{"id":10027,"date":"2024-05-24T08:26:09","date_gmt":"2024-05-24T08:26:09","guid":{"rendered":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/?p=10027"},"modified":"2025-12-24T01:36:10","modified_gmt":"2025-12-24T01:36:10","slug":"quiet-quitting","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/quiet-quitting\/","title":{"rendered":"Quiet Quitting: Arti, Penyebab, Ciri-ciri, dan Cara Mencegahnya"},"content":{"rendered":"\n<p>Istilah <em>quiet quitting <\/em>mulai dikenal masyarakat setelah populer di TikTok pada tahun 2022. Dalam dunia kerja, istilah ini menggambarkan kondisi karyawan yang hanya melakukan pekerjaan seperti biasa.<\/p>\n\n\n\n<p>Artinya, mereka tidak pernah mengambil inisiatif lain, tidak bekerja lembur, dan tidak mau mengambil tanggung jawab tambahan secara sukarela.<\/p>\n\n\n\n<p>Karyawan tersebut mungkin tetap datang tepat waktu, mengerjakan tugas yang diminta, tetapi tidak berusaha lebih dari yang dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Fenoma ini kerap kali muncul salah satunya karena karyawan merasa kurang dihargai, lelah, atau tidak menemukan makna dalam pekerjaan mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada artikel kali ini, Gajihub akan membahas apa itu <em>quiet quitting<\/em>, ciri-ciri, cara identifikasi, dan strategi pencegahannya.<\/p>\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa yang Dimaksud dengan Quit Quitting?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"700\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/quiet-quitting-1.jpg\" alt=\"quiet quitting 1\" class=\"wp-image-10040\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/quiet-quitting-1.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/quiet-quitting-1-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/quiet-quitting-1-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><em>Quit quitting&nbsp;<\/em>adalah kondisi di mana karyawan hanya melakukan usaha minimum untuk mempertahankan pekerjaan mereka, tetapi tidak mengerahkan waktu atau energi ekstra untuk tugas mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Mereka melakukan pekerjaan dengan baik, tetapi tidak mau mengambil tugas tambahan atau melakukan lebih dari yang diminta dalam deskripsi pekerjaan mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Istilah ini terinspirasi oleh&nbsp;<em>hashtag&nbsp;<\/em>dari China, yaitu #TangPing, yang dalam bahasa Inggris berarti<em>&#8220;lay flat&#8221;&nbsp;<\/em>dan digunakan untuk memprotes budaya kerja berlebihan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pandemi juga menjadi faktor yang mendorong ren ini, karena banyak orang mulai menilai kembali pandangan mereka terhadap pekerjaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika Anda melihat adanya&nbsp;<em>quiet quitting&nbsp;<\/em>di tempat kerja Anda, mungkin ada sesuatu yang menyebabkan karyawan kurang terlibat, bisa jadi karena pekerjaan mereka atau prospek kemajuan karier.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, sebagai HR, Anda perlu menemukan penyebab masalah ini dan mengambil langkah untuk mengatasinya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/pelanggaran-karyawan\/\">Pelanggaran Karyawan: Pengertian dan Tips Meminimalisirnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apakah Quit Quitting Benar-Benar Terjadi di Tempat Kerja?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"700\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/quiet-quitting-2.jpg\" alt=\"quiet quitting 2\" class=\"wp-image-10041\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/quiet-quitting-2.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/quiet-quitting-2-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/quiet-quitting-2-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Sulit untuk memastikan apakah&nbsp;<em>quiet quitting&nbsp;<\/em>benar-benar terjadi di tempat kerja atau hanya fenomena yang marak di internet.<\/p>\n\n\n\n<p><i>Quiet quitting <\/i>memang sering dibicarakan di TikTok dan media sosial lainnya, jadi kemungkinan fenomena ini memang nyata.<\/p>\n\n\n\n<p>Hanya saja, sulit untuk mengukur berapa banyak orang yang melakukannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Berdasarkan hal tersebut Gallup membuat survei keterlibatan karyawan, dan meminta karyawan menilai diri mereka sebagai sangat terlibat, tidak terlibat, atau benar-benar tidak terlibat dalam pekerjaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Gallup pelaku&nbsp;<em>quiet quitting&nbsp;<\/em>atau&nbsp;<em>quiet quitters&nbsp;<\/em>mirip dengan karyawan yang tidak terlibat, yaitu mereka mungkin tidak sepenuhnya mengabaikan, namun secara psikologis mereka terpisah dari tempat kerja dan tidak bekerja secara maksimal.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam laporan Gallup, <a href=\"https:\/\/www.gallup.com\/workplace\/349484\/state-of-the-global-workplace-2022-report.aspx\">State of the Global Workforce 2022<\/a>, hanya 21% karyawan di seluruh dunia yang benar-benar terlibat dalam pekerjaan dan 19% benar-benar tidak terlibat.<\/p>\n\n\n\n<p>Mereka yang benar-benar tidak terlibat biasanya lebih vokal tentang ketidakpuasan mereka di tempat kerja dan mencari pekerjaan baru.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, artinya ada sekitar sisa 60% pekerja global yang mungkin melakukan&nbsp;<em>quiet quitting.&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/apa-itu-abseenteism\/\">Apa Itu Abseenteism? Simak Arti, Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya Berikut Ini<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Penyebab Quiet Quitting Terjadi?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"700\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/quiet-quitting-3.jpg\" alt=\"quiet quitting 3\" class=\"wp-image-10042\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/quiet-quitting-3.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/quiet-quitting-3-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/quiet-quitting-3-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Saat seorang karyawan memilih untuk&nbsp;<em>quiet quit,&nbsp;<\/em>biasanya ada beberapa alasan tertentu, seperti:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Gaji Rendah<\/h3>\n\n\n\n<p>Salah satu alasan utama adalah gaji yang dianggap tidak memadai. Banyak karyawan merasa upah mereka tidak sebanding dengan produktivitas yang mereka hasilkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Mereka juga menyadari bahwa ketimpangan upah antara mereka dan para <em>C-levels <\/em>semakin besar.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Tidak Ada Jenjang Karier<\/h3>\n\n\n\n<p>Banyak karyawan yang merasa terjebak dalam posisi mereka tanpa adanya jenjang karir. Mereka bekerja keras tetapi tidak melihat kesempatan untuk mendapatkan kenaikan gaji atau promosi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/doom-spending\/\">Apa Itu Doom Spending dan Bagaimana Cara Mengatasinya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Merasa Tidak Dihargai<\/h3>\n\n\n\n<p>Karyawan mungkin merasa tidak dihargai saat manajer atau rekan kerja meragukan keputusan mereka, melakukan mikromanajemen, atau tidak menghargai masukan dari mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini tentunya membuat karyawan kehilangan semangat dalam bekerja.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Masalah Pribadi<\/h3>\n\n\n\n<p>Beberapa karyawan mungkin menghadapi masalah pribadi seperti kesehatan atau urusan keluarga lainnya yang membuat mereka sulit untuk fokus sepenuhnya pada pekerjaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Kurangnya Fleksibilitas<\/h3>\n\n\n\n<p>Banyak karyawan yang menginginkan fleksibilitas dalam jadwal kerja, terutama setelah adanya sistem&nbsp;<em><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/remote-working\/\">remote working<\/a>&nbsp;<\/em>selama pandemi.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat perusahaan memaksakan karyawan untuk kembali bekerja di kantor secara&nbsp;<em>full time&nbsp;<\/em>tanpa memberikan opsi kerja fleksibel, mereaka akan merasa kurang dihargai dan mungkin melakukan&nbsp;<em>quiet quitting.&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Pahami bahwa quiet quitting dapat berdampak negatif pada produktivitas dan kesejahteraan karyawan serta kinerja perusahaan secara keseluruhan.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk memperhatikan kebutuhan dan keinginan karyawan untuk mencegah <em>quiet quitting<\/em> terjadi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/insubordinasi-di-dunia-kerja\/\">Insubordinasi di Dunia Kerja: Arti, Contoh, Hingga Upaya Pencegahannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Saja Ciri-Ciri Karyawan yang Melakukan Quiet Quitting?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"700\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/quiet-quitting-4.jpg\" alt=\"quiet quitting 4\" class=\"wp-image-10044\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/quiet-quitting-4.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/quiet-quitting-4-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/quiet-quitting-4-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Karyawan yang melakukan&nbsp;<em>quiet quitting&nbsp;<\/em>atau disebut&nbsp;<em>quiet quitters&nbsp;<\/em>masih terdaftar sebagai karyawan, tetapi mereka merasa tidak terhubung dengan tempat kerj adan hanya melakukan pekerjaan minimum untuk mendapatkan gaji di akhir bulan.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut beberapa tanda-tanda&nbsp;<em>quit quitting&nbsp;<\/em>yang harus diwaspadai oleh manajer:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Penurunan Keterlibatan<\/h3>\n\n\n\n<p>Karyawan yang tidak terlibat biasanya lebih diam selama rapat, berhenti mengambil inisiatif, dan tidak berpartisipasi dalam acara kantor di luar pekerjaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Mereka hanya melakukan pekerjaan minimum yang diperlukan sesuai kontrak. Jika perilaku ini mulai muncul, maka hal ini bisa menjadi tanda&nbsp;<em>quiet quitting.&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Absensi yang Meningkat<\/h3>\n\n\n\n<p>Saat karyawan merasa tidak nyaman di tempat kerja, mereka cenderung sering mengambil cuti sakit atau absen.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika Anda menerima catatan sakit lebih sering atau ada anggota tim yang sering absen, hal ini bisa menjadi tanda bahwa mereka&nbsp;<em>quiet quitters.&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Untuk memudahkan Anda dalam memantau kehadiran karyawan, Anda dapat menggunakan&nbsp;<em><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/\">software payroll<\/a>&nbsp;<\/em>dan HR dari Gajihub.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui fitur <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/analisa-data\/\">analisa data<\/a>, Anda dapat memantau tingkat disiplin karyawan, mulai dari laporan keterlambatan, laporan lembur, izin cuti, dan lain-lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan data-data tersebut, Anda dapat menganalisis apakah seorang karyawan terindikasi melakukan&nbsp;<em>quiet quitting.&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, untuk mencegah kemungkinan kecurangan dalam sistem absensi, Gajihub juga dilengkapi dengan sistem&nbsp;<em>abuse detection,&nbsp;<\/em>yang akan menolak presensi secara otomatis jika karyawan diketahui menggunakan&nbsp;<em>fake GPS dan fake IP.&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Tertarik mencoba? Klik gambar berikut dan dapatkan informasi lengkapnya:<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/daftar\/\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1080\" height=\"1080\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/03-1080x1080-Feed.jpg\" alt=\"gajihub 3\" class=\"wp-image-420\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/03-1080x1080-Feed.jpg 1080w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/03-1080x1080-Feed-300x300.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/03-1080x1080-Feed-1024x1024.jpg 1024w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/03-1080x1080-Feed-150x150.jpg 150w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/03-1080x1080-Feed-768x768.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Penarikan Diri dari Interaksi Sosial<\/h3>\n\n\n\n<p>Karyawan yang biasanya aktif berinteraksi mungkin mulai berhenti ikut serta dalam acara tim, diam dalam percakapan, atau mematikan kamera saat rapat&nbsp;<em>online.&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Jika ini terjadi, Anda perlu mencari tahu alasannya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Enggan untuk Datang ke Kantor<\/h3>\n\n\n\n<p>Fleksibilitas kerja seperti&nbsp;<em>work from home&nbsp;<\/em>memang bagus, namun hal ini bisa membuat karyawan yang tidak bahagia lebih mudah mengisolasi diri dan melakukan&nbsp;<em>quiet quitting.&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Jika mereka semakin jarang datang ke kantor, Anda bisa mulai mencari tahu tentang alasannya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/12-tips-menghadapi-karyawan-yang-terlambat-masuk-kerja\/\">12 Tips Menghadapi Karyawan yang Terlambat Masuk Kerja<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Peningkatan Keluhan<\/h3>\n\n\n\n<p>Sebagai&nbsp; profesional HR, Anda mungkin akan menerima lebih banyak keluhan dari biasanya. Hal ini bisa menjadi tanda ada sesuatu yang tidak beres.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, Anda perlu menanggapi keluhan ini lebih awal untuk mencegah terjadinya&nbsp;<em>quiet quitting.&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/brain-drain\/\">Brain Drain: Pengertian, Penyebab, dan Dampaknya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Tidak Peduli Terhadap Hasil Kerja<\/h3>\n\n\n\n<p>Karyawan yang bahagia biasanya peduli dengan kemajuan tim dan perusahaan. Sementara&nbsp;<em>quiet quitters&nbsp;<\/em>tidak peduli jika tim atau perusahaan sukses.<\/p>\n\n\n\n<p>Mereka hanya melakukan hal minimum yang diminta dan tidak memiliki motivasi untuk berusaha lebih keras.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Penurunan Kualitas dan Kinerja<\/h3>\n\n\n\n<p>Penurunan kualitas kerja dan kinerja secara terus-menerus juga bisa menjadi tanda <em>quiet quitting. <\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini bisa berdampak negatif pada kesuksesan perusahaan dan menunjukkan masalah yang lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n<p>Fenomena&nbsp;<em>quiet quitting&nbsp;<\/em>ini menunjukkan pentingnya budaya perusahaan yang kuat dan pendekatan yang berfokus pada karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pahami penyebab masalah ini untuk mengatasinya secara efektif, misalnya dengan mengenali tanda-tanda umum sebagai langkah awal.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/assessment-karyawan\/\">Assessment Karyawan: Manfaat, Jenis, Cara, Alat, dan Tipsnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Cara Mengidentifikasi Quiet Quitting?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"700\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/quiet-quitting-5.jpg\" alt=\"bekerja kurang maksimal 5\" class=\"wp-image-10045\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/quiet-quitting-5.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/quiet-quitting-5-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/quiet-quitting-5-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><em>Quiet quitting&nbsp;<\/em>adalah fenomena yang hampir tidak terlihat. Oleh karena itu, agak sulit untuk mengidentifikasinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Survei Keterlibatan Karyawan<\/h3>\n\n\n\n<p>Melalui survei yang dilakukan secara rutin, Anda dapat melihat apakah ada tingkat keterlibatan yang rendah di antara karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini tidak dapat menjadi adanya&nbsp;<em>quiet quitting,&nbsp;<\/em>namun perlu diingat bahwa karyawan yang tidak terlibat cenderung kurang antusias dalam mengisi survei, sehingga hasilnya mungkin tidak sepenuhnya akurat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Metrik Produktivitas<\/h3>\n\n\n\n<p>Biasanya,&nbsp;<em>quiet quitting&nbsp;<\/em>akan menyebabkan penurunan produktivitas.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika Anda sudah memantau metrik produktivitas secara teratur, Anda dapat membandingkannya dengan kondisi pada umumnya untuk mengetahui apakah ada perubahan yang mencurigakan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Kondisi Keuangan Perusahaan<\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam beberapa kasus, banyaknya karyawan yang tidak terlibat dapat berdampak negatif pada keuntungan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika Anda melihat adanya penurunan yang tidak wajar dalam keuntungan perusahaan,&nbsp;<em>quiet quitting&nbsp;<\/em>mungkin menjadi salah satu faktor yang perlu Anda periksa.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Promosi Internal<\/h3>\n\n\n\n<p>Karyawan yang melakukan&nbsp;<em>quiet quitting&nbsp;<\/em>biasanya tidak akan dipertimbangkan untuk promosi atau kesempatan karier lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan melacak siapa yang dipromosikan dan siapa yang tidak, Anda mungkin akan mendapatkan petunjuk mengenai karyawan yang mungkin menjadi&nbsp;<em>quiet quitters.<\/em><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Intuisi<\/h3>\n\n\n\n<p>Terkadang, Anda dapat merasakan bahwa ada yang tidak beres. Jika Anda memiliki insting bahwa salah satu karyawan tidak berperilaku seperti biasanya, mungkin Anda perlu untuk menyelidikinya lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/sp-1-sp-2-dan-sp-3\/\">15 Contoh SP 1, SP 2, dan SP 3 dan Perbedaannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Saja Strategi untuk Mencegah Quiet Quitting?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"700\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/quiet-quitting-6.jpg\" alt=\"bekerja kurang maksimal 6\" class=\"wp-image-10046\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/quiet-quitting-6.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/quiet-quitting-6-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/quiet-quitting-6-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Sebelum&nbsp;<em>quiet quitting&nbsp;<\/em>terjadi, ada beberapa strategi yang bisa Anda lakukan, seperti:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Mengakui dan Menghargai Prestasi Karyawan<\/h3>\n\n\n\n<p>Karyawan yang merasa dihargai cenderung lebih termotivasi dan terlibat dalam pekerjaannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, Anda dapat memberikan pengakuan atas prestasi mereka baik dalam bentuk penghargaan finansial maupun pujian verbal.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Menawarkan Peluang Belajar dan Pengembangan<\/h3>\n\n\n\n<p>Selain itu, Anda juga bisa memberikan kesempatan kepada karyawan untuk meningkatkan keterampilan mereka melalui pelatihan dan pengembangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dukung mereka untuk mengikuti kursus online atau seminar yang relevan dengan bidang pekerjaan mereka.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Menjaga Work Life Balance Karyawan<\/h3>\n\n\n\n<p>Pastikan bahwa kebijakan perusahaan mendukung keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi karyawan (<em><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/work-life-balance-definisi-dan-tips-mencapainya\/\">work life balance<\/a>).&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini termasuk memastikan beban kerja yang wajar dan waktu istirahat yang cukup untuk menjaga kesehatan mental dan fisik mereka.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Memberikan Feedback secara Teratur<\/h3>\n\n\n\n<p>Adakan evaluasi kinerja secara berkala untuk memberikan&nbsp;<em>feedback&nbsp;<\/em>kepada karyawan tentang kinerja mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Di samping itu, berikan kesempatan juga bagi mereka untuk menyampaikan kekhawatiran atau saran untuk perbaikan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/employee-feedback\/\">Employee Feedback: Arti, Manfaat, Hingga Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Mendengarkan Karyawan<\/h3>\n\n\n\n<p>Dengarkan keluhan dan masukan dari karyawan tentang kondisi kerja dan kebijakan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikan respon yang tepat dan buatlah perubahan jika diperlukan untuk meningkatkan lingkungan kerja.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Komunikasikan Peran dan Tanggung Jawab dengan Jelas<\/h3>\n\n\n\n<p>Kemudian, jelaskan secara detail apa yang mereka harapkan dari setiap karyawan dan pastikan mereka memahami tugas dan tanggung jawab mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Hindari memberikan pekerjaan di luar lingkup tugas mereka tanpa memberikan kompensasi yang sesuai.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">7. Dorong Keterlibatan Karyawan<\/h3>\n\n\n\n<p>Terakhir, berikan karyawan kebebasan untuk berkontribusi dengan ide-ide mereka dan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan yang mempengaruhi pekerjaan mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini akan meningkatkan rasa memiliki mereka terhadap pekerjaan dan perusahaan secara keseluruhan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/cara-meningkatkan-employee-engagement\/\">15 Cara Meningkatkan Employee Engagement dan Manfaatnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa itu Quiet Firing?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"700\" src=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/quiet-quitting-7.jpg\" alt=\"bekerja kurang maksimal 7\" class=\"wp-image-10047\" srcset=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/quiet-quitting-7.jpg 1000w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/quiet-quitting-7-300x210.jpg 300w, https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/quiet-quitting-7-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Selain&nbsp;<em>quiet quitting,&nbsp;<\/em>ada istilah yang juga berkaitan dengan hal tersebut namun memiliki pengertian yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Quit firing&nbsp;<\/em>adalah praktik manajemen di mana seorang atasan berusaha secara diam-diam mendorong seorang karyawan untuk keluar dari pekerjaannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini bisa dilakukan dengan memberikan tugas-tugas yang sangat sulit dan tidak menyenangkan, mengurangi jam kerja mereka, atau menghalangi kesempatan mereka untuk naik jabatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Praktik ini tidak patut dicontoh dan seharusnya tidak terjadi di lingkungan kerja yang sehat.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, sayangnya hal ini sering terjadi ketika atasan tidak ingin langsung memecat karyawan dan ingin terhindar dari kewajiban memberikan pesangon.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/memecat-karyawan\/\">7 Cara Memecat Karyawan yang Baik dan Benar, Wajib Tahu!<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p>Berdasarkan artikel di atas, dapat dipahami bahwa&nbsp;<em>quiet quitting&nbsp;<\/em>adalah fenome di mana karyawan hanya melakukan tugas-tugas minimum untuk mempertahankan pekerjaan mereka tanpa mengambil inisiatif lebih atau bekerja dengan energi ekstra.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini dapat disebabkan oleh sejumlah faktor, seperti gaji rendah, kurangnya peluang karier, merasa tidak dihargai, hingga kurangnya fleksibilitas dalam bekerja.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, penting bagi karyawan untuk mengidentifikasi tanda-tanda&nbsp;<em>quiet quitting&nbsp;<\/em>dan menerapkan strategi penting untuk mempertahankan karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu tanda-tanda penting dari&nbsp;<em>quiet quitting&nbsp;<\/em>adalah meningkatnya absensi karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mempermudah Anda dalam melakukan pemantauan, Anda dapat menggunakan fitur absensi dari&nbsp;<em><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/\">software payroll<\/a>&nbsp;<\/em>dan HR dari Gajihub.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain masalah absensi, Gajihub juga memungkinkan tim HR untuk melakukan proses&nbsp;<em><a href=\"https:\/\/gajihub.com\/payroll\/\">payroll<\/a>&nbsp;<\/em>hingga mengelola izin dan cuti.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Istilah quiet quitting mulai dikenal masyarakat setelah populer di TikTok pada tahun 2022. Dalam dunia kerja, istilah ini menggambarkan kondisi&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":10038,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[5287,5285,29,5284,80,28,27,5286],"class_list":["post-10027","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hr","tag-cara-mengidentifikasi-quiet-quitting","tag-ciri-ciri-quiet-quitting","tag-gajihub","tag-penyebab-quiet-quitting","tag-software-absensi","tag-software-hr","tag-software-payroll","tag-strategi-mencegah-quiet-quitting"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Quiet Quitting: Arti, Penyebab, Ciri-ciri, dan Cara Mencegahnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pada artikel kali ini, Gajihub akan membahas apa itu quiet quitting, ciri-ciri, cara identifikasi, dan strategi pencegahannya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/quiet-quitting\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Quiet Quitting: Arti, Penyebab, Ciri-ciri, dan Cara Mencegahnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pada artikel kali ini, Gajihub akan membahas apa itu quiet quitting, ciri-ciri, cara identifikasi, dan strategi pencegahannya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/quiet-quitting\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Gajihub Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-05-24T08:26:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-12-24T01:36:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/quiet-quitting-banner.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"825\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"315\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"sugi priharto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@gajihub\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@gajihub\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"sugi priharto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/quiet-quitting\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/quiet-quitting\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"sugi priharto\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/a34aaadc9cc210d3a080befe71b9210a\"},\"headline\":\"Quiet Quitting: Arti, Penyebab, Ciri-ciri, dan Cara Mencegahnya\",\"datePublished\":\"2024-05-24T08:26:09+00:00\",\"dateModified\":\"2025-12-24T01:36:10+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/quiet-quitting\\\/\"},\"wordCount\":1951,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/quiet-quitting\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/quiet-quitting-banner.png\",\"keywords\":[\"cara mengidentifikasi quiet quitting\",\"ciri-ciri quiet quitting\",\"GajiHub\",\"penyebab quiet quitting\",\"software absensi\",\"software HR\",\"software payroll\",\"strategi mencegah quiet quitting\"],\"articleSection\":[\"Tips HR\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/quiet-quitting\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/quiet-quitting\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/quiet-quitting\\\/\",\"name\":\"Quiet Quitting: Arti, Penyebab, Ciri-ciri, dan Cara Mencegahnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/quiet-quitting\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/quiet-quitting\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/quiet-quitting-banner.png\",\"datePublished\":\"2024-05-24T08:26:09+00:00\",\"dateModified\":\"2025-12-24T01:36:10+00:00\",\"description\":\"Pada artikel kali ini, Gajihub akan membahas apa itu quiet quitting, ciri-ciri, cara identifikasi, dan strategi pencegahannya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/quiet-quitting\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/quiet-quitting\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/quiet-quitting\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/quiet-quitting-banner.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/quiet-quitting-banner.png\",\"width\":825,\"height\":315},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/quiet-quitting\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Quiet Quitting: Arti, Penyebab, Ciri-ciri, dan Cara Mencegahnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Gajihub Blog\",\"description\":\"Informasi terlengkap mengenai pengelolaan SDM, HR, Payroll, dan karir\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Gajihub\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/gajihub-new-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/gajihub-new-logo.png\",\"width\":1010,\"height\":391,\"caption\":\"Gajihub\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/gajihubcom\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/gajihub\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/gajihub\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/gajihub\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/channel\\\/UCIR5sG2AkJSvvo0ala0nx-w\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/a34aaadc9cc210d3a080befe71b9210a\",\"name\":\"sugi priharto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"sugi priharto\"},\"description\":\"Pengajar dan content writer di bidang keuangan, HR manajemen, dan dunia karir lebih dari 7 tahun\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/id.linkedin.com\\\/in\\\/sugipriharto\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/gajihub.com\\\/blog\\\/author\\\/sugipriharto\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Quiet Quitting: Arti, Penyebab, Ciri-ciri, dan Cara Mencegahnya","description":"Pada artikel kali ini, Gajihub akan membahas apa itu quiet quitting, ciri-ciri, cara identifikasi, dan strategi pencegahannya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/quiet-quitting\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Quiet Quitting: Arti, Penyebab, Ciri-ciri, dan Cara Mencegahnya","og_description":"Pada artikel kali ini, Gajihub akan membahas apa itu quiet quitting, ciri-ciri, cara identifikasi, dan strategi pencegahannya.","og_url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/quiet-quitting\/","og_site_name":"Gajihub Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom","article_published_time":"2024-05-24T08:26:09+00:00","article_modified_time":"2025-12-24T01:36:10+00:00","og_image":[{"width":825,"height":315,"url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/quiet-quitting-banner.png","type":"image\/png"}],"author":"sugi priharto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@gajihub","twitter_site":"@gajihub","twitter_misc":{"Written by":"sugi priharto","Est. reading time":"11 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/quiet-quitting\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/quiet-quitting\/"},"author":{"name":"sugi priharto","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/person\/a34aaadc9cc210d3a080befe71b9210a"},"headline":"Quiet Quitting: Arti, Penyebab, Ciri-ciri, dan Cara Mencegahnya","datePublished":"2024-05-24T08:26:09+00:00","dateModified":"2025-12-24T01:36:10+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/quiet-quitting\/"},"wordCount":1951,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/quiet-quitting\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/quiet-quitting-banner.png","keywords":["cara mengidentifikasi quiet quitting","ciri-ciri quiet quitting","GajiHub","penyebab quiet quitting","software absensi","software HR","software payroll","strategi mencegah quiet quitting"],"articleSection":["Tips HR"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/gajihub.com\/blog\/quiet-quitting\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/quiet-quitting\/","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/quiet-quitting\/","name":"Quiet Quitting: Arti, Penyebab, Ciri-ciri, dan Cara Mencegahnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/quiet-quitting\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/quiet-quitting\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/quiet-quitting-banner.png","datePublished":"2024-05-24T08:26:09+00:00","dateModified":"2025-12-24T01:36:10+00:00","description":"Pada artikel kali ini, Gajihub akan membahas apa itu quiet quitting, ciri-ciri, cara identifikasi, dan strategi pencegahannya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/quiet-quitting\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/gajihub.com\/blog\/quiet-quitting\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/quiet-quitting\/#primaryimage","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/quiet-quitting-banner.png","contentUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/quiet-quitting-banner.png","width":825,"height":315},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/quiet-quitting\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Quiet Quitting: Arti, Penyebab, Ciri-ciri, dan Cara Mencegahnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/","name":"Gajihub Blog","description":"Informasi terlengkap mengenai pengelolaan SDM, HR, Payroll, dan karir","publisher":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#organization","name":"Gajihub","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/gajihub-new-logo.png","contentUrl":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/gajihub-new-logo.png","width":1010,"height":391,"caption":"Gajihub"},"image":{"@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/gajihubcom","https:\/\/x.com\/gajihub","https:\/\/www.instagram.com\/gajihub\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/gajihub\/","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCIR5sG2AkJSvvo0ala0nx-w"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/#\/schema\/person\/a34aaadc9cc210d3a080befe71b9210a","name":"sugi priharto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","caption":"sugi priharto"},"description":"Pengajar dan content writer di bidang keuangan, HR manajemen, dan dunia karir lebih dari 7 tahun","sameAs":["https:\/\/id.linkedin.com\/in\/sugipriharto"],"url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/author\/sugipriharto\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/quiet-quitting-banner.png","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10027","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10027"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10027\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32059,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10027\/revisions\/32059"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10038"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10027"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10027"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gajihub.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10027"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}