{"id":10105,"date":"2024-05-27T08:25:10","date_gmt":"2024-05-27T08:25:10","guid":{"rendered":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/?p=10105"},"modified":"2025-11-05T12:25:10","modified_gmt":"2025-11-05T12:25:10","slug":"perbedaan-okr-dan-kpi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/perbedaan-okr-dan-kpi\/","title":{"rendered":"Perbedaan OKR dan KPI, Mana yang Lebih Baik?"},"content":{"rendered":"\n<p>Meskipun keduanya dapat digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan, namun terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara OKR dan KPI.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Objective Key Results&nbsp;<\/em>atau OKR adalah kerangka kerja untuk menetapkan tujuan yang diperkenalkan terdiri dari sebuah tujuan <em>(objective) <\/em>dan serangkaian ukuran&nbsp;<em>(key results) <\/em>untuk melacak pencapaian tujuan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara&nbsp;<em>Key Performance Indicator&nbsp;<\/em>(KPI) adalah serangkaian metrik kinerja bisnis yang mengindikasikan seberapa baik fungsi dari suatu organisasi..<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, sebenarnya apa saja perbedaan dari OKR dan KPI? Pada artikel kali ini, Gajihub akan membahas hal tersebut, contoh, cara menggunakan, hingga tips terbaiknya.<\/p>\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa yang Dimaksud dengan OKR dan KPI?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"700\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/perbedaan-okr-dan-kpi-1.jpg\" alt=\"perbedaan okr dan kpi 1\" class=\"wp-image-10125\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/perbedaan-okr-dan-kpi-1.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/perbedaan-okr-dan-kpi-1-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/perbedaan-okr-dan-kpi-1-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pengertian-okr-dan-cara-membuatnya\/\">Pengertian OKR<\/a> adalah kerangka kerja yang menghubungkan rencana strategis dengan tindakan nyata dan memastikan semua orang fokus pada tujuan yang sama.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Objective&nbsp;<\/em>pada istilah OKR merupakan tujuan yang ingin dicapai, sementara <em>Key Results <\/em>adalah langkah-langkah konkret yang menunjukkan <em>progress&nbsp;<\/em>menuju tujuan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Berbeda dengan KPI, OKR lebih memberikan pandangan ke depan tentang kondisi bisnis yang diinginkan atau dampak yang ingin dicapai di masa mendatang.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pengertian-kpi\/\">pengertian KPI<\/a> adalah alat ukur penting dalam bisnis yang menunjukkan seberapa baik kinerja organisasi saat ini.<\/p>\n\n\n\n<p>KPI digunakan untuk menilai proyek, produk, atau kinerja karyawan, yang dapat menjelaskan apakah bisnis perusahaan sedang berjalan baik atau tidak selama periode tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun KPI berguna untuk mengetahui performa, namun alat ukur ini hanya menunjukkan angka-angka.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan kata lain, KPI dapat memberitahu apakah perusahaan Anda berada di jalur yang benar, namun tidak bisa memberikan arahan tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/cara-meningkatkan-kualitas-sdm\/\">13 Cara Meningkatkan Kualitas SDM di Perusahaan Anda<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Saja Perbedaan OKR dan KPI?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"700\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/perbedaan-okr-dan-kpi-2.jpg\" alt=\"perbedaan okr dan kpi 2\" class=\"wp-image-10126\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/perbedaan-okr-dan-kpi-2.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/perbedaan-okr-dan-kpi-2-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/perbedaan-okr-dan-kpi-2-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Berikut adalah beberapa aspek yang dapat menunjukkan perbedaan antara OKR dan KPI:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Tujuan<\/h3>\n\n\n\n<p>OKR membantu menyeleraskan tim, menetapkan tujuan, meningkatkan keterlibatan anggota tim, dan menciptakan transparansi.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara KPI digunakan untuk mengevaluasi seberapa sukses bisnis atau aktivitas tertentu, seperti proyek-proyek atau program.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Lingkup<\/h3>\n\n\n\n<p>OKR memiliki cakupan yang lebih luas karena digunakan sebagai panduan yang lengkap, sementara KPI lebih spesifik dan sering menjadi bagian dari panduan yang lebih besar seperti OKR.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/contoh-kpi-karyawan\/\">12 Contoh KPI Karyawan dan Cara Mengukurnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Durasi<\/h3>\n\n\n\n<p>OKR biasanya diterapkan dalam siklus tiga bulanan, namun tetap tergantung pada ritme bisnis, tim, dan karyawan, sedangkan KPI digunakan untuk melacak area bisnis yang lebih besar dalam jangka waktu yang lebih lama.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Keterkaitan<\/h3>\n\n\n\n<p>OKR biasanya lebih fleksibel dan bisa dihubungkan satu salam lain untuk mendukung kerja sama tim.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebaliknya, KPI umumnya berdiri sendiri dan semua KPI dianggap sama pentingnya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/contoh-kpi-tim-sales\/\">25 Contoh KPI Tim Sales dan Cara Membuatnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Fleksibilitas<\/h3>\n\n\n\n<p>KPI adalah indikator kinerja yang statis, sementara OKR dirancang untuk lebih fleksibel, yaitu dapat dihapus, diperbarui, dan disesuaikan berdasarkan temuan terbaru.<\/p>\n\n\n\n<p>OKR biasanya akan ditinjau secara terus-menerus agar tetap selaras dengan prioritas perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/okr-tim-keuangan\/\">18 Contoh OKR Tim Keuangan dan Tips Optimalisasinya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Contoh OKR dan KPI?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"700\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/perbedaan-okr-dan-kpi-3.jpg\" alt=\"perbedaan okr dan kpi 3\" class=\"wp-image-10127\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/perbedaan-okr-dan-kpi-3.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/perbedaan-okr-dan-kpi-3-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/perbedaan-okr-dan-kpi-3-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Untuk memperjelas perbedaan antara KPI dan OKR, simak bagaimana kedua kerangka ini diterapkan sebagai upaya meningkatkan kepuasan pelanggan:<\/p>\n\n\n\n<p>Bayangkan jika saat ini Anda menjalankan tim&nbsp;<em>customer service&nbsp;<\/em>yang mengalami peningkatan jumlah permintaan dukungan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian, Anda ingin menurangi waktu tunggu pelanggan agar kepuasan dan retensi pelanggan tetap tinggi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Contoh KPI<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam skenario pertama, Anda menghadapi peningkatan tiket dukungan pelanggan dengan menetapkan KPI berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Menyelesaikan 200 tanggapan tiket per jam.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>Hasil<\/b><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Pada akhir kuartal, Anda berhasil mencapai KPI Anda dengan secara konsisten menangani 200 tiket per jam.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, volume tiket masih meningkat, sehingga waktu tanggapan tetap lambat. Hal ini menunjukkan bahwa KPI Anda tidak fleksibel.<\/p>\n\n\n\n<p>Akibatnya, masalah inti pun belum terselesaikan, yaitu waktu pelanggan masih tetap lama, sehingga mengurangi kepuasan pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/kpi-tree\/\">KPI Tree: Pengertian, Manfaat, Cara Membuat, dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Contoh OKR<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Sekarang, gunakan pendekatan OKR untuk situasi yang sama.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam skenario ini, Anda menangani kebutuhan&nbsp;<em>customer support&nbsp;<\/em>menggunakan OKR berikut:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>Objective<\/strong><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Menyelesaikan masalah terkait kebutuhan tiket dukungan<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>Key Results<\/strong><\/span><\/h4>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Mengurangi waktu tanggapan sebesar 10%<\/li>\n\n\n\n<li>Meningkatkan skor kepuasan pelanggan sebesar 5%<\/li>\n\n\n\n<li>Meningkatkan jumlah tiket yang ditangani dari 180 menjadi 200<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>Hasil<\/strong><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Dalam situasi ini, Anda berhasil mencapai:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Mengurangi waktu tanggapan sebesar 7%<\/li>\n\n\n\n<li>Meningkatkan skor kepuasan pelanggan sebesar 4%<\/li>\n\n\n\n<li>Meningkatkan jumlah tiket yang ditangani dari 180 menjadi 19o<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Meskipun Anda mungkin tidak memenuhi semua&nbsp;<em>key results,&nbsp;<\/em>pendekatan OKR yang fleksibel memungkinkan Anda untuk secara signifikan memperbaiki krisis tiket dukungan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/okr-sales\/\">7 Contoh OKR Sales, Manfaat, Tips Optimalisasinya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">OKR dan KPI, Mana yang Lebih Baik?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"700\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/perbedaan-okr-dan-kpi-4.jpg\" alt=\"perbedaan okr dan kpi 4\" class=\"wp-image-10128\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/perbedaan-okr-dan-kpi-4.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/perbedaan-okr-dan-kpi-4-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/perbedaan-okr-dan-kpi-4-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Memilih antara OKR dan KPI bisa menjadi hal yang sulit. Oleh karena itu, untuk membuat keputusan, Anda bisa mempertimbangkan model bisnis, kebutuhan, dan dinamika pasar.<\/p>\n\n\n\n<p>OKR memberikan pendekatan menyeluruh untuk menetapkan tujuan ambisius dan hasil yang terukur sesuai dengan tujuan organisasi Anda.<\/p>\n\n\n\n<p>Alat ukur ini mendorong tim untuk berpikir lebih jauh dan berinovasi, sehingga mampu menciptakan budaya pertumbuhan dan ide-ide kretif.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat semua orang bekerja mencapai tujuan yang sama, OKR dapat meningkatkan kerjasama dan rasa memiliki di antara anggota tim.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, jika Anda berada di lingkungan yang dinamis di mana fleksibilitas dan adaptasbilitas sangat penting, misalnya&nbsp;<em>startup&nbsp;<\/em>ataupun industri tertentu, OKR mungkin lebih cocok.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/sop-tim-sales\/\">Contoh SOP Tim Sales, Manfaat, dan Cara Penggunaannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Sebaliknya, KPI lebih fokus pada metrik spesifik yang berkelanjutan dan langsung terkait dengan kinerja, yang memungkinkan Anda untuk memantau dan mengukur kinerja proses inti Anda secara cermat.<\/p>\n\n\n\n<p>Fokus yang jelas tersebut memudahkan Anda untuk menetapkan tolok ukur, menetapkan target, dan melacak&nbsp;<em>progress.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, jika bisnis Anda mengandalkan konsistensi dan kepatuhan, KPI dapat menjadi pilihan terbaik.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini disebabkan karena KPI bekerja dengan baik pada proses yang dijelaskan dengan baik dan stabil, yang dapat menilai keberhasilan operasional secara keseluruhan.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, ada beberapa kelemahan jika Anda hanya menggunakan KPI, termasuk:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Ketidakpastian dalam Jumlah KPI<\/h3>\n\n\n\n<p>Menentukan jumlah KPI yang tepat seringkali bersifat subjektif:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Terlalu sedikit KPI: Gambaran kinerja bisa bias, menyesatkan, atau membingungkan.<\/li>\n\n\n\n<li>Terlalu banyak KPI: Membebani tim atau karyawan Anda, yang dapat mengakibatkan kinerja menjadi kurang optimal.<\/li>\n\n\n\n<li>Solusi: Temukan keseimbangan tanpa menciptakan kekurangan tau kelebihan data, yang seringkali menyulitkan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kurangnya Kejelasan tentang Perbaikan<\/h3>\n\n\n\n<p>KPI tidak secara detail menunjukkan apa yang perlu disesuaikan atau diperbaiki.<\/p>\n\n\n\n<p>Mereka adalah indikator kinerja, bukan alat yang bisa mendiagnosis masalah spesifik atau mengarahkan langkah yang perlu diambil.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kepemilikan KPI yang Ambigu<\/h3>\n\n\n\n<p>Kepemilikan KPI sering tidak jelas, sehingga menciptakan kurnagnya akuntabilitas dan kesadaran di antara para staf.<\/p>\n\n\n\n<p>Misaalnya, meskipun seorang karyawan mungkin bertanggung jawab untuk memperbarui KPI, insiatif mereka mungkin tidak berdampak secara langsung terhadap KPI tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, Anda perlu menggunakan OKR dan KPI secara bersama-sama untuk membantu mengurangi dampak kelemahan dari KPI.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/okr-tim-keuangan\/\">18 Contoh OKR Tim Keuangan dan Tips Optimalisasinya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Cara Menggunakan OKR dan KPI secara Bersama-sama?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"700\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/perbedaan-okr-dan-kpi-5.jpg\" alt=\"okr 5\" class=\"wp-image-10129\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/perbedaan-okr-dan-kpi-5.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/perbedaan-okr-dan-kpi-5-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/perbedaan-okr-dan-kpi-5-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>OKR dapat mendefinisikan siapa yang terlibat, apa yang harus dicapai, dan bagaimana caranya, serta mengungkapkan faktor-faktor yang berkontribusi pada kesuksesan sebuah proyek.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat digabungkan dengan KPI, OKR dapat menjadi alat yang kuat untuk memberikan gambaran lengkap mengenai kinerja Anda.<\/p>\n\n\n\n<p>OKR juga dapat membantu mengidentifikasi area yang memerlukan sumber daya tambahan dengan memberikan peringatan tentang hasil yang belum tercapai.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, menggabungkan KPI ke dalam kerangka OKR bisa sangat bermanfaat bagi bisnis Anda.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Berikut adalah empat cara menggunakan OKR dan KPI:<\/h3>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Menetapkan OKR untuk Mencapai KPI<\/h3>\n\n\n\n<p>Anda bisa menggunakan OKR untuk menetapkan dan mencapai KPI yang tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, bayangkan tim&nbsp;<em>marketing&nbsp;<\/em>Anda memiliki KPI yang sangat tinggi, yaitu menghasilkan 40.000 prosespek penjualan.<\/p>\n\n\n\n<p>Selanjutnya, Anda bisa menggunakan OKR untuk mendorong semangat dan kreativitas dalam tim Anda.<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh OKR<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Objective:&nbsp;<\/strong>Mendapatkan prospek penjualan dari situs web dengan&nbsp;<em>traffic&nbsp;<\/em>berkualitas.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Key Results 1:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Meningkatkan pengunjung situs web menjadi 300k<\/li>\n\n\n\n<li>Menjaga\u00a0<em>bounce rate\u00a0<\/em>di bawah 52%<\/li>\n\n\n\n<li>Menghasilkan 80.000 prospek penjualan<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Perhatikan&nbsp;<em>key results&nbsp;<\/em>yang ketiga: jumlah prospek dua kali llipat dari KPI. Alasannya adalah meskipun tim hanya mencapai 70%&nbsp;<em>key results&nbsp;<\/em>tersebut, hasilnya akan lebih baik dari KPI.<\/p>\n\n\n\n<p>Menetapkan target yang tinggi juga dapat memotivasi tim Anda untuk mengambil risiko dan mencoba metode baru.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Menggunakan OKR untuk Menguji KPI<\/h3>\n\n\n\n<p>Menentukan KPI yang tepat bisa sangat sulit dan menimbulkan banyak pertanyaan, seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Apakah kita butuh lebih sedikit atau lebih banyak KPI?<\/li>\n\n\n\n<li>Apakah ada wawasan lain yang harus dimasukkan?<\/li>\n\n\n\n<li>Apakah kita sudah mencapai keseimbangan yang tepat dengan volume data yang ada?<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Anda perlu menetapkan KPI dengan hati-hati karena setelah KPI ditetapkan, Anda tidak bisa mengambil data tambahan dari metrik yang tidak dilacak.<\/p>\n\n\n\n<p>Lantas, apa saja yang perlu dilakukan sebelum menetapkan KPI secara permanen?<\/p>\n\n\n\n<p>Seperti yang Anda ketahui, OKR terdiri dari beberapa&nbsp;<em>key results.&nbsp;<\/em>Dengan 2-4&nbsp;<em>key results&nbsp;<\/em>per <em>objective&nbsp;<\/em>(tujuan), Anda dapat menguji KPI yang mungkin potensial.<\/p>\n\n\n\n<p>OKR membantu Anda menilai relevansi dan validias KPI sebelum mereka ditetapkan secara permanen.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/okr-marketing\/\">8 Contoh OKR Marketing, Manfaat, dan Cara Membuatnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Menggunakan OKR untuk Mengatasi Masalah KPI<\/h3>\n\n\n\n<p>Jika Anda melihat kesehatan metrik KPI Anda berubah menjadi buruk, OKR dapat membantu Anda untuk menemukan dan memperbaiki penyebabnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, jika karyawan gagal dalam mencapai KPI penjualan sebesar Rp100.000.000, Anda bisa menggunkan OKR untuk menghubungkan target tersebut ke setiap anggota tim&nbsp;<em>sales,&nbsp;<\/em>seperti:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Objective:<\/strong> Mencapai angka penjualan yang meyakinkan di akhir tahun.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Key Results:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Mencapai Rp110.000.000<\/li>\n\n\n\n<li><em>Closing\u00a0<\/em>100 kesepakatan baru<\/li>\n\n\n\n<li>Mencapai ukuran kesepakatan rata-rata Rp55.000.000<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>OKR di atas dapat secara jelas menyoroti apa yang perlu dilakukan oleh tim&nbsp;<em>sales&nbsp;<\/em>untuk meningkatka kesehatan KPI.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan melakukan&nbsp;<em>closing&nbsp;<\/em>lebih banyak, mereka dapat secara signifikan berkontribusi pada keberhasilan KPI.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui OKR, mereka juga bisa mengukur apa yang telah dilakukan dan apakah hal tersebut berhasil, sehingga tim&nbsp;<em>sales&nbsp;<\/em>dapat menyusun cara terbaik berdasarkan keberhasilan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Menggunakan OKR dan KPI untuk Menginformasikan Pengambilan Keputusan<\/h3>\n\n\n\n<p>Dengan menggunakan data pelengkap untuk menginformasikan OKR dan KPI, Anda dapat meningkatkan proses pengambilan keputusan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Contoh OKR<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Objective:<\/strong> Meningkatkan penjualan sebesar 25% selama kuartal berikutnya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Key Results:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Menghasilkan 100 prospek yang memenuhi syarat penjualan<\/li>\n\n\n\n<li>Meningkatkan pendapatan\u00a0<em>upselling\u00a0<\/em>sebesar 30%<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>KPI yang menyertai OKR ini mungkin termasuk tingkat konversi, pendapatan dari&nbsp;<em>upselling,&nbsp;<\/em>dan margin keuntungan program.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan melacak KPI bersama OKR Anda, Anda pun dapat memperoleh pemahaman lengkap mengenai&nbsp;<em>progress&nbsp;<\/em>OKR secara keseluruhan.<\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-size: 1.25rem;\">Hal ini nantinya dapat membantu dalam pengambilan keputusan yang akurat dan memastikan bahwa perusahaan bisa mengatasi berbagai masalah, serta mampu mempertahankan kesuksesannya.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/okr-untuk-hr\/\">OKR untuk HR: Arti, Keuntungan, Hingga Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Saja Kesalahan Umum dalam Penggunaan OKR dan KPI?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"700\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/perbedaan-okr-dan-kpi-6.jpg\" alt=\"okr 6\" class=\"wp-image-10130\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/perbedaan-okr-dan-kpi-6.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/perbedaan-okr-dan-kpi-6-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/perbedaan-okr-dan-kpi-6-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Saat menerapkan OKR dan KPI secara bersamaan, pastikan untuk menghindari beberapa kesalahan ini.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kesalahan Umum OKR yang Harus Dihindari<\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Terlalu Banyak Objective dan Key Results<\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Terlalu banyak OKR bisa mengurangi foksu dan sumber daya, menghambat&nbsp;<em>progress,&nbsp;<\/em>dan mengurangi hasil kerja yang lebih bermakna.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Kurangnya Penyelarasan dan Tinjauan Berkala<\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Jika Anda tidak meninjau dan menyesuaikan OKR secara berkala, maka akan terjadi ketidaksesuaian, karena tujuan tersebut mungki sudah usang atau tidak lagi relevan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Tim yang Tidak Terlibat<\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Jika karyawan tidak dilibatkan dalam proses OKR, mereka mungkin akan merasa tidak memiliki tanggung jawab, sehingga menghambat efektivitas OKR.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pengertian-kpi\/\">Pengertian KPI dan Cara Memilih KPI yang Tepat untuk Bisnis<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kesalahan Umum KPI<\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. KPI yang Tidak Jelas<\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>KPI yang samar atau ambigu cukup sulit untuk mengukur&nbsp;<em>progress&nbsp;<\/em>dan mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Kurangnya Komunikasi dan Visibilitas<\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Tidak menyampaikan pentingnya KPI dan&nbsp;<em>update&nbsp;<\/em>terkait&nbsp;<em>progress&nbsp;<\/em>dapat menyebabkan kurangnya komitmen dan pemahaman di seluruh perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. KPI yang Tidak Relevan<\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Mengukur KPI yang tidak erelevan dapat membuang-buang waktu dan usaha. Oleh karena itu, KPI harus selaras dengan tujuan organisasi dan strategi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/contoh-kpi-departemen-produksi\/\">20 Contoh KPI Departemen Produksi untuk Kesuksesan Bisnis<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Praktik Terbaik Penggunaan OKR dan KPI?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"700\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/perbedaan-okr-dan-kpi-7.jpg\" alt=\"kpi 7 \" class=\"wp-image-10131\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/perbedaan-okr-dan-kpi-7.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/perbedaan-okr-dan-kpi-7-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/perbedaan-okr-dan-kpi-7-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mendapatkan hasil terbaik dari penerapan PKR dan KPI, berikut 5 tips yang bisa Anda lakukan:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Selaraskan OKR dan KPI dengan Tujuan Organisasi<\/h3>\n\n\n\n<p>Pastikan OKR dan KPI terhubung dengan strategi perusahaan yang lebih luas, agar karyawan dapat bekerja sesuai dengan prioritas dan perusahaan dapat memfasilitasi&nbsp;<em>progress&nbsp;<\/em>yang berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Batasi Jumlah OKR dan KPI<\/h3>\n\n\n\n<p>Membatasi jumlah OKR dan KPI dapat membantu Anda menyederhanakan pengelolaannya, mengurangi kebingungan akan prioritas perusahaan, dan memastikan penggunaan sumber daya yang tepat.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/software-kpi\/\">8 Rekomendasi Software KPI Terbaik untuk Bisnis<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Tinjau OKR dan KPI secara Berkala<\/h3>\n\n\n\n<p>Buatlah jadwal tinjauan rutin untuk memastikan OKR dan KPI tetap relevan dan menjadi bagian integral dari operasi, dengan karyawan menggunankannya sebagai pedoman.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Perbarui Tim tentang Kemajuan OKR dan KPI<\/h3>\n\n\n\n<p>Pastikan OKR dan KPI selalu menjadi fokus utama, dan karyawan yang relevan harus bertanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini dapat memotivasi tim untuk tetap produktif dan aktif mendorong pencapaian tujuan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/kpi-sales\/\">18 Contoh KPI Sales, Arti, serta Pentingnya bagi Perusahaan<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Gunakan Software untuk Menetapkan Tujuan<\/h3>\n\n\n\n<p>Menetapkan, melacak, dan memperbarui OKR dan KPI secara manual bisa memakan waktu dan rentan dari kesalahan.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, Anda perlu menggunakan&nbsp;<em>software&nbsp;<\/em>tertentu untunk memastikan akurasi dan menjaga OKR serta KPI tetap transparan, kolaboratif, dan efisien.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain menggunakan&nbsp;<em>software&nbsp;<\/em>untuk memastikan OKR dan KPI berjalan lancar, Anda juga perlu mempertimbangkan penggunaan&nbsp;<em><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/\">software payroll<\/a>&nbsp;<\/em>dan HR dari Gajihub, untuk mendukung perusahaan dalam mencapai tujuan.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui fitur <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/absensi\/\">absensi<\/a> yang dimiliki Gajihub, Anda dapat memantau kehadiran karyawan, sehingga Anda dapat mengetahui kedisplinan mereka dalam bekerja.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika ditemukan kecurangan pada karyawan, seperti mangkir atau tidak melakukan presensi di tempat yang telah ditetapkan, tim HR dan manajer dapat mengambil tindakan lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, karyawan juga dapat mencatat jam lembur mereka secara mandiri, yang langsung terintegrasi dengan sistem&nbsp;<em><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/payroll\/\">payroll<\/a>.&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Dengan demikian, setiap karyawan akan memperoleh gaji dan bonus sesuai dengan pekerjaannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Tertarik untuk mencoba? Klik gambar berikut dan dapatkan informasi selengkapnya:<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/daftar\/\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1080\" height=\"1080\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/03-1080x1080-Feed.jpg\" alt=\"gajihub 3\" class=\"wp-image-420\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/03-1080x1080-Feed.jpg 1080w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/03-1080x1080-Feed-300x300.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/03-1080x1080-Feed-1024x1024.jpg 1024w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/03-1080x1080-Feed-150x150.jpg 150w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/03-1080x1080-Feed-768x768.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/aplikasi-kpi\/\">7 Rekomendasi Aplikasi KPI dan Cara Memilihnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p>Meskipun terdapat perbedaan antara OKR dan KPI, keduanya adalah dua alat penting yang dapat digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan dengan lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n<p>OKR membantu menetapkan tujuan dan langkah-langkah konkret untuk mencapainya, sementara KPI dapat mengukur kinerja bisnis saat ini dan mengevaluasi seberapa baik fungsi organisasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mengoptimalkan penggunaan OKR dan KPI, penting untuk menyelaraskan keduanya dengan tujuan perusahaan, membatasi jumlah OKR dan KPI, serta melakukan tinjauan berkala.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui integrasi OKR dan KPI yang baik, Anda akan memperoleh gambaran lengkap tentang kinerja, mengambil keputusan lebih akurat, serta memastikan tim untuk tetap fokus dan termotivasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mendukung pelaksanaan OKR dan KPI, Anda dapat menggunakan&nbsp;<em><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/\">software payroll<\/a>&nbsp;<\/em>dan HR yang dilengkapi fitur absensi,&nbsp;<em>payroll,&nbsp;<\/em>hingga pengelolaan <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/cuti\/\">cuti<\/a> dan izin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Meskipun keduanya dapat digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan, namun terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara OKR dan KPI. Objective Key&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":10124,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[5310,29,5313,5309,1411,28,27],"class_list":["post-10105","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hr","tag-contoh-penggunaan-okr-dan-kpi","tag-gajihub","tag-kesalahan-umum-okr-dan-kpi","tag-pengertian-okr-dan-kpi","tag-perbedaan-okr-dan-kpi","tag-software-hr","tag-software-payroll"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Perbedaan OKR dan KPI, Mana yang Lebih Baik?<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pada artikel kali ini, Gajihub akan membahas perbedaan OKR dan KPI hingga tips untuk mengoptimalkan keduanya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/perbedaan-okr-dan-kpi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Perbedaan OKR dan KPI, Mana yang Lebih Baik?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pada artikel kali ini, Gajihub akan membahas perbedaan OKR dan KPI hingga tips untuk mengoptimalkan keduanya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/perbedaan-okr-dan-kpi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Gajihub Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-05-27T08:25:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-11-05T12:25:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/perbedaan-okr-dan-kpi-banner.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"825\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"315\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"sugi priharto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@gajihub\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@gajihub\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"sugi priharto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"12 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/perbedaan-okr-dan-kpi\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/perbedaan-okr-dan-kpi\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"sugi priharto\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/a34aaadc9cc210d3a080befe71b9210a\"},\"headline\":\"Perbedaan OKR dan KPI, Mana yang Lebih Baik?\",\"datePublished\":\"2024-05-27T08:25:10+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-05T12:25:10+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/perbedaan-okr-dan-kpi\\\/\"},\"wordCount\":2291,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/perbedaan-okr-dan-kpi\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/perbedaan-okr-dan-kpi-banner.png\",\"keywords\":[\"contoh penggunaan OKR dan KPI\",\"GajiHub\",\"kesalahan umum OKR dan KPI\",\"pengertian OKR dan KPI\",\"perbedaan OKR dan KPI\",\"software HR\",\"software payroll\"],\"articleSection\":[\"Tips HR\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/perbedaan-okr-dan-kpi\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/perbedaan-okr-dan-kpi\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/perbedaan-okr-dan-kpi\\\/\",\"name\":\"Perbedaan OKR dan KPI, Mana yang Lebih Baik?\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/perbedaan-okr-dan-kpi\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/perbedaan-okr-dan-kpi\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/perbedaan-okr-dan-kpi-banner.png\",\"datePublished\":\"2024-05-27T08:25:10+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-05T12:25:10+00:00\",\"description\":\"Pada artikel kali ini, Gajihub akan membahas perbedaan OKR dan KPI hingga tips untuk mengoptimalkan keduanya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/perbedaan-okr-dan-kpi\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/perbedaan-okr-dan-kpi\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/perbedaan-okr-dan-kpi\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/perbedaan-okr-dan-kpi-banner.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/perbedaan-okr-dan-kpi-banner.png\",\"width\":825,\"height\":315,\"caption\":\"perbedaan okr dan kpi banner\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/perbedaan-okr-dan-kpi\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Perbedaan OKR dan KPI, Mana yang Lebih Baik?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Gajihub Blog\",\"description\":\"Informasi terlengkap mengenai pengelolaan SDM, HR, Payroll, dan karir\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Gajihub\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/gajihub-new-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/gajihub-new-logo.png\",\"width\":1010,\"height\":391,\"caption\":\"Gajihub\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/gajihubcom\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/gajihub\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/gajihub\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/gajihub\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/channel\\\/UCIR5sG2AkJSvvo0ala0nx-w\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/a34aaadc9cc210d3a080befe71b9210a\",\"name\":\"sugi priharto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"sugi priharto\"},\"description\":\"Pengajar dan content writer di bidang keuangan, HR manajemen, dan dunia karir lebih dari 7 tahun\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/id.linkedin.com\\\/in\\\/sugipriharto\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/author\\\/sugipriharto\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Perbedaan OKR dan KPI, Mana yang Lebih Baik?","description":"Pada artikel kali ini, Gajihub akan membahas perbedaan OKR dan KPI hingga tips untuk mengoptimalkan keduanya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/perbedaan-okr-dan-kpi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Perbedaan OKR dan KPI, Mana yang Lebih Baik?","og_description":"Pada artikel kali ini, Gajihub akan membahas perbedaan OKR dan KPI hingga tips untuk mengoptimalkan keduanya.","og_url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/perbedaan-okr-dan-kpi\/","og_site_name":"Gajihub Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom","article_published_time":"2024-05-27T08:25:10+00:00","article_modified_time":"2025-11-05T12:25:10+00:00","og_image":[{"width":825,"height":315,"url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/perbedaan-okr-dan-kpi-banner.png","type":"image\/png"}],"author":"sugi priharto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@gajihub","twitter_site":"@gajihub","twitter_misc":{"Written by":"sugi priharto","Est. reading time":"12 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/perbedaan-okr-dan-kpi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/perbedaan-okr-dan-kpi\/"},"author":{"name":"sugi priharto","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/person\/a34aaadc9cc210d3a080befe71b9210a"},"headline":"Perbedaan OKR dan KPI, Mana yang Lebih Baik?","datePublished":"2024-05-27T08:25:10+00:00","dateModified":"2025-11-05T12:25:10+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/perbedaan-okr-dan-kpi\/"},"wordCount":2291,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/perbedaan-okr-dan-kpi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/perbedaan-okr-dan-kpi-banner.png","keywords":["contoh penggunaan OKR dan KPI","GajiHub","kesalahan umum OKR dan KPI","pengertian OKR dan KPI","perbedaan OKR dan KPI","software HR","software payroll"],"articleSection":["Tips HR"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/gajihub.com\/blog\/perbedaan-okr-dan-kpi\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/perbedaan-okr-dan-kpi\/","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/perbedaan-okr-dan-kpi\/","name":"Perbedaan OKR dan KPI, Mana yang Lebih Baik?","isPartOf":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/perbedaan-okr-dan-kpi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/perbedaan-okr-dan-kpi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/perbedaan-okr-dan-kpi-banner.png","datePublished":"2024-05-27T08:25:10+00:00","dateModified":"2025-11-05T12:25:10+00:00","description":"Pada artikel kali ini, Gajihub akan membahas perbedaan OKR dan KPI hingga tips untuk mengoptimalkan keduanya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/perbedaan-okr-dan-kpi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/gajihub.com\/blog\/perbedaan-okr-dan-kpi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/perbedaan-okr-dan-kpi\/#primaryimage","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/perbedaan-okr-dan-kpi-banner.png","contentUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/perbedaan-okr-dan-kpi-banner.png","width":825,"height":315,"caption":"perbedaan okr dan kpi banner"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/perbedaan-okr-dan-kpi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Perbedaan OKR dan KPI, Mana yang Lebih Baik?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/","name":"Gajihub Blog","description":"Informasi terlengkap mengenai pengelolaan SDM, HR, Payroll, dan karir","publisher":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization","name":"Gajihub","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/gajihub-new-logo.png","contentUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/gajihub-new-logo.png","width":1010,"height":391,"caption":"Gajihub"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom","https:\/\/x.com\/gajihub","https:\/\/www.instagram.com\/gajihub\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/gajihub\/","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCIR5sG2AkJSvvo0ala0nx-w"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/person\/a34aaadc9cc210d3a080befe71b9210a","name":"sugi priharto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","caption":"sugi priharto"},"description":"Pengajar dan content writer di bidang keuangan, HR manajemen, dan dunia karir lebih dari 7 tahun","sameAs":["https:\/\/id.linkedin.com\/in\/sugipriharto"],"url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/author\/sugipriharto\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/perbedaan-okr-dan-kpi-banner.png","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10105","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10105"}],"version-history":[{"count":12,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10105\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":30878,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10105\/revisions\/30878"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10124"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10105"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10105"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10105"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}