-1080x1080-Feed-300x300.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/01-1080x1080-Feed-1024x1024.jpg 1024w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/01-1080x1080-Feed-150x150.jpg 150w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/01-1080x1080-Feed-768x768.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px\" \/><\/a><\/p>\n<h3>Openness to Experience Rendah<\/h3>\n<p>Sementara jika seseorang mendapat nilai rendah pada sifat ini, mereka mungkin:<\/p>\n<h4><span style=\"font-size: 16pt;\">1. Tidak Menyukai Pengalaman Baru<\/span><\/h4>\n<p>Orang dengan keterbukaan yang rendah mungkin tidak terlalu menyukai pengalaman yang baru, abstrak, atau berbeda.<\/p>\n<p>Mereka mungkin merasa takut dan tidak tertarik untuk mencoba hal-hal baru.<\/p>\n<h4><span style=\"font-size: 16pt;\">2. Cenderung Menyukai Rutinitas<\/span><\/h4>\n<p>Mereka cenderung lebih menyukai rutinitas dan tidak akan repot-repot mencoba hal baru, misalnya mencicipi restoran yang baru saja dibuka karena mereka sudah memiiki makanan favorit di restoran langganan mereka.<\/p>\n<h4><span style=\"font-size: 16pt;\">3. Menolak Perubahan<\/span><\/h4>\n<p>Mereka juga tidak menyukai perubahan dan mungkin secara aktif menolaknya. Mereka lebih nyaman dengan rutinitas dan cara kerja yang sudah ada.<\/p>\n<h4><span style=\"font-size: 16pt;\">4. Kurang Fleksibel di Tempat Kerja<\/span><\/h4>\n<p>Dalam konteks pekerjaan, mereka mungkin enggan beradaptasi dengan perubahan atau metode kerja baru.<\/p>\n<p>Mereka mungkin juga lebih memilih untuk tetap berpegang pada prosedur dan kebijakan yang sudah ada daripada mengeksplorasi pendekatan baru yang dapat meningkatkan efisiensi atau produktivitas.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/highly-sensitive-person\/\">Highly Sensitive Person adalah Aset Perusahaan, Mengapa?<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Apa Saja Komponen dalam Openness to Experience?<\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-10836 aligncenter\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/openness-to-experience-3.jpg\" alt=\"openness to experience 3\" width=\"1000\" height=\"700\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/openness-to-experience-3.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/openness-to-experience-3-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/openness-to-experience-3-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/p>\n<p>Ada 5 komponen penting yang dapat menggarkan\u00a0<em>oppeness to experience,\u00a0<\/em>yaitu:<\/p>\n<h3>1. Adventurousness<\/h3>\n<p><em>Adventurousness\u00a0<\/em>menggambarkan keberanian seseorang untuk mencoba hal baru dan mengambil risiko.<\/p>\n<p>Karyawan dengan sifat ini cenderung dapat mengatasi tantangan lebih mudah dan kerap mencari peluang untuk berkembang di tempat kerja.<\/p>\n<p>Mereka selalu siap menghadapi situasi yang tidak biasa dan mencari pengalaman baru yang menggembirakan.<\/p>\n<h3>2. Aesthetics<\/h3>\n<p><em>Aesthetics\u00a0<\/em>menekankan pada apresiasi terhadap keindahan dan seni. Karyawan yang peka terhadap estetika mampu menikmati dan mendapatkan inspirasi dari berbagai bentuk seni, seperti seni visual, musik, dan sastra.<\/p>\n<p>Mereka menghargai keindahan di lingkungan kerja dan mampu menciptakan suasana yang penuh motivasi.<\/p>\n<h3>3. Ideas &amp; Creativity<\/h3>\n<p>Komponen ini menyoroti kemampuan seseorang untuk menghasilkan ide-ide baru dan berpikir kreatif.<\/p>\n<p>Karyawan yang kreatif dapat melihat peluang di tengah tantangan dan menciptakan solusi yang inovatif.<\/p>\n<p>Mereka tidak takut untuk berpikir\u00a0<em>out of the box\u00a0<\/em>dan menggabungkan konsep yang tidak biasa untuk menghasilkan ide cemerlang.<\/p>\n<h3>4. Intellectualism<\/h3>\n<p><em>Intellectualism\u00a0<\/em>mencerminkan minat dan ketertarikan terhadap pengetahuan, pemikiran kritis, dan pemahaman yang mendalam.<\/p>\n<p>Karyawan dengan sifat ini aktif dalam pembelajaran, senang membaca, berpikir mendalam, dan gemar berdiskusi.<\/p>\n<p>Mereka membawa perspektif yang berharga ke dalam tim dan berkontribusi pada pertumbuhan intelektual serta perkembangan perusahaan.<\/p>\n<h3>5. Values &amp; Belief<\/h3>\n<p><em>Values &amp; Belief\u00a0<\/em>menggambarkan nilai-nilai dan keyakinan yang dipegang oleh karyawan. Mereka memiliki kesadaran yang kuat tentang apa yang penting dalam kehidupan profesional dan pribadi mereka.<\/p>\n<p>Karyawan ini juga dapat menilai dan terbuka terhadap perbedaan. Sebelum membuat keputusan, biasanya mereka akan mempertimbangkan berbagai sudut pandang dan memahami pentingnya keragaman di tempat kerja.<\/p>\n<p>Dengan mempraktikkan nilai-nilai yang konsisten, mereka menciptakan budaya perusahaan yang positif dan menginspirasi rekan kerja lainnya.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/kemampuan-kognitif\/\">Kemampuan Kognitif: Manfaat, Jenis, dan Cara Meningkatkannya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Apa Saja Faktor yang Mempengaruhi Openness to Experience?<\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-10837 aligncenter\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/openness-to-experience-4.jpg\" alt=\"openness to experience 4\" width=\"1000\" height=\"700\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/openness-to-experience-4.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/openness-to-experience-4-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/openness-to-experience-4-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/p>\n<p>Secara umum, orang yang sangat terbuka akan lebih peka, menyerap lebih banyak informasi, dan memiliki berbagai ide yang bisa mereka gabungkan.<\/p>\n<p>Cara seseorang menerima dan memproses informasi mungkin mempengaruhi tingkat\u00a0<em>openness to experience.\u00a0<\/em><\/p>\n<p>Berikut beberapa faktor yang menyebabkan keterbukaan pada seseorang:<\/p>\n<h3>1. Jenis Kelamin<\/h3>\n<p>Beberapa studi menunjukkan bahwa perempuan cenderung lebih terbuka dibandingkan laki-laki. Namun, studi lain tidak menemukan perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam hal keterbukaan ini.<\/p>\n<h3>2. Faktor Genetik<\/h3>\n<p>Beberapa penelitian menunjukkan bahwa keterbukaan mungkin diwariskan dari orang tua.<\/p>\n<p>Temuan ini menunjukkan bahwa keterbukaan dan neurotisisme lebih mungkin diwariskan dibandingkan ketiga sifat lainnya, seperti ekstroversi (<em>extraversion<\/em>), kesepakatan (<em>agreeableness<\/em>), dan neurotisisme (<em>neuroticism<\/em>).<\/p>\n<h3>3. Pandangan Dunia dan Persepsi<\/h3>\n<p>Orang yang lebih terbuka melihat dunia dengan cara yang berbeda dibandingkan dengan orang yang kurang terbuka.<\/p>\n<p>Mereka mungkin memiliki sedikit hambatan dalam menyaring informasi yang mereka terima.<\/p>\n<h3>4. Aktivitas Otak<\/h3>\n<p>Orang yang sangat terbuka menunjukkan peningkatan aktivitas otak di jaringan tertentu\u00a0 yang berkaitan dengan membayangkan sudut pandang yang berbeda.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/16-tipe-kepribadian\/\">16 Tipe Kepribadian MBTI di Tempat Kerja<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Bagaimana Cara Meningkatkan Openness to Experience?<\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-10838 aligncenter\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/openness-to-experience-5.jpg\" alt=\"terbuka terhadap pengalaman 5\" width=\"1000\" height=\"700\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/openness-to-experience-5.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/openness-to-experience-5-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/openness-to-experience-5-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/p>\n<p><em>Openness to experience<\/em> adalah sifat yang bisa berubah, dan penelitian menunjukkan bahwa seseorang bisa mengubah tingkat keterbukaan.<\/p>\n<p>Anda bisa meningkatkan sifat ini dengan menetapkan tujuan, meningkatkan rasa ingin tahu, dan menghargai keindahan di sektar Anda.<\/p>\n<p>Selain itu, berikut adalah beberapa cara untuk meningkatkan\u00a0<em>openness to experience<\/em>:<\/p>\n<h3>1. Buat Tujuan yang Jelas<\/h3>\n<p>Menetapkan tujuan dapat membawa perubahan positif dalam keterbukaan. Tentukan secara spesifik apa yang ingin Anda tingkatkan.<\/p>\n<p>Kemudian, identifikasi satu atau dua aspek keterbukaan yang ingin Anda kembangkan.<\/p>\n<p>Tentukan langkah-langkah kecil dan spesifik yang bisa Anda lakukan untuk mencapai tujuan tersebut.<\/p>\n<p>Misalnya, dengan membaca buku yang relevan dengan pekerjaan Anda atau menjelajahi ide-ide baru untuk memperluas wawasan.<\/p>\n<h3>2. Keluar dari Zona Nyaman<\/h3>\n<p>Pastikan langkah-langkah yang Anda ambil mencakup kegiatan yang menantang.<\/p>\n<p>Menjadi lebih terbuka bukan berarti meninggalkan zona nyaman sekaligus, namun Anda harus mempertimbangkan mencoba hal-hal baru, seperti mengikuti\u00a0<em>volunteer,\u00a0<\/em>magang, atau mencoba mengikuti kursus\u00a0<em>online\u00a0<\/em>untuk meningkatkan keterampilan.<\/p>\n<h3>3. Meningkatkan Rasa Ingin Tahu<\/h3>\n<p>Selanjutnya, beri diri Anda kesempatan untuk bertanya-tanya dan mengeksplorasi suatu topik. Apa ide atau topik yang Anda hindari karena dianggap kurang praktis?<\/p>\n<p>Jadwalkan waktu setiap hari atau minggu untuk memuaskan rasa ingin tahu Anda. Jelajahi perpustakaan, berjalan-jalan, atau pergi ke perpustakaan untuk membaca buku.<\/p>\n<p>Saat istirahat kerja, Anda dapat mencari informasi tentang sesuatu yang menarik bagi Anda.<\/p>\n<h3>4. Kembangkan Sisi Kreatif Anda di Tempat Kerja<\/h3>\n<p>Keterbukaan mencakup kreativitas. Cobalah untuk mengeksplorasi aspek kreatif dalam pekerjaan Anda.<\/p>\n<p>Jika pekerjaan Anda melibatkan pemecahan masalah, cobalah mencari cara baru untuk menyelesaikan tugas-tugas tersebut.<\/p>\n<p>Anda juga bisa mencoba pendekatan baru dalam presentasi, proyek, atau kerja sama tim.<\/p>\n<p>Menghadiri\u00a0<em>workshop\u00a0<\/em>atau pelatihan yang berhubungan dengan kreativitas di bidang Anda juga bisa menjadi langkah yang baik.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/workshop-adalah\/\">Workshop Adalah: Arti, Manfaat, Langkah, Hingga Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>5. Tingkatkan Toleransi terhadap Ketidakpastian<\/h3>\n<p>Menghadapi ketidakpastian, khususnya di tempat kerja dapat memicu kecemasan.<\/p>\n<p>Namun, menghindari hal-hal yang membuat Anda tidak nyaman bisa menghambat keterbukaan terhadap pengalaman baru.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, cobalah untuk mengerjakan proyek atau tugas baru dengan pikiran terbuka dan tanpa berfokus pada ekspektasi yang terlalu tinggi.<\/p>\n<p>Melalui hal tersebut, Anda bisa meningkatkan kemampuan dalam menghadapi sesuatu yang tidak pasti dan menajadi lebih terbuka terhadap perubahan.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/job-insecurity\/\">Job Insecurity: Arti, Penyebab, Dampak, dan Cara Menguranginya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Dengan memahami konsep\u00a0<em>open to experience\u00a0<\/em>dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, Anda dapat lebih baik dalam mengenali potensi diri sendiri dan orang lain dalam menghadapi dunia yang terus berubah, terutama di dunia kerja.<\/p>\n<p>Meningkatkan keterbukaan terhadap pengalaman dapat membawa berbagai manfaat positif, terutama dalam konteks profesional.<\/p>\n<p>Melalui langkah-langkah seperti menetapkan tujuan yang jelas, keluar dari zona nyaman, meningkatkan rasa ingin tahu, mengembangkan kreativitas, dan meningkatkan toleransi terhadap ketidakpastian, Anda dapat menjadi individu yang lebih adaptif dan inovatif.<\/p>\n<p>Selain dengan meningkatkan <em>openness to experience, <\/em>untuk mengoptimalkan efisiensi dalam pengelolaan karyawan, perusahaan juga dapat menggunakan <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/\"><em>software payroll<\/em><\/a> dan HR dari Gajihub.<\/p>\n<p>Melalui software ini, tim HR dapat lebih mudah dalam melakukan tugas terkait administrasi karyawan, mulai dari <em>payroll, <\/em><em>approval <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/cuti\/\">cuti<\/a><\/em>, pengelolaan BPJS dan potongan lainnya.<\/p>\n<p>Tertarik mencoba? Kunjungi <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/daftar\/\"><strong>tautan ini<\/strong> <\/a>dan dapatkan coba gratis hingga 14 hari.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BIG Five atau OCEAN personality alah satu alat yang dapat digunakan untuk memahami kepribadian seseorang. Di dalam BIG Five, terdapat&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":10840,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[5588,5586,29,5585,5587,5584,80,28,27],"class_list":["post-10798","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hr","tag-cara-meningkatkan-openness-to-experience","tag-faktor-openness-to-experience","tag-gajihub","tag-hasil-openness-to-experience","tag-komponen-openness-to-experience","tag-pengertian-openness-to-experience","tag-software-absensi","tag-software-hr","tag-software-payroll"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Openness to Experience: Arti, Komponen, dan Cara Meningkatkan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pada artikel kali ini, Gajihub akan membahas apa itu\u00a0openness to experience,\u00a0komponen, faktor penyebab, hingga cara meningkatkannya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/openness-to-experience\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Openness to Experience: Arti, Komponen, dan Cara Meningkatkan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pada artikel kali ini, Gajihub akan membahas apa itu\u00a0openness to experience,\u00a0komponen, faktor penyebab, hingga cara meningkatkannya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/openness-to-experience\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Gajihub Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-06-14T09:40:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/openness-to-experience-banner.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"825\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"315\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"sugi priharto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@gajihub\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@gajihub\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"sugi priharto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/openness-to-experience\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/openness-to-experience\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"sugi priharto\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/a34aaadc9cc210d3a080befe71b9210a\"},\"headline\":\"Openness to Experience: Arti, Komponen, dan Cara Meningkatkan\",\"datePublished\":\"2024-06-14T09:40:34+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/openness-to-experience\\\/\"},\"wordCount\":1666,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/openness-to-experience\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/06\\\/openness-to-experience-banner.png\",\"keywords\":[\"cara meningkatkan openness to experience\",\"faktor openness to experience\",\"GajiHub\",\"hasil openness to experience\",\"komponen openness to experience\",\"pengertian openness to experience\",\"software absensi\",\"software HR\",\"software payroll\"],\"articleSection\":[\"Tips HR\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/openness-to-experience\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/openness-to-experience\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/openness-to-experience\\\/\",\"name\":\"Openness to Experience: Arti, Komponen, dan Cara Meningkatkan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/openness-to-experience\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/openness-to-experience\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/06\\\/openness-to-experience-banner.png\",\"datePublished\":\"2024-06-14T09:40:34+00:00\",\"description\":\"Pada artikel kali ini, Gajihub akan membahas apa itu\u00a0openness to experience,\u00a0komponen, faktor penyebab, hingga cara meningkatkannya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/openness-to-experience\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/openness-to-experience\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/openness-to-experience\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/06\\\/openness-to-experience-banner.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/06\\\/openness-to-experience-banner.png\",\"width\":825,\"height\":315,\"caption\":\"openness to experience banner\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/openness-to-experience\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Openness to Experience: Arti, Komponen, dan Cara Meningkatkan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Gajihub Blog\",\"description\":\"Informasi terlengkap mengenai pengelolaan SDM, HR, Payroll, dan karir\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Gajihub\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/gajihub-new-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/gajihub-new-logo.png\",\"width\":1010,\"height\":391,\"caption\":\"Gajihub\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/gajihubcom\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/gajihub\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/gajihub\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/gajihub\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/channel\\\/UCIR5sG2AkJSvvo0ala0nx-w\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/a34aaadc9cc210d3a080befe71b9210a\",\"name\":\"sugi priharto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"sugi priharto\"},\"description\":\"Pengajar dan content writer di bidang keuangan, HR manajemen, dan dunia karir lebih dari 7 tahun\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/id.linkedin.com\\\/in\\\/sugipriharto\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/author\\\/sugipriharto\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Openness to Experience: Arti, Komponen, dan Cara Meningkatkan","description":"Pada artikel kali ini, Gajihub akan membahas apa itu\u00a0openness to experience,\u00a0komponen, faktor penyebab, hingga cara meningkatkannya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/openness-to-experience\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Openness to Experience: Arti, Komponen, dan Cara Meningkatkan","og_description":"Pada artikel kali ini, Gajihub akan membahas apa itu\u00a0openness to experience,\u00a0komponen, faktor penyebab, hingga cara meningkatkannya.","og_url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/openness-to-experience\/","og_site_name":"Gajihub Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom","article_published_time":"2024-06-14T09:40:34+00:00","og_image":[{"width":825,"height":315,"url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/openness-to-experience-banner.png","type":"image\/png"}],"author":"sugi priharto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@gajihub","twitter_site":"@gajihub","twitter_misc":{"Written by":"sugi priharto","Est. reading time":"9 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/openness-to-experience\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/openness-to-experience\/"},"author":{"name":"sugi priharto","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/person\/a34aaadc9cc210d3a080befe71b9210a"},"headline":"Openness to Experience: Arti, Komponen, dan Cara Meningkatkan","datePublished":"2024-06-14T09:40:34+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/openness-to-experience\/"},"wordCount":1666,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/openness-to-experience\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/openness-to-experience-banner.png","keywords":["cara meningkatkan openness to experience","faktor openness to experience","GajiHub","hasil openness to experience","komponen openness to experience","pengertian openness to experience","software absensi","software HR","software payroll"],"articleSection":["Tips HR"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/gajihub.com\/blog\/openness-to-experience\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/openness-to-experience\/","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/openness-to-experience\/","name":"Openness to Experience: Arti, Komponen, dan Cara Meningkatkan","isPartOf":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/openness-to-experience\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/openness-to-experience\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/openness-to-experience-banner.png","datePublished":"2024-06-14T09:40:34+00:00","description":"Pada artikel kali ini, Gajihub akan membahas apa itu\u00a0openness to experience,\u00a0komponen, faktor penyebab, hingga cara meningkatkannya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/openness-to-experience\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/gajihub.com\/blog\/openness-to-experience\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/openness-to-experience\/#primaryimage","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/openness-to-experience-banner.png","contentUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/openness-to-experience-banner.png","width":825,"height":315,"caption":"openness to experience banner"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/openness-to-experience\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Openness to Experience: Arti, Komponen, dan Cara Meningkatkan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/","name":"Gajihub Blog","description":"Informasi terlengkap mengenai pengelolaan SDM, HR, Payroll, dan karir","publisher":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization","name":"Gajihub","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/gajihub-new-logo.png","contentUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/gajihub-new-logo.png","width":1010,"height":391,"caption":"Gajihub"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom","https:\/\/x.com\/gajihub","https:\/\/www.instagram.com\/gajihub\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/gajihub\/","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCIR5sG2AkJSvvo0ala0nx-w"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/person\/a34aaadc9cc210d3a080befe71b9210a","name":"sugi priharto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","caption":"sugi priharto"},"description":"Pengajar dan content writer di bidang keuangan, HR manajemen, dan dunia karir lebih dari 7 tahun","sameAs":["https:\/\/id.linkedin.com\/in\/sugipriharto"],"url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/author\/sugipriharto\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/openness-to-experience-banner.png","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10798","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10798"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10798\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10852,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10798\/revisions\/10852"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10840"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10798"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10798"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10798"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}